cover
Contact Name
Program Studi PIPS UNJ
Contact Email
pipsfis@unj.ac.id
Phone
+6285266569092
Journal Mail Official
pipsfis@unj.ac.id
Editorial Address
Building K. 3nd Floor Campus A Jakarta State University, Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur, Postal Code 13220.
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Edukasi IPS
ISSN : -     EISSN : 26208768     DOI : 10.21009
Core Subject : Education, Social,
The Scientific Journal of Edukasi IPS is an Online Journal of social science education and social studies which has E-ISSN: 2620-8768 published by the Faculty of Social Science, State University of Jakarta (UNJ). Edukasi IPS published twice a year (March and August), containing 6 articles and received articles in areas: social science education, social studies, education and teaching studies, with research methodologies that meet the standards set for publication. The manuscript of the article may come from researchers, academics, practitioners, and other.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS" : 7 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VIII-C SMP Negeri 3 Terbuka Depok Tahun Ajaran 2019/2020 Annasyia, Sibthi; Safitri, Desy; Sujarwo
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.04

Abstract

This research aims to find out the implementation of Reciprocal Teaching model to increase result of social sciences learning. This research was conducted in Class VIII-C, consisting of 37 students, in Junior High School of Terbuka 3 Depok from January to March 2020. A Classroom Action Research was used in this research, consisting of two cycles, and each cycle consisted of four stages; Planning, Acting, Observing, and Reflecting. The research results showed an increase in each cycle. In cycle 1, 59% (22 students) passed the KKM (65) with an average score of 64. In cycle 2, 84% (31 students) passed the KKM (65) with an average score of 76. In addition to learning result, students activeness also improved in each cycle. The percentage of students activeness in cycle 1 was 0% for students who were very active in asking question, answering question, providing opinion, and cooperating. Meanwhile in cycle 2, the number increased to 8% for students who were very active in asking and answering question, and increased to 11% for students who were very active in providing opinion and cooperating. Thus, it can be concluded that the Reciprocal Teaching model can improve students social science learning result above the KKM (65) and improve students activeness in the aspects of asking, answering, providing opinion, and cooperating.   Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian ini dilakukan pada Kelas VIII-C yang berjumlah 37 peserta didik di SMP Negeri 3 Terbuka Depok sejak bulan Januari sampai bulan Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: Perencanaan Tindakan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Acting), Observasi (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus 1 sebesar 59% (22 peserta didik) yang memperoleh nilai diatas KKM 65 dengan rata-rata nilai 64, dan pada siklus 2 sebesar 84% (31 siswa) yang memperoleh nilai diatas KKM 65 dengan rata-rata nilai 76. Selain hasil belajar, keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase keaktifan peserta didik pada siklus 1 sebesar 0% untuk peserta didik yang sangat aktif dalam kemampuan bertanya, menjawab pertanyaan, berpendapat dan kerja sama. Kemudian pada siklus 2 meningkat dengan persentase sebesar 8% untuk peserta didik yang sangat aktif dalam kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan, serta 11% untuk peserta didik yang sangat aktif dalam kemampuan berpendapat dan kerja sama. Dengan demikian model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik diatas KKM 65 dan meningkatkan keaktifan peserta didik dalam aspek kemampuan bertanya, menjawab, berpendapat, dan kerja sama.
Kemandirian Pangan Berbasis Urban Farming Puspitaningrum, Fenny; Safitri, Desy; Istiqomah, Nurul
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.05

Abstract

Indonesia is known as an agricultural country which has abundant natural resources. However, the Indonesian government continues to carry out food import activities to meet the food needs of the community. In order to reduce import activities, food needs can be produced independently by carrying out urban farming activities. This research method uses a qualitative approach. Research subjects are members of ROSAI who have carried out urban farming activities. The results of the study concluded that (1) The reasons for the community choosing urban farming as food independence, namely (a) the ecological factor refers to the soil and water in the area of ​​Alam Indah studio housing which is very good and suitable for growing vegetable crops. (b) Economic factors refer to the people's desire to reduce expenditure but still be able to consume foods with sufficient nutrients and nutrients. (c) Social factors refer to the desire to live healthily and to start living in harmony with neighbors to avoid social conflict. (2) Urban farming activities in Alam Indah studio housing, Depok, namely (a) Organic farming is an organic farming activity without using any chemicals. (b) The organic market is a platform for members who wish to sell excess crops. (c) Farming training is a farming educational activity for beginners who want to try organic farming.   Abstrak Indonesia dikenal dengan sebutan negara agraris yang memiliki sumber kekayaan alam melimpah. Namun kegiatan impor pangan terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Demi mengurangi kegiatan impor maka kebutuhan pangan dapat di produksi sendiri dengan melakukan kegiatan urban farming. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian anggota ROSAI yang telah melakukan kegiatan urban farming. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1)Penyebab masyarakat memilih urban farming sebagai kemandirian pangan, yaitu (a)Faktor ekologi mengacu kepada tanah dan air yang berada diwilayah perumahan studio alam indah sangat baik dan cocok untuk ditanami oleh tanaman sayur. (b)Faktor ekonomi mengacu kepada keinginan masyarakat dalam mengurangi pengeluaran namun tetap dapat mengkonsumsi makanan dengan nutrizi dan gizi yang cukup. (c)Faktor sosial mengacu kepada keinginan hidup sehat serta ingin memulai hidup selaras dengan para tetangga untuk menghindari konflik sosial. (2)Kegiatan urban farming di perumahan studio alam indah, Depok yaitu (a)Bertanam organic merupakan kegiatan bertanam secara organic tanpa menggunakan bahan kimia sedikitpun. (b)Pasar organic adalah wadah bagi para anggota yang ingin mejajakan hasil panen yang berlebih. (c)Training bertanam adalah kegiatan edukasi bertanam bagi para pemula yang ingin mencoba bertanam organik.
Perilaku Konformitas Sosial Remaja terhadap Musik K-Pop Sebagai Bentuk Identitas Sosial Unit Kegiatan Mahasiswa Hallyu Up! Edutainment Bandung Putri, Listia Maulida; Budiaman; Saipiatuddin
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.02

Abstract

This research aims to determine (1) know the social conformity behavior of Hallyu Up! Edutainment Bandung on the growth of K-Pop music culture (2) find out the youth of Hallyu Up! Edutainment Student Activity Unit makes K-Pop music a form of social identity. The research methodology used is a qualitative approach with data techniques used are interviews, literature study, and observation. The method in data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate (1) social conformity behavior by teenagers. Hallyu Up! Edutainment Student Activity Unit is cohesiveness, agreement and obedience in a group to the development of K-Pop music, (2) cause of teenagers Hallyu Up! Edutainment Student Activity Unit makes K-Pop music a form of social identity in society, is (a) internal factors, including motivational factors, in-group attractiveness, interests and talents, and agreement in achieving the same goal, (b) external factors, including the influence of friendship groups and social media.                                                                                        Keywords: Social Conformity, Social Identity and K-Pop Music   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui perilaku konformitas sosial remaja Unit Kegiatan Mahasiswa Hallyu Up! Edutainment terhadap perkembangan budaya musik K-Pop (2) mengetahui remaja Unit Kegiatan Mahasiswa Hallyu Up! Edutainment menjadikan musik K-Pop sebagai bentuk identitas sosial. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kegiatan wawancara, studi pustaka, dan observasi. Metode dalam analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) perilaku konformitas sosial yang dilakukan remaja Unit Kegiatan Mahasiswa Hallyu Up! Edutainment yaitu kekompakan, kesepakatan dan ketaatan dalam sebuah kelompok terhadap perkembangan musik K-Pop, (2) penyebab remaja Unit Kegiatan Mahasiswa Hallyu Up! Edutainment menjadikan musik K-Pop sebagai bentuk identitas sosialnya di masyarakat, yaitu (a) faktor internal, diantaranya faktor motivasi, daya tarik in-group, minat dan bakat, dan kesepakatan dalam mencapai tujuan yang sama, (b) faktor eksternal, diantaranya pengaruh keompok pertemanan dan media sosial. Kata Kunci: Konformitas Sosial, Identitas Sosial, dan Musik K-Pop
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check terhadap Hasil Belajar IPS : Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII SMP As Sa’adah Jakarta Halimah, Shanti
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.06

Abstract

This study aims to obtain empirical data about the effect of the pair check type cooperative learning model on student learning outcomes in Social Sciences subjects class VIII SMP As sa'adah Jakarta. This research was conducted at SMP As sa'adah Jakarta in the odd semester of November to December 2020. The research method used was an experimental method with the Only Posttest Control Design research design. The population of this study were students of class VIII SMP As sa'adah Jakarta. The sampling technique used purposive sampling. The sample taken consisted of two classes, namely class VIII D which amounted to 30 students as the experimental class. The instrument used in this study was a learning outcome instrument in the form of a social studies learning outcome test of 20 items in multiple choice form, with four alternative answers. Test requirements analysis using the normality test in the experimental class obtained the sig value. 0,070> 0,05 and 0,051> 0,05, then the data distribution was normally distributed. The homogeneity test on the data obtained the sig value. 0,460> 0,05, the data is homogeneous. Hypothesis testing using SPSS 24.0 paired samples test in the experimental class obtained t-count 3,213> t-table 1.70 so that H1 is accepted and H0 is rejected. This means that the use of the pair check type cooperative learning model has a good contribution using the pair check type cooperative learning model. Based on the analysis of research data, it can be concluded that there is an effect of the Pair Check learning model on learning outcomes in Social Sciences subjects in class VIII SMP As Sa'adah Jakarta.    Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe pair check terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VIII SMP As sa’adah Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di SMP As sa’adah Jakarta pada semester ganjil bulan November sampai dengan Desember 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian Only Posttest Control Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP As sa’adah Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel yang diambil berjumlah dua kelas yaitu kelas VIII D yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen hasil belajar berupa tes hasil belajar IPS sebanyak 20 butir soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan empat alternatif jawaban. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas pada kelas eksperimen diperoleh nilai sig. 0,070 > 0,05 dan 0,051 > 0,05 maka sebaran data berdistribusi normal. Uji homogenitas pada data diperoleh nilai sig. 0,460 > 0,05 maka data homogen. Pengujian hipotesis menggunakan SPSS 24.0 paired samples test pada kelas eksperimen diperoleh thitung 3,213> ttabel 1,70 sehingga  diterima dan  ditolak.  Artinya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe pair check memiliki kontribusi yang baik menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pair check. Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Pair Check terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VIII SMP As Sa’adah Jakarta.
Implementasi Pembelajaran pada Anak Jalanan di Sekolah Non Formal Yayasan Kampus Diakoneia Modern Bekasi Reftianty, Tiara Putri; Kurniawan, Nandi
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.07

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning at the Kampus Diakoneia Modern Foundation. The research method used is descriptive. Data collection techniques through interviews, observation, documentation and literature study. The subjects in this study were the head of alternative education foundations, teachers and students. The results of the study are: 1. Learning planning at the Kampus Diakoneia Modern Foundation is divided into 2 learning planning models, namely learning planning prepared by the teacher and learning planning prepared by students. 2. The learning implementation at the Kampus Diakoneia Modern Foundation consists of three stages, namely the pre-instructional stage / preliminary activities, the instructional stage / core activities and the evaluation stage / closing activities but the implementation of the three stages has not been carried out optimally. 3. Evaluation of learning at the Kampus Diakoneia Modern Foundation implements summative evaluation, which is an evaluation that is carried out at the end of the semester. Learning evaluation uses a literacy assessment rubric, a numeration assessment rubric, a product presentation assessment rubric and a 4C assessment rubric (critical thinking, collaborative, creativity, communication and problem solving). 4. Learning products of students at the Kampus Diakoneia Modern Foundation in the form of mind mapping, video presentation lessons, student learning reports for 10 weeks, pictures, paintings, musical instruments, making miniatures and others.     Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Implementasi Pembelajaran di Yayasan Kampus Diakoneia Modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala pendidikan alternative yayasan, guru mata pelajaran dan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Perencanaan pembelajaran di Yayasan Kampus Diakoneia Modern terbagi atas 2 model perencanaan pembelajaran, yaitu perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru dan perencanaan pembelajaran yang disusun oleh peserta didik. 2. Pelaksanaan pembelajaran di Yayasan Kampus Diakoneia Modern terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap praintruksional/kegiatan pendahuluan, tahap intruksional/kegiatan inti dan tahap evaluasi/kegiatan penutup tetapi pelaksanaan ketiga tahapan tersebut belum dilaksanakan secara optimal. 3. Evaluasi pembelajaran di Yayasan Kampus Diakoneia Modern menerapkan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada akhir semester. Evaluasi pembelajaran menggunakan rubrik penilaian literasi, rubrik penilaian numerasi, rubrik penilaian presentasi produk dan rubrik penilaian 4C (critical thinking, collaborative, creativity, communication dan problem solving). 4. Produk pembelajaran peserta didik di Yayasan Kampus Diakoneia Modern berupa mind mapping, video presentasi pembelajaran, laporan belajar peserta didik selama 10 minggu, gambar, lukisan, alat music, membuat miniature dan lain-lain.
Studi Komparatif Metode Pembelajaran Team Assisted Individualization dan Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap Hasil Belajar IPS Alharis, Abi; Pargito; Salsabilla, Annisa; Zulkarnain
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.03

Abstract

This research aims to compare the differences in students learning outcomes in IPS subjects in grade VIII of SMP Negeri Tumijajar using cooperative learning models such as Team Assisted Individualization (TAI) and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). This study use pseudo-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. Population in this study is all grade VIII students and samples are 58 students divided into 29 students in class VIII C and 29 students in class VIII D. Collecting data technique using observation, pre and post test, and documentation literature while for the analyzing data using t-test. The results showed that there were a significant differences in learning outcomes for student who learned cooperative TAI type compared to CIRC type with t-test results obtained 2,486 > 2,003 with a significant rate of 0.009 < 0.05   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode TAI dan CIRC di siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Tumijajar. Penelitian merupakan penelitian eksperimen semu dengan Nonequivalent Control Group Design.Populasi dala penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII dengan sampel sejumlah 58 siswa yang secara proporsional 29 siswadi kelas VIII C dan VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, pre dan post test, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan TAI dan CIRC. Hasil perhitungan uji t diperoleh nilai koefisien 2,486 > 2,003 dengan tingkat signifikansi 0,009 < 0,05.
Kolaboratif Pengelolaan Candi Borobudur dalam Penanggulangan Bencana Gunung Merapi Pratikno, Hendro; Kurniadi, Anwar
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.01

Abstract

Mount   Merapi   is   one   of   the   most   active   volcanoes   in   Indonesia,   which   is administratively located in Sleman Regency and Magelang Regency in the Central Java Province. The Borobudur Heritage Conservation Center in Magelang Regency does not yet have a  tandard Operating  Procedure  (SOP)  for  cleaning  the  temple  from  volcanic  ash, and  not  clear  who  is  the responsibe for it. If the condition is allowed, I could be bad impact on the safety and preservation aspects. The  purpose  of  this  study  was  to  know  how  far  the  collaboration  among  stakeholder  in managing of the Borobudur temple. This study usedqualitative research methods withdescriptive design. The  results  showed; 1)   dialog among stakeholders didn’t find the solution; 2) buliding trust  with  making  program  Twin  Villages  espescially  among  villages  that  impacted  by  Merapi Mount eruption; 3) commitment to made program of structural anda non structural mitigation and also  preparedness;  4)  sharing  understanding  with  making  communication and  collaboration  and synergizing  well  patterned  ;  5)  temporary  result  of  the  distribution  of  authority  was  still  not optimal  so  that  it  was  impotant  to  make  new  official  regulation.   Theconclusian  showed thecollaboration  among  stakeholders  were  still  not  optimal  so  it  needed  to  make  new  offiscial regulation. Recomendation was to among manager stakeholders make it round table to determine new regulation on ministeri level as well as field level (Standard Operational Procedure/SOP).

Page 1 of 1 | Total Record : 7