cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TAHFIZH SAB’UL MATSANI BIL-LAUHAH ALA MAROKO PADA SISWA KELAS VII DI PONDOK PESANTRENAL-USWAH GUNUNGPATI SEMARANG 2019 Faqih, Moh Ngabdul
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.136

Abstract

 Development of the Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah Ala Moroccan Learning Model At VII Class in Gunungpati Al-Uswah Islamic Boarding School in Semarang 2019. This study aims to describe and analyze the module development process, module eligibility and measure the effectiveness of the use of the learning model Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah in Moroccan style to students at the Al Uswah Islamic Boarding School in Gunungpati. This research is a development or R&D research. The instruments of data collection used module validation sheets and pre-test and post-test instruments on the students' ability to read, memorize, write and interpret verses of the Qur'an analyzed by different tests (t test).The results of this study indicate that, firstly, the process of developing the Tahfizh Sab'ul Matsani Bil-Lauhah Moroccan learning module includes four stages, namely (a) define by analyzing the problems of tahfizh learning in Al Uswah Islamic boarding school, (b) design ) by analyzing the concepts and materials in the module to be designed, determining the materials and tools needed, (c) develop by making modules and conducting service tests through validators of material experts and media experts, and (d) dessiminate (dissemination) with applying the model to students in Al Uswah Gunungpati Islamic Boarding School. Second, the module development has a very good feasibility level seen in the aspect of the feasibility of the media with a value of 22 and the material aspects with a value of 35 in the category of very good or very feasible. Third, the use of modules is more effective which gives better results on the ability to read, write, memorize and interpret the Qur'an to the students in the Islamic Boarding School at Al Uswah Gunungpati. Pengembangan Modul Pembelajaran Tahfizh Sab’ulMatsani Bil-Lauhah Ala MarokoPada Siswa Kelas VII Di Pondok Pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pengembangan modul, kelayakan modul dan mengukur efektifitas penggunaan model pembelajaran tahfizh Sab’ul Matsani Bil-Lauhah ala Maroko pada santri-santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D. Intrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi modul dan instrument pre test dan post testterhadap kemampuan santri dalam membaca, menghafal, menulis dan mengartikan ayat-ayat Al-Qur’an yang dianalisis dengan uji beda (uji t).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama yaitu proses pengembangan modul pembelajaran tahfizh Sab’ul Matsani Bil-Lauhah ala Maroko meliputi empat tahapan yaitu (a) define (pendefisian) dengan menganalisis permasalahan pembelajaran tahfizh di Pondok pesantren Al Uswah, (b) design (perancangan) dengan mengalisis konsep dan materi pada modul yang akan dirancang, menetapkan bahan dan alat yang diperlukan, (c) develop (pengembangan) dengan membuat modul dan melakukan uji kelayanan memalui validator ahli materi dan ahli media, dan(d) dessiminate (penyebaran) dengan menerapkan model pada santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati.Kedua, pengembangan modul memiliki tingkat kelayakan sangat baik dilihat pada aspek kelayakan media dengan nilai 22 dan aspek materi dengan nilai 35 dalam kategori sangat baik atau sangat layak. Ketiga, penggunaan modul lebih efektif yakni memberikan hasil yang lebih baik pada kemampuan membaca, menulis, menghafal dan mengartikan Al-Qur’an pada santri-santri di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati.  
PERAN PROFIL DAN KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR AGAMA ISLAM Samsudin, Samsudin
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.137

Abstract

The background of this research is Islamic religious education which is held in the Public High School 1 of Bancak and Senior High School 1 in Tuntang, Semarang Regency, referring to the education profile and professional certificate of a religious teacher, and teacher performance in the teaching and process of learning. Teachers in addition to teach in the classroom must always show their totality in seeking perfection as a figure, so that in themselves students emerge motivation to learn Islam.The method used in this research is field research, namely by conducting direct interviews with teachers, students and principals, and archiving data. This research is aimed at all learning related to Islam, such as the profile of a teacher in the world of education and its role at the time of the community, as well as teacher performance. The profile contents and teacher's performance are expected to become motivators of students learning about PAI.Based on this study ,there are several findings relating to learn of Islamic Education in the State of Senior High School 1 Bancak and Senior High School 1 Tuntang Semarang Regency, such as : 1) the teacher's profile is accordance with the S1 diploma requirements and most of them already to have certificates of expertise as educators. 2) Performance of teachers who are professional in such as making administration of learning, implementation, and filing. 3) The profile and performance of PAI's teacher must to be motivator for their student by learning Islamic religion education and make their students have a good behaviour. Latar belakang yang memunculkan penelitian ini adalah pendidikan agama Islam yang terselanggara di SMK Negeri 1 Bancak dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang mengacu pada profil pendidikan dan sertifikat profesioal seorang guru agama, serta kinerja guru di dalam proses belajar mengajar. Guru selain  mengajar di dalam kelas harus selalu memperlihatkan totalitasnya dalam mengupayakan  kesempurnaan sebagai figur, agar dalam diri siswa  muncul  secara sendiri  motivasi belajar agama Islam.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yaitu dengan melakukan wawancara langsung terhadap guru, siswa dan  kepala sekolah, dan  pengarsipan data. Penelitian  ini  ditujukan  pada seluruh  pembelajaran yang berkaitan dengan agama Islam, seperti profil seorang guru di dalam dunia pendidikan dan peranannya pada saat di lingkungan masyarakat, serta  kinerja guru. Muatan profil dan kinerja guru tersebut  diharapkan menjadi  penumbuh  motivasi siswa belajar PAI.Berdasarkan penelitian ini ada beberapa penemuan yang berkaitan dengan pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Bancak  dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang, seperti 1) Profil guru sudah sesuai  persyaratan ijazah S1 dan sebagian  besar sudah mempunyai  sertifikat  keahlian  sebagai seorang pendidik. 2) Kinerja guru yang profesional dalam seperti dalam membuat administrasi pembelajaran, pelaksanaan dan pengarsipan. 3) Profil dan kinerja guru PAI memiliki peranan positif terhadap motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam dan mengembangkan perilaku yang berkarakter.
INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIAL KEAGAMAAN PADA JAMA'AH TAREKAT AS-SYADZILIYAH DI SUKOHARJO Zaman, Rojif
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.133

Abstract

ABSTRACT The background of this study is that the community does not understand the function of religion in daily life. Some people have carried out the teachings of the Prophet well, but put aside something related to the problem of social life, confused how to implement the problem of socio-religious values. Internalization of Religious Social Values on the Syadziliyah Congregation is expected to make the Jama'ah have a good Social Religious character. This research was conducted to find out how the implementation of the syadziliyah tarekat teachings, internalization of socio-religious values in the congregation of the syadziliyah congregation in Perengsari Village, Kartasura Subdistrict, Sukoharjo Regency in 2015/2016. December 2015 - September 2016. The subject of this study was Badal Mursyid Tarekat Syadziliyah in Perengsasri Village, Kartasura Sub-District, Sukoharjo Regency. The information of this study was Jama'ah and administrators. The methods used in this study were observation, documentation, and interviews. To check the validity data using the source triangulation technique. The analysis technique uses an interactive data analysis model, the steps taken are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Syadziliyah Congregation Activities in Perengsari Pembai'atan Village (Bai'at), Yaumiyah (Daily), Weekly, Selapanan (35 Days), Annual Khaul Syeikh Imam Abil Hasan Ali Ash-Syadzili. In addition there are also activities in a year three times, namely the month of Shawwal, Syuro, Rajab, the study of Al-Hikam by Mursyid, namely Gus Wafi, and in the month of Ramadhan every time after the prayer 'the study of Nashoihul' Ibat. The distinctive characteristics of the Syadziliyah Order in Perengsari Village are many activities that educate themselves, unite the ummah, and also not force. Internalization of socio-religious values in the congregation of the Syadziliyah Congregation is a cultivation and at the same time the application of values in social life that are considered good, useful, and quality that are influenced, carried out and directed by religious teachings. two methods are used namely Bil Qoul (lecture / study or study of Nashoihul 'Ibat, reading of the qib of Imam Syadzili and the study of Al-hikam by Gus Wafi, and Bil Hal (Sholat Khajat, Ghoib, Lianasil Qobri, Tahlilan, Nariyahan, visiting people sick, takziyah, helping people in need) Latar belakang penelitian ini adalah Masyarakat kurang memahami fungsi agama dalam kehidupan sehari-hari.Beberapa masyarakat sudah menjalankan ajaran Rasulullah Saw dengan baik, akan tetapi mengesampingkan sesuatu yang berkaitan dengan masalah kehidupan sosial kegamaan, bingung bagaimana mengimplementasikan masalah nilai-nilai sosial keagamaan. Internalisasi Nilai-Nilai Sosial Keagamaan pada Jama'ah Tarekat Syadziliyah diharapkan dapat membuat Jama'ah mempunyai sifat Sosial Keagamaan yang baik.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanapelaksanaan ajaran tarekat syadziliyah, internalisasi nilai-nilai sosial keagamaan pada jama'ah tarekat syadziliyah di Desa Perengsari Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2015/2016.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Desa Perengsari Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo bulan Desember 2015-September 2016. Subjek penelitian ini adalah badal Mursyid Tarekat Syadziliyah di Desa Perengsasri kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.Informan penelitian ini adalah Jama'ah dan pengurus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara.Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisisnya menggunakan model analisis data interaktif, tahap yang ditempuh yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan Tarekat Syadziliyah di Desa Perengsari pembai'atan (bai'at), yaumiyah (harian), mingguan, selapanan (35 hari), tahunan yakni khaul Syeikh Imam Abil Hasan Ali Asy-Syadzili. Selain itu juga ada kegiatan dalam setahun tiga kali yakni bulan Syawal, Syuro, Rajab, kajian kitab Al-Hikam oleh Mursyid yaitu Gus Wafi, Dan di bulan romadhon setiap setelah sholat isya' kajian kitab Nashoihul 'Ibat. Ciri khas Tarekat Syadziliyah di Desa perengsari yakni banyak kegiatan yang mendidik diri, mempersatukan ummat, dan juga tidak memaksa. Internanalisasi nilai-nilai sosial keagamaan pada jama'ah Tarekat Syadziliyah adalah suatu penanaman dan sekaligus penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sosial bermasyarakat yang dianggap baik, bermanfaat, dan bermutu yang dipengaruhi, dijawai dan diarahkan oleh ajaran agama. dua metode yang digunakan yaitu Bil Qoul (ceramah/pengajian atau kajian kitab Nashoihul 'Ibat, pembacaan manaqib Imam Syadzili dan kajian kitab Al-hikam oleh Gus Wafi, dan Bil Hal (Sholat Khajat, Ghoib, Lianasil Qobri, Tahlilan, Nariyahan, menjenguk orang sakit, takziyah, membantu orang yang membutuhkan)
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PAI DI SD SEKECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG Zabidi, Ahmad
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.134

Abstract

Learning problems can be minimized by the use of digital technology. The rapid innovation in technology and information minimize the barriers that come from some instruments which are difficult to access. Laptops and the internet are the solutions for teachers to develop their creativity for the learning methods and materials.This study are aimed to determine the creativity of teachers in using the internet and laptops as learning media for PAI Subject in SD Negeri Bawen Subdistrict, Semarang Regency in the 2018/2019 academic year. The method used was field research with a qualitative approach. Researchers went into the field to make observations, interviews and document activities related to the research title. The results showed that there were (1) the increasing of the creativity of PAI teachers in Bawen District Elementary School which is caused by using learning media as the effective learning methods, (2) archiving learning instruments are more organized, and (3) the need of several supporting factors, such as: technical training(bimtek) for PAI teachers, representative class and varied methods. In addition, there are also inhibiting factors in developing teacher creativity, namely: there is no internet in school and the limitations of the projector to support the PAI learning. Problematika dalam pendidikan, dengan semakin canggihnyadunia digital semakin bisa diminimalisasi. Pesatnya inovasi dalam teknologi dan informasi, mengikis sekat  pengetahuan yang pernah menjadi instrumen sulit untuk diakses. Laptop dan internet menjadi salah satu solusi bagi guru untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mengembangkan metode dan materi pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru dalam memanfaatkan internet dan laptop sebagai media pembelajaran PAI di SD Negeri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang pada tahun  pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah field research, dalam penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara dan mendokumentasikan kegiatan yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada (1) peningkatan kreativitas guru PAI di SD Negeri Kecamatan Bawen dalam menggunakan media pembelajaran sebagai sarana metode penyampaian materi yang efektif, seperti dengan powerpoint, audio dan juga video pembelajaran, (2) pengarsipan instrumen pembelajaran semakin tertata rapi, seperti silabus, RPP, dan metode pembelajaran. (3) Adanya beberapa faktor pendukung, seperti: bimtek PAI, kelas representatif dan metode yang variatif. Selain itu juga ada faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas guru yaitu: tidak ada internet di sekolah, keterbatasan proyektor untuk mengembangkan pembelajaran PAI.
PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA hadi, imam anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.135

Abstract

 ABSTRAK Pendidikan merupakan hal penting sehingga bangsa ini bermartabat dan diperhitungkan dengan negara lain. KH. Ahmad Dahlandengan konsep pendidikannya membentuk anak didik menjadi manusia yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks. Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena berusaha menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi mengenai pemikiran tokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biografi dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan terhadappendidikan Islam di Indonesia. Hasil temuannya adalah Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pad tahun 1869 M/ 1295 H. Dengan nama kecil Muhammad Darwis. Ayahnya seorang Ulama’ bernama KH. Abu Bakar bin KH. Sulaiman, pejabat khatib di masjid besar kesultanan Yogyakarta. Adapun buah pemikirannya diantaranya: 1). Dalam bidang aqidah, sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama’ Salaf. 2). Beragama itu adalah beramal, artinya berkarya dan berbuat sesuatu, melakukan tindakan sesuai dengan pedoman al-Qur’an dan as-Sunnah. 3). Dasar pokok hukum Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. 4). Terdapat lima jalan untuk memahami al-Qur’an yaitu: mengerti artinya, memahami maksudnya (tafsir), selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah larangan dan perintah agama yang telah diketahui telah ditinggal dan perintah agamanya telah dikerjakan, tidak mencari ayat lain sebelum isi ayat sebelumnya dikejakan. 5). Tindakan nyata adalah wujud kongrit dari penerjemahan al-Qur’an, dan organisasi adalah wadah dari tindakan nyata tersebut. 6). Sebagai landasan agar seseorang suka dan bergembira, maka orang tersebut harus yakin bahwa mati itu bahaya, akan tetapi lupa kepada  kematian merupakan bahaya yang jauh lebih besar dari kematian itu sendiri. 7). Kunci persoalan peningkatan kualitas hidup dan kemajuan umat Islam adalah pemahaman terhadap berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat. 8). Pembinaan generasi muda (kader) dilakukan dengan jalan interaksi langsung. 9). Strategi menghadapi perubahan sosial akibat modernisasi adalah merujuk kembali al-Qur’an, menghilangkan sikap fatalisme, sikap taqlid. 10). Obyek gerakan da’wah Muhammadiyah melalui rakyat kecil, kaum fakir miskin, para hartawan dan para intlektual.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5