cover
Contact Name
Dyah Kusuma Wardhani
Contact Email
dyah.wardhani@ciputra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.aksen@ciputra.ac.id
Editorial Address
UC Town, Citraland Surabaya 60219
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Aksen : Journal of Design and Creative Industry
ISSN : 24772593     EISSN : 24772607     DOI : https://doi.org/10.37715/aksen
Core Subject : Engineering,
This bi-annual journal published every April and October, managed by the Interior Architecture Department of Ciputra University. AKSEN-Journal of Design & Creative Industry invites professionals in the academic world, practitioners, researchers, and students to disseminate the latest ideas and knowledge in the field of Architecture, Interior Design, Creative Industry and Design Management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018)" : 5 Documents clear
PERANCANGAN SHOWROOM MAESTRO MUSIK DI SURABAYA Wahyudi, Michelle Chientania; Nuradhi, Maureen; Rahadiyanti, Melania
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.798 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.663

Abstract

Perkembangan jaman yang pesat dan kondisi persaingan bisnis yang semakin kuat membuat setiap perusahaan harus memberikan inovasi dan keunggulan dalam menyampaikan produknya di masyarakat. Demikian pula halnya dengan perusahaan ritel yang saling berlomba dalam menarik minat masyarakat untuk membeli produknya. Maestro Musik merupakan sebuah toko alat musik yang telah berdiri lama di kota Surabaya. Sebagai toko ritel penjual alat musik Maestro Musik memiliki pesaing bisnis yang cukup ketat. Untuk dapat bersaing dan menjawab kondisi masyarakat jaman sekarang pemilik Maestro Musik memutuskan untuk mengadakan pembaharuan tampilan eksterior dan interior tokonya agar lebih menarik dan tercipta suasana berbelanja yang lebih nyaman. Dilatarbelakangi pula oleh kondisi showroom Maestro Musik yang memiliki pengaturan ruang-ruang dan sirkulasi yang tidak teratur dikarenakan berdiri pada bangunan bekas rumah tinggal dengan bentukan memanjang kebelakang sehingga perlu dilakukan desain ulang. Terlebih juga dikarenakan adanya keinginan pemilik untuk menambahkan ruang kursus musik yang memerlukan desain akustik khusus sehingga perlu kehadiran konsultan interior dalam membantu pemilik mengatasi problem dan menjawab kebutuhan yang ada. Problem dan kebutuhan yang ada dijawab dengan konsep desain bernama Arena Stage. Arena Stage merupakan salah satu bentukan layout stage panggung pertunjukan musik dengan posisi stage ditengah dikelilingi area duduk penonton. Konsep desain ini akan menjawab ketiga permasalahan utama yang diangkat yaitu mengenai tampilan eksterior dan interior yang menarik, sirkulasi, dan akustika tepat.
CONNECTING CORE, DESAIN RAMAH LINGKUNGAN YANG BERTEKNOLOGI UNTUK NATASHA SKIN CLINIC CENTRE Djajadi, Nadine; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.276 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.664

Abstract

Natasha Skin Clinic Centre adalah sebuah klinik kecantikan terkemuka di Indonesia yang melayani perawatan kulit wajah dan rambut untuk remaja, wanita, dan pria. Klinik membutuhkan desain baru yang menonjol dan ramah lingkungan sesuai dengan brand klinik when nature meets technology. Klinik yang dirancang berada di pusat kota Sidoarjo dan menjadi satu-satunya klinik cabang Natasha yang berada di kota itu. Tidak dipungkiri bahwa klinik selalu dipadati dengan pengunjung hingga menyebabkan kapasitas ruang tunggu tidak memadai. Dengan menggunakan metode observasi lapangan, wawancara pengguna, dan studi literatur, konsep desain yang tepat dapat dihasilkan untuk menyelesaikan beragam permasalahan klinik. Connecting Core adalah konsep yang diangkat dalam perancangan yang menonjolkan adanya masa penghubung yang menghubungkan dua masa bangunan, masa nature dan masa technology. Pembagian masa ini didasari oleh implementasi brand Natasha Skin Clinic Centre, when nature meets technology, dimana setiap pertemuan pasti membutuhkan penghubung. Masa penghubung atau connecting area, dijadikan poin utama yang ditonjolkan dalam perancangan karena berfungsi sebagai penghubung yang terdiri dari ruang yang menjual serta berfungsi sebagai media untuk memasukkan pencahayaan alami dan view melalui void dan inner courtyard. Semua pencapaian itu juga didukung oleh adanya penghawaan alami dan teknologi lain seperti solar tube chandellier, automatic window, rainwater harvesting, greywater recycling dan glass roof solar panel. Dengan strategi tersebut, klinik dapat memenuhi aspek smart and green building dan masuk ke dalam kategori gold untuk green building for interior space menurut GBCI serta dapat menghemat biaya pencahayaan buatan sebanyak 44%, penghawaan buatan sebanyak 21%, konsumsi air bersih sebanyak 15.7%, dan listrik sebanyak 81%.
PERANCANGAN INTERIOR ARSITEKTUR KANTOR KIELI DECORATION Lauren, Stefani; Kusumowidagdo, Astrid; Wardhani, Dyah Kusuma
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.918 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.665

Abstract

Kieli Decoration merupakan perusahaan jasa dekorasi pernikahan, pertunangan, pemberkatan nikah dan bridal shower dengan spesialisasi tema internasional yang bergerak di wilayah Jawa Tengah yang lebih berfokus di kota Semarang. Dekorasi pernikahan yang ditawarkan yaitu tematik maupun non tematik dan di dalam maupun di luar gedung. Latar belakang perancangan dari kantor Kieli Decoration yaitu membutuhkan sumber daya fisik untuk operasional perusahaan serta untuk menerima klien berkonsultasi. Selain itu, banyak perusahaan jasa dekorasi pernikahan di kota Semarang belum memikirkan desain kantor yang menarik dan mendukung kinerja serta produktivitas karyawan. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara serta studi pustaka mengenai kantor terutama kantor dekorasi pernikahan. Desain kantor Kieli Decoration memiliki konsep “Collaborative Space”, konsep tersebut mengutamakan cara kerja perusahaan yaitu kolaboratif agar kinerja staf lebih produktif dan lebih mudah. Diwujudkan dengan open space dan terdapat beberapa multipurpose workspace. Penerapan branding perusahaan diterapkan dari segi warna logo dan bentukan logo. Branding diterapkan di warna dinding, pola lantai, bentuk furnitur, penataan fungsi area, penggabungan fungsi area, penggunaan artwork. Area klien dan area staf dipisahkan termasuk juga aksesnya agar lebih profesional. Proyek kantor ini fokus mengejar desain yang dapat mencerminkan karakter perusahaan, mendukung cara kerja perusahaan dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada guna untuk meningkatkan produktivitas dan daya jual perusahaan serta agar dapat memberikan fasilitas yang maksimal bagi para klien.
PERANCANGAN HEALTHY FOOD MONKEY CAFÉ DI SURABAYA Veronica, Veronica; Istanto, Freddy H.; Susan, Y.
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.769 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.666

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan sarana tempat berkumpul dan bersosialisasi. Sarana tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan tidak menimbulkan kerusakan alam secara berlebihan. Salah satu sarana yang ditawarkan sebagai tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi adalah kafe. Monkey Café adalah sebuah café yang menjual makanan sehat dan dikerjakan oleh VRO Inarchi Studio dengan konsep yang ramah lingkungan dengan penerapan green design berdasarkan parameter GBCI (Green Building Council Indonesia) dan konsep desain yang menyenangkan dengan ragam bentukan yang diterapkan sesuai dengan brand Monkey Café dan konsep platanos dengan style industrial. Penerapan desain ramah lingkungan (green design) menurut GBCI Rating Tools ver. 1.0, yaitu menyediakan area hijau dengan luasan 20% dari luas halaman/ luar bangunan yang memenuhi parameter. Menggunakan lampu hemat energi dan jendela untuk memaksimalkan pencahayaan alami dengan total penghematan 52% dari total seluruh daya penerangan dan peralatan hemat energi.Melakukan penghematan air dengan sistem greywater recycle dengan berhemat 1050 Liter/ hari dan 13800 Liter/ tahunnya, menggunakan air bekas mencuci tangan dan juga dapur untuk toilet flush dan menyiram tanaman. Material tidak beracun seperti tidak ada kandungan asbes dan rendah VOC (Voaltile Organic Compound). Proses awal hingga akhir dirancang dan realisasikan dengan sertifikasi GA, GP, ISO 14001, LEI atau FSC untuk material. Penerapan konsep sesuai dengan brand dan konsep platanos yaitu dengan memberikan bentukan yang beragam pada furnitur dan aksen warna kuning untuk menguatkan konsep.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR KANTOR PERHUTANI DEPARTEMEN PERENCANAAN DI SURABAYA Andarina, Deansha Ghaisani; Kusumowidagdo, Astrid; Kusumawardhani, Dyah
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.823 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i1.662

Abstract

Tugas akhir ini berisi tentang penelitian desain sebuah kantor pemerintahan yaitu kantor Perum Perhutani Departemen Perencanaan. Kantor Perum Perhutani ini merupakan sebuah kantor yang bekerja di bidang pelestarian hutan. Dengan meningkatkan sebuah ciri khas dari perusahaan pada suatu bentuk ruang maka akan meningkatkan pula sistem kerja dan identitas dari perusahaan tersebut ke masyarakat luar. Konsep yang diambil adalah Foresta, agar identitas dari perusahaan dapat lebih terlihat. Penggunaan tanaman pada interiornya disesuaikan dengan keadaan asli dari tempat yang akan didesain. Dengan penambahan interior lansekap ini menjadikan salah satu cara mudah masyarakat untuk memperbaiki udara pada area eksisting sekaligus salah satu cara mudah masyarakat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaplikasian desain foresta pada kantor perhutani ini yaitu dengan diambilnya bentuk organik yang tidak ekstrim pada furnitur dan sirkulasi karena dapat diketahui juga bahwa kantor ini merupakan sebuah kantor formal yang memiliki sifat keteraturan. Selain itu adanya bentuk repetisi dinding berbentuk kisi-kisi sejajar untuk menciptakan bentuk dalam hutan yang memiliki sifat pohon berjajar. Penggunaan warna dan bahan baku yang digunakan sesuai dengan warna natural yang ada di hutan, seperti warna hijau, cokelat, dan tekstur kayu muda maupun tua. Suasana kerja yang dibuat juga natural dengan penggunaaan pencahayaan buatan dengan warna putih natural agar lebih menciptakan suasana yang bersih dan nyaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 5