cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi" : 5 Documents clear
MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI MA MAMBAUL ULUM TUNJUNGMULI KECAMATAN RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA Sugiyanto, Sudadi
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i2.287

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Perencanaan kinerja; Pengorganisasian kinerja; Pelaksanaan kinerja; Pengawasan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Perencanaan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme Guru, pertama merumuskan program budaya religius yang akan dilaksanakan, berupa; (a) menyusun kegiatan budaya religius, (b) menetapkan budaya religius yang akan diterapkan, dan (c) melaksanakan kegiatan budaya religius, kedua penentuan kegiatan budaya religius; yang memuat (a) disiplin, (b) teladan, (c) kebersamaan,(d) damping peserta didik shalat berjamaah, (e) tilawah, ketiga kebijakan dalam kegiatan budaya religius; keempat arah yang akan ditempuh dalam kegiatan budaya religious; 2) Pengorganisasian Kinerja Berbasis Budaya Religius, pertama pembagian kerja yang logis, berkoordinasi dengan wakil kepala madrasah, serta para guru. Kedua penetapan tanggung jawab dan wewenang, Ketiga pengukuran pelaksanaan dan prestasi yang dicapai; 3) Pelaksanaan Kinerja Berbasis Budaya Religius yaitu setiap guru disiplin dalam mengerjakan tugasnya baik itu dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran, menjadi teladan yang baik, membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, selalu mendampingi peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah yang dilakukan secara bergantian juga selalu menjaga kebersamaan antar guru dalam menjalankan tugasnya. 4) Pengawasan Kinerja Berbasis Budaya Religius dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MI Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, kepala madrasah saya terjun langsung berpartisipasi dalam menerapkan budaya religius di madrasah sekaligus mengawasi para guru dalam menerapkan budaya religius sertamemotivasi para guru yang lalai dalam kegiatan tersebut, dan bahkan teguran atau sangsi saya lakukan jika adaguru yang selalu membiasakan hal buruk tersebutThe problems examined in this study are performance planning; Organizing performance; Performance implementation; Performance monitoring based on religious culture in improving teacher professionalism at MI Bandingan, Rakit District, Banjarnegara Regency. The data were analyzed using a descriptive analysis model consisting of data collection, and drawing conclusions (verification). The results of the study found that: 1) Performance planning based on religious culture in improving teacher professionalism, first to formulate a religious culture program to be implemented, in the form of; (a) arranging religious-cultural activities, (b) determining the religious culture that will be applied, and (c) carrying out religious-cultural activities, secondly determining religious-cultural activities; which contains (a) discipline, (b) exemplary, (c) togetherness, (d) accompanying students to pray in congregation, (e) recitation, the three policies in religious-cultural activities; the four directions to be taken in religious- Sudadi dan Sugiyanto 167 Inspirasi – Vol. 5, No.2 Juli – Desember 2021 cultural activities; 2) Organizing Performance Based on Religious Culture, first a logical division of labor, in coordination with the deputy head of the madrasah, as well as the teachers. Second, the determination of responsibility and authority. Third, measurement of implementation and achievement; 3) Performance Implementation Based on Religious Culture, that is, every teacher is disciplined in doing his / her duties both in the learning process and outside of learning, being a good role model, reading the Koran properly and correctly, accompanying students in carrying out congregational prayers alternately also always maintain togetherness between teachers in carrying out their duties. 4) Performance Supervision Based on Religious Culture in Improving Teacher Professionalism at MA Bandingan, Rakit District, Banjarnegara Regency, my madrasa principal directly participated in implementing religious culture in madrassas as well as supervising teachers in implementing a religious culture and motivating negligent teachers in these activities, and even reprimand or sanction me if there are teachers who always get used to these bad things 
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN CAPAIAN MUTU MADRASAH DI MAN 1 SEMARANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Alwa’id, Mahsun
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i2.288

Abstract

Masalah penting yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk “materi pokok”. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu, bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Pemanfaatan dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya ditinjau dari pihak guru, dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak siswa. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ( PTS ) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan Kepala Madrasah meningkatkan kinerja guru dalam memilih bahan ajar. Dalam penelitian tindakan sekolah( PTS ) ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal.Dari 64,47% pada siklus I, dapat meningkat menjadi 74,59%  pada siklus II, dan siklus ke III 83,29%. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kinerja guru dalam memilih bahan ajar  di MAN 1 Semarang Kabupaten Semarang  .  An important problem that is often faced by teachers in learning activities is choosing or determining appropriate learning materials or teaching materials in order to help students achieve competence. This is due to the fact that in the curriculum or syllabus, teaching materials are only written in outline in the form of "subject material". It is the teacher's job to describe the subject matter so that it becomes a complete teaching material. In addition, how to use teaching materials is also a problem. The intended use is how to teach it from the teacher's point of view, and how to learn it from the student's point of view. The purpose of this school action research (PTS) is to find out the extent to which the coaching of the Madrasah Principal improves the performance of teachers in choosing teaching materials. In this school action research (PTS), it was carried out in 3 cycles, from the results of the actions taken it was proven to be able to improve teacher performance by achieving ideal standards. From 64.47% in the first cycle, it could increase to 74.59% in the second cycle, and the second cycle. to III 83.29%.The results of this action research indicate that coaching through the academic supervision of the Madrasah Head can improve teacher performance in choosing teaching materials at MAN 1 Semarang, Semarang Regency.
STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM AL-GHOZALI DAN K.H. HASYIM ASY’ARI TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER Muhammad Samsudin, Imam Anas Hadi
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i2.289

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keresahan pribadi penulis mengenai rendahnya kualitas karakter lulusan lembaga pendidikan terlebih di era globalisasi dan yang serba modern ini. Berbagai peroblematika yang berkaitan dengan karakter peserta didik semakin melonjak sehingga menyebabkan degradasi moral. Oleh karena itu, diperlukan adanya barbagai macam alternatif untuk mendukung upaya perbaikan karakter peserta didik. Penulis menganggap kiranya perlu kembali mempelajari mengenai berbagai pemikiran tokoh pendidikan islam di masa lalu perihal pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui pemikiran pendidikan karakter menurut pemikiran Imam Al-Ghozali? 2) untuk mengetahui pemikiran pendidikan karakter menurut pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari? 3) Untuk menetahui studi komparasi antara pemikiran Imam Al-Ghozali dengan K.H. Hasyim Asy’ari tentang pendidikan karakter?Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, dan untuk teknik analisis data menggunakan metode content analysis dan komparasi.Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa aspek yang menjadi persamaan dari nilai pendidikan karakter antara K.H. Hasyim Asy’ari Dan Imam Al-Ghozali terletak pada nilai religius,  toleransi, disiplin, dan kerja keras. Terdapat beberapa perbedaan dari nilai-nilai pendidikan karakter perspektif K.H. Hasyim Asy’ari Dan Imam Al-Ghozali tetapi justru saling melengkapi. Di antaranya yaitu adalah sabar, qana’ah dan  tawadhu’  atau rendah hati. This research is motivated by the author's personal anxiety a bout the low quality of the character of graduates from educational institutions, especially in this era of globalization and modern new. Various problems related to the character of students are increasing, causing moral degradation.There fore it is necessary to have various kinds of alternatives to support efforts to improve the character of students. The author considers it necessary to re-learn about various thoughts of Islamic education figures in the past regarding character education. The purpose of this study 1) To find out the thoughts of character education according to Imam Al-Ghozali's thoughts? 2) To find out the thoughts of character education according to the thoughts of K.H. Hasyim Asy'ari? 3) To find out a comparative study between the thoughts of Imam Al-Ghozali and K.H. Hasyim Asy'ari about character education?The research used is a qualitative research with the type of library research (library research). Mean while, the data collection technique used is the do cumentation method, and the data analysis technique uses the content analysis and comparison methods.Based on this research, it was found that the aspect that became the equation of the value of character education between K.H. Hasyim Asy'ari and Imam Al-Ghozali lies in religious values, tolerance, discipline, and hard work. There are several differences in the values of character education from the perspective of K.H. Hasyim Asy'ari and Imam Al-Ghozali but actually complement each other. Among them are patience, qana'ah and tawadhu 'or humility.
UPAYA YAYASAN AL-ABROR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU TPQ DI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK Siti Amaliati, Hidayatul Islamiyah
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i2.290

Abstract

Penelitian ini memahami (1) Upaya Yayasan Al-Abror dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ, (2) Faktor yang mendukung serta menghambat dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ, (3) Hasil peningkatan kompetensi guru TPQ. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data dianalisis menggunakan model analisis deskriptif yang terdiri dari pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Upaya meningkatkan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik antara lain: upaya pengorganisasian pembelajaran, upaya penyampaian pembelajaran, upaya pengolaan pembelajaran, dan faktor pendukung lainnya. Upaya pengorganisasian pembinaan di Yayasan Al-Abror adalah: menata langkah-langkah pembinaan  yang akan dilakukan pembina, memahami kepribadian peserta didik, memahami landasan pendidikan, teori belajar dan pembelajaran, mengembangkan peserta didik untuk pengembangan potensi akademik, melalui kegiatan pembinaan.(2) Faktor yang mendukung dalam meningkatkan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas adalah salah satunya seorang pembina yang professional, lingkungan yang mendukung serta sarana prasarana yang memadahi dan faktor penghambatnya adalah peserta pembinaan yang kurang bisa konsisten dalammengikuti pembinaan sehingga tertinggal materi, (3) Hasil dari peningkatan kompetensi guru TPQ di Kecamatan Kebomas yakni, guru-guru yang mengikuti pembinaan di Yayasan Al-Abror, banyak yang lulus ketika mengikuti diklat dan mendapatkan syahadah (ijazah guru). This study understands (1) the efforts of the Al-Abror Foundation in improving the competence of TPQ teachers, (2) the factors that support and hinder in improving the competence of TPQ teachers, (3) The results of increasing the competence of TPQ teachers. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using documentation, interviews, and observations. The data were analyzed using a descriptive analysis model consisting of data collection, and drawing conclusions (verification). The results of this study indicate that: (1) Efforts to improve the competence of TPQ teachers in Kebomas District, Gresik Regency include: efforts to organize learning, efforts to deliver learning, efforts to manage learning, and other supporting factors. Efforts to organize coaching at the Al-Abror Foundation are: arranging the steps of coaching that will be carried out by the coach, understanding the personality of students, understanding the educational foundation, learning and learning theory, developing students for the development of academic potential, through coaching activities. (2) Factors Those who support in improving the competence of TPQ teachers in Kebomas District are one of them a professional coach, a supportive environment and adequate infrastructure and the inhibiting factor is the coaching participants who are less able to be consistent in following the coaching so that the material is left behind, (3) The results of increasing teacher competence The TPQ in Kebomas District, namely, the teachers who took part in the coaching at the Al-Abror Foundation, many of whom graduated when attending the training and received the syahadah (teacher certificate).
IMPLEMENTASI METODE CODAC LEARNING PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LKP “IKIM” PURWODADI Studi Eksperimen tentang Implementasi Metode Codac Learning Pada Pendidikan Agama Islam Di LKP “IKIM” Purwodadi Jannah, Fauzi Lintang
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 2 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i2.286

Abstract

Dunia pendidikan agama khususnya pendidikan Agama Islam dihadapkan pada berbagai masalah yang sangat kompleks. Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud yang diinginkan. Metode Codac Learning, Codac Learning ini diambil dari kata (Cooperative Learning = Co), Discovery Learning (D), Active Learning (A), dan Contextual Learning (C). Kemudian peneliti akan menguji efektivitasnya melalui eksperimen.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran Codac Learning dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran dari hasil tersebut, ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah), dosen lebih aktif sebagai pemberi pengetahuan kepada mahasiswa, dan mahasiswa hanya mendengarkan keterangan dari dosen. Hal tersebut tidak diimbangi dengan aktifnya mahasiswa. Selisih mahasiswa aktif pada metode konvensional dengan codac learning yaitu 60%-80%, praktek selisih 13%, sedangkan teori hasilnya sama. Sedangkan pada kelas eksperimen menggunakan metode Codac Learning lebih efektif dari pada peserta didik yang tidak diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Codac Learning.The world of religious education, especially Islamic education, is faced with very complex problems. A method is an organized and well thought out way to achieve a desired goal. The Codac Learning method, Codac Learning is taken from the words (Cooperative Learning = Co), Discovery Learning (D), Active Learning (A), and Contextual Learning (C). Then the researcher will test its effectiveness through experiments.The purpose of this study was to examine the differences in learning motivation between students who follow the Codac Learning learning model and those who follow the conventional learning model. The results showed that the learning model, there were differences in learning outcomes between the experimental class and the control class. In control class using conventional methods, the lecturer is more active as a giver of knowledge to students, and students only listen to information from the lecturer. This is not balanced with active students. The difference between active students in the conventional method and codac learning is 60% -80%, the practice difference is 13%, while the theoretical results are the same. While the experimental class using the Codac Learning method is more effective than students who are not given learning using the Codac Learning learning model.

Page 1 of 1 | Total Record : 5