cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 3 (2019)" : 5 Documents clear
Penentuan Parameter Difusi Gas Buah Tomat dengan Spektrometer Fotoakustik Laser CO2 Menggunakan Pelacak Gas SF6 Moh Ali Joko Wasono
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.022 KB) | DOI: 10.22146/jfi.v23i3.41404

Abstract

Telah dilakukan monitoring beberapa parameter difusi (waktu relaksasi, koefisien resistansi dan koefisien difusi) gas SF6 di dalam buah tomat (Lycopersicon esculentum) dengan menggunakan metode spektroskopi foto-akustik (SFA) laser CO2. Gas SF6 menyerap paling kuat pada garis 10P16 dan etilen pada garis laser 10P14 dengan frekuensi resonansi sebesar 1650±5 Hz. Batas deteksi terendah (BDT) yang dihasilkan oleh SFA untuk gas SF6 diperoleh 2,6±0,4ppt dan untuk etilen sebesar 0,32±0,03ppb. Monitoring difusi gas SF6 pada buah tomat dan pengukuran emisi etilen dalam kurun waktu 15 hari menghasilkan pola karakteristik waktu relaksasi, koefisien resistansi dan koefisen difusi terhadap emisi etilen. Dalam proses pematangan, waktu relaksasi dan koefisien resistansi buah tomat mengalami penurunan masing-masing dari 2,85±0,07 menit ke 0,86±0,01 menit dan dari (5,95±0,27)x102 detik cm-1 ke (1,53±0,06)x102 detik cm-1.Sedang  koefisien difusi mengalamai kenaikan dari (1,73±0,01)x10-2 cm2 detik-1 ke (6,70±0,03)x10-2 cm2 detik-1. Dari hasil tersebut dapat direkomendasikan kepada pengelola pengendalian pematangan buah tomat untuk mendapatkan optimasi parameter difusi sehingga diperoleh pematangan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Perhitungan Numerik Efek Doppler dalam Ruang-Waktu Schwarzschild dengan Sumber dan Penerima yang Bergerak Arief Hermanto
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.483 KB) | DOI: 10.22146/jfi.v23i3.50645

Abstract

Efek Doppler adalah adanya perbedaan antara frekuensi yang ditangkap oleh penerima dengan yang dipancarkan sumber. Ini merupakan topik baku yang dibahas dalam buku-buku ajar. Dalam konteks Teori Relativitas Umum buku ajar selalu membatasi diri pada kasus khusus di mana baik sumber maupun penerima berada dalam keadaan diam. Dalam penelitian ini akan diselidiki kasus yang lebih umum yaitu kasus di mana baik sumber maupun penerima berada dalam keadaan bergerak. Karena gerak sumber dan penerima bisa sembarang maka tidak semuanya bisa dianalisis secara analitik; diperlukan perhitungan secara numerik. Dalam penelitian ini akan ditekankan perhitungan numerik secara konseptual sehingga dalam konteks ini akan digunakan Excel  beserta VBA sebagai bahasa pemrograman yang dirasa paling tepat.
Prototipe Gelang Pencegah Penculikan Bayi Catur - Suharinto
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.874 KB) | DOI: 10.22146/jfi.v23i3.51254

Abstract

Kejadian sentinel merupakan Kejadian Tidak Diharapkan yang mengakibatkan kematian, cedera permanen, atau cedera berat yang temporer dan membutuhkan  intervensi untuk mempetahankan kehidupan, baik fisik maupun psikis, yang tidak terkait dengan perjalanan penyakit atau keadaan pasien. Salah satu kejadian sentinel di Rumahsakit adalah insiden penculikan bayi. Tingkat pengamanan yang optimal diperlukan dalam mencegah insiden penculikan, tanpa mengurangi kenyamanan obyek yang di amankan. Untuk ikut serta dalam usaha mencegah insiden penculikan bayi, penulis tertarik untuk merancang prototipe gelang pencegah penculikan bayi. Prinsip dasar dari prototipe gelang tersebut adalah dengan cara memasangkan dua buah modul Bluetooth yang telah di binding secara permanen. Pada saat komunikasi antara dua modul Bluetooth tersebut terputus karena jarak yang terlalu jauh, atau salah satu modul Bluetooth dirusak maka akan memicu alarm sehingga tindakan penculikan bayi dapat segera di antisipasi.
Pengaruh Penambahan (MoO3-SiO2) pada Coating AlNiCrCu yang difabrikasikan dengan Metode Paduan Mekanik hariyati hariyati
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.679 KB) | DOI: 10.22146/jfi.v23i3.51711

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesa lapisan komposit AlNiCrCu-(MoO3-SiO2) pada pelat baja karbon rendah. Material  coating AlNiCrCu-(MoO3-SiO2) dicampur dan dimiling untuk menjadi serbuk halus dengan menggunakan metode paduan mechanical alloying (MA). Hasil penampang lintang (cross-section) dapat memperlihatkan bahwa coating AlNiCrCu-(MoO3-SiO2) telah berhasil terdeposisi dengan baik pada substrat baja karbon rendah dengan menggunakan metode paduan mechanical alloying (MA) dan memiliki nilai rata-rata ketebalan lapisan permukaan sebesar 38,162 µm-52,662 µm. Hasil analisa surface morfology permukaan dengan penambahan (MoO3-SiO2) pada penambahan konsentrasi (MoO3-SiO2) sebesar 42% memiliki paduan morfologi  yang paling baik daripada sampel yang lain karena memiliki poros yang lebih sedikit. Hasil uji oksidasi cyclic pada suhu 800°C selama 10 siklus selama 200 jam (perhari 20 jam) dengan menggunakan muffle furnace menunjukkan bahwa semakin meningkat pertambahan massa maka difusi oksigen yang masuk pada permukaan semakin cepat. 
Karakteristik Pemantulan dan Pembiasan Gelombang Elektromagnetik Terpolarisasi-s Pada Bidang Batas Kiri Bahan Antiferomagnetik FeF2 Dalam Konfigurasi Faraday Azizatun Naafiah
Jurnal Fisika Indonesia Vol 23, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.098 KB) | DOI: 10.22146/jfi.v23i3.51781

Abstract

Analisis teoretis dan komputasi telah dilakukan tentang pemantulan dan pembiasan gelombang elektromagnetik terpolarisasi-s dengan Konfigurasi Faraday (medan magnet luar diarahkan sejajar terhadap bidang datang). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh perubahan arah medan magnet luar (Ho) dan sudut datang (θ) terhadap nilai reflektansi dan transmitansi. Hasil komputasi menunjukkan bahwa reflektansi dan transmitansi gelombang elektromagnetik pada sisi kiri dan bawah bersifat resiprok (tidak terjadi perubahan nilai ketika adanya perubahan arah Ho dan θ) atau dapat dituliskan F(θ)=F(-θ) dan F(Ho)=F(-Ho). Hasil reflektansi dan transmitansi gelombang elektromagnetik terpolarisasi-s pada penelitian ini dengan penelitian Devis (2008) memiliki sifat yang sama tetapi nilai puncak Rsp(reflektansi gelombang elektromagnetik terpolarisasi-s yang menghasilkan gelombang pantul terpolarisasi-p) berbeda di sekitar frekuensi 52,45 cm-1. Selain itu, nilai sudut kritis yang dapat menyebabkan terjadinya pemantulan sempurna adalah 25,23° jika ditinjau di dalam bahan dan 90° jika ditinjau di luar bahan magnet.

Page 1 of 1 | Total Record : 5