Articles
Peran Institusi Pengajian di Kalangan Perempuan Banjar (Studi atas Pengajian Ar-Rahmah Sekumpul Martapura)
Alfisyah, Alfisyah
Muadalah Vol 3, No 2 (2015): Perempuan Banjar
Publisher : IAIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jsga.v3i2.647
Moslem recitals (pengajian) as an Islamic educational institution has a very long presence which until now are still survive despite the emerging modern educational institution. Its existance is inseparable from its significant role to modify itself, keep developing and to maintain its principle values. To uncover the survival of the institution, the writer has conducted a study that aims at describing the roles that have been done by Ar-Rahmah Sekumpul Martapura Recitals. Through a qualitative study method conducted in Ar-Rahmah Sekumpul, Martapura-South Kalimantan, it is identified that Ar-Rahmah has not only played the educative role for the women of Banjar, but also maintained the Islamic tradition as well as the role of the economy through cooperation and capital accumulation
Revitalisasi Folk Song (Nyanyian Rakyat) Sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan
Apriati, Yuli;
Alfisyah, Alfisyah;
dkk, Laila Azkia
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 2 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh makin hilangnya nyanyian rakyat dalam kehidupan masyarakat Banjar. Nyanyian rakyat merupakan kekayaan budaya yang memiliki kearifan lokal dan mengandung nilai-nilai yang luhur. Belakangan ini nyanyian rakyat sudah tidak banyak dikenal oleh generasi muda, tersingkir oleh serbuan lagu maupun musik populer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencoba memahami apa yang menjadi harapan dan angan-angan orang Banjar tentang kebudayaannya melalui nyanyian rakyat. Lebih khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menginventarisir dan menganalisis berbagai nyanyian rakyat masyarakat Banjar yang masih bertahan dan masih digunakan dalam berbagai aktifitas kehidupan serta menggali nilai sosial budayanya dan sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda agar tidak punah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Melalui penelitian ini, teks lirik nyanyian rakyat Banjar yang selama ini masih tersebar secara sporadic dalam bentuk lisan yang dikumpulkan untuk kemudian dianalisa bentuk dan fungsi pendidikannya. Hasil penelitian menunjukkan Beberapa nyanyian rakyat banjar yang masih bertahan dan masih digunakan dalam berbagai aktifitas kehidupan seperti saat menidurkan anak dan juga dinyanyikan dalam berbagai permainan tradisional anak-anak. Adapun nilai-nilai pendidikan sosial budaya yang terkandung dalam beberapa nyanyian rakyat: a) Nilai pendidikan agama, b) Nilai pendidikan kesopanan, c) Nilai pendidikan etika bekerja, d). Nilai pendidikan tanggung-jawab.
Revitalisasi Folk Song (Nyanyian Rakyat) Sebagai Media Penanaman Nilai Dikalangan Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan
Apriati, Yuli;
Alfisyah, Alfisyah;
dkk, Laila Azkia
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 2 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh makin hilangnya nyanyian rakyat dalam kehidupan masyarakat Banjar. Nyanyian rakyat merupakan kekayaan budaya yang memiliki kearifan lokal dan mengandung nilai-nilai yang luhur. Belakangan ini nyanyian rakyat sudah tidak banyak dikenal oleh generasi muda, tersingkir oleh serbuan lagu maupun musik populer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencoba memahami apa yang menjadi harapan dan angan-angan orang Banjar tentang kebudayaannya melalui nyanyian rakyat. Lebih khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menginventarisir dan menganalisis berbagai nyanyian rakyat masyarakat Banjar yang masih bertahan dan masih digunakan dalam berbagai aktifitas kehidupan serta menggali nilai sosial budayanya dan sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda agar tidak punah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif. Melalui penelitian ini, teks lirik nyanyian rakyat Banjar yang selama ini masih tersebar secara sporadic dalam bentuk lisan yang dikumpulkan untuk kemudian dianalisa bentuk dan fungsi pendidikannya. Hasil penelitian menunjukkan Beberapa nyanyian rakyat banjar yang masih bertahan dan masih digunakan dalam berbagai aktifitas kehidupan seperti saat menidurkan anak dan juga dinyanyikan dalam berbagai permainan tradisional anak-anak. Adapun nilai-nilai pendidikan sosial budaya yang terkandung dalam beberapa nyanyian rakyat: a) Nilai pendidikan agama, b) Nilai pendidikan kesopanan, c) Nilai pendidikan etika bekerja, d). Nilai pendidikan tanggung-jawab.
Kuhnian's Paradigmatic Analysis Method As a Solution of Abstract Thinking Difficulties in Social Studies
Mutiani Mutiani;
Nana Supriatna;
Erlina Wiyanarti;
Alfisyah Alfisyah;
Ersis Warmansyah Abbas
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 3 (2021): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.546 KB)
|
DOI: 10.35445/alishlah.v13i3.1046
In general, the intelligence possessed by students is different from one another. The factors influence intrinsic factors, maturity, formation, interests, and freedom. In addition, environmental and educational factors also play a role in the formation of intelligence. This study aims to describe Kuhnian's paradigmatic analysis as a solution to the difficulties of abstract thinking in social studies learning. This study describes the discussion by utilizing a literature study. The research results are described in a paradigmatic analysis. Kuhn thoroughly examines each expert's thoughts and scientific works and reveals his contribution to the scientific revolution. Social studies learning dimensions are explained in the form of social action. Social studies are learning conditions of abstract thinking in the process of causality. The reconstruction to solve the problem of difficulty in abstract thinking in social studies subjects in junior high schools is carried out as follows: 1) Teaching social studies as integrative social studies, 2) implementing social studies learning using a trans-disciplinarity approach, 3) conveying that social studies learning is "advanced knowledge." 4) Applying the inquiry model, and 5) Integrating influential social studies learning.
Upaya Peningkatan Interaksi Sosial Pada Penerima Manfaat di Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur
Laila Azkia;
Reski P;
Alfisyah Alfisyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/btjpm.v3i2.3432
Tujuan dari pengabdiaan masyarakat ini adalah meningkatkan interaksi sosial pada penerima manfaat dan sebagai upaya rehabilitasi sosial penyandang disabilitas mental melalui komunikasi dua arah. Pengabdian ini dilaksanakan oleh tim pengabdi yang terdiri atas 3 orang dosen dan juga beberapa orang mahasiswa. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan cara partisipatoris. Sasaran pengabdian ini adalah penerima maanfaat atau disebut juga klien atau penghuni Panti di Panti Sosial Bina Laras Budi Luhur. Tim pengabdi melakukan komunikasi dua arah dengan penerima manfaat. Komunikasi yang dilakukan merupakan upaya peningkatan interaksi sosial penerima manfaat. Setelah dilakukan komunikasi dua arah, beberapa penerima menjadi lebih mudah dalam mengutarakan apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan. Melalui kegiatan ini diperoleh bahwa penerima manfaat mampu berinteraksi dengan baik dengan orang di luar Panti. Selanjutnya penerima manfaat diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat luas nantinya setelah keluar dari Panti. This community service aims to increase social interaction with beneficiaries and as an effort to social rehabilitation of persons with mental disabilities through two-way communication. This service was carried out by a service team consisting of 3 lecturers and also several students. The method of implementing this service is participatory. The target of this service is the beneficiaries or also known as clients or residents of the orphanage at the Bina Laras Budi Luhur Social Home. The service team communicates in two ways with the beneficiaries. The communication carried out to increase the social interaction of the beneficiaries. After two-way communication, some recipients find it easier to express what they think and what they feel. Through this activity, it was found that the beneficiaries were able to interact well with people outside the orphanage. Furthermore, beneficiaries are expected to be able to socialize with the wider community after leaving the orphanage.
Sosialisasi Bahaya Hoax di Kalangan Ibu-Ibu Jamaah Pengajian Ar-Rahmah Kelurahan Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar
Alfisyah Alfisyah;
Yuli Apriati;
Laila Azkia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.24 KB)
|
DOI: 10.20527/btjpm.v2i1.1797
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang manfaat penggunaan internet serta pemahaman terhadap sisi negatif dan bahaya hoax. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu jamaah pengajian Ar-Rahmah, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, yang berjumlah 53 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi sosialisasi terdiri dari pengetahuan tentang hoax dan bahayanya; tips dan trik agar terhindar dari hoax; serta cara menghadapi dan mengenali hoax. Berdasarkan hasil sosialisasi yang dilaksanakan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang manfaat penggunaan internet serta sisi negatif dari bahaya hoax. Selain itu kegiatan berjalan lancar dan besarnya antusias peserta terhadap kegiatan ini. Melalui kegiatan sosialisasi ini peserta dapat memanfaatkan internet dengan sehat dan aman dan tidak terjebak dalam penyebaran hoax.The community service activities aim to provide knowledge about the benefits of internet use and understanding of the negative side and the dangers of hoax. The target of this activity is the mothers of the recitation of Ar-Rahmah, Sekumpul Village, Martapura District, totaling 53 people. This activity is carried out by lecturing, discussion, and question and answer methods. Socialization material consists of knowledge about hoaxes and the dangers, tips, and tricks to avoid hoax; and how to deal with and recognize hoax. Based on the results of the socialization carried out showed increased knowledge and ability of participants about the benefits of using the internet as well as the negative side of the dangers of hoax. Besides that, the activity went well and the amount of enthusiasm of the participants towards this activity. Through this outreach activity, participants can use the internet healthily and safely without getting caught up in the spread of hoax.
Pengajian dan Transformasi Sosiokultural dalam Masyarakat Muslim Tradisionalis Banjar
Alfisyah Alfisyah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.343 KB)
|
DOI: 10.24090/komunika.v3i1.116
Pengajian is a kind of Islamic preaching which has been found in traditional Muslim community in Banjar, SouthKalimantan. Pengajian is the origin of the emergence of Islamic boarding school (pesantren). Even though pesantren hasalready developed so fast, pengajian can keep its existence in Banjar traditional Muslim community. It even functions as aninstitution which can be dinamics and motivator of the sociocultural transformation in the society
Pendidikan Sosial Budaya Berbasis Permainan Rakyat di Masyarakat Lahan Basah
Yuli Apriati;
Laila Azkia;
Alfisyah Alfisyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.009 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1489
Permainan rakyat merupakan salah satu media penanaman pendidikan nilai-nilai sosial budaya yang efektif. Permainan rakyat (folkgames) adalah permainan yang diwariskan secara turun temurun dan mengandung pendidikan nilai budaya yang dapat menjadi pedoman hidup. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai permainan rakyat berbasis sungai yang masih bertahan dan menganalisis kandungan nilai sosial budayanya. Penelitian ini menjadi jalan untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat Banjar khususnya yang berbasis sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari orang tua dan anak-anak yang berusia 6-12 tahun yang terlihat masih memainkan permainan rakyat di desa Sungai Kali Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Penelitian ragam permainan rakyat yang berbasis sungai dikumpulkan untuk kemudian dianalisa pendidikan nilai sosial budaya yang ada didalamnya. Penelitian ini menemukan beberapa permainan rakyat yang berbasis sungai yaitu permainan kalas-kalasan dan permainan ajak tukup. Kedua jenis permainan rakyat tradisional ini mengandung nilai-nilai pendidikan sosial budaya di antaranya: menanamkan kejujuran, sportifitas, ketangguhan, kesabaran, kerja keras serta mandiri. Kedua permainan rakyat ini juga dapat melatih keterampilan berenang anak dan dari sisi sosial permainan ini juga memberi kesempatan proses sosial anak.
Civic Education Di Pesantren Sebagai Basis Pembentukan Kesadaran Kebangsaan
Alfisyah Alfisyah;
Sapriya Sapriya;
Lumban Arofah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.602
Civic education merupakan pendidikan yang mencita-citakan terbentuknya warga Negara yang baik sehingga ia menjadi sebuah keharusan bagi setiap warga Negara tak terkecuali bagi lembaga pendidikan pesantren. Meskipun di pesantren tradisional tidak memiliki mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan secara khusus namun pesantren memiliki mekanisme tersendiri dalam menanamkan etika kebangsaan untuk menciptakan santri yang berakhlakul karimah sekaligus sebagai warga Negara yang baik. Artikel ini bertujuan untuk menelaah pendidikan kewarganegaraan di pesantren Darussalam Martapura. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara pada beberapa pengajar dan santri dari pesantren Darussalam untuk mendapatkan data tentang pengetahuan kewarganegaraan dan kebangsaan mereka. Studi literatur dengan memanfaatkan mesin pencarian melalui google scholar, pdf drive, dan e-perpusnas dilakukan untuk memaparkan pendidikan kewarganegaraan yang dijalankan pesantren tradisional. Berdasarkan paparan dari artikel naskah konseptual, pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk menciptakan warga Negara yang baik. Sementara pendidikan pesantren melalui berbagai tradisi yang dijalani telah menciptakan manusia dan masyarakat yang memiliki perilaku dan moral yang baik. Hal tersebut dibentuk diantaranya melalui tradisi yang dibangun di pesantren seperti pembelajaran dengan menggunakan kitab-kitab klasik serta metode bandongan yang telah membentuk santri menjadi warga Negara yang baik, mandiri, peduli, peka, toleran dan tanggung jawab
TRADISI MAKAN URANG BANJAR (Kajian Folklor atas Pola Makan Masyarakat Lahan Basah)
Alfisyah Alfisyah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 3 (2019): (Juli)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.415 KB)
|
DOI: 10.20527/padaringan.v1i3.1408
Penelitian ini mengkaji tentang berbagai makanan tradisional masyarakat Banjar. Makanan (food) sendiri bukan sekedar produk organisme dengan kualitas biokimia yang dikonsumsi manusia, tetapi makanan merupakan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang ditentukan oleh kebudayaan masing-masing kolektif. Keberadaan makanan Banjar sekarang sudah mulai tidak dikenal oleh generasi sekarang seiring dengan masuknya berbagai produk makanan impor. Generasi sekarang sudah tidak lagi memahami makna dan kearifan lokal dari makanan tradisonal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa makanan Banjar yang masih berkembang dan digunakan dalam berbagai tradisi dan upacara adat yaitu (1) makanan untuk suguhan upacara, yaitu kelompok makanan yang disediakan sebagai suguhan untuk dimakan peserta upacara. Fungsi makanan ini untuk menunjukkan kesungguhan tuan rumah melaksanakan upacara dan sebagai penghargaan atas kedatangan masyarakat juga sekaligus dapat menguatkan ikatan sosial di antara anggota masyarakat.; (2) makanan untuk sajian atau sesajen merupakan makanan yang biasanya disajikan untuk atau sebagai sajian (sesajen) bukan untuk suguhan. Fungsi kelompok makanan ini adalah sebagai rasa terimakasih atas anugrah dan rezki yang telah diberikan sang pencipta. Makanan jenis ini juga biasanya dikaitkan dengan harapan dan kekhawatiran akan gangguan dari makhluk-makhluk gaib; (3) makanan pelengkap upacara yaitu makanan-makanan yang biasanya disuguhkan untuk melengkapi atau mendampingi makanan utama.