cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
Contact Email
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Phone
+62-22-2504088
Journal Mail Official
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Editorial Address
Jl. Sangkuriang no. 14, Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
ISSN : 20894767     EISSN : 27159116     DOI : 10.37209/jtbbt
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is a peer-reviewed and open access scientific journal. This journal is published by Center for Material and Technical Product (B4T) since 2011. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is published twice a year, in June and December. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik publishes research results, conceptual ideas, and application of theory with a focus on technology of material and technical product. The scope of this journal are: Material Engineering, Energy Diversification, and Technology for Industry 4.0.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Studi Variasi Suhu Tahan pada Saat Proses Laku Panas Baja Paduan Berfasa Ganda Ni-Laterit Satrio Herbirowo; Saefudin Saefudin; Bintang Adjiantoro
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1891.197 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.116

Abstract

This research was aimed to study the effect of variations in the holding temperature on Ni-laterite steel at 800°C and the holding time of one hour with cooling treatment variation on water quench media. After holding temperature of 800°C, three specimens were reheated at 300, 500, and 700°C simultaneously. After the first heating at 800°C, the specimen had a hardness of 60.98 HRC, and composed of 82.04% martensite phase fraction and 18.51% ferrite phase fraction. After the second heating at 300°C, the specimen had a hardness of 21.36 HRC, and composed of 66.11% pearlite and 33.89% fine-grain ferrite. Large grain pearlite changed to dendritic due to solidification and phase transformation. Morphological characterization using Scanning Electron Microscopy and Energy Dispersive X-Ray resulted in clear grain boundary as well as martensite phase shape. Ni/Fe alloyed element dispersed in all sample sections.Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari pengaruh variasi suhu tahan pada baja Ni-laterit yang dipanaskan pada temperatur 800oC dengan waktu tahan 1 jam dan media pendinginan berupa air. Setelah pemanasan dan pendinginan tersebut, spesimen kembali dipanaskan dengan temperatur penahanan bervariasi 300, 500, 700oC secara simultan. Pada spesimen dengan pemanasan pertama, didapatkan nilai kekerasan 60,98 HRC dan fasa yang terbentuk adalah 82,04% martensit dan 18,51% ferit. Pada pemanasan 300oC didapatkan nilai kekerasan 21,36 HRC dan fasa yang terbentuk adalah 66,11% perlit dan 33,89% ferit halus. Perlit kasar membentuk struktur dendritik, didapatkan karena solidifikasi dan transformasi fasa. Karakterisasi morfologi menggunakan SEM dan EDS menunjukkan struktur batas butir yang jelas beserta bentuk fasa martensit dan elemen paduan Ni/Fe tersebar merata pada sampel.
The Effect of Counter Electrode Preparation Methods Toward Dye Sensitized Solar Cell Performance Pramujo Widiatmoko; Hary Devianto; Isdiriayani Nurdin; Adriaan Adriaan; Henry Natanail Purwito
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2731.098 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.112

Abstract

Carbon-coated electrodes is superior substitution for platinum electrodes of Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC). This paper describes effect of electrode coating methods as well as carbon types on the performance of DSSC. The electrodes were prepared using 3 methods, i.e. doctor blade, metering rod and bubble deposition. Commercial industrial-grade and medical-grade activated carbon were used in this research. The DSSC performance was measured from I-V curve and electrochemical impedance spectroscopy, meanwhile the morphology of coated carbon electrode was studied from Scanning Electron Microscope and Brunauer-Emmett-Teller analysis. It was found that efficiency of DSSC was higher when the counter electrodes were prepared using doctor blade and bubble deposition methods with medical-grade activated carbon. The highest achievement on light-to-electricity conversion was 3.76%.Elektroda bantu karbon merupakan alternatif pengganti elektroda platinum yang baik untuk aplikasi sel surya tersensitisasi pewarna (Dye-Sensitized Solar Cell, DSSC). Makalah ini menjelaskan pengaruh metode pelapisan elektroda bantu serta jenis karbon pada kinerja DSSC. Elektroda disiapkan menggunakan 3 metode yaitu bilah dokter, batang pengaduk dan pelapisan gelembung. Karbon aktif untuk industri dan medis digunakan dalam penelitian ini. Kinerja DSSC ditentukan berdasarkan data kurva I-V dan spektroskopi impedansi elektrokimia, sementara morfologi lapisan karbon pada elektroda dipelajari menggunakan Scanning Electron Microscope dan analisis Brunauer-Emmett-Teller. Efisiensi DSSC lebih tinggi diperoleh ketika elektroda bantu disiapkan menggunakan metode bilah dokter dan pelapisan gelembung dengan karbon aktif medis. Perolehan tertinggi efisiensi konversi cahaya ke listrik adalah 3,76%.
Investigasi Fraktografi dan Analisa Tegangan pada Kerusakan Baut M64 Grade 10,9 yang Mengalami Pengencangan Berlebih Apriardi Ihlas; Daniel Fajar Puspita; Budi Tjahjohartoto
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3482.204 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.113

Abstract

Bolt with relatively big dimension is generally used in infrastructure construction, such as in harbors. An investigation on failure of M64 bolt 10.9 grade had been done. The objective of this research is to analyze the cause of failure to prevent repeated incident. A series of testing including: (1) visual and fractography check, (2) chemical composition test, (3) torsional shear calculation has been conducted to support the investigation. The result showed that the fracture zone is dominated with overload zone, which indicated an instantaneous brittle fracture. This was supported with the findings of several ratchet mark as a symptoms of stress concentrated. The condition was very sensitive to bending load during tightening. Based on fracture surface analysis the fracture belonged to concentrated high bending load. As for the torsional shear calculation, it proved that there was an over-torquing subjected to the bolt.Baut dengan dimensi yang relatif besar umum digunakan pada infrastrukur, misalnya di pelabuhan. Telah dilakukan investigasi kerusakan pada baut M64 Grade 10,9 yang mengalami patah antara bagian kepala dan batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kerusakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Oleh karena itu,  dilakukan serangkaian pengujian, pemeriksaan, dan perhitungan terhadap tegangan yang bekerja. yaitu (1) pemeriksaan visual dan fraktografi, (2) pengujian komposisi kimia, dan (3) perhitungan analisa tegangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar permukaan patah didominasi oleh indikasi daerah beban berlebih (zona overload) yang menunjukkan patah getas dan terjadi seketika. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan beberapa ratchet mark yang merupakan tipikal adanya konsentrasi tegangan. Kondisi ini sangat sensitif terhadap beban tarik pada saat pengencangan. Berdasarkan analisa permukaan patahan termasuk kategori menerima kombinasi beban tarik  dan bending yang terkonsentrasi.  Sedangkan berdasarkan perhitungan analisa tegangan membuktikan bahwa telah terjadi beban torsi berlebih (over-torquing) yang diterima oleh baut.
Pengaruh Variasi Kecepatan Las terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Paduan Al 2024 Hasil Pengelasan Putar Gesek Tarmizi Tarmizi; Agus Daryana; Irfan Irfan
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5071.408 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.114

Abstract

Aluminum 2xxx series including the type of aluminum that is difficult to weld in conventional can be connected using a friction stir welding process. The weld stirring method uses the thermomechanical principle by utilizing the heat energy generated from the friction process between the stirrer and the work piece to be welded. The welding stirring process of aluminum 2024 butt joint with variation of welding speed 22, 29, 38 mm/min using frais machine has been successfully done well. The mechanical test results showed the largest tensile strength value of 238 MPa and the greatest hardness value of 135 HVN resulted from welding speed of 29 mm/min. The welded results using a speed of 29 mm/min showed a finer microstructure than using speeds of 22 and 39 mm/min. The welding process of aluminum friction 2024 with threaded cylindrical tool 1500 rpm rotation, 0o tool inclination angle and 4.8 mm pin depth deployment using tool welding speed 29 mm/min gave better result than welding speed of 22 and 39 mm/min.Aluminium seri 2xxx termasuk jenis aluminium yang sulit untuk dilas secara konvensional dapat disambung menggunakan proses las putar gesek. Metode las putar gesek menggunakan prinsip termomekanik dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari proses gesekan antara tool dengan benda kerja yang akan dilas. Proses las putar gesek aluminium 2024 tipe butt joint dengan variasi kecepatan pengelasan 22, 29, 38 mm/menit menggunakan mesin frais telah berhasil dilakukan dengan baik. Hasil uji mekanik menunjukkan nilai kekuatan tarik terbesar 238 MPa dan nilai kekerasan terbesar 135 HVN, dihasilkan dari kecepatan pengelasan 29 mm/menit. Hasil lasan menggunakan kecepatan 29 mm/menit menunjukkan struktur mikro lebih halus dibandingkan menggunakan kecepatan 22 dan 38 mm/menit.  Proses las putar gesek aluminium 2024 dengan parameter putaran threaded cylindrical tool 1500 rpm, sudut kemiringan tool 0o dan kedalaman pembenaman pin 4,8 mm menggunakan tool kecepatan pengelasan 29 mm/menit, hasilnya lebih baik dari pada kecepatan pengelasan 22 dan 39 mm/menit.
Penentuan Modulus Elastisitas Logam dengan Metode Ultrasonik Pulsa Gema Firman Sasmita; Claudia Claudia; Gatot Wibisono; Tania Zefanya S Tarigan; Hermawan Judawisastra; Toni Agung Priambodo
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2731.134 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v8i1.115

Abstract

Elasticity modulus is an important mechanical properties of metal because it is used in the component design process, namely stress analysis such as determination of stress distribution, reaction forces, deflection, and safety factor. Nondestructive testing are preferably in industry because of its efficiencies and effectivity. One of the nondestructive testing method is the ultrasonic. Measurement of ultrasonic wave velocity which propagates in a material medium was used as a basis for evaluation. Ultrasonic wave velocity depends on the density and elastic properties i.e. elasticity modulus and Poisson’s ratio. The common ultrasonic methods are transmission and pulse-echo. Pulse-echo is easier to use and require only one side of the material. This research aimed to determine elasticity modulus of metals i.e. steel and aluminum based on the measurement of longitudinal wave velocity by pulse-echo technique. The testing was performed using three straight probes with different frequencies (1, 2, 4 MHz) and diameters. Two methods for velocity measurement were used, namely 2 Point (2P) and Multiple Backwall Echoes (MBE). The successful elasticity modulus determined within error 0.05% − 6.23 % for steel and 0.17% − 6.53% for aluminum. The 4 MHz probe and 2P method resulted in smallest error, namely 0.05% for steel; the 1 MHz probe and MBE method gave lowest error i.e 0.17% for aluminum.Modulus elastisitas merupakan sifat mekanik yang penting dari logam karena dipakai dalam proses desain suatu komponen, yaitu dalam hal analisis tegangan berupa penentuan distribusi tegangan, gaya reaksi, defleksi, dan faktor keamanan. Pengujian tidak merusak dipilih oleh industri karena faktor efisiensi dan efektivitasnya. Salah satu metode pengujian tidak merusak ialah ultrasonik. Pengukuran kecepatan gelombang ultrasonik yang merambat dalam medium suatu material digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi. Kecepatan gelombang ultrasonik tergantung pada densitas dan sifat elastik, yaitu modulus elastisitas dan Poisson’s ratio. Metode ultrasonik yang sering digunakan, yaitu transmisi dan pulsa-gema. Pulsa-gema lebih mudah digunakan dan hanya membutuhkan satu sisi material. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan modulus elastisitas logam, yakni baja dan aluminium berdasarkan pengukuran kecepatan gelombang longitudinal dengan teknik pulsa-gema. Pengujian dilakukan menggunakan tiga probe lurus yang memiliki frekuensi (1, 2, 4 MHz) dan diameter yang berbeda. Dua metode pengukuran kecepatan yang digunakan adalah 2 Point (2P) dan Multiple Backwall Echoes (MBE). Modulus elastisitas berhasil ditentukan dengan galat antara 0,05% − 6,23% untuk baja dan aluminium di kisaran 0,17% - 6,53%. Probe berfrekuensi 4 MHz dan metode 2P menghasilkan galat terkecil, yaitu 0,05% untuk baja serta probe berfrekuensi 1 MHz dan metode MBE memberikan galat terkecil, yaitu 0,17% untuk aluminium.

Page 1 of 1 | Total Record : 5