cover
Contact Name
Pratiwi Puji Lestari
Contact Email
jmr.kebidanan.umbanjarmasin@gmail.com
Phone
+62511363002
Journal Mail Official
jmr.kebidanan.umbanjarmasin@gmail.com
Editorial Address
Jl. S.Parman Komplek Rumah Sakit Islam
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Midwifery and Reproduction
ISSN : 25980068     EISSN : 25980068     DOI : https://doi.org/10.35747
Core Subject : Health,
The Journal of Midwifery and Reproduction have a spesific focus and scope. The Focus and scope of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of midwifery and reproduction health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN PEKERJAAN DENGANKUALITAS STIMULASI IBU PADA ANAK GEMUK USIA 2-5 TAHUN Wulandari Wulandari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.056 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.421

Abstract

Stimulasi merupakan aspek kebutuhan dasar manusia. Anak gemuk memiliki kondisi yang rentan terhadap masalah kesehatan fisik dan motorik. Pemberian stimulasi pada masa anak-anak awal dapat menunjang kemampuan anak. Pengasuhan dalam keluarga pada umumnya dilakukan oleh ibu sebagai pengasuh utama. Kondisi dan sifat dari pekerjaan ibu mempengaruhi kualitas pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik orang tua dengan kualitas stimulasi pada anak gemuk usia 2-5 tahun. Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 160 anak gemuk usia 2-5 tahun di wialayah kerja Puskesmas Kalasan. Pekerjaan anak berhubungan secara signifikan dengan kualitas stimulasi (p=0.028). Kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan positif (C=0.174). Ibu rumah tangga memiliki kualitas stimulasi yang lebih baik dibandingkan dengan ibu bekerja.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE Domas Nurchandra Pramudyanti; Mirawati Mirawati; Fika Aulia
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.903 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.423

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Kesehatan reproduksi di kalangan wanita merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Masalah kesehatan organ reproduksi pada remaja perlu mendapat perhatian yang serius, karena masalah tersebut paling sering muncul pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sering kali remaja mengabaikan pentingnya berperilaku sehat terutama dalam menjaga organ vagina agar terhindar dari berbagai penyakit yang sering dijumpai pada kesehatan organ vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan dengan metode peer group terhadap pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dengan pre-post with control group designSampel dalam penelitian ini didapatkan pada bulan Juni berjumlah 30 orang siswi yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin dan dibagi menjadi 2 kelompok, terdapat 15 orang responden masuk kelompok intervensi dan 15 orang masuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji “Wilcoxon Signed Rank Test” yaitu untuk mengetahui perbedaan (komparasi) antara sebelum dan sesudah dengan menggunakan skala data ordinal. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan personal hygiene pada remaja putri dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan metode Peer Group Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Remaja Putri dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai pengetahuan personal hygiene antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode peer group pada kelompok intervensi
THE STUDENTS’ COMPREHENSION ON THE PHILOSOPHY OF MATERNITY CARE “WOMEN CENTERED CARE” BASED ON THE REPORT OF CONTINUITY OF CARE (COC) Rr Sri Nuriaty Masdiputri; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.973 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.459

Abstract

Background: The mortality rate of maternal woman in Indonesia has significantly increased reaching 359 per 100.000 live births. One solution to decrease the number of mortality rate of maternal woman is through high quality maternity care. The qualified midwifes come from a standard of education based on the philosophy of maternity care. Continuity care (COC)maternal clinic model of learning is proven in giving wide chances for the student to learn the philosophy. Objectives: reveals the level and form of students’ comprehension toward the maternity care “woman centered care”philosophy, the application of PKK-CoC, and the quality of maternity careCoC in STIKES Estu Utomo Boyolali. Method: this study is carried under mixed method and sequential explanatory strategy. The quatitative parts are fulfilled by the use of analitic descriptive design, while the quantitative side is carried under case study design. The population and sample of this study is 55 students of STIKES Estu Utomo Boyolali who have taken PKK-CoC. The sample for qualitative design is taken using mixed purposive sampling which are criterion and intensity sampling. Result: qualitatively, students overall comprehension is good. However, the documentation of maternity carein partnership care is still ineffective. Quantitatively, students overall comprehension on personalized care, holistic care, collaborative care, and evidence based care is also good. Partnership care is the only aspect considered in effective. Conclusion: the maternitycare continuity of care shows that client and family are in good heatlth, all the caregiven shows zero mortality rate, client fells safe and comfortable, and client has correct and fast care. It is also found that students’ confidence, skills, and comprehension are increased. It is suggested that the stakeholder can include the PKK-CoC model into curriculum of midwife education
HUBUNGAN DUKUNGAN PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP KELANCARAN PERSALINAN DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1 TAHUN 2019 Bardiati Ulfah; Asty Susanti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.727 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.420

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization (WHO) memperkirakan 10,7 juta perempuan telah meninggal karena melahirkan. Kematian ibu sekitar 25-50% berhubungan dengan masalah kesehatan, persalinan, dan nifas. Kematian ibu bersalin secara umum dipengaruhi tiga faktor berupa passage (jalan lahir), passanger (janin), power (kekuatan), sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya yaitu kurangnya dukungan dari keluarga, khususnya peran serta suami dalam proses kehamilan dan persalinan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan pendamping persalinan terhadap kelancaran persalinan di Puskesmas Martapura 1 tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji chi-square. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 tahun 2019, dengan teknik Accidental Sampling. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang berjumlah 35 (60%) reponden, dengan pendamping yaitu sebanyak 21 orang dan tidak didampingi sebanyak 14 ibu bersalin, proses persalinan lancar yaitu sebanyak 24 (68,6%) ibu bersalin, dan 10 ibu bersalin dikatagorikan tidak lancar, hasil Uji chi-square menunjukkan nilai P=0,007, ada hubungan antara dukungan pendamping persalinan dengan kelancaran persalinan. Kesimpulan:.Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk selalu didampingi orang terdekatnya selama persalinan sebagai salah satu upaya pelaksanaan asuhan sayang ibu
PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2017 Siti Maria Ulfah; Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.634 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.419

Abstract

Pendahuluan: UNICEF pada tahun 2007 mengeluarkan protokol baru tentang ”ASI segera” sebagai tindakan ”life saving” atau untuk menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir yang harus diketahui setiap tenaga kesehatan. Di Indonesia, hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran dan 8% ibu memberi ASI eskiusif terhadap bayinya sampai 6 bulan. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia 28 hari) dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini. Target nasional pemberian ASI eksklusif program pada tahun 2014 sebesar 80%, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% dan dalam pelaksanaan perlu adanya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang mendukung IMD dengan kategori baik yaitu 16.6%, cukup 13.3% dan kurang 70%, dukungan keluarga terhadap IMD yaitu yang mendukung 63.3% dan yang tidak mendukung 36.7%, dorongan tenaga kesehatan yaitu yang mendukung 56.7% dan yang tidak mendukung 43.3%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pengetahuan ibu terhadap IMD kategori baik 16,6%, dukungan keluarga 63,3% dan dukungan tenaga kesehatan 56.7%

Page 1 of 1 | Total Record : 5