cover
Contact Name
Bambang Subiyakto
Contact Email
-
Phone
+625113304415
Journal Mail Official
magister.pendips@ulm.ac.id
Editorial Address
Master of Social Studies Study Program Postgraduate Program at Lambung Mangkurat University, Jl. Brigadier General Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik)
ISSN : 20899661     EISSN : 2089967X     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius
Core Subject : Education, Social,
The Socius Journal compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning, but also the description of local wisdom, the value of tradition and social phenomena that exist in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS" : 10 Documents clear
PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFIDI SMA NEGERI 2 BANJARMASIN Irfan Prasetyady Noor
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3465

Abstract

In curriculum 2013 subjects geography grouped in a subjects the social science so the assessment more directed at the point of view of the existence and human activity influenced by dynamics of the physical. This study aims to obtain objective information about the implementation of curriculum 2013. This study adopted an method to inductive qualitative to explore qualitatively every finding in the field. Key person (community leaders and government officers) as source of invaluable information was selected purposive sampling. Ap proaches such as indepth interviews and observation, provide useful tools in primary data collection. Secondary data are mainly collected by literature study and documents study.Based on the results of the study found that the obstacles experienced by the school has two aspects, (a) communication less intensive, causing lack of understanding of the curriculum 2013 material in their entirety among in schools; (b) weak supervision and monitoring aspects, causing the schools do not know in which a part in the document of curriculum 2013 and implementation still need to improved with the provisions. Factors that affects the implementation of the curriculum 2013 at the school, covering four factors: (a) communication, (b) human resources, (c) the policy, and (d) environment in order to improve the quality of human resources in the implementation of the program curriculum of 2013, it needs to be emphasized the importance of efforts to improve the quality, frequency, and equitable education and training activities, workshops, and other similar activities.Keywords: Curriculum 2013, learning, and geography Kurikulum 2013 mata pelajaran geografi dikelompokkan pada rumpun Mata Pelajaran Peminatan Ilmu-ilmu Sosial sehingga kajiannya lebih diarahkan pada sudut pandang keberadaan dan aktivitas manusia yang dipengaruhi oleh dinamika alam fisik.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi objektif mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif. Metode ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi setiap temuan di lapangan, yang dijelaskan secara deskriptif kualitatif. Tokoh kunci dipilih menggunakan purposive sampling yaitu menentukan objek/subjek sesuai tujuan. Berbagai pendekatan seperti wawancara mendalam dan observasi, menjadi alat yang penting dalam pengumpulan data primer. Pangumpulan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka dan studi dokumen.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Tahap persiapan yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) geografi. Tahap pelaksanaan pembelajaran geografi merupakan implementasi dari RPP dan kegiatannya meliputi tahap pendahuluan, inti dan penutup. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Kurikulum 2013 disekolah, yaitu meliputi empat faktor: (a) komunikasi, (b) sumber daya manusia, (c) isi kebijakan , dan (d) lingkungan.Dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam pelaksanaan program Kurikulum 2013, maka perlu ditekankan pentingnya upaya peningkatan kualitas, frekuensi, dan pemerataan kegiatan pendidikan dan pelatihan, workshop, dan kegiatan lain yang sejenis.Kata Kunci: Kurikulum 2013, pembelajaran, dan geografi
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SUNGAI TABUK Matheas Agus Wimboasto
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3475

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Tabuk has had facilities and infrastructure in ICT-based learning, but in the teaching and learning process of teachers in SMA Negeri 1 Sungai Tabuk less take advantage of ICT that has been owned. With the lack of ICT-based learning, so less interesting learning and innovative and boring. In this case less increase motivation and learning achievement in SMA Negeri 1 Sungai Tabuk. The approach in this research is quantitative approach, because this research is presented with numbers. Determination of samples using probability sampling technique. From the results of research conducted, the differences in learning achievement of powerpoint-based learning with conventional learning. Learning achievement using powerpoint-based learning is higher than that of learning achievement using conventional learning. And the difference of learning achievement from internet-based learning with conventional learning. Learning achievement using internet-based learning is higher than the learning achievement using conventional learning, but the learning achievement using internet-based learning is more significant in improving student's learning achievement. ICT-based learning that can improve learning achievement is evident from the analysis of this study researchers provide advice to teachers in teaching and learning process using ICT-based learning that can improve student achievement.Keywords:Powerpoint, internet, learning achievement SMA Negeri 1 Sungai Tabuk telah mempunyai sarana dan prasarana dalam pembelajaran berbasis TIK, tetapi dalam proses belajar mengajar guru di SMA Negeri 1 Sungai Tabuk kurang memanfaatkan TIK yang telah dimiliki. Dengan kurangnya pembelajaran berbasis TIK, sehingga pembelajaran kurang menarik dan inovatif dan membosankan. Dalam hal ini kurang meningkatkan   motivasi dan prestasi belajar di SMA Negeri 1 Sungai Tabuk. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Penentuan sampel menggunakan teknik probabilitas sampling. Dari hasil penelitian yang dilakukan, adanya perbedaan prestasi belajar dari pembelajaran berbasis powerpoint dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis powerpoint lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar yang menggunakan pembelajarn konvensional. Dan adanya perbedaan prestasi belajar dari pembelajaran berbasis internet dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis internet lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran konvensional, tetapi prestasi belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis internet lebih signifikan  dalam peningkatan prestasi belajar siswa.Pembelajaran berbasis TIK yang dapat meningkatkan prestasi belajar yang terbukti dari analisa penelitian ini peneliti memberikan saran kepada guru dalam proses belajar mengajar menggunakan pembelajaran berbasis TIK yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci:Powerpoint, Internet, Prestasi Belajar
SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 1 KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU Mardhotillah Nachrawie
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3469

Abstract

The exploitation of the environment as a learning resource can provide a positive impact for the success of students in the learning process. The use of the environment as a learning resource can be carried out by activitie, such as bringing learners to the learning resource environment so that the students not only get the sources from books. In the district of Kusan Hulu itself, there are a wide variety of learning resources that can be exploredand used for teaching and learning. The location used as a source of learning is also not so far from the area of SMP Negeri 1 Kusan Hulu. The implementation of the environment as a learning resource can utilize IPS instructions which can give a positive impact for the success of students in the learning process.The result is expected to be the input and one of the  considerations for teachers to improve teaching skills in using the environment as a learning resource.Keywords: Environment, learning resources, IPS.Pemanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dapat memberikan dampak yang positif bagi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan sumber belajar  jadipeserta didik tidak hanya mengkaji dari buku sumber semata. Di wilayah kecamatan Kusan Hulu sendiri terdapat berbagai macam sumber belajar yang dapat digali dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Lokasi yang dijadikan sumber belajar juga tidak begitu jauh dari lingkungan SMP Negeri 1 Kusan Hulu. Implementasi dari pemanfaatan lingkungan sebagai sumber pembelajaran IPS dapat memberikan dampak yang positif bagi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi guru untuk meningkatkan kemampuanmengajar dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.Kata Kunci: Lingkungan, sumber belajar, IPS.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA KELAS VIII SMPN 5 MUARA UYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK Norpah Norpah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3476

Abstract

This study was a classroom action research.  This study aimed to improve the students’asking skill through the cooperative learning method, especially the Talking Stick model, which is relevant to the situation and condition in year VIII SMP Negeri 5Muara Uya.  The study consisted of two cyclesduring four months. The data were collected through observations and tests. The result of this study showed that during the action implementation, the students’ asking skill were improved from 82% in cycle 1 to 87% in cycle 2.  Therefore, the application of the model to improve the students’ asking skill.Keywords: students’ asking skill, talking stick model. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswakelas VIII SMPN 5 Muara Uya melalui model pembelajaran kooperatif Talking Stick, khususnya pada materi Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia. Penelitian dilaksanakan dua siklus selama 4 bulan.  Pengumpulan data melalui observasi dan tes dengan menggunakan lembar observasi selama tindakan, lembar penilaian siswa, lembar kerja siswa, dan hasil tes akhir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya siswa meningkat dari 82% pada siklus 1 menjadi87% pada siklus 2. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Talking Stick meningkatkan keterampilan bertanya siswa.Kata Kunci:  keterampilan bertanya siswa, model pembelajaran Talking Stick.
SIKAP CINTA TANAH AIR MELALUI KELOMPOK PADUAN SUARA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 ALALAK Mis Erna Fauziah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3470

Abstract

The purpose of research is intended to realize the love of the homeland can be done in the family, school and community. Currently due to the influence of globalization, many Indonesian people are more proud of the culture owned by other nations. The type of research intended here is the type of field research (field research) with a quantitative approach. Field research is a study to obtain the correct data occurs in the field. Data collection with sample probability technique. The research sample is students and students of grade VII selected based on interests and talents for the choir group at SMPN 2 Alalak which amounted to 30 people.Based on the data questionnaires questioning attitude of homeland love of the students conducted three times, from 30 students at the beginning of observation obtained 24 students into the category very good, 4 entered in good category, 1 student is good enough and 1 again entered the category less good, but at the end of observation To 25 students fall into very good category and 5 students fall into either category. In 3 times the implementation of the results obtained is always increased because the teacher as a mentor and mentor routinely explain and motivate students. Prepared planning at the beginning of the school year and the implementation of the program in accordance with the work program resulted in a good and positive homeland love assessment for students who follow the extracurricular activities of choir in SMP Negeri 2 Alalak. Extracurricular activities are beneficial for students in particular and schools in general. Diligent in attending various extrskurikuler activities in school, which is certainly tailored to the talents and interests of students themselves. The existence of fit between activities with talent and interest will add motivation and spirit of students to follow the activity. Keywords: Attitudes, love of the homeland, and choir.Tujuan penelitiani dimaksudkan untuk mewujudkan cinta tanah air dapat dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Saat ini akibat pengaruh globalisasi, banyak masyarakat Indonesia lebih bangga terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa lain. Jenis penelitian yang dimaksudkan disini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian lapangan merupakan suatu penelitian untuk  memperoleh data yang benar terjadi di lapangan. Pengambilan data dengan teknik probabilitas sampel.Adapun sampel penelitian adalah siswa dan siswi kelas VII yang dipilih berdasarkan minat dan bakat untuk kelompok paduan suara di SMPN 2 Alalak yang berjumlah 30 orang.Berdasarkan data isian kuesioner sikap cinta tanah air dari siswa yang dilakukan sebanyak tiga kali, dari 30 siswa diawal observasi diperoleh 24 siswa masuk kategori sangat baik, 4 masuk dalam kategori baik, 1 siswa cukup baik dan 1 lagi masuk kategori kurang baik, tetapi diakhir observasi  menjadi 25 siswa masuk dalam kategori sangat baik dan 5 siswa masuk dalam kategori baik. Dalam 3 kali pelaksanaan hasil yang diperoleh selalu meningkat karena guru selaku pembina dan pembimbing secara rutin menjelaskan serta memotivasi siswa.Perencanaan yang sudah terprogram pada awal tahun ajaran yang sudah dipersiapkan dari sekolah dan pelaksanaan yang dijalankan sesuai dengan program kerja menghasilkan penilaian cinta tanah air yang baik dan positif bagi siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMP Negeri 2 Alalak. Kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi siswa khususnya dan sekolah pada umumnya. Rajin dalam mengikuti berbagai kegiatan ekstrskurikuler di sekolah, yang tentunya disesuaikan dengan bakat dan minat siswa itu sendiri. Adanya kesesuain antara kegiatan dengan bakat dan minat akan menambah motivasi dan semangat siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.Kata Kunci: Sikap, cinta tanah air, dan paduan suara.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) (STUDI PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 2 BANJARMASIN) Riduansyah Riduansyah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3477

Abstract

The purpose of this research is to know the description of interest, understanding of history subject, and creativity, effectiveness of teaching and learning activity in class in history subject at SMA Negeri 2 Banjarmasin. The research used qualitative method and the research type used was classroom action research. Descriptive research aims to give factual and accurate description regarding the facts of situation at SMA Negeri 2 Banjarmasin, especially on the role play  method in increasing the history learning interest. Data taken consist of primary and secondary data.The result of research indicates that role playing method in increasing the interest of  history at SMA Negeri 2 Banjarmasin has run well and succeeded. The assessment seen from the cognition , psychomotor, and affective aspect  of students has depicted on overall students’ learning results and objectivity. The problems faced in applying role playing method were (1) limitation of time , (2) limitation of materials which are required in the subject, (3) lack of knowledge of teacher in role playing method, and (4) less comprehension of students about role playing. Keywords: Interest and method of role playing Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran minat, pemahaman pelajaran sejarah, dan kreativitas, efektifitas kegiatan belajar mengajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta tentang keadaan Sekolah Menengah Atas Negeri  2 Banjarmasin, khususnya dalam hal metode Bermain Peran (Role Playing) untuk meningkatkan minat  belajar sejarah. Data yang diambil terdiri dari data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkanmetode Bermain Peran (Role Playing) untuk meningkatkan minat  belajar sejarah pada Mata Pelajaran Sejarah kelas XII IPS-4 SMA Negeri 2 Banjarmasin sudah dapat dikatakan berjalan dengan semestinya dan berhasil.Penilaian dengan melihat aspek kognitif, psikomotor, dan afektif siswa sudah menggambarkan keseluruhan hasil belajar siswa dan objektivitas.Masalah-masalah yang dihadapi dalam penerapan metode Bermain Peran (Role Playing) disini adalah (1) sedikitnya waktu, (2) materi yang dibutuhkan dalam pelajaran ini sangat terbatas, (3) guru kurangnya pengetahuan tentang metode bermain peran, dan (4) siswa kurang memahami tentang Bermain Peran.Kata Kunci:Minat dan metode  bermain peran (Role Playing)
PEMBINAAN MORAL REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PSBR BUDI SATRIA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rusmaniah Rusmaniah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3473

Abstract

Trackling the problem and children drop out of school is the responsibility of the state and public. One of the solution is through Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province.To accusedof coaching froam Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province, researchers focused matter as the following. (1) factors teenagers dropping out of school (2) the implementation guidance moral (3) by factors in support and factors barrier for developing moral. This research designed with descriptive qualitative design and using a list of queations as instrument interview in data collection. Based on the result of this research found that (1) tha process of servise training at Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria South Kalimantan Province namely planning stages, the approach of early stage, stage services for panti, stage of the distribution, guidance advanced stage, termination. (2) the factors causing the teenager drop out of school namely economic factors, drop out , and family that lacking a harmonious.(3) by factors in support the implementation of the guidance among other people around, learning environment conducive, funding from the regional government, cooperation with outside , and cooperation among employees. (4) factors obstacles in the implementation of the guidance among other habits ugly beneficiaries who carried away into an environment panti, the son of princess promiscuity, background beneficiares different, a lack of facilities and infrastructure, and lack of the number of instructors. Keywords:Guidance, social institution, teenager, dropping out of school.Melacak masalah dan anak putus sekolah adalah tanggung jawab negara dan masyarakat. Satu solusinya adalah melalui Lembaga Bina Remaja Sosial Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk dituduh melakukan pembinaan, Bina Remaja Sosial Institution Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan, peneliti memfokuskan perhatian sebagai berikut. (1) faktor remaja putus sekolah (2) pedoman pelaksanaan moral (3) oleh faktor pendukung dan faktor penghalang untuk pengembangan moral. Penelitian ini dirancang dengan rancangan deskriptif kualitatif dan menggunakan daftar antri sebagai instrumen wawancara dalam pengumpulan data.Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) prosesi pelatihan servis di Bina Remaja Sosial Budi Satria Propinsi Kalimantan Selatan yaitu tahap perencanaan, pendekatan tahap awal, pelayanan panggung untuk panti, tahap pendistribusian, panduan stadium lanjut. , Penghentian (2) faktor penyebab remaja putus sekolah yaitu faktor ekonomi, putus sekolah, dan keluarga yang kurang harmonis. (3) Faktor pendukung dalam mendukung pelaksanaan bimbingan antara orang lain disekitarnya, belajar lingkungan kondusif, dana dari Pemerintah daerah, kerjasama dengan pihak luar, dan kerjasama antar karyawan. (4) faktor hambatan dalam pelaksanaan pembinaan antara lain kebiasaan penerima manfaat jelek yang terbawa ke lingkungan panti, anak pergaulan putri, latar belakang berbeda, kekurangan sarana dan prasarana, dan minimnya jumlah instruktur.Kata kunci: Bimbingan, lembaga sosial, remaja, putus sekolah.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA – KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Mahmudah Hasanah; Monry Fraick NG Ratumbuysang
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3478

Abstract

This study aims to describe the activities of Student Creativity Program (PKM), explaining the strategy to increase student wirausha interest, and explaining the obstacles of the Student Creativity Program (PKM). The research approach is used is qualitative research. This qualitative research is more specifically directed to the use of case study methods. In-depth and detailed research on everything related to the subject of research. The results is explaining interest in entrepreneurship should not be something that never made people, but rather develop into things that already exist. The use of the concept of using imitation techniques and modifications can be an option. Student creative ideas can be developed through the encouragement of the lecturers in the study program. The sharing guidance will be an effective forum for discussion of student interest. Students should be much more active understand the stages of proposing PKM as well as supervisor. Furthermore, creative ideas must be supported by competence.Keywords: PKM, entrepreneurship, and competencePenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), menjelaskan strategi peningkatan minat wirausha mahasiswa, dan menjelaskan kendala pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (qualitative research). Penelitian kualitatif ini secara spesifik lebih diarahkan pada penggunaan metode studi kasus. Penelitian yang mendalam dan mendetail tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek penelitian. Hasil penelitian menjelaskan minat berwirausaha tidak harus sesuatu yang tidak pernah dibuat orang, tetapi lebih mengembangkan ke hal yang sudah ada. Pemakaian konsep pakai teknik amati tiru dan modifikasi bisa menjadi pilihan. Ide kreatif mahasiswa dapat dikembangkan melalui dorongan dari dosen-dosen pada program studi. Bimbingan yang bersifat sharing akan menjadi wadah diskusi efektif untuk mencari minat mahasiswa. Mahasiswa harus jauh lebih aktif memahami tahapan pengusulan PKM begitupula dosen pembimbing. Selanjutnya ide kreatif tersebut harus didukung kompetensi.Kata kunci: PKM, wirausahan, dan kompetensi
GOTONG ROYONG LALAWATANPADA TRADISI HAUL MASYARAKAT BANJAR PAHULUAN DESA ANDHIKA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS Gazali Rahman
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3464

Abstract

Haul tradition for remember person had been deed in Andhika Village. Still continued until now. Village peoples working together be successfullythat religious ceremony. However we claimed many problems out of order goes on village peoples working togetherness. In the global era was needed speed rhythm and profesionalism. In the early, that was grew up catering industries and instant noodles sold on regencyc capital city market. Working togetherness called lalawatan depend on many factors attack.Village peoples working togetherness values in lalawatan areentrenchment or legacy making it still exist. The values is the heritage for the young generation. Not much more if the lalawatan values can be IPS learning sources..Keywords:Haul tradition, togetherness, and IPS learning sources Tradisi Haul untuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia di Desa Andhika terus berlangsung hingga kini. Warga desa bergotong royong demi mensukseskan upacara keagamaan tersebut. Walaupun diakui ada beberapa kendala yang menggerus atau mengurangi peran pegotongroyong lalawatan. Era globalisasi yang menghendaki kecepatan dan pofesionalisme, mulai tumbuhnya industri katering dan bumbu masak instant yang marak dijual di pasar ibukota kabupaten. Gotong royong lalawatan tetap bertahan dalam “gempuran” faktor-faktor tadi. Nilai-nilai yang tderkandung dalam gotong royong lalawatan adalah benteng yang membuat kegiatan bersama warga itu tetap ada. Nilai-nilai yang dapat diangkat dean diwariskan kepada generasi muda. Jaddfi tidak berlebihan bila nilai-nilai kegotongroyongan lalawatan dapat menjadi sumber pembelajaran IPS.Kata kunci: tradisi haul, kebersamaan, dan sumber belajar IPS
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERAN GURU DALAM MEMBENTUK PERILAKU DISIPLIN SISWA KELAS XII IPS DI MADRASAH ALIYAH SMIP 1946 BANJARMASIN Wahidah Fitri
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 02 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i02.3474

Abstract

The research is purposed to describe indicates behavioral discipline a student of class XII social class in Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin is still very low. The research was carried out in Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin. Methods used in this study was a qualitative methodology, in order that understanding of object subjects will be deep and holistic. Technique data collection in this research done by means of interview, observation, and documentation. Based on the research done known way the implementation of character education through role of teachers in forming behavioral discipline students in a school namely by exemplary good which can be used role model for students, planting religious values, and motivate of students to be more disciplined in at home and outside the classroom and by means of enforcement sanction or punishment for every violation done by students in form points offense that adapted to the level. The cause of students have obey regulation good governance disciplined as often came late school, truant, out at lessons take place, it is native of several factors one of them is from family, environment, and yourselves sons of the own.Keywords : Character Education, Role Of Teachers, Discipline Students Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku disiplin siswa kelas XII IPS di Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin masih sangat rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah SMIP 1946 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga dengan demikian pemahaman mengenai objek yang diteliti akan lebih mendalam dan holistik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui cara implementasi pendidikan karakter melalui peran guru dalam membentuk perilaku disiplin siswa di sekolah yaitu dengan keteladanan yang baik yang dapat dijadikan panutan bagi para siswanya, penanaman nilai-nilai keagamaan, dan memberikan motivasi terhadap siswa untuk lebih berdisiplin baik di dalam maupun di luar kelas serta dengan cara penegakkan sanksi atau hukuman atas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk poin pelanggaran yag disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. Penyebab siswa tidak menaati peraturan tata tertib disiplin seperti sering terlambat masuk sekolah, membolos, keluar pada jam pelajaran berlangsung, hal ini berasal dari beberapa faktor diantaranya dari keluarga, lingkungan, dan diri anak sendiri.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Peran Guru, Disiplin Siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 10