cover
Contact Name
Nurul Arfinanti
Contact Email
-
Phone
+6285712819122
Journal Mail Official
jppmsuka@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika
ISSN : 26558750     EISSN : 26560240     DOI : -
Core Subject : Education,
JPPM (Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika) editorial board members are from previously teacher-college universities. Review process for this journal applies double blind peer review. The articles sent to the Journal are always reviewed by two reviewers. The decision of the article publication is depending on the evaluation reports from the reviewers. All comments from the reviewers should be taken into account seriously, otherwise the journal cannot guarantee publication of the article.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
Profil Kemampuan Menyusun Rencana Pembelajaran Saintifik oleh Calon Guru Mata Pelajaran Matematika Enika Wulandari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.138 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-03

Abstract

Pokok kajian dalam penelitian kualitatif ini adalah kemampuan mahasiswa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan saintifik pada mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah 16 mahasiswa Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga yang mengikuti mata kuliah Microteaching kelas I pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi RPP, polling, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penyusunan RPP yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai calon guru bersifat menyesuaikan dan mengacu pada rujukan di internet dan buku siswa Kurikulum 2013, 2) Sebagian mahasiswa sebagai calon guru belum mengetahui revisi Kurikulum 2013 yang didasarkan pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yang mempengaruhi penyusunan RPP dari aspek kompetensi, dan 3). Berdasarkan pengambilan data, ditemukan kesalahan dalam mencantumkan kompetensi dasar, menyusun indikator pencapaian kompetensi, menyusun tujuan pembelajaran dengan aspek ”condition” yang belum spesifik dan tanpa kriteria “degree”, ditemukan RPP yang tidak menyertakan uraian materi dalam RPP,  sebagian kecil materi dan LKPD menggunakan konteks dan masalah bermuatan HOTS (Higher Order Thinking Skill), sebagian mahasiswa menguraikan materi dan menyusun LKPD secara kontekstual, mahasiswa menggunakan model pembelajaran yang dapat memfasilitasi pendekatan saintifik akan tetapi mengalami ketidakpahaman dalam menentukan sintaks RPP yang menggunakan variasi pendekatan dan model pembelajaran, seluruh mahasiswa mencantumkan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, seluruh mahasiswa mencantumkan perlengkapan pembelajaran dengan memanfaatkan ICT
Efektivitas Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dengan Metode Jigsaw terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self-Efficacy Siswa SMP/MTs Esti Kurniawati; Suparni Suparni
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.311 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy yang dimiliki siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendekatan PMRI dengan metode jigsaw serta variabel terikat yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Subjek sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII F sebagai kelas kontrol dan VIII D sebagai kelas eksperimen. Instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pretest-posttest kemampuan pemecahan masalah dan prescale-postscale self-efficacy, serta instrumen pembelajaran yang berupa RPP, dan LKS. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan bantuan software SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw tidak lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy siswa. Hal ini disebabkan oleh presepsi awal siswa terhadap dirinya, lingkungan sekitarnya seperti teman sepermainan, durasi pembelajaran yang singkat, dan siswa yang tidak mengikuti diskusi kelompok yang memilih mengobrol dengan teman lainnya. Jika peneliti selanjutnya akan menggunakan variabel terikat self-efficacy maka sebaiknya memperhatikan persepsi awal siswa serta lingkungan siswa.
Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Based Learning dalam Implementasi Kurikulum 2013 Endang Wahyuningsih
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.005 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-02

Abstract

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi moderen dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Setiap orang dirasa perlu untuk mempelajari dan memahami matematika. Pengetahuan matematika harus diajarkan sejak dini. Akan tetapi, sebagian besar siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit. Kesulitan siswa dapat dilihat dari rendahnya hasil UN matematika Tahun Ajaran 2018/2019. Kenyataan tersebut berimplikasi pada kualitas pembelajaran matematika yang perlu ditingkatkan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dipandang efektif dalam pembelajaran matematika adalah problem based learning (PBL). Berdasarkan hasil penelitian, PBL dikatakan mampu meningkatkan siswa berpikir dan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masa kini. Saat ini, kurikulum yang sedang berlangsung di Indonesia adalah Kurikulum 2013 (K13). Karakteristik yang melekat pada K13 adalah  setiap pembelajaran menggunakan pendekatan Saintifik untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Pendekatan Saintifik merupakan pembelajaran yang menggunakan tahapan 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi (melakukan percobaan), Mengolah informasi (melakukan penalaran), dan Mengkomunikasikan hasil. Selain itu, dalam implementasi K13, guru hendaknya tidak langsung memberikan rumus-rumus yang sudah siap pakai. Tetapi, siswa sebaiknya dilibatkan dalam penemuan rumus tersebut. Salah satu usaha guru untuk memfasilitasi kegiatan tersebut adalah dengan membuat Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PBL juga harus disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Dengan demikian, pembahasan pada artikel ini akan menghasilkan: (1) rancangan kegiatan pembelajaran matematika (khususnya pada sub topik keliling lingkaran) dengan pendekatan PBL yang memuat tahapan 5M sebagaimana yang diharapkan dalam implementasi K13, (2) rancangan LKS yang tidak hanya berisi latihan soal-soal, tetapi juga memuat sekumpulan kegiatan untuk memaksimalkan pemahaman siswa.
Upaya Meningkatkan Peran Aktif Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Mencari Pasangan (Make A Match) Kelas XI IPS MA Salafiyah Wonoyoso Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2018/2019 Ekaviana Wijayanti
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.936 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-06

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan peran aktif siswa dengan menggunakan pembelajaran model Mencari Pasangan (Make a Match). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 MA Salafiyah Wonoyoso. Hasil penelitian menunjukkan setelah 2 siklus, pembelajaran menggunakan model pembelajaran Mencari Pasangan (Make a Match) dapat meningkatkan peran aktif siswa. Pada kondisi prasiklus peranaktif siswa dalam pembelajaran sebesar 35,42% sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 62,08%. Pada siklus ke II peran aktif siswa mencapai 77,02% dan telah menlebih dari standar keberhasilan. Pembelajaran matematika model Mencari Pasangan ( Make a Match ) dapat meningkatkan peran aktif siswa adalah dengan gambaran bahwa pada pelaksanaan pembelajaran matematika pada siklus pertama keterlaksanaanya 90%, sedangkan pada akhir siklus kedua mengalami peningkatan dengan keterlaksanaan 96,67%.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berbasis Pembelajaran Pemecahan Masalah Kelas V SD Negeri Gebangsari 03 Aulia Rahmawati
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.181 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika dan mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gebangsari 03 yang berjumlah 37 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-Maret 2019. Data diperoleh dengan cara observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Proses data yang diperoleh dianalisis dengan data Reduction, data Display dan Verivication. Setiap data dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes dianalisis berdasarkan teori kesalahan yang dilakukan siswa menurut Newman. Hasil penelitian ini adalah pertama langkah-langkah dalam pembelajaran pemecahan masalah yaitu materi diberikan dengan jelas, siswa diberi masalah untuk dipecahkan, mengevaluasi masalah, memberikan kesimpulan. Kedua kesalahan yang dilakukan siswa pada saat mengerjakan soal cerita matematika menurut Newman yaitu penulisan symbol matematika, tidak menuliskan ditanya dengan tepat, tidak menggunakan metode dengan tepat, kesalahan menentukan hasil akhir dan menuliskan kesimpulan.Kata kunci : Pembelajaran Pemecahan Masalah, Kesulitan, Soal Cerita.
Peningkatan Task Commitment pada Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Siswa Kelas X TL4 SMK Negeri 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Dian Permatasari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.912 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-04

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan task commitment melalui pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus penelitian. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas X TL4 SMK N 3 Yogyakarta. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, hasil angket task commitment, dan tes hasil belajar siswa. Setelah data diperoleh, data dianalisis dan dibandingkan dengan kriteria yang berfungsi sebagai indikator keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan setelah 2 siklus, pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan task commitment siswa. Pada kondisi awal, rata-rata skor task commitment siswa adalah 80 sedangkan pada akhir siklus pertama menjadi 82 dan pada akhir siklus kedua 84. Pada akhir siklus II, skor rata-rata task commitment siswa mencapai kriteria tinggi yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan task commitment ditunjukkan melalui pelaksanaan pembelajaran matematika pada siklus pertama yang terlaksana 69%, sedangkan pada akhir siklus kedua task commitment siswa sudah mengalami peningkatan dengan keterlaksanaan mencapai 84%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6