cover
Contact Name
Intan Permata Sari
Contact Email
intanpermata@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6285292917330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Bengkulu 38212, Kota Bengkulu, Bengkulu, Sumatera
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
ISSN : 26858703     EISSN : 26863308     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga
Core Subject : Education, Social,
Hawa is a scientific journal within the scope of gender and child studies with various applications of approaches, namely: psychology, education, law, sociology, literature, anthropology, and Islamic studies. It is a half-yearly published, exactly every June and December by Gender and Child Studies Center, Research and Community Service Department of IAIN Bengkulu. It was firstly published in 2019. The editorial board uses OJS in accepting articles, reviewing systems, and publication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): Desember" : 8 Documents clear
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KONFLIK PERKAWINAN Dita Verolyna
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.904 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2567

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi interpersonal dalam konflik perkawinan. Penelitian ini dilakukan pada pasangan perkawinan periode Tahun Awal di Kota Bengkulu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif desrkriptif dan life history. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan kepustakaan. Informan yang diwawancarai sebanyak tujuh keluarga. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian tentang Pola Komunikasi Interpersonal dalam konflik perkawinan pada tujuh pasangan suami istri periode tahun awal adalah terdapat penyesuaian-penyesuian dalam perkawinan periode tahun awal. Penyesuaian tersebut meliputi penyesuaian pasangan, seksual, keuangan dan terhadap keluarga pasangan. Dari ketujuh keluarga diperoleh hasil (1) Penyesuaian pasangan, semua pasangan mengalami hambatan dalam menyesuaikan semua perbedaan diantara keduanya (2) penyesuaian keuangan, konflik sering terjadi dalam pasangan informan yang suami istri bekerja dan pasangan yang suaminya berpenghasilan rendah. (3) penyesuaian seksual, hambatan terjadi pada informan yang pasangannya mengalami gangguan kesehatan dan telah memiliki banyak anak. (4) penyesuaian terhadap keluarga pasangan, konflik terjadi pada pasangan yang tinggal dirumah mertua dan memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. (5) Pola komunikasi setara dan seimbang terpisah digunakan pada penyesuaian terhadap pasangan. (6) Pola komunikasi tak seimbang terpisah dan monopoli digunakan dalam konflik perkawinan yang disebabkan oleh hambatan penyesuaian  keuangan, seksual dan penyesuaian terhadap keluarga pasangan.Kata kunci : Pola komunikasi, konflik, perkawinan, periode tahun awal
“HOMOSEKS KETEMU TUHAN”: RESISTENSI KAUM GAY DAN PERTAHANAN RELASI HOMOSEKSUALITAS DALAM FIKSI POPULER INDONESIA Andriadi Andriadi
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.031 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2602

Abstract

Ranah agama sering dijadikan dasar dan ujung tombak penolakan masyarakat terhadap eksistensi kaum homoseksual sehingga dipakai untuk menyerang, bahkan menghakimi kaum marjinal inidemi kestabilan kognisi sosial, sikap, dan norma masyarakat untuk menolak segala bentuk homoseksual.Pemberian tekanan sosial semacam ini agar kaum “menyimpang” bertobat dan melakukan komformitas untuk tunduk kepada norma agama dan sosial yang berlaku. Alih-alih tunduk, mereka malah berusaha  melakukan berbagai resistensi untuk mempertahankan relasi homoseksualnya agar diterima di tengah kuasa nilai-nilai heteronormativitas masyarakat seperti layaknya kaum heteroseksual. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui representasi relasi pasangan gay dalam novel Homoseks Ketemu Tuhan Karya Rini Kristina sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai interaksi-interaksi antara sesama kaum ini ditengah masyarakat yang penuh dengan kontrol norma, adat, budaya, dan agama yang cenderung memarginalkan mereka; (2) mengetahui resistansi yang mereka lakukan dalam mempertahankan identitas seksualnya sebagai pecinta sesama jenis sehingga kehadiranya dapat diterima.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tekstual analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kaum homoseksual mengenal sebuah kesepakatan untuk menjalin sebuah relasi layaknya relasi yang dijalani oleh pasangan heteroseksual, saling mencintai dan mengisi satu sama lain. Relasi homoseksual yang dapat ditemukan dalam novel ini yaitu: monogami, poliamori, dan Teman Tapi Mesra (TTM). Namun semua relasi tersebut tidak akan pernah abadi dan tetap lebih cenderung pada pemenuhan kebutuhan seks sesama jenis; (2) untuk mempertahankan relasi homoseksual yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, kaum gay melakukan resistensi dengan cara menjalankan kehidupan yang penuh dengan kepalsuan (in the closet),dan menjalankan kehidupan dengan identitas bikultural yaitu mengenakan topeng yang menampilkan dirinya sebagai pria heteroseksualbahkan menikahi perempuan dan memiliki keluarga demi menghindari tekanan sosial.
PERAN IBU TERHADAP MASA DEPAN ANAK Buyung Surahman
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.358 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2600

Abstract

Ibu ditinjau secara fisik, dan mental sangatlah dekat dengan anaknya karena dari  mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh hingga dewasa, ini merupakan peran ibu. Oleh karenanya masa depan anak sangat bergantung kepada ibu. Namun tidak semua ibu menggiring masa depan anaknya ke arah yang baik, seperti beberapa kasus yang dapat didengar dan dilihat beberapa ibu menganiaya anaknya samapai meninggal, beberapa ibu menjual dan menelantarkan anaknya sehingga anaknya memiliki masa depan yang buruk.Hasil analisa latar belakang di atas maka tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peran ibu terhadap masa depan anak”. Ruang lingkup penelitian terfokus pada peran ibu sebagai tenaga pendidik, sebagai penjaga fisik, memfasilitasi dana pendidikan dan keterampilan, dan sebagai teladan anak. Penelitian ini penelitian pustaka (liberay reseach) yaitu menggunakan bahan-bahan tertulis yang diambil dari literatur, hasil kajian berupa buku teks, surat kabar, hasil penelitian yang terkait dengan penelitian. Simpulan, peran ibu terhadap masa depan anak: (1) ibu sebagai tenaga pendidik, berperan membimbing dan mengevaluasi anaknya; (2) ibu sebagai penjaga fisik, ibu menjaga fisik anak baik, dalam kesehatan maupun penjagaan jangan sampai  kecelakaan; (3) ibu memfasilitasi dalam menyiapkan dana pendidikan dan keterampilan anak untuk masa depannya; dan (4) ibu sebagai teladan anaknya dalam beragama, berbicara, bertindak, dalam pengaturan uang, dan dalam menyayangi anaknya.
EKSISTENSI DISPENSASI PERKAWINAN TERHADAP PELAKSANAAN PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA Abdussalam Hizbullah
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.681 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2608

Abstract

 Indonesia telah menjamin pelaksanaan perlindungan anak dengan sangat baik. Kendati demikian, pencegahan perkawinan anak sebagai salah satu bagian dari perlindungan anak tidak dapat dilakukan secara utuh dengan adanya dispensasi perkawinan usia anak. Padahal, setelah dilakukan penelitian oleh berbagai kalangan tentang pelaksanaan dispensasi perkawinan, ditemukan banyak sekali dampak buruk dari pelaksanaannya. Hal tersebut tentu saja mendukung pencegahan perkawinan di usia anak dalam rangka pelaksanaan perlindungan anak di Indonesia. Oleh karena itu, perlulah dilakukan pengkajian untuk mengetahui apakah pelaksanaan dispensasi perkawinan dapat mendegradasi pelaksanaan perlindungan anak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji peraturan yang termuat dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perkawinan dan Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif desrkriptif dan yudikatif dengan kajian pustaka. Data-data dalam penilitan ini diperoleh dari Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perkawinan dan Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, serta literatur lain yang membahas mengenai perlindungan anak dan dispensasi perkawinan. Untuk menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Setelah menganalisisi data-data yang telah diperoleh, didapatilah sebuah kesimpulan yang menunjukkan bahwa pelaksanaan dispensasi perkawinan tidak dapat mendegradasikan pelaksanaan perlindungan anak di Indonesia. Dengan kata lain, perlindungan anak di Indonesia sudah seyogyanya lebih diperhatikan untuk memastikan bahwa setiap anak dapat memperoleh hak-haknya secara utuh. Sedangkan aturan mengenai pelaksanaan dispensasi perkawinan harus dikaji lebih lanjut mengenai eksistensinya terhadap perlindungan anak di Indonesia, agar pelaksanaannya tidak berbenturan dengan pelaksanaan perlindungan anak di Indonesia. Kata Kunci: Perlindungan Anak, Dispensasi Perkawinan.
MOTIVASI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN LANJUTAN BAGI ANAK DI DESA GUNUNG BESAR KECAMATAN ARMA JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA Resy Mahalelita
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.308 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2559

Abstract

Motivasi orangtua dalam memberikan pendidikan lanjutan bagi anak sangat penting bagi anak dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah agar orang tua mengetahui motivasi yang diperlukan oleh anak serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memperngaruhi orangtua dalam memberikan pendidikan lanjutan bagi anak di Desa Gunung Besar Kecamatan Arma jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dari teknik tersebut dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data, keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Motivasi orang tua yang belum maksimal dalam memberikan dorongan kepada anak mereka serta lingkungan anak yang kurang mendukung sehingga anak salah dalam bergaul, dan jika dilihat dari pemahaman orang tua dalam memaknai pentingnya pendidikan lanjutan bagi anak para orang tua sudah mulai mengerti bagaimana pentingnya pendidikan dimasa yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam memberikan pendidikan lanjutan bagi anak di desa Gunung Besar adalah minat anak dalam melanjutkan pendidikan, sedangkan faktor eksternal yakni lingkungan keluarga, biaya ekonomi serta pergaulan anak.Kata Kunci : Motivasi, Orang Tua, Pendidikan Lanjutan anak
PENDEKATAN FEMINIS DALAM STUDI ISLAM KONTEMPORER Ismail Ismail
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.323 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2601

Abstract

 Persoalan antara laki-laki dan perempuan sangat ramai diperbincangkan menyangkut hak-hak dasar mereka yang terabaikan, terpinggirkan atau tertindas, oleh sistem yang berlaku di masyarakat. Agama dan budaya terjadi tarik menarik kekuatan besar bagi terciptanya subordinasi dan ketertindasan kaum perempuan. Ketidakadilan gender telah termanifestasi dalam berbagai bentuk seperti marginalisasi perempuan disektor ekonomi, subordinasi keputusan politik, pembentukan stereotype atau pelabelan negatif, kekerasan terhadap perempuan, distribusi beban kerja yang tidak adil, serta minimnya sosialisasi ideologi nilai peran gender. Melihat persoalam di atas, kaum feminis tergugah hatinya untuk mencetuskan piranti keislaman berperspektif keadilan gender untuk mendekontruksi teks-teks keagamaan dalam usaha mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Kaum feminis Islam mencoba melihat kembali penafsiran terhadap ayat al Qur’an dan al-Hadis yang memiliki bias gender sehingga tidak terjadi pemahaman yang keliru. 
Potret Tumbuh Kembang Anak di Lokalisasi Gambilangu Kendal Ririh Megah Safitri
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.594 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2556

Abstract

Lingkungan sosial budaya menjadi faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak karena menentukan karakter dan identitas yang melekat pada anak. Artikel ini merupakan kajian tentang proses tumbuh kembang anak yang tinggal di Lokalisasi Gambilangu Mlaten Atas. Eksistensi Lokalisasi Gambilangu berpengaruh signifikan terhadap proses tumbuh kembang anak karena letaknya yang terintegrasi dengan pemukiman masyarakat Mlaten Atas. Kajian ini menggunakan metode kualitatif guna mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait pengalaman dan pemaknaan masyarakat Mlaten Atas terhadap tumbuh kembang anak. Pemenuhan hak anak menjadi indikator yang digunakan dalam proses analisis atas proses tumbuh kembang anak di Lokalisasi Gambilangu Mlaten Atas. Terdapat dua simpulan utama dalam kajian ini, pertama yakni signifikansi citra atau label negatif Mlaten Atas karena praktek Lokalisasi Gambilangu. Faktanya citra negatif tersebut tidak hanya merujuk pada kondisi internal saja namun juga turut mengkonstruksi identitas dan karakte anak ketika berada di luar Gambilangu. Kondisi tersebut lantas berdampak pada minimnya interaksi antara anak Gambilangu dengan masyarakat secara keseluruhan. Kedua terkait dengan rendahnya perhatian orang tua terhadap proses tumbuh kembang anak. Ideal value yang terkonstruksi di Mlaten Atas merupakan hasil dari proses adaptasi dan negosiasi masyarakat dengan lingkungan sosial budayanya. Faktanya perhatian atas setiap tumbuh kembang anak khususnya merujuk pada perkembangan non-fisik menjadi salah satu hal yang dikesampingkan di Gambilangu.Kata Kunci : Anak, Tumbuh Kembang, Lokalisasi
BENTUK-BENTUK KEKERASAN DAN WAWASAN KESERASIAN GENDER PADA IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN SUNGAI SERUT BENGKULU Aziza Aryati
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.841 KB) | DOI: 10.29300/hawapsga.v1i2.2568

Abstract

A.       Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Perempuan merupakan pihak paling rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga maupun dalam relasi personal. Satu hal yang musti diingat adalah bahwa kekerasan terhadap istri atau pasangan bukan merupakan fenomena baru tetapi merupakan fenomena yang telah berlangsung lama dan derajat keseriusannya menunjukkan peningkatan sepanjang waktu. Kekerasan atau penyiksaan terhadap kaum perempuan dapat berupa kekerasan fisik, psikis, maupun kekerasan seksual. Penelitian lapangan yang berbentuk deskriptif kualitatif ini ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan yang diterima oleh ibu rumah tangga di kelurahan Sukamerindu kecamatan Sungai Serut Bengkulu, mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kekerasan, kemudian mendeskripsikan  pengetahuan ibu-rumah tangga di wilayah tersebut tentang keserasian gender serta membuktikan apakah ada keterkaitan antara pengetahuan tentang keserasian gender dengan bentuk kekerasan yang mereka terima. Bentuk-bentuk kekerasan yang diterima ibu rumah tangga di wilayah tersebut adalah kekerasan ekonomi, kekerasan psikologis, kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Penyebab kekerasan tersebut adalah : 1) faktor dari individu yang bersangkutan, 2) faktor pasangan yang berselingkuh, pemabuk, penjudi dan berperangai buruk, 3) faktor ekonomi dengan penghasilan rendah, dan faktor sosial budaya. Pengetahuan akan keserasian gender pada kelompok ini tergolong baik tetapi tidak ada keterkaitan antara pengetahuan akan keserasian gender dengan bentuk-bentuk dan frekuensi kekerasan yang diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 8