cover
Contact Name
Dhini Anggraini Dhilon
Contact Email
jurnaldoppler@gmail.com
Phone
+6281365593206
Journal Mail Official
jurnaldoppler@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang - Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Doppler
ISSN : -     EISSN : 25803123     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Doppler is a journal on midwifery. This journal is managed by midwifery program and supervised by Lembaga Penelitian Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Doppler (JD) is registered with eISSN : 2580-3123. JD is published twice a year. The journal publishes articles about midwifery care, evidence based in midwifery and all about issue that related to midwifery. JD follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription. Manuscript should be prepared according to the following author guidelines template.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2021)" : 16 Documents clear
PENGARUH PIJAT WOOLWICH TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK SRI WAHYUNI DESA AEK HITETORAS KECAMATAN MARBAU KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Eka Sri Wahyuni; Mutiara Dwi Yanti; Peny Ariani; Vitrilina Hutabarar; Tetty Junita Purba; Nurhamidah Siregar
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding for 6 months has been scientifically proven to meet the nutritional needs of babies. The mother's ineligibleness in providing exclusive breast milk is one of the causes of the mother's lack of confidence that the mother's breast milk is able to meet the nutritional needs in her baby. Breast milk that does not come out or breast milk comes out only slightly makes the mother feel that her breast milk is not enough so the mother chooses to provide her baby with formula milk on her baby. Concerns in the mother will result in oxytocin hormone inhibited. Where this hormone is very impactful for the production of prolactin hormone as stimulation of breast milk production. The effort that can be made one of them to stimulate hormone prolactin and oxytocin is to give the mother a taste or relax sensation. That's by way of woolwich massage. the purpose of this research is to find out the effect of Woolwich massage on breast milk production in sri wahyuni clinic in marbau sub-district. The benefits are to help mothers post partum to increase their breast milk production, so it is expected that the mother can provide her breast milk exclusively for 6 months. The samples in this study had no counter indication of this research method using quasi experiment with pre test-post test design with control group. The results showed that the average expenditure of breast milk before doing a Woolwich massage was (26.93) with a standard deviation (7,905) and the average after doing a Woolwich massage was (83.93) with a standard deviation (7,713) with sig < 0.05. Conclusion: there was an increase in secretions and the amount of breast milk expenditure after woolwich massage was given.
DETERMINAN SOSIAL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA RANAH SINGKUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR Syukrianti Syahda
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2017 sekitar 150,8 juta (22,2%) balita di dunia mengalami stunting yang berasal dari Asia (55%). Indonesia termasuk negara dengan prevalensi tertinggi di Regional Asia Tenggara. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Provinsi Riau menempati urutan ke 4 dari 34 Provinsi untuk persentase Balita stunting, yaitu sebesar 27,4%. Persentase stunting di Kabupaten Kampar naik sebesar 8% dari 9,6% ditahun 2017 menjadi 17,6% ditahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan sosial terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Ranah Singkuang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita tahun 2020 sebanyak 90 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting p value 0,008 (p≤ 0,005), ada hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting p value 0,043 (p≤ 0,005), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian stunting p value 0,3 (p≥0,005), ada hubungan sanitasi dengan kejadian stunting p value 0,011 (p≤ 0,005) dan ada hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting p value 0,002 (p≤ 0,005). Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif dalam mencari informasi dengan cara mengikuti penyuluhan yang di lakukan puskesmas mengenai stunting dan kepada Puskesmas untuk dapat memberikan informasi tentang stunting disetiap pertemuan ibu-ibu seperti wirid pengajian tentang jenis serta cara pengolahan makanan tambahan pada balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA PULAU JAMBU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2020 Endang Mayasari; Erma Kasumayanti
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Angka balita gizi kurang di Propinsi Riau dari tahun ke tahun meningkat, tercatat dari 12,4% pada tahun 2015, meningkat menjadi 14,2% pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 meningkat lagi menjadi 19,27%. Propinsi Riau sendiri menjadi propinsi yang memiliki jumlah balita sangat kurus terbanyak dari semua propinsi yang ada di Indonesia di tahun 2017 dengan persentase 12,2% dari semua jumlah balita yang ada dan pada tahun 2018 adaah sebesar 23,1%.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional., ada hubungan yang signitifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita nilai p = 0,002 (p
HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2020 ade dita puteri
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilisasi dini merupakan faktor yang mendukung dalam mempercepat pemulihan pasca bedah dan dapat mencegah komplikasi pasca bedah. Dengan mobilisasi dini vascularisasi menjadi lebih baik sehingga akan mempengaruhi penyembuhan luka operasi karena luka membutuhkan peredaran darah yang baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel. Tujuan laporan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Mobilisasi Dini dengan Penyembuhan Luka SC di RSUD Bangkinang tahun 2020. Desain Penelitian ini menggunakan case control, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 - 28 Oktober Tahun 2020 di RSUD Bangkinang, Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan SC di RSUD Bangkinang Tahun 2018 sebanyak 183 orang dan tahun 2019 sebanyak 171 orang, sampel penelitian ini adalah ibu dengan SC yang dirawat lebih dari 5 hari yang tercatat di Rekam Medik (RM) RSUD Bangkinang Tahun 2018 dan 2019 yang berjumlah sebanyak 33 orang. Sedangkan kelompok kontrol adalah ibu dengan SC yang dirawat ≤ 5 hari yang tercatat di RM RSUD Bangkinang Tahun 2018 dan 2019 sejumlah 33 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik Total Sampling untuk kelompok kasus, dan simple random sampling untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa table checklis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square, estimasi interval dan estimasi titik CI 95%. Hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini dengan penyembuhan luka SC dengan P value = 0,000 dengan (OR = 17,500 ). Demikian Diharapkan tenaga kesehatan yang berada di RSUD Bangkinang dapat memberikan informasi dan pengetahuan berupa himbauan ataupun penyuluhan tentang proses penyembuhan luka SC dengan cara mobilisasi dini.
FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR Fitri Apriyanti; Fitri Meiriza Syahasti
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan terkait masalah Stunting di Indonesia. Angka Stunting mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2013 sebesar 37,2% sedangkan pada tahun 2018 menjadi 30,8%. Namun angka kejadian Stunting pada balita ini masih tergolong cukup besar. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis Faktor Sosiodemografi dan Tinggi Badan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Ranah Singkuang pada tanggal 30 Desember 2020 sampai 16 Januari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu yang memiliki anak balita di desa Ranah Singkuang wilayah Kerja Puskesmas Kampar berjumlah 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Analisa data dilakukan dengan komputerisasi, dengan analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara faktor umur ibu (p value=0,003), faktor pendapatan keluarga (p value=0,02), faktor jumlah anggota keluarga (p value=0,008), faktor Jarak Kehamilan (p value=0,003), dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting di Desa Ranah Singkuang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar dengan p value 0,004 (p value < 0,05). Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif dalam mencari informasi dengan cara mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan tentang stunting.
PENGARUH SEDUHAN TEH DAUN BANGUN-BANGUN TERHADAP PRODUKSI ASI DI KLINIK PRATAMA HARYANTARI MEDAN TAHUN 2021 Debora Paninsari Paninsari; Maria Mutiara Saragih; Susi Susanti Aritonang; Oinike Septiani Wau; Friska Nora Wati Marpaung
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode post-partum adalah periode krisis yang dialami ibu, pasangan, maupun keluarga yang bersangkutan. Salah satu yang menjadi penyebab periode krisis yaitu proses laktasi (Andina,2019). Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia (2019) Pada tahun 2019 cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah mencapai target Renstra tahun 2019 yaitu 50% . Persentase tertinggi pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar (86,26 %) dan persentase terendah terdapat pada Provinsi Papua Barat sebesar (41,12%). Untuk persentase Provinsi Sumatera Utara sebesar 59,97% sudah mencapai target. (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan menggunakan pendekatan Non-Equevalent Control Grou. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui di Klinik Pratama Haryantari berjumlah sebanyak 30 orang. hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai p-value = 0,008 dengan nilai signifikan p

Page 2 of 2 | Total Record : 16