cover
Contact Name
Bambang Subiyakto
Contact Email
-
Phone
+625113304415
Journal Mail Official
magister.pendips@ulm.ac.id
Editorial Address
Master of Social Studies Study Program Postgraduate Program at Lambung Mangkurat University, Jl. Brigadier General Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik)
ISSN : 20899661     EISSN : 2089967X     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius
Core Subject : Education, Social,
The Socius Journal compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning, but also the description of local wisdom, the value of tradition and social phenomena that exist in society.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS" : 11 Documents clear
NILAI-NILAI KARAKTER GURU DI SD NEGERI MARGASARI ILIR 1 (STUDI TENTANG PENYEBAB RENDAHNYA KARAKTER GURU DI SDN MARGASARI ILIR 1 KECAMATAN CANDI LARAS UTARA KABUPATEN TAPIN) Salman Salman
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3329

Abstract

Exemplaryteacher has an effective mannertotransmitthe values ofthe characterto the students.This study used qualitative research methods to design the study about the causes of low teachers character values by the teacher at SDN Margasari Ilir 1. Technique of collecting data used three ways, namely: (1) interviews, (2) observation (3) study of documentation. The technique was analyzed descriptively, by the plot (a) data collection, (b) data reduction, (c) the presentation of the data, (d) conclusion. In order to obtain the validity of the data is done by: (1) the extension of the observation, (2) increase the persistence (3) triangulation.The result showed that, self-awareness of the teachers began to exist as educators in implementing the values of the character, but not maximum. The reason is the lack of knowledge and understanding of the teachers about the values of the character, the teachers do not like some of the values like, fond of reading, curiosity, creativity, commitment, hard work and self-contained, so the values of these characters are not continuously carried out and not become a habit of the teacher in do working. Environmental factors in implementing the values of the character. (1) The natural environment / physical; geographical conditions, the distance away from home to school, the climate/ weather and road conditions and situations, greatly affect teachers in implementing the values of the character. (2) Lack of habituation-refraction apply the values of the character in the family also affects the character of the teachers when they are working in the school. (3) the social environment, educational background and lifestyle of the people are poor in implementing the values of the character very well have an impact on the character of the low values of the teacher when working in the schools.Key words: Causes ofLow, Values of theTeachers’Character, SDNMargasariIlir 1 Keteladanan guru merupakan cara yang efektif dalam menularkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi tentang penyebab rendahnya nilai-nilai karakter guru yang terjadi di SDN Margasari Ilir 1. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) wawancara mendalam, (2) observasi (3) studi dokumentasi. Teknik  dianalisis secara deskriptif, dengan alur (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, (d) penarikan kesimpulan. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan cara: (1) perpanjangan pengamatan, (2) meningkatkan ketekunan (3) triangulasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa, kesadaran guru mulai tumbuh dalam bekerja sebagai pendidik dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter, namun belum maksimal. Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang nilai-nilai karakter, guru kurang menyukai beberapa nilai karakter seperti, gemar membaca, rasa ingin tahu, kreatif, komitmen, kerja keras dan mandiri, sehingga nilai karakter tersebut tidak terus menerus dilaksanakan dan tidak menjadi kebiasaan guru dalam bekerja. Faktor lingkungan dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter. (1) Lingkungan alam/fisik seperti; kondisi geografis, jarak tempuh yang jauh dari rumah ke sekolah, keadaan iklim/cuaca, dan kondisi serta situasi jalan, sangat mempengaruhi guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter. (2) Kurang adanya pembiasaan-pembiasan menerapkan nilai-nilai karakter dalam keluarga juga mempengaruhi karakter guru dalam bekerja di sekolah. (3) lingkungan sosial, latar belakang pendidikan dan pola hidup masyarakat yang rendah dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter sangat berdampak juga terhadap rendahnya nilai-nilai karakter guru ketika bekerja di sekolah.Kata Kunci: Nilai-nilai karakter guru dan SDN Margasari Ilir1
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODELLEARNING CYCLE DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI POKOK BAHASAN JURNAL PENYESUAIAN PADA KELAS XI IPS 3 DI SMAN 4 BARABAI Ita Sari
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3325

Abstract

The subject of Economy, specially Accountancy major was the most important lesson in life and for the students it can raise curiosity, fairness, hard work, dicipline and creative and innovative interpreneurship. The problem which is faced nowadays is that economy/accountancy with the main topic Journal of Adaptation is percepived as the difficult lesson for some students. In addition, the teachers do not implement learning model maximally, as the consequence of this condition causes students have less interest in studying it and the result of studying is low. In this research the aspects studied were student learning activity, student’s interest, studying result and student response by using Learning Cycle Model in Accountancy lesson with main topic Journal of Adaptation. This research is a classroom action research with quatitaive approach. The result of this reseach shows that student learning activity increased; in cycle I was 3,20 (not good ) and in cycle II became 4 (good );  students’ interest  in learning at cycle II was 49,74 % (enough)  in second II became 98,05 (very good). The result of studying in cycle II was 78,96 and in cycle II increased became 85,45. The completeness in cycle I was 21 % and in cycle II was 100%. From response using questionnaire it is stated 75,8% of students agreed and liked Learning Cycle Model for accountancy with main topic Journal of Adaptation. In the teaching and learning accountancy the teachers are expected to be able to use various models in learning process in order that it can raise the interest of studying and the result of studying becomes higher.Key Word: Studying of Learning Cycle Model, interest, the result of studying, accountancy Mata pelajaran Ekonomi/Akuntansi adalah mata pelajaran yang sangat penting dalam kehidupan dan bagi siswa dapat menunbuhkan rasa ingin tahu, jujur, kerja keras,disiplin dan dapat menumbuhkan rasa kewirausahaan yaitu kreatif dan inovatif. Masalah yang dihadapi sekarang ini mata pelajaran Ekonomi/Akuntansi pokok bahasan Jurnal penyesuaian dipersepsikan sebagai pelajaran yang sulit bagi sebagian anak, disamping itu guru kurang maksimal dalam menerapkan model pembelajaran, sehingga kondisi ini menyebabkan siswa kurang berminat dalam belajar dan memiliki hasil belajar rendah. Penelitian ini aspek yang diteliti adalah Aktivitas Belajar siswa, minat belajar siswa, hasil belajar siswa dan respon siswa dengan penggunaan model pembelajaran Learning cycle pada pelajaran Akuntansi pokok bahasan jurnal penyesuaian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Aktivitas belajar siswa meningkat pada siklus I sebesar 3,20 ( kurang baik) dan pada siklus II menjadi 4( baik), minat belajar siswa pada  siklus I sebesar 49,74% (cukup) pada  siklus  II meningkat menjadi 98,05 (sangat baik). Hasil belajar siklus I sebesar 78,96 dan  siklus II meningkat menjadi 85,45, Ketuntasan saat siklus I sebesar  21% dan siklus II ketuntasan 100%. Dari hasil respon melalui angket dinyatakan 75,8% siswa setuju dan senang dengan model Learning cycle (siklus belajar) pada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal penyesuaian. Guru diharapkan dalam pembelajaran Akuntansi dapat menggunakan variasi model-model yang lebih bervariasi sehingga menimbulkan minat belajar dan hasil belajar yang tinggi.Kata kunci: Pembelajaran model Learning cycle, Minat, Hasil Belajar, Akuntansi
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKN POKOK BAHASAN HUKUM INTERNASIONAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA SIWA KELAS XI IPS MAN 5 MARABAHAN Sabarudin Sabarudin
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3330

Abstract

Learning Civics in MAN 5 Marabahan in general is still delivered with a lecture and question and answer, the learning process is centered on the teacher, so students tend to be passive. This issue is one of the factors that lead to students' motivation lace where the results of semester 1 of the school year 2010/2011 only reached completeness learn KKBM 50% below the value of 25 pupils (KKBM value = 70). The purpose of this study to determine the application of cooperative learning strategies to increase motivation Jigsaw types of subjects studied Civics students in class XI IPS MAN 5 Marabahan in 2011.This class action research using observational methods discussion group that performed a total of 2 cycles and each cycle consisting of 1 session. Data results that are categorized as qualitative data were analyzed by descriptive, while the data results that are categorized as quantitative data were analyzed pesentase. The results showed that the student has achieved completeness that is classical in the final test on a cycle of meetings a classical completeness of 64% and the second meeting of cycle 2 by 88% or an increase of 24%.Keywords: Motivation, the type of Jigsaw Cooperative Learning Strategies, study results Pembelajaran PKn di MAN 5 Marabahan pada umumnya masih disampaikan dengan ceramah dan tanya jawab, proses pembelajaran berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Masalah ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa renda motivasi mana hasil dari semester 1 tahun ajaran 2010/2011 hanya mencapai kelengkapan belajar KKBM 50% di bawah nilai 25 siswa (nilai KKBM = 70). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi jenis Jigsaw mata pelajaran yang dipelajari PKn siswa di kelas XI IPS MAN 5 Marabahan pada tahun 2011. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode observasi kelompok diskusi yang dilakukan sebanyak 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 1 sesi. Hasil data yang dikategorikan sebagai data kualitatif dianalisis dengan deskriptif, sedangkan data hasil yang dikategorikan sebagai data kuantitatif dianalisis pesentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mencapai ketuntasan yang klasik dalam tes akhir pada siklus pertemuan kelengkapan klasik 64% dan pertemuan kedua siklus 2 sebesar 88% atau meningkat 24%.Kata kunci: Motivasi belajar, jenis Jigsaw Koperasi Strategi Pembelajaran, hasil penelitian
PENGAJIAN PEREMPUAN AR-RAHMAH SEKUMPUL MARTAPURA Alfisyah Alfisyah
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3321

Abstract

Moslem recitals (pengajian) as an Islamic educational institution has a very long presence which until now are still survive despite the emerging modern educational institution. Its existance is inseparable from its significant role to modify it self, keep developing and to maintain its principle values. To uncover the survival of the institution, the writer has conducted a study that aims at discribing the roles that have been done by Ar-Rahmah Sekumpul Martapura Recitals. Through a qualitative study method conducted in Ar-Rahmah Sekumpul Martapura-South Kalimantan, it is identified that Ar-Rahmah has not only played the educative role for the women of Banjar, but also maintained the Islamic tradition as well as the role of the ecomomy through cooperation and capital accumulation.Keyword: Moslem recitals, roles, womenPengajian sebagai institusi pendidikan Islam kehadirannya sudah sangat lama hingga sekarang masih bertahan meskipun telah bermunculan lembaga-lembaga pendidikan modern. Kemampuan bertahan tersebut tidak terlepas dari peranan yang telah dijalankannya. Pengajian juga mampu memodifikasi diri dengan mengembangkan peran-peran yang dimilikinya dan mampu bertahan dengan nilai-nilainya. Mengungkapkan kemampuan bertahan lembaga pengajian tersebut maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mendiskripsikan peranan yang telah dilakukan Pengajian Ar-Rahmah Sekumpul Martapura. Melalui metode penelitian kualitatif yang dilakukan di institusi Pengajian Ar-Rahmah Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan penelitian ini menunjukkan bahwa Pengajian Ar-Rahmah tidak saja memainkan peran edukatif bagi perempuan Banjar dengan mengajarkan pengetahuan dan sikap tetapi juga menjalankan peran sosial budaya melalui pewarisan dan pemeliharaan tradisi keIslaman serta peranan ekonomi melalui kerjasama dan akumulasi modal.Kata Kunci: pengajian, peran, dan perempuan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENANGGULANGANNYA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIIIB DI SMP NEGERI 2 ANGSANA TAHUN PELAJARAN 2014-2015 Rabiatu Adawiyah
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3326

Abstract

The aim of this research is to reveal the implication of guided inquiry learning in improving the VIIIB of SMP Negeri 2 Angsana students activities and learning outcomes and learning Integrated Social Science on concepts of the environment problem and the solution to VIIIB of SMP Negeri 2 Angsana in the year of 2014-2015. This classroom action research was conducted in two cycles. Every cycle consisted of two meetings. The qualitative data were analyzed descriptively, whereas the quantitative data were analyzed in the form of percentage.The result of this research showed that there were 23 students (71,87%) who reached the standard score in the first cycle, and 29 students (90,63%) who reached the standard score in the second cycle. It can be concluded that the implication of guided inquiry learning can improve the activities, learning outcomes, and positive responses of the VIIIB students of SMP Negeri 2 Angsana, Tanah Bumbu Regency in learning Integrated Social Science. Furthermore, it is suggested for teachers to make fixed regulations towards the teaching process, and give rewards to the students with highest scores. Basides, since the studentsunderstandings are fifferent, so it is suggested for the teachers to explain the materials clearly and not too fast so that the students can reach the standard score and their responses become positive.Key words: Guided inquiry learning, Learning activity, Study result Umumnya, proses belajar mengajar Ilmu Sosial Terpadu di SMP Negeri 2 Angsana Kabupaten Tanah Bumbu masih monoton dan konvensional. Kondisi ini membuat siswa tidak termotivasi dalam belajar IPS. Akibatnya, kegiatan belajar siswa dan hasil belajar adalah tujuan memuaskan. penelitian ini mengungkapkan implikasi dari inkuiri terbimbing pembelajaran dalam meningkatkan kegiatan siswa VIIIB SMP Negeri 2 Angsana. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 23 siswa (71,87%) yang mencapai skor standar dalam siklus pertama, dan 29 siswa (90,63%) yang mencapai skor standar dalam siklus kedua. Dapat disimpulkan bahwa implikasi pembelajaran inquiri dapat meningkatkan aktivitas, hasil, dan tanggapan positif dari siswa VIIIB SMP Negeri 2 Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu dalam belajar IPS Terpadu belajar. Selain itu, disarankan bagi guru untuk membuat peraturan tetap terhadap proses mengajar, dan memberikan penghargaan kepada siswa dengan nilai tertinggi.Kata kunci:Pembelajaran inkuiri terbimbing, kegiatan Belajar, hasil studi
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIK PADA SISWA SMA NEGERI 1 PELAIHARI Dyan Eka Citrafitriani
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3322

Abstract

Learning history is a part of history education. Learning history again reviving the debate students of the teaching of history. The debate was about what you want to achieve from teaching history to what can be achieved from the learning process of history. The results of the study in SMA Negeri 1 Pelaihari shows that most students learn history just a rote without understanding the substance or meaning of a historical event. Therefore, to enhance students' understanding history teaching needs to have the right approach in the implementation of the learning process and Scientific approach to the curriculum in 2013 is considered very appropriate to be applied in the process of teaching history. The purpose of this study was to describe how the implementation process of teaching history with Scientific approach in SMA Negeri 1 Pelaihari. This research is a qualitative descriptive. The subjects were students of class X SMA Negeri 1 Pelaihari the academic year 2014/2015. The data collected in this study is the result data validation learning device, the observation (the activities of teachers and students), interviews, and field notes. The results of the implementation of the teaching of history with the approach of Scientific at SMA Negeri 1 Pelaihari shows that the application of the approach scientific in the process of teaching history in SMA Negeri 1 Pelaihari already well underway ranging from: (1) The Planning Phase, manufacture Learning Implementation Plan (RPP) has been appropriate and includes stages in scientific approach, (2) Implementation Phase, in prosses history teaching centered on students and teachers only facilitate learners to find out from a variety of learning resources and learning more scientific approach, competency-based and integrated. (3) Evaluation Phase, the teacher has to evaluate learning outcomes in the form sheet includes observation (nontest) and written test assessment through observation or direct observation of the activities of the students, this evaluation includes cognitive, affective and psychomotor.Keywords: Teaching History, Scientific Approach Pembelajaran sejarah adalah bagian dari pendidikan sejarah. Pembelajaran sejarah kembali memunculkan perdebatan para pemerhati masalah pembelajaran sejarah. Perdebatan itu tentang apa yang ingin dicapai dari  pembelajaran  sejarah  dengan  apa  yang  dapat  dicapai  dari  proses pembelajaran sejarah. Hasil penelitian di SMA Negeri 1 Pelaihari menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mempelajari sejarah hanya berupa hapalan tanpa memahami substansi atau makna dari suatu peristiwa sejarah. Oleh karena itu untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran sejarah perlu dipilih pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pendekatan Saintifik dalam kurikulum 2013 ini dipandang sangat tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran sejarah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan pendekatan Saintifik pada siswa SMA Negeri 1 Pelaihari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pelaihari tahun pelajaran 2014/2015. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil validasi perangkat pembelajaran, hasil observasi (aktivitas guru dan siswa), hasil wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian dari Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan pendekatan Saintifik pada siswa SMA Negeri 1 Pelaihari memperlihatkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Pelaihari sudah berjalan dengan baik mulai dari: (1) Tahap Perencanaan, pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sudah sesuai dan mencakup tahapan-tahapan dalam pendekatan Saintifik, (2) Tahap Pelaksanaan, dalam prosses pembelajaran  sejarah berpusat pada siswa dan guru hanya memfasilitasi peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber belajar dan pembelajaran lebih menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi dan terpadu. (3) Tahap Evaluasi, guru telah melakukan evaluasi meliputi hasil belajar berupa lembar pengamatan (nontest) dan penilaian tes tertulis melalui observasi atau pengamatan langsung terhadap kegiatan-kegiatan siswa, evaluasi ini meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor.Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Pendekatan Saintifik
PEMBELAJARAN IPS DALAM MENANAMKAN DISIPLIN SISWA DI SMK NEGERI 1 SIMPANG EMPAT, KABUPATEN BANJAR Mawaddah Mawaddah
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3327

Abstract

This research uses a qualitative approach. This research is aimed to explore further the embedding of discipline values to the students in the teaching and learning of IPS in SMK Negeri 1 Simpang 4. The result of this research shows that the learning process of IPS which was done by the teacher did not match with lesson plan. The IPS teacher only used lecturing and question-answer methods without variation in learning model. The IPS teacher did not know about the dimension of value and attitude in the Social Studies. Nonetheless, some of the teaching and learning processes that the teacher conveyed were loaded with values implementation for the students through contextual approach (connecting the material with values in society). The teaching and learning processes conducted by the IPS teacher were not maximum enough in implementing the values of discipline to students. As the result, there were some of students who were not discipline yet.Key word: Social Studies (IPS) teaching and learning, Students’ discipline Penelitian ini menggunanakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini untuk menggali lebih dalam tentang penerapan nilai-nilai kedisiplinan terhadap siswa dalam Pembelajaran IPS di SMK Negeri 1 Simpang Empat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang dilaksanakan oleh guru sebagian tidak sesuai dengan RPP. Guru IPS hanya menggunakan metode ceramah dan tanyajawab dalam pembelajaran tanpa variasi model pembelajaran. Guru IPS juga tidak mengetahui tentang dimensi nilai dan sikap dalam IPS. Meskipun begitu sebagian pembelajaran yang telah guru sampaikan memuat penanaman nilai-nilai untuk siswa melalui pendekatan kontekstual (mengaitkan materi dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat). Pembelajaran yang dilakukan guru IPS masih belum maksimal dalam menanamkan nilai-nilai disiplin terhadap siswa, sehingga sebagian siswa masih belum disiplin.Kata Kunci: Pembelajaran IPS, Disiplin siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI DINAMIKA HIDROSFER DENGAN MODEL PENDEKATAN TEMATIK DI KELAS X 2 SMA PGRI 1 BANJARMASIN KOTA BANJARMASIN Huriyah Huriyah
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3323

Abstract

The purpose of this study to determine how to improve student learning outcomes geography lesson material hydrosphere dynamics geography lesson through a thematic approach models in class X 2 SMA PGRI 1 Banjarmasin Banjarmasin. Research conducted using the method of classroom action research with qualitative approach. The results showed that an increase in the learning activities of students after using the model of a thematic approach in cycle 1 and cycle 2, namely in cycle 1 gained 62.5% and the cycle 2 gained 95.8%. Classroom action research conducted in class X 2 SMA PGRI 1 Banjarmasin with a thematic approach model can improve student learning outcomes in hydrosphere dynamics of matter.Key Words: achievement, geography, hydro spherical dynamics, thematic model Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran geografi materi dinamika hidrosfer pelajaran geografi melalui model pendekatan tematik di kelas X 2 SMA PGRI 1 Banjarmasin Kota Banjarmasin. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada aktivitas belajar siswa setelah menggunakan model pendekatan tematik pada siklus 1 dan siklus 2 yaitu pada siklus 1 memperoleh 62,5% dan pada siklus 2 memperoleh 95,8%. Penelitian tindakan kelas dilakukan di kelas X 2 SMA PGRI 1 Banjarmasin dengan model pendekatan tematik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi dinamika hidrosfer.Kata Kunci: Hasil Belajar, Geografi, Dinamika Hidrosfer, Model Tematik
MINAT PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI SMPN 2 RANTAU Mahritta Mahritta
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3328

Abstract

Based on the observations on the students of SMP Negeri 2 Rantau, the students have low interest to learn in learning Civics. The method used in this study is qualitative research method.  The results showed that there are some causes of the low interest in learning Civics: (1) the lack of active participation in learning, having difficulty in listening and laziness in doing the tasks; (2) the students having difficulty in understanding the lesson during the learning, and almost all students having no schedule to study at home; (3) the lack of student interest in learning Civics due to the lack of concentration and focus on the learning process.Keywords: student’s interests, civics education. Berdasarkan hasil observasi peserta didik-peserta didik SMP Negeri 2 Rantau menunjukkan masih rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya minat  tehadap pembelajaran PKn, (1)dikarenakan masih kurangnya partisipasi aktif dalam pembelajaran,  sulit menyimak dan dikarenakan malas dalam mengerjakan tugas-tugas, (2) Masih ada peserta didik  yang sulit dalam memahami  dengan baik ketika proses pembelajaran dilaksanakan, dan hampir semua peserta didik tidak ada jadwal belajar di rumah, (3) masih ada peserta didik yang kurang minatnya terhadap pembelajaran PKn dikarenakan kurangnya konsentrasi dan tidak fokus  terhadap proses pembelajaran.Kata Kunci: Minat peserta didik, Pembelajaran PKn.
PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 CANDI LARAS UTARA DI KABUPATEN TAPIN Hariyadi Hariyadi
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3324

Abstract

This research aims to find out how the competency of teachers involved in the teaching and learning process of Social Science at SMP Negeri 3 Candi Laras Utara.This research appliedqualitative method. The researcher tried to do exploration in plan of getting data naturally in field through observation and communication with all existing data sources. The process of data collectionin this researchwas done through few steps namely observation, documentation and triangulation. The researcher used credibility test of the data for validity checking in the effort of obtaining data which is objective, reliable, valid and can be accounted for.Based on the result of the research, it is understood that: (1) the teachers of Social Science have all professional, personality, pedagogical and social competence; (2) the process of Social Science teaching and learning has fulfilled the minimum level of process standard including the preparation, implementation, and evaluation although the methods of teaching are not maximally yet explored; (3) the teachers used textbooks and printed material as learning resources which are available in the library; (4) the facility and infrasructure which are available in the classroom and the library are still limited; (5) the problem faced by the Social Science teacher is the insufficient facility and infrastructure to support Social Science teaching and learning, either it is related to the teaching and learning media andsources of study, or the educational background of the teachers when teaching integrated Social Science.Key Words: Teaching and learning of social science, teacher competence, learning resources, infrastructure, evaluation  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru yang terlibat dalam proses pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Candi Laras Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, peneliti berusaha untuk melakukan eksplorasi dalam rangka mendapatkan data secara alamiah di lapangan melalui observasi dan komunikasi dengan berbagai sumber yang ada. Proses pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian dengan beberapa tahap yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan trianggulasi. Peneliti menggunakan uji kredibilitas data untuk pengecekan keabsahan data dalam penelitian dilakukan untuk memperoleh data yang objektif, andal, sahih dan dapat dipertanggungjawabkan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui (1) kompetensi guru IPS memeliki kemampuan profesional, kepribadian, pedagogik dan sosial, (2) proses pembelajaran IPS telah memenuhi standar proses minimal meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, tidak secara maksimal dalam melaksanakan metode pembelajaran, (3) guru menggunakan sumber buku teks pelajaran dan media cetak yang tersedia di perpustakaan (4) sarana dan prasarana yang tersedia ruang kelas dan perpustakaan yang menyediakan media dan buku pelajaran yang masih terbatas, (5) Permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran IPS adalah terbatasnya sarana prasarana yang menunjang pembelajaran IPS, baik itu berhubungan dengan media pembelajaran maupun sumber belajarnya, dan latar belakang pendidikan guru pada saat mengajar pembelajaran IPS terpadu.Kata Kunci: Pembelajaran IPS, kompetensi guru, sumber belajar, sarana prasarana, evaluasi

Page 1 of 2 | Total Record : 11