cover
Contact Name
Moh. Zainol Kamal
Contact Email
tafhimilmi@gmail.com
Phone
+6281936427791
Journal Mail Official
tafhimilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Tafhim Al-'Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 22524924     EISSN : 25797182     DOI : 10.37459
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Tafhim Al-‘ilmi merupakan jurnal ilmiah dengan terbitan berkala setiap enam bulan yang diterbitkan dengan menggunakan peer review. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil telaah pustaka dan penelitian yang telah dilakukan para akademisi dengan bidang kajian pendidikan dan pemikiran keislaman dalam bentuk artikel ilmiah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017" : 5 Documents clear
Diskursus Turath dalam Pemikiran Arab-Islam Kontemporer: Suatu Pendahuluan Ahmad Effendi
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Turath telah mencakup pelbagai bidang ilmu yang merupakan manifestasi dari pemahaman manusia terhadap wahyu. Pemahaman ulama klasik terhadap wahyu telah melahirkan ilmu rasional keagamaan mahupun ilmu keagamaan murni, sehingga antara wahyu dengan turath mempunyai hubungan yang amat kuat. Tidak ada turath yang berdiri sendiri, melainkan senantiasa berkaitan dengan wahyu dan faktor sosial yang terus melingkunginya. Maka, turath merupakan landasan bagi mencapai kemajuan dan landasan dalam menghadapi tuntutan modern. Kata Kunci: Turath, Pemikiran Arab-Islam, Kontemporer.
Pesantren Sebagai Sub Sistem Pendidikan Nasional Perspektif Sejarah Ahmad Sulton
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tumbuh sejak datangnya Islam di Indonesia, yakni pada abad ke 13 dan terus mengalami kemajuan sejak abad ke 17 M. Pada abad ke-18 M dan seterusnya, pondok pesantren semakin menunjukkan kematangannya. Pesantren didirikan sebagai lembaga basis tafaqquh fi al-din yang bertujuan untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan memprioritaskan moralitas dalam beragama sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Dalam persfektif historis, pondok pesantren dapat dikatakan sebagai training center, sekaligus dijadikan sebagai cultural central Islam yang dilembagakan oleh masyarakat Islam dan secara de facto tidak dapat diabaikan oleh pemerintah. Eksistensi pondok pesantren dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia menjadi bagian integral dari lembaga keagamaan berdasarkan konteks Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Kata kunci: pesantren, sistem pendidikan nasional.
Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam: Analisis Kritis Terhadap Buku Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Amin
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Pendidikan Islam selama ini selalu dianggap pendidikan nomor dua dari pendidikan umum. Mulai dari aspek kualitas pendidikan sampai pendanaan pendidikan itu sendiri. Pendidikan Islam dianggap pendidikan yang hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat teosentris dan ditengarai tidak memiliki landasan filosofi yang jelas dan bahkan dicurigai menjiplak landasan filsafat pendidikan umum (barat). Dalam tulisan ini penulis menganalisis dengan kritis terhadap buku filsafat pendidikan Islam yang sering dipakai oleh mahasiswa maupun dosen sebagai salah satu rujukan dalam proses pembelajaran filsafat pendidikan Islam untuk menelusuri kejelasan asal usul filsafat pendidikan Islam yang melahirkan ilmu pendidikan Islam itu sendiri yang kemudian diajarkan secara luas pada tiap-tiap lembaga pendidikan Islam baik di kota-kota besar terlebih lagi di desa-desa di seluruh Indonesia. Kata kunci: rekonstruksi, filsafat, pendidikan Islam, pendidikan kritis.
Apresiasi Pondok Pesantren Terhadap Peradaban Modern dan Pengembangannya Sebagai Organisasi Pembelajaran Fathor Rachman
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang apresiasi pondok pesantren dalam menghadapi perkembangan peradaban modern dan pengembangannya sebagai organisasi pembelajaran.Pendekatan kajian dalam artikel ini menggunakan analisis kritis terhadap berbagai macam literatur tentang pondok pesantren dan organisasi pembelajaran. Hasil kajian ini menemukan bahwa sebagai organisasi pendidikan, pondok pesantren memiliki visi, misi dan tujuan yang sangat terbuka dalam mengembangkan potensi organisasinya, dan sangat akomodatif terhadap berbagai perubahan yang dibawa oleh peradaban modern.Pengembangan pondok pesantren sebagai organisai pembelajaran sangat terbuka, karena pesantren mampu melakukan beberapa inovasi dan transformasi diri dalam menghadapi tuntutan peradaban modern yang ditujukan untuk merespons modernitas dan industrialisasi Kata kunci: pondok pesantren, peradaban modern, pengembangan pesantren, organisasi pembelajaran.
Quo Vadis Profesionalisme Guru dan Dosen Ach. Khatib; Abdul Halim
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep dan orientasi peningkatan profesionalisme guru/dosen yang telah menjadi kebijakan pemerintah melalui UUGD. Peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru harus segera dipikirkan. Selama ini guru dan dosen memang menjadi problem utama lemahnya mutu pendidikan nasional. Program sertifikasi belum mampu menupang secara maksimal terhadap peningkatan komepensi guru. Karenanya, harus segera merubah wajah dan mencari formulasi baru tentang bentuk pelaksanaan diklat, hingga memberikan kebebasan akademik atau otonomi guru/dosen yang seluas-seluasnya tanpa dihadapkan pada situasi birokratis di lingkungan sekolah atau dinas terkait. Selain itu, pengembangan profesionalisme guru membutuhkan kebijakan pemerintah yang benar-benar menyentuh terhadap persoalan keguruan dan dosen. Kata kunci: Quo Vadis, Profesionalisme, Guru, Dosen

Page 1 of 1 | Total Record : 5