cover
Contact Name
Oke Anandika Lestari, STP, MSi
Contact Email
oke.anandika@gmail.com
Phone
+6282254699599
Journal Mail Official
foodtech@untan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 26554860     EISSN : 26563451     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jft
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): October" : 5 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR SUKROSA PADA BUAH AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KANDUNGAN GIZI MANISAN KOLANG-KALING Lulu Zakiyah Hasna
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.42701

Abstract

Buah Aren (Arenga pinnata) atau biasa disebut sebagai kolang-kaling adalah buah yang berwarna putih pucat, berbentuk lonjong, berlendir, dan berukuran sekitar jempol tangan orang dewasa. Berdasarkan situs eatthismuch, tiap 100 gram kolang-kaling mengandung natrium 24 mg, karbohidrat 26.5 mg, net-carbs 23.6 mg, sukrosa 23.5 mg, serat alami 2.9 mg, berbagai vitamin dan mineral, serta asam lemak dan asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh manusia. Selain kandungan gizinya yang sangat besar, kolang-kaling juga memiliki rasa yang enak dan kenyal jika diolah. Penggunaan kolang-kaling di Indonesia telah dikenal secara luas dan memiliki berbagai macam variasi olahan, salah satunya yang cukup populer adalah manisan kolang-kaling. Untuk membuat manisan kolang-kaling, diperlukan sukrosa yang banyak agar gula dapat meresap sempurna pada setiap biji kolang-kaling. Proses pemanisan buah aren ini tentu mempengaruhi kandungan gizi yang dimiliki oleh buah aren. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh penambahan gula pasir pada buah aren terhadap kandungan gizi manisan kolang-kaling. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-naratif sedangkan metode pengambilan data yang digunakan adalah metode review berbagai jurnal ilmiah.
The Nutrition Content of Oyster Mushroom and Spinach Flour Alternative Food Processed Ingredients Rahmawati Rahmawati
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.43380

Abstract

Oyster mushroom and spinach flour are food preparations that are made through drying and milling processes in order to maintain shelf life. This study aimed to determine the nutritional content of oyster mushroom flour and spinach as an alternative for food processing. This study used a proximate test analysis presented descriptively based on the average results of chemical analysis with 3 treatments. Proximate analysis in the form of crude were protein, water, ash, crude fat, carbohydrate by difference and crude fiber content using the AOAC method, as well as iron content using the spectrophotometric method. The results of the study showed that oyster mushroom flour contains high fiber (27.22 g), protein (23.26 g), and iron (5.80 g), while fiber content (7.56, g), protein (3 , 05 g), and iron (1.80 g) of spinach flour is relatively low. Even so, these two potential foods have very good nutritional value for consumption. Therefore, oyster mushrooms and spinach can be an alternative substitution and fortification of processed food to increase nutrient content.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Kondimen Perisa Tempe Biji Karet (Hevea brasiliensis) Reni Septiana; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Sholahuddin Sholahuddin
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.43142

Abstract

Tempe biji karet merupakan salah satu bahan pangan sumber protein yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kondimen. Sampai saat ini jenis tempe yang digunakan untuk ekstrak bahan kondimen terbaik belum diketahui. Tujuan penelitian iniuntuk mendapatkan jenis ekstrak tempe yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori kondimen terbaik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu (1) faktor perlakuan yaitu jenis ekstrak tempe (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu tempe segar (t1), tempe semangit (t2), tempe segar+ semangit (t3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis data fisikokimia menggunakan ANOVA (α=5%) dan uji lanjut T berpasangan (α=5%), sedangkan analisa sensori menggunakan uji Friedman (α=5%) dan uji lanjut T berpasangan (α=5%). Berdasarkan analisa data menunjukkan bahwa  jenis ekstrak tempe berpengaruh pada karakteristik fisikokimia dan sensori kondimen yang dihasilkan. Hasil terbaik kondimen adalah menggunakan bahan baku tempe biji karet semangit dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air (7,67%), kadar abu (6,31%), kadar protein (41,36%), rendemen (5,82%) dan karakteristik sensori yaitu warna 4,91 (netral), aroma 4,20 (netral), rasa 4,77 (netral) dan kesukaan keseluruhan 5,00 (agak suka).
SENSORY EVALUATION OF NOODLES MADE FROM WALUH (Cucurbita Moschata) FLOUR AND SNAKEHEAD FISH (Channa striata) AS ALTERNATIF FOOD OF HIGH FIBER, VITAMIN A AND PROTEIN Adhyanti Adhyanti; Wery Aslinda; Marlinda Kartika Apandano
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.44328

Abstract

Food diversification efforts to reduce dependence on wheat flour by exploring other food potentials such as pumpkin pumpkin (Curcurbita Moschata) and snakehead fish (Channa Striata) which have long been known to the Indonesian public need to be done. The aim of this study was to determine the acceptability of noodles made frompumpkin flour and snakehead fish. Type of research is an organoleptic test (hedonic quality) on noodle products with 4 parameters, namely color, aroma, texture and taste. 1: 1: 1), product 2 (0: 1: 1), and product 3 (0.66: 1: 1). The panelists in this study were 25 somewhat trained researchers. The results show that the level of liking (acceptance) for product 1, product 2 and product 3 for color parameters respectively were 68%, 60%, 52%; aroma 40%, 52%, 44%; texture 36%, 48%, 48%; and taste 36%, 52%, 40%. The Kruskal wallis test showed no difference in color, aroma, texture, and taste for the all products. The conclusion is that the color parameters of product 1, product 2, and product 3 are accepted, while the aroma parameter received is product 2, and no texture parameter is accepted, and the taste parameter received is only product 2. It is recommended that further modification of the composition of the ingredients be made so that the texture of the noodles can be more acceptable. 
PENGARUH KONSENTRASI ABU SEKAM dan LAMA PERENDAMAN TERHADAP PENURUNAN ASAM SIANIDA PADA TEPUNG UMBI GALLI (Lasio spinosa) Wahyu Wahyu; Tri Rahayuni; Sulvi Purwayantie
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.56630

Abstract

Galli (Lasia spinosa) merupakan salah satu rhizoma spesifik Kabupaten Sambasyang belum pernah dimanfaatkan dan mengandung HCN (asam sianida). Jenis asamini adalah zat racun pada tubuh dan pada dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian. Menurunkan HCN dapat dilakukan dengan proses perendaman dalam abu sekam padi selama waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi abu sekam dan lama perendaman yang efektif untuk menurunkan kadar sianida pada umbi galli. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok yang disusun secara faktorial antara konsentrasi abu sekam (10%, 20%, dan 30%) dan lama perendaman (6,12 dan 24 jam). Data dianalisis dengan anova 5%) dan BNJ 5%). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi abu sekam dan semakin lama perendaman maka semakin rendah kandungan sianida pada galli. Perlakuan terbaik tepung galli didapatkan dari perendaman abu sekam konsentrasi 30% dan lama perendaman 24 jam dengan karakteristik kadar sianida 3,07ppm, air 7,24%, abu 5,49%, lemak 1,16%, protein 7,12% serat kasar 13, 81% dan kadar karbohidrat 81,47%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5