cover
Contact Name
Bambang Subiyakto
Contact Email
-
Phone
+625113304415
Journal Mail Official
magister.pendips@ulm.ac.id
Editorial Address
Master of Social Studies Study Program Postgraduate Program at Lambung Mangkurat University, Jl. Brigadier General Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik)
ISSN : 20899661     EISSN : 2089967X     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius
Core Subject : Education, Social,
The Socius Journal compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning, but also the description of local wisdom, the value of tradition and social phenomena that exist in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS" : 10 Documents clear
KONTRIBUSI ENVIRONMENT BEHAVIOURS DAN INTERPERSONAL BEHAVIOURS TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA PRAKTIK KERJA INDUSTRI (Studi pada Peserta didik Kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin TA. 2016/ 2017) Dina Kamaliyah
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7225

Abstract

AbstractSocial studies have an important role in the formation of social skills by applying the five principles of meaningful learning, integrative, value-based, challenging and active. Environment behaviors and interpersonal behaviors are included in social skills that affect job readiness on industrial work practices. The purpose of this study is to analyze the contribution of environment behaviors and interpersonal behaviors to the readiness of work on industrial work practices. This research uses quantitative descriptive method. Subjects of students of Accounting and Office Administration expertise. The object of this study is the skills of social environment behaviors and interpersonal behaviors in industrial work practices. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. Data analyzed through SPSS and calculation of description. The results showed that: 1) the contribution of environment behaviors by 75.5% in high level. 2) the contribution of interpersonal behaviors of 17.9% in very low level and 3) the contribution of environment behaviors and interpersonal behaviors in the readiness of industrial work practices 61.6% in high level.Keywords: Environment, Green Behaviors, Interpersonal, Social Studies, Job Readiness.AbstrakIPS berperan penting dalam pembentukan keterampilan sosial dengan menerapkan prinsip meaningful learning, integrative, value-based, challenging dan active. Perilaku lingkungan (environment behaviors)  dan  perilaku interpersonal (interpersonal behaviors) termasuk dalam keterampilan sosial yang mempengaruhi kesiapan kerja pada praktik kerja industri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kontribusi environment behaviors dan interpersonal behaviors terhadap kesiapan kerja pada praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin keahlian Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Objek penelitian ini adalah keterampilan sosial environment behaviors dan interpersonal behaviors dalam praktik kerja industri. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisa melalui SPSS dan perhitungan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kontribusi environment behaviors sebesar 75,5% dalam level tinggi. 2) kontribusi interpersonal behaviors sebesar  17,9% dalam level sangat rendah dan 3) kontribusi environment behaviors dan interpersonal behaviors dalam kesiapan kerja praktik kerja industri sebesar 61,6% dalam level tinggi.Kata Kunci: Environment Behaviors, Interpersonal Behaviors, IPS, Kesiapan Kerja.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH VERSI POLYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KECAMATAN PANYIPATAN Mirna Mirna
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7231

Abstract

AbstractThe research conducted aims to analyze how the economic learning model that has been applied by the teacher and its influence on students' rational thinking skills. Furthermore, how the influence of the learning model emphasizes solving problems with Polya's version of students' rational thinking skills, because previously this model was never used in economic learning. This research was conducted in one of the private high schools in Panyipatan sub-district, namely Abdul Kadir High School. The research method used is quantitative method with quasi-experimental design of pre-test and post-test, the class chosen is class X semester 2 with the subject of inflation. The results of the research and hypothesis testing show that there are significant differences in students' rational thinking abilities taught through the Polya problem solving learning model with students taught with conventional models. Based on the results of the post-test it can be seen that there are differences in mean learning outcomes, where the experimental class has an average value of 74.26, and control class 41.47. This difference is also seen from the results of the two index gain index, where the control class shows a gain index of 0.26 or <0.30 with low criteria. While the experimental class has a gain index of 0.66 with the criteria being. In addition to the gain index, differences in students' rational thinking skills are also seen from the results of different test results (t), from the above calculation, it is obtained thitung = 8.121 while t table = 2.131. So that if it is included in the hypothesis formula, t count> t table, H0 is rejected and H1 is accepted. Based on these results it can be concluded that the ability to think rationally by using the Polya version of problem solving learning model is better or increased than conventional learning models that have been applied in every economic learning, especially in inflation material.Keywords: Polya's version of problem solving learning model, economics, rational thinking.AbstrakPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pembelajaran ekonomi yang selama ini diterapkan oleh guru serta pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir rasional peserta didik. Selanjutnya bagaimana pengaruh model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah dengan versi Polya terhadap kemampuan berpikir rasional peserta didik, karena sebelumnya model ini tidak pernah digunakan dalam pembelajaran ekonomi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA swasta di kecamatan Panyipatan, yakni SMA Abdul Kadir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan kuasi eksperimen desain pre test dan post test, kelas yang dipilih adalah kelas X semester 2 dengan bahasan pokok inflasi. Hasil penelitian dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir rasional peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran pemecahan masalah Polya dengan peserta didik yang diajar dengan model konvensional. Berdasarkan hasil post test terlihat adanya perbedaan rerata hasil belajar, dimana kelas eksperimen memiliki nilai rerata 74,26, dan kelas kontrol 41,47. Perbedaan ini juga terlihat dari hasil hitung indeks gain kedua kelas, dimana kelas kontrol menunjukkan indeks gain sebesar 0,26 atau < 0,30 dengan kriteria rendah. Sedangkan kelas ekperimen memiliki indeks gain sebesar 0,66 dengan kriteria sedang. Selain indeks gain, perbedaan kemampuan berpikir rasional peserta didik juga terlihat dari nilai hasil uji beda (t), dari perhitungan di atas didapatkan thitung= 8,121 sedangkan ttabel= 2,131. Sehingga bila dimasukkan pada rumus hipotesis thitung > ttabel, H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir rasional dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah versi Polya lebih baik atau meningkat dari pada model pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan disetiap pembelajaran ekonomi, khususnya pada materi inflasi.Kata kunci: Model pembelajaran pemecahan masalah versi Polya, ekonomi, berpikir rasional
NILAI-NILAI HAUL GURU SEKUMPUL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Muhammad Nasih; Ersis Warmansyah Abbas; Syaharuddin Syaharuddin
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7226

Abstract

AbstractThis research discussed moral values of haul K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul). The purpose of this research is to describe the preparation the event of haul Guru Sekumpul and the values which is  included of haul Guru Sekumpul and whether these values can be used as a learning resource of social studies. This study is a qualitative research with a historical approach. The results of the research showed that the preparation of haul Guru Sekumpul includes security, health, transportation, accommodation, facilities and infrastructures. The Implementation of haul Guru Sekumpul carried out within three days that take places  at the house of Guru Sekumpul, at the dome of the Guru Sekumpul and Mushalla AR-Raudhah. The values  from the event of haul Guru Sekumpul  are consist of  (1) religious values (faithfulness, tolerance, love of the environment), (2) nationalist values (love of the homeland and respect for diversity), (3) values of integrity (honesty, politeness, love for truth), (4) independent values (hard work, creative, disciplined, courageous), and (5) the value of mutual cooperation (cooperation and mutual assistance). Keywords: Guru Sekumpul, haul, social studies, moral values AbstrakPenelitian ini membahas tentang nilai-nilai haul K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul). Penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana persiapan dan pelaksanaan haul Guru Sekumpul, serta nilai-nilai yang terkandung di dalam haul Guru Sekumpul dan apakah nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan haul Guru Sekumpul mencakup bidang pengamanan, kesehatan, perhubungan, akomodasi, dan sarana prasana. Pelaksanaan haul Guru Sekumpul dilaksanakan dalam waktu tiga hari yakni di rumah kediaman almarhum Guru Sekumpul, di Kubah Guru Sekumpul dan di Mushalla Ar-Raudhah. Nilai-nilai yang terdapat di dalam haul Guru Sekumpul yakni (1) nilai religus (beriman-bertakwa, toleransi, cinta lingkungan), (2) nilai nasionalis (cinta tanah air dan menghargai kebhinnekaan), (3) nilai integritas (kejujuran, kesantunan, cinta pada kebenaran), (4) nilai mandiri (kerja keras, kreatif, disiplin, berani), serta (5) nilai gotong royong (kerjasama dan saling menolong).Kata Kunci: Guru Sekumpul, haul, IPS, nilai-nilai
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMPN 4 KURAU KABUPATEN TANAH LAUT Rina Dewi Astuti
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7232

Abstract

AbstractSocial learning in SMPN 4 Kurau based textbooks with question and answer method. This method is placed the teacher as the center and the students to be passive. Its causing student’s motivation to studying IPS are very low and has an impact on low student learning outcomes . This study aims to describe the planning, implementation and improvement of student learning outcomes with the utilization of the surrounding environment as a source of learning in class IX SMPN 4 Kurau Year 2017.Key Word : Environment, source learning, student activity, Learning Outcomes AbstrakPembelajaran IPS di SMPN 4 Kurau pada dasarnya menggunakan buku teks dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pembelajaran seperti ini hanya berpusat pada guru sehingga peserta didik cenderung pasif dan  menyebabkan motivasi peserta didik untuk belajar mata pelajaran IPS sangat rendah dan berdampak pada hasil belajar peserta didik yang rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan serta peningkatan hasil belajar peserta didik dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar di kelas IX SMPN 4 Kurau Tahun 2017.Kata kunci: Lingkungan, sumber belajar, kegiatan peserta didik, hasil belajar
UPAYA MENERAPKAN NILAI-NILAI SOSIAL TARI JAPIN KUALA MEMBENTUK BUDI PEKERTI BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 1 ALALAK KEC. ALALAK KAB. BARITO KUALA MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI Siti Aminah
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7227

Abstract

AbstractThe purpose of research to describe social values at Japin Dance Kuala in learning art dance class VII SMP Negeri 1 Alalak with qualitative research methods. The main purpose of using this method is to describe the nature of a situation that is temporarily running at the time of the study, and examine the causes of a particular symptom. The research result of Japin Kuala dance is one of South Kalimantan people dance. Japin dance is derived or grow and develop in the coastal area of the Martapura River or often called kuala area. Japin Kuala dance is a young promiscuous dance in Banjar area, which describes the tight feeling of silaturrahmi and brotherhood. This dance is very liked by young people Banjar Land because in addition to express the joy in an event, not infrequently also  Japin dance is a medium for finding a mate. Although this dance is a social dance but still holds the norms of Islamic religion .. Japin Kuala dance variety is very much related to the social values that exist in society, such as communicative and trusted, low self-esteem, environmental awareness, mutual cooperation, respect and appreciate.Implementation of social values in 100% students are taught always to help friends, 100% of teachers always give advice, 100% students are taught always work together, 100% of students are always taught to help each other students who can not dance, 100% of teachers always give advice in the form of social values contained in the dance, 80% of students rebuked the other students (partner) if one in a dance movement, 100% of students stated always cooperate while practicing dancing, 85% of students invite friends to learn dance, and 96.15% students are supported by the lord to learn to dance.Keywords: Social Values, Kuala Japin Dance, Dance ArtsAbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial pada Tari Japin Kuala dalam pembelajaran seni tari kelas VII SMP Negeri 1 Alalak dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian deskripsi bertujuan untuk menggambarkan suatu realita sosial tertentu atau dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan- keadaan nyata yang berlangsung sekarang. Tujuan utama menggunakan metode ini adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan, dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Hasil penelitian Tari Japin Kuala merupakan salah satu tari rakyat Kalimantan Selatan. Tari Japin ini berasal atau tumbuh dan berkembang di daerah pesisir Sungai Martapura atau sering dinamakan daerah kuala. Tari Japin Kuala merupakan tari pergaulan muda – mudi di daerah Banjar, yang melukiskan rasa eratnya tali silaturrahmi dan persaudaraan. Tarian ini sangat disukai oleh muda-mudi Tanah Banjar karena disamping untuk mengekspresikan kegembiraan dalam suatu acara, tak jarang pula Tari Japin merupakan media untuk mencari jodoh. Walaupun tarian ini adalah tarian pergaulan namun masih memegang norma - norma agama Islam.. Ragam gerak tari Japin Kuala sangat terkait dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat, seperti komunikatif dan dipercaya, rendah diri, keperdulian dengan lingkungan, gotong royong, menghormati dan menghargai.Implementasi nilai-nilai sosial pada peserta didik 100% diajarkan selalu membantu kawan, 100% guru selalu memberikan nasehat, 100% peserta didik diajarkan selalu bekerja sama, 100% peserta didik selalu diajarkan untuk saling membantu peserta didik lainya yang belum bisa menari, 100% guru selalu memberikan nasehat berupa nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tarian, 80% peserta didik menegur peserta didik lainnya (pasangannya) apabila salah dalam melakukan gerakan tari, 100% peserta didik menyatakan selalu bekerjasama saat berlatih menari, 85% peserta didik mengajak temannya untuk belajar menari, dan 96,15% peserta didik didukung oleh orang tuan untuk belajar menari.Kata Kunci : Nilai-Nilai Sosial, Tari Japin Kuala, Seni Tari
PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI MELALUI PEMBELAJARAN PKn DAN BUDAYA SEKOLAH (STUDI KASUS) DI SMK NEGERI 2 BANJARMASIN Eti Lindasari
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7223

Abstract

AbstractEducation is an important important thing that can produce children who are smart and well behaved. Behave well related to aspects of attitudes and morality built through education to enhance the potential of self-educated learners the values, attitudes and morals to shape the characters. Independent character is necessary because the development of global society and various information requires the power of society, individuals, and learners to choose appropriately positive information. Independent character is required for students to equip themselves able to compete to face the media challenge seen as an indication of moral decline, independent character such as cheat action, search for exam answers, research aimed at analyzing independent character education implemented through Civic learning and character independent education through school culture. Research uses qualitative research methods. Research location at SMK Negeri 2 in Banjarmasin South Kalimantan. Techniques of collecting interview data, observation, documentation. Data analysis techniques qualitative data analysis that is data collection, summarize, select data, data presentation, conclusion, data verification. The results of the study for self-character education through learning Civics carried out necessary planning from the beginning, planned in an organized curriculum program according to Curriculum 2013. Implementation of learning Civic teachers conducted 83.48%. Self-learning activities of students reached 75%. The program planning of extracurricular activities of independent character education carried out the deputy head of student affairs, counselor of OSIS, extracurricular. Researchers suggest improving teacher management through IHT, workshops, technical guidance.Keywords: Education, Self  Character, Civic Learning, School Culture.AbstrakPendidikan merupakan hal penting yang penting yang dapat menghasilkan anak yang cerdas sekaligus berperilaku baik. Berperilaku baik berhubungan dengan aspek sikap dan moralitas dibangun melalui pendidikan untuk meningkatkan potensi diri peserta didik pendidikan nilai-nilai, sikap dan moral untuk membentuk karakter. Karakter mandiri diperlukan karena perkembangan masyarakat global dan berbagai informasi memerlukan kekuatan masyarakat, individu, dan peserta didik  untuk memilih dengan tepat informasi positif.  Karakter mandiri diperlukan peserta didik membekali diri mampu bersaing menghadapi tantangan media terlihat indikasi penurunan moral, karakter mandiri seperti tindakan menyontek, mencari jawaban ujian, penelitian bertujuan menganalisis pendidikan karakter mandiri yang dilaksanakan melalui pembelajaran PKn dan pendidikan karakter mandiri melalui budaya sekolah. Penelitian meggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 2 di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, merangkum, memilih data, penyajian data, penarikan kesimpulan, verifikasi data. Hasil penelitian agar pendidikan karakter mandiri melalui pembelajaran PKn dilaksanakan diperlukan perencanaan sejak awal, direncanakan secara tertata program kurikulum sesuai Kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran PKn dilakukan guru hasil 83,48%. Aktifitas belajar peserta didik mandiri tercapai 75%. Perencanaan program kegiatan ekstrakurikuler pendidikan karakter mandiri dilaksanakan wakil kepala seko;ah urusan kepeserta didikan, Pembina OSIS, ekstrakurikuler. Peneliti menyarankan peningkatan pegelolaan pembelajaran guru melalui IHT, workshop, bimbingan teknis.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter Mandiri, Pembelajaran PKn, Budaya Sekolah.
IMBAL JASA PENDIDIKAN PADA TAMATAN SMA DAN SMK DI LINGKUNGAN KERJA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Khairatul Fitri
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7229

Abstract

AbstractThe high Open Unemployment Rate for secondary education in South Kalimantan is 7.73%, indicating that the results of high school and vocational education have not met their goals. The method used is a cross-sectional method, with research data in 2018, which is converted in the form of present value. Data collection tools are questionnaires. The results showed that: (1) the average direct personal costs of high school students were greater than the vocational school students, namely Rp9,076,630.00 > Rp8,947,133.33 in Banjarmasin City, and Rp11,521,000.00 > Rp3,687,333.33 in Banjar Regency, on the contrary in Banjarbaru City the average direct personal costs of high school students were smaller than those of  vocational education students, namely Rp11,606,133.33 < Rp13,379,666.67; (2) indirect student personal costs are Rp35,958,000.00 per year; (3) the main income of senior high school and vocational high school graduates per year is Rp82,800,000.00 for the highest income, and the lowest is Rp26,640,000.00; (4) there is no difference in individual economic service fees between high school and vocational high school graduates, with a price of -tcount> -ttable or -0.208> -2.007, with p > 0.05.Keywords: student personal costs, employee income, individual economic benefits AbstrakTingkat Pengangguran Terbuka yang tinggi untuk pendidikan menengah di Kalimantan Selatan yaitu 7,73%, mengindikasikan bahwa hasil pendidikan SMA dan SMK belum memenuhi sasarannya. Metode yang digunakan adalah metode cross-sectional, dengan data penelitian tahun 2018, yang dikonversi dalam bentuk present value. Alat pengumpul data adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata biaya personal langsung siswa SMA lebih besar daripada siswa SMK, yaitu Rp9.076.630,00 > Rp8.947.133,33 di Kota Banjarmasin, dan Rp11.521.000,00 > Rp3.687.333,33 di Kabupaten Banjar, sebaliknya di Kota Banjarbaru rata-rata biaya personal langsung siswa SMA lebih kecil daripada siswa SMK, yaitu Rp11.606.133,33 < Rp13.379.666,67; (2) biaya personal tidak langsung siswa adalah Rp35.958.000,00 per tahun; (3) penghasilan utama karyawan tamatan SMA dan SMK per tahun adalah Rp82.800.000,00 untuk penghasilan tertinggi, dan terendah Rp26.640.000,00; (4) tidak ada perbedaan imbal jasa ekonomi perorangan antara karyawan tamatan SMA dan SMK, dengan harga -thitung > -ttabel atau -0,208 > -2,007, dengan p > 0,05.Kata Kunci: biaya personal siswa, penghasilan karyawan, imbal jasa ekonomi perorangan.
NILAI ETIKA BISNIS DALAM PEMBELAJARAN IPS Gusti Noor Fanani
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7224

Abstract

AbstractIn the people of South Kalimantan, there are sub-ethnic groups who are well-known as successful business people / entrepreneurs and can maintain their business in a relatively long time, namely Alabio. historically, Alabio have become traders/businessmen who are undoubtedly their trade characteristics. His success in commerce even began when there was a belief in "mysticism", namely since the days of the state of Daha and Dipa were founded. The results of research on business ethics values used by Alabio for social studies showed that the business ethics values of Alabio for social studies learning were not fully utilized by social studies teachers, to facilitate teachers in compiling learning resources based on the Competency Standards of Business Ethics / Economic Ethics, namely Business ethics values used by Alabio can be used in social studies material in class VII, namely on the material of economic ethics in utilizing the factors of production in the life of business, the definition of business, company and business entity, and considerations that need to be considered in doing business.Key Word:  Business Ethics, Alabio People, Social Studies Learning AbstractMasyarakat Kalimantan Selatan, ada kelompok sub-etnis yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan dapat mempertahankan bisnis mereka dalam waktu yang relatif lama, yaitu Alabio. Secara historis, Alabio telah menjadi pedagang/pengusaha yang tidak diragukan lagi adalah karakteristik perdagangan mereka. Keberhasilannya dalam perdagangan bahkan dimulai ketika ada keyakinan dalam "mistisisme", yaitu sejak zaman negara bagian Daha dan Dipa didirikan. Hasil penelitian tentang nilai etika bisnis yang digunakan oleh Alabio untuk studi sosial menunjukkan bahwa nilai etika bisnis Alabio untuk pembelajaran IPS tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh guru IPS, untuk memfasilitasi guru dalam menyusun sumber belajar berdasarkan Standar Kompetensi Etika Bisnis. Etika Ekonomi, yaitu nilai etika bisnis yang digunakan oleh Alabio dapat digunakan dalam bahan studi sosial di kelas VII, yaitu pada materi etika ekonomi dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi dalam kehidupan suatu perusahaan dan entitas bisnis, dan pertimbangan yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan bisnis.Kata Kunci: Etika Bisnis, Masyarakat Alabio, Pembelajaran IPS
IMPLEMENTASI NILAI PEDULI LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 27 BANJARMASIN Ma’nawiyah Ma’nawiyah; Sarbaini Sarbaini; Syaharuddin Syaharuddin
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7230

Abstract

AbstractSMP Negeri 27 Banjarmasin is one of the adiwiyata schools in Banjarmasin. The school implements the government program to create concern and awareness towards the school’s environment. This research aims to describe the environment of SMP Negeri 27 Banjarmasin based on the adiwiyata school standard as well as describing the strategy used in implementing the environmental care value in SMP Negeri 27 Banjarmasin. This research used qualitative method, where the data was collected through interview, observation, and document study. Afterwards, the data was analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. In order to validate the data, the researcher extending the observation, increasing persistence, triangulating the data, and doing member check. The result of the research shown that the condition of SMP Negeri 27 Banjarmasin, based on four aspects of adiwiyata school standard which  This implementation of environmental care could be seen in the school daily activities such as piket kelas, five-minutes movement, and Jumat Bersih.Keywords:  Implementation, value, environmental care  AbstrakSMP Negeri 27 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah adiwiyata di Banjarmasin. Sekolah melaksanakan program pemerintah untuk mewujudkan kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan sekolah SMP Negeri 27 Banjarmasin menurut standar sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan kondisi lingkungan sekolah SMP Negeri 27 Banjarmasin menurut standar sekolah adiwiyata ditinjau dari beberapa aspek. Bentuk-bentuk implementasi nilai peduli lingkungan tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah sebagai budaya sekolah seperti kegiatan piket kelas, gerakan lima menit, dan kegiatan Jumat Bersih.Kata Kunci: Implementasi, Nilai, Peduli Lingkungan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK POKOK BAHASAN PARTISIPASI DALAM USAHA PEMBELAAN NEGARA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DI KELAS IX B SMP NEGERI 2 SALAMBABARIS Wahidah Wahidah
JURNAL SOCIUS Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v8i2.7222

Abstract

Abstract Learning Civics in the Junior High School 2 Salam  Babaris generally still delivered by lecture and question and answer, the teacher-centered learning is that students tend to be passive. This problem is one of the factors that lead to a lack of critical thinking ability of students to the problems that are facing today, where students always want to be successful in the achievement but do not want the business or in other words to learn, so much replay value of the unfinished or under KKM (KKM: 70). The research objective was to determine the application of problem-based learning model to increase students' critical thinking subjects Citizenship Education (Civics) classes IX B  in SMP Negeri 2 Salam Babaris in 2012.The research method used in the study of this class action is a method of qualitative analysis, which essentially emphasizes the depiction of business any matters related to improving students' critical thinking skills in depth. In qualitative analysis, the researcher emphasizes the deepening of the subject matter especially on critical thinking skills of students in Civics subject, so that can be identified and analyzed the problems that arise and then held reflection to look for alternative solutions. The research process began in September 2012 until October 2012, the number of samples of 29 people from class IX B.The results showed that: (1) students' critical thinking skills class IX B SMP Negeri 2 Greeting Babaris for using problem-based learning model increases, (2) response class IX Bstudents of SMP Negeri 2 Salam Babaris regards to the use of problem-based learning model showed that students pleased to learn Civics.    Keywords: Critical Thinking Skills, Problem-Based Learning Model (PBM), Civics.AbstrakBelajar kewarganegaraan di SMP 2 Salam Babaris umumnya masih disampaikan oleh kuliah dan pertanyaan dan jawaban, berpusat pada guru belajar adalah bahwa peserta didik cenderung pasif. Masalah ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya kemampuan berpikir kritis peserta didik untuk masalah-masalah yang dihadapi saat ini, dimana peserta didik selalu ingin menjadi sukses dalam pencapaian tetapi tidak ingin bisnis atau dengan kata lain untuk belajar , begitu banyak replay nilai belum selesai atau di bawah KKM (KKM: 70). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk peningkatan peserta didik berpikir kritis subyek pendidikan kewarganegaraan (Pancasila) kelas B IX di SMP Negeri 2 Salam Babaris pada tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode analisis secara kualitatif, yang pada dasarnya menekankan penggambaran bisnis hal-hal terkait dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara mendalam. Dalam analisis secara kualitatif, peneliti menekankan pendalaman materi subjek terutama pada keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam subjek kewarganegaraan, agar dapat diidentifikasi dan menganalisa masalah-masalah yang timbul dan kemudian diselenggarakan refleksi untuk mencari solusi alternatif. Proses penelitian dimulai pada bulan September 2012 hingga Oktober 2012, jumlah sampel dari 29 orang dari kelas IX B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahapeserta didik keterampilan berpikir kritis kelas IX B SMP Negeri 2 salam Babaris untuk menggunakan berbasis masalah belajar model meningkat, (2) respon kelas IX Bstudents dari SMP Negeri 2 Salam Babaris salam untuk penggunaan pembelajaran berbasis masalah model ini menunjukkan bahwa peserta didik senang belajar kewarganegaraan.   Kata kunci: Keterampilan berpikir kritis, berbasis masalah belajar Model (PBM), Pancasila.

Page 1 of 1 | Total Record : 10