cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
Contact Email
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Phone
+62-22-2504088
Journal Mail Official
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Editorial Address
Jl. Sangkuriang no. 14, Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
ISSN : 20894767     EISSN : 27159116     DOI : 10.37209/jtbbt
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is a peer-reviewed and open access scientific journal. This journal is published by Center for Material and Technical Product (B4T) since 2011. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is published twice a year, in June and December. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik publishes research results, conceptual ideas, and application of theory with a focus on technology of material and technical product. The scope of this journal are: Material Engineering, Energy Diversification, and Technology for Industry 4.0.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Hipofosfit dan Waktu Pelapisan terhadap Karakteristik Mikrostruktur Lapisan Electroless Ni-P Arini Nikitasari; Efendi Mabruri
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.024 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v7i1.86

Abstract

The effect of various hypophosphite concentration and plating time on the microstructure characteristics of Ni-P electroless deposited coating is presented. The substrate used in this research was martensitic stainless steel. The microstructure characteristics were investigated for hypophosphite concentration (10 g/L; 20 g/L; 30 g/L) and plating time (30 min, 60 min, 120 min, 180 min) using scanning electron microscope (SEM). It was evaluated that morphology of Ni-P electroless coating is spheroidal. Grain size and structure density increased with plating time. Phosphor content of coating increased with hypophosphite concentration and plating time. The optimum nickel content is hypophosphite with concentration of 20 g/L. Layer thickness was proportional to the plating time. Hypophosphite concentration of 20 g/L and plating time of 120 min were the optimum condition for coating due to the uniformity of microstructure and component distribution.Pengaruh variasi konsentrasi hipofosfit dan waktu pelapisan terhadap karakteristik mikrostrukur lapisan electroless Ni-P disajikan dalam artikel ini. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah martensit stainless steel 420. Karakteristik mikrostruktur yang diteliti untuk konsentrasi hipofosfit (10 g/L; 20 g/L; 30 g/L) dan waktu pelapisan (30 min, 60 min, 120 min, 180 min) menggunakan scanning electron microscope (SEM). Diperoleh hasil bahwa morfologi lapisan electroless Ni-P yang terbentuk berbentuk bulat. Ukuran butir dan kerapatan struktur bertambah seiring dengan peningkatan waktu pelapisan. Kadar fosfor dalam lapisan meningkat dengan kenaikan kandungan hipofosfit dan waktu pelapisan. Kadar nikel dalam lapisan yang paling optimal adalah hipofosfit dengan konsentrasi 20 g/L. Ketebalan lapisan berbanding lurus dengan waktu pelapisan. Konsentrasi hipofosfit 20 g/L dan waktu pelapisan 120 menit adalah kondisi optimum untuk pelapisan karena menghasilkan lapisan dengan mikrostruktur dan distribusi komponen yang seragam.
Analisis Kerusakan Rel Kereta Api Angkutan Batubara Apriardi Ihlas
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.882 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v7i1.89

Abstract

The use of thermite welding technology on railway connection is the primary option due to its mobility and cost. There are many failures on railway used to transport large amount of coal. This study performed a series of examinations and tests to find the main cause of broken railway connections. Macro fractographic test showed chevron fracture pattern and ratchet mark as indication of crack initiation area, which was the centerline of welding area. Metallographic examination on crack initiation areas showed weak ferrite phase network with large perlite grains. It was also found a number of micro porosity which supported the result of fractographic examination. Micro fractographic examination by Scanning Electron Microscope (SEM) showed a typical brittle fracture and a lot of micro porosity. Chemical composition examination by Energy Dispersive Spectrometer (EDS) showed an alumina inclusion slag. Therefore, low quality of thermite welding connection was caused by initial crack from the inside in the form of micro porosity in the centerline of welding area.Penggunaan teknologi pengelasan termit pada sambungan rel kereta api menjadi pilihan utama karena mobilitas dan biayanya. Kerusakan telah terjadi pada sambungan rel kereta api yang digunakan sebagai angkutan batu bara dalam jumlah yang banyak. Pada penelitian ini akan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian untuk mencari penyebab utama patahnya sambungan rel tersebut. Berdasarkan pemeriksaan fraktografi secara makro memperlihatkan pola patahan chevron dan ratchet mark sebagai petunjuk daerah awal retakan, yaitu centerline daerah las. Hasil pemeriksaan metalografi pada daerah inisiasi retakan menunjukkan terbentuknya jaringan fasa ferit yang lemah dengan ukuran butir perlit yang besar. Selain itu ditemukan sejumlah porositas mikro yang mendukung hasil pemeriksaan fraktografi. Hasil pemeriksaan fraktografi secara mikro dengan Scanning Electron Microscope (SEM) memperlihatkan tipikal patahan getas dan ditemukan  banyak porositas mikro. Dari pemeriksaan komposisi kimia dengan Energy Dispersive Spectrometer (EDS) ditemukan slag inklusi tipe alumina. Dengan demikian, rendahnya kualitas sambungan las termit diakibatkan oleh terbentuknya retakan awal dari dalam berupa porositas mikro pada centerline daerah las.
Pengaruh Sifat Mekanik dan Morfologi pada Baja Laterit Hasil Tempa dengan Variasi Perlakuan Panas Satrio Herbirowo; Bintang Adjiantoro
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.857 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v7i1.90

Abstract

Lateritic steel is a steel based of nickel laterite ore. Nickel laterite ore is usually ignored by miners due to economical factors and more looking for a nickel that under limonite layers. The purpose of this research is to determine the characteristics of the laterite steels with forging process and the heat treatment variation to its mechanical and morphological properties. The starting materials of lateritic cast steel with FeMn and FeMo based alloys by ARMOX 500T standardization. Hot forging process at recrystallization temperature of 1100 °C and loads 100 tons with variations of heat treatment such as oil quench; martempering temperature 100; 200; 300; and 400 °C. Then characterized of chemical composition test, tensile testing, hardness, and morphology of microstructure using Scanning Electron Microscope (SEM). The characterization test results showed that the highest hardness value and highest tensile strength value in the quench oil heat treatment were 520.8 HV and 1521 N / mm2. The morphological observations of microstructure showed that the phase transformation of the ferrite-perlite into martensite (quench oil) and bainite (martempering) and failure analysis results in non-HT samples showed grain boundary fractures and confirmed ductile behaviour with dimple fracture, for oil quench has a brittle fracture and initiation failure with a large cleavage-shaped size. The martempering treatment has smaller grain size, solid and smooth. Fractures tend to be more ductile than non-HT samples, and fine dimple shaped and are predicted to have the highest toughness properties. Baja laterit merupakan baja berbahan dasar bijih nikel laterit. Bijih nikel laterit biasa diabaikan penambang karena faktor ekonomis dan lebih mencari nikel yang berada dibawah lapisan limonit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik baja laterit dengan proses tempa dan variasi perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan morfologinya. Bahan awal baja laterit hasil cor perpaduan FeMn dan FeMo mengacu standar baja ARMOX 500T, selanjutnya mengalami proses tempa panas pada suhu rekristalisasi 1100 °C dan pembebanan 100 ton dengan beberapa variasi perlakuan panas antara lain quench media oli; martempering suhu 100; 200; 300; dan 400 °C. Karakterisasinya meliputi uji komposisi kimia, pengujian tarik, kekerasan, dan morfologi struktur mikro menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi dan nilai kekuatan tarik tertinggi pada perlakuan panas quench oli adalah 520,8 HV dan 1521 N/mm2. Hasil pengamatan morfologi struktur mikro menunjukkan bahwa terjadi transformasi fasa dari ferit-perlit menjadi martensit (quench oli) dan bainit (martempering) serta hasil analisis patahan pada sampel non-HT menunjukkan patahan batas butir dan cenderung bersifat ulet dengan bentuk patahan dimple, untuk sampel quench oli memiliki patahan getas dan inisiasi patahan dengan ukuran besar berbentuk cleavage. Perlakuan martempering memiliki ukuran butir lebih kecil, padat dan halus. Bentuk patahan cenderung lebih ulet dibandingkan sampel non-HT, dan berbentuk dimple halus serta diprediksi memiliki sifat ketangguhan paling tinggi.
Pengaruh Pemanasan pada Proses Pelarutan Binder terhadap Kinerja Katoda pada Sel Baterai Ion-Litium Daniel Fajar Puspita
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.875 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v7i1.91

Abstract

Research on the effect of heating during binder dissolution process on the performance of cathode for lithium-ion cell had been done. This research is a part of coating technology which is applied on lithium-ion battery. The objective of this research is to observe the effect of heating on dissolution process of binder on the binder solution, cathode sheet, and the cell itself. Slurry was prepared by using LiMn2O4 as an active substance, acetylene black as a conductive, NMP as solvent and PVDF as a binder. Binder dissolution was performed by utilizing heatable magnetic stirrer at temperature variations of 25, 40 and 80 °C. The results showed that the color of binder solution made at 40 and 80 °C were yellow transparent whereas that made at 25 °C was cloudy white transparent.  The best binding strength and flexibility of cathode was obtained from 25 °C trial. The best quality cell was obtained from 25 °C trial which produced the lowest internal resistance with decent capacity. It can be concluded from this expriment that heating during dissolution process of binder affected the quality of binder solution, cathode sheet, and the cell. In general, of 3 heating temperature variable, binder dissolution at 25 °C give the best result.Penelitian mengenai pengaruh pemanasan pada proses pelarutan binder terhadap kinerja katoda pada sel baterai ion-lithium telah dilakukan. Penelitian ini merupakan bagian dari teknologi coating yang diterapkan pada aplikasi baterai ion-lithium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan pada proses pelarutan binder terhadap larutan binder, kualitas fisik katoda dan kualitas sel baterai ion-lithium yang dibuat menggunakan larutan binder tersebut. Slurry untuk pembuatan katoda menggunakan bahan LiMn2O4 sebagai bahan aktif, acetylene black sebagai konduktif, NMP sebagai pelarut dan PVDF sebagai binder. Pelarutan binder dilakukan dengan menggunakan magnetic stirrer berpemanas dengan variasi suhu 25, 40 dan 80 °C. Dari hasil percobaan, didapat hasil bahwa proses pelarutan pada suhu 40 dan 80 °C menghasilkan larutan binder berwarna jernih kekuningan, sedangkan untuk variasi 25 °C menghasilkan larutan putih transparan. Daya rekat dan fleksibilitas paling baik diperoleh dari lembaran katoda dengan variasi suhu 25 °C. Untuk kualitas sel baterai, baterai yang paling baik didapat dari variasi 25 °C dengan tahanan dalam paling kecil dan kapasitas yang baik. Dari percoban ini dapat disimpulkan bahwa pemanasan saat pelarutan binder mempengaruhi kualitas larutan binder, kualitas fisik katoda dan kualitas sel baterai ion-lithium yang dihasilkan. Dari 3 macam variasi pemanasan yang dilakukan, pelarutan binder pada suhu 25 °C memberikan hasil yang paling baik secara keseluruhan.
Kajian Aplikasi Bahan dengan Konduktivitas Listrik Tinggi untuk Meningkatkan Unjuk Kerja Baterai Ion Litium Susanto Sigit Rahardi
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.908 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v7i1.92

Abstract

Review on technology of lithium-ion batteries material was aimed to study the effect of high electrical conductivity material, material structure and composite construction on the significant improvement of lithium ion batteries performance. Intrinsic and extrinsic strategies can be potentially applied. In general, there are trends that engineering of longitudinal morphology active materials, the application of specialized carbon-based materials such as carbon nanotubes and graphene, and nanocomposites give significant improvement on the performance of lithium-ion batteries.Kajian teknologi bahan baterai ion litium ditujukan untuk mempelajari pengaruh bahan berkonduktivitas listrik yang tinggi, struktur bahan dan konstruksi komposit terhadap peningkatan secara nyata unjuk kerja baterai ion litium. Strategi intrinsik dan ekstrinsik dapat ditempuh untuk mencapai tujuan ini. Perkembangan teknologi secara umum menunjukkan kecenderungan bahwa rekayasa bahan aktif bermorfologi memanjang, penggunaan karbon khusus seperti carbon nanotubes dan graphene, dan nanokomposit  memberikan dampak nyata terhadap unjuk kerja baterai ion litium.

Page 1 of 1 | Total Record : 5