cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
redaksijurnalupu@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
redaksijurnalupu@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi PROPORSI Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif
ISSN : 26150247     EISSN : 27152995     DOI : 10.22303
Core Subject : Art, Social,
PROPORSI adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. PROPORSI diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan November dan Mei. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022" : 10 Documents clear
Penerapan Editing Montage Pada Penciptaan Film Fiksi “Hasrat” Mhd. Ade Mulya; Sri Wahyuni
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.56-68

Abstract

Pada film “Hasrat” mengangkat cerita tentang keluarga yang mempunyai dua anak perempuan yang memiliki kehidupan yang bertolak belakang. Dalam penciptaan karya ini membahas tentang penerapan editingmontage yang digunakan dalam film. Teknik tersebut diterapkan bertujuan untuk memberikan gambaran seperti informasi, membangun emosional karakter dan membangun konflik dalamsetiap adegannya. Teknik editing montage yang digunakan adalah teori dari Sergei Eisenstein. Pada film “Hasrat” menggunakan cut to cut untuk mencapai penerapan editing montage yang di dukung oleh musik, ambience, dan pewarnaan. Adapun hasil pada penulisan ini adalah teknik editing metric montage berawal dari menit ke 01.00 sampai ke menit 01.07, rhythmic montage berawal dari menit ke 02.09 sampai ke menit 03.09, tonal montage berawal dari menit 16.32 sampai ke menit 18.55, overtonal montage berawal dari menit ke 14.35 sampai ke menit 16.31, dan intellectual montage berawal dari menit ke 08.45 sampai ke menit 10.22 sehingga menjadi kunci keberhasilan dalam penciptaan film “Hasrat”.Kata Kunci : Editing, Montage, Film HasratPada film “Hasrat” mengangkat cerita tentang keluarga yang mempunyai dua anak perempuan yang memiliki kehidupan yang bertolak belakang. Dalam penciptaan karya ini membahas tentang penerapan editingmontage yang digunakan dalam film. Teknik tersebut diterapkan bertujuan untuk memberikan gambaran seperti informasi, membangun emosional karakter dan membangun konflik dalamsetiap adegannya. Teknik editing montage yang digunakan adalah teori dari Sergei Eisenstein. Pada film “Hasrat” menggunakan cut to cut untuk mencapai penerapan editing montage yangdi dukung oleh musik, ambience, dan pewarnaan. Adapun hasil pada penulisan ini adalah teknik editing metric montage berawal dari menit ke 01.00 sampai ke menit 01.07, rhythmic montage berawal dari menit ke 02.09 sampai ke menit 03.09, tonal montage berawal dari menit 16.32 sampai ke menit 18.55, overtonal montage berawal dari menit ke 14.35 sampai ke menit 16.31, dan intellectual montage berawal dari menit ke 08.45 sampai ke menit 10.22 sehingga menjadi kunci keberhasilan dalam penciptaan film “Hasrat”. Kata Kunci : Editing, Montage, Film Hasrat 
Studi Penerapan Sistem Penghawaan Pada Bengkel Modifikasi Motor Sport RS27 Motoshop Kenneth Natanael; Tessa Eka Darmayanti
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.01-10

Abstract

Penelitian terhadap sistem penghawaan udara yang digunakan pada bengkel RS27 Motoshop di Bandung dan dampak yang dihasilkan dari penggunaan sistem tersebut pada pengguna bangunan.
Penerapan Struktur Tiga Babak Dalam Skenario Penciptaan Film “Hasrat” Grace Milano Merary Mangunsong; Suryanto Suryanto
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.69-83

Abstract

Karya Seni berjudul Penerapan Struktur Tiga Babak Dalam Skenario Penciptaan Film “Hasrat” memiliki tujuan dimana menjelaskan penerapan struktur tiga babak dalam skenario penciptaan film “Hasrat”dan mengedukasi kepada penonton khususnya orang tua bahwa tindakan yang tidak adil terhadap anak dapat merusak mental anak tersebut. Dengan memiliki manfaat dimana karya ini mengacu kepada perlawanan batin seorang anak didalam keluarga yang memiliki latar belakang ibu yang membedakan kedua anaknya, sehingga dapat menjadi refrensi bagi mahasiswa yang ingin mengangkat tema film yang sama. Penerapan Struktur Tiga Babak Dalam Skenario Penciptaan Film “Hasrat” menggunakan metode kualitatif.  Penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Digunakan untuk meneliti hal-hal yang berkaitan dengan penelitian perilaku, sikap, motivasi, persepsi dan tindakan subjek. Dengan kata lain, jenis penelitian tersebut, tidak bisa menggunakan metode kuantitatif. Teori yang digunakan adalah Struktur Tiga Babak milik Aristoteles dimana memiliki babak pertama sebagai pengenalan karakter, babak kedua bagaimana cara karakter dalam menyelesaikan masalahnya dan babak ketiga merupakan penyelesaian masalah yang dihadapi karakter. Dengan menggunakan Teori Struktur Tiga Babak milik Aristoteles maka ditemukan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pada babak pertama terdapat di scene 4, 5, 6 memperlihatkan tiga karakter didalam film “Hasrat”. Kakak sebagai tokoh utama memiliki karakter yang malas dan tidak bisa apa-apa, Adik karakter yang memiliki banyak prestasi, dan Mama karakter yang memiliki sifat membandingkan kedua anaknya. Babak kedua terdapat di scene 10, 12, 13, 14, 15 memperlihatkan bagaimana cara karakter kakak untuk membuktikan kepada mama bahwa dia bisa dibanggakan. Dan babak ketiga terdapat di scene 16, 17, 18 memperlihatkan bagaimana keputusan kakak untuk hidupnya.
Pemanfaatan Material Ramah Lingkungan Pada Interior Kantor Untuk Kenyamanan Pengguna Di PT. Ruang Hijau Bandung Joe Pali; Tessa Eka Darmayanti
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.11-23

Abstract

Bagaimana cara untuk menentukan nyaman tidaknya pengguna pada suatu ruangan seperti ruang kantor cukup bergantung pada suasana interior pada bangunan. Kenyamanan pengguna bergantung pada bagaimana pengaplikasian material, penggunaan warna, dan hal-hal yang terkait pada desain interior ruang kantor. Untuk menambah kenyamanan, penggunaan bahan material alami sangat menunjang suasana interior sebuah ruangan. Bagaimana penggunaan material yang ramah pada lingkungan baik pada interior kantor maupun pada furnitur yang berada didalamnya serta penerapannya adalah hal yang menjadi fokus utama masyarakat saat ini. Hal ini terkait dengan dampak globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak baik yang diberikan oleh pemanfaatan material ramah lingkungan yang diterapkan pada interior ruang kantor terhadap kenyamanan pengguna. Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan terkait bagaimana pemanfaatan material ramah lingkungan pada interior kantor untuk kenyamanan pengguna, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk itu, diharapkan pembaca dapat memahami dampak positif dari penggunaan material alami dan juga dapat menerapkan kedalam interior kantor mereka.
Makna Warna Logo Toko Sun Kado Houseware Terhadap Psikologi Persepsi Konsumen John John; Rendy Prayogi; Ivo Ramadhani
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.84-93

Abstract

Toko Sun Kado Houseware yang terletak di Kota Medan merupakan toko yang menjual keperluan rumah tangga dan berdiri pada tahun 2010. Sun Kado telah memiliki logo sejak berdiri dengan di dominasi warna merah dan biru. Makna yang terkandung pada warna logo Sun Kado memiliki makna berfilosofikebudayaan Tionghoa, dikarekan pemilik usaha ini merupakan WNI keturunan suku Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode 5W + 1 H. Psikologi persepsi warna merah pada logo Sun Kado memiliki arti keberuntungan dan kegembiraan sedangkan warna biru memiliki arti kepercayaan dan ketenangan.
Analisis Semiotika Pada Cover Album Payung Teduh “Dunia Batas” Arvia Mentari Br Tarigan; Siti Indah Lestari
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.24-33

Abstract

Payung Teduh merupakah salah satu band yang berada di Indonesia, mereka dibentuk pada tahun 2007 namun mereka merilis album pertama mereka pada akhir tahun 2010. Mereka memiliki ciri music Fusi yang bergenre Folk, Keroncong dan Jazz. Mereka adalah band Indie yang tidak berdiri dibawah label manapun sebelumnya, atau dapat dikatakan pula sebagai band alternatif. Payung Teuh memiliki beberpaa lagu yang menjadi hit dan juga beberapa album di Indonesia. Salah satu dari albumnya adalah “Dunia Batas”. Album ini dipilih karena ketertarikan dari system penulisan yang ada didalam album. Cover ini menggunakan 2 jenis tulisan yang memiliki system penulisan yang berbeda, dimana yang pertama menggunakan tulisan normal yaitu “Payung Teduh” namun menggunakan sedikit system penulisan dekoratif dan juga yang satu lagi “Batas Dunia” yang memiliki tipe tulisan tangan dan berbentuk miring. Dan disini akan mengupas bagaimana cover Payung Teduh yaitu Dunia Batas, secara desain lebih terincinnya secara semiotika desain
Perancangan Strategi Visual Kretif Branding Mie Balap Samping Rel Rendy Prayogi; Daren Ariansyah; Bayu Putra Hamdalla
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.94-103

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, Menengah atau yang biasa disingkat UMKM adalah usaha yang didirikan oleh individu, kelompok, ataupun badan usaha kecil yang biasanya dimulai dengan modal terbatas. Tujuan dari adanya UMKM adalah untuk memperbanyak lapangan pekerjaan serta memberi perputaran ekonomi kepada masyarakat secara luas. Usaha yang ada juga mulai beraneka ragam seperti pakaian, makanan, industri kreatif, dan lain-lain. Namun, masalah yang sering timbul di antara pelaku usaha adalah minimnya identitas pada usaha mereka, atau desain logo yang tidak terkonsep dengan baik dan kurang menarik dimata pelanggan, sehingga desain logo yang ada tidak begitu mudah diingat. Seperti Mie Balap Samping Rel milik Lestari Mulia yang berlokasi di Jalan Tembakau Deli, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Usaha Mie Balap ini sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan resep yang sama dari awal didirikan hingga saat ini. Dilihat dari tahun berdirinya, sayang rasanya jika usaha tersebut tidak dibekali dengan branding yang kuat agar bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Sketsa alternatif dengan membuat beberapa bentuk visual seperti yang menggambarkan ciri khas dari UMKM tersebut yaitu mie balap udang, sumpit yang identik dengan peralatan makan untuk mie, dan rel kereta api yang mewakilkan lokasi tempat usaha berdiri. Pembuatan brand identity ini disesuai dengan karakter Mie Balap Samping Rel dan media aplikasinya. Media implementasi meliputi apron, box packaging, dan baju. Perancangan ini didesain dengan warna dominan coklat, kuning dan orange.
Visualisasi Emosi Melalui Teknik Pengambilan Gambar Dalam Film Pendek “Tembok Imaji” Triadi Syadian; Rinanda Purba; Sri Wahyuni; Saidah Khoiriah Nasution
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.34-43

Abstract

Film “Tembok Imaji” merupakan sebuah film pendek yang menggambarkan beragam emosi kehidupan remaja seperti sedih, marah, Bahagia, kecewa, takut, dan sejenisnya. Emosi dasar pada film tersebut diperkuat dengan visualisasi gambar yang menerapkan teknik pengambilan gambar dan komposisi yang disesuaikan. Film pendek “Tembok Imaji” diproduksi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Universitas Potensi Utama, dimana film ini berhasil menjadi juara umum pada lomba seni Polexfest di Poleteknik Negri Media Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan artian kesan emosional pada setiap adegan dalam film pendek “Tembok Imaji”. Pada penelitian ini penulis mendiskripsikan visualisasi menggunakan pendekatan teknik pengambilan gambar yang biasa digunakan dalam sinematografi seperti medium close up, long shot, one shot, medium shot, full shot, two shot, extreme close up, dan close up. Sedangkan dalam sudut kamera yang digunakan seperti low angle, eye level, high angle, bird eye, dan frog eye. Penelitian ini juga menjelaskan betapa pentingnya memperhatikan penggunaan sudut pandang pada kamera dalam meningkatkan nuansa emosi pada bingkai layar atau frame. Berdasarkan hasil analisa, dapat disimpulkan film pendek “Tembok Imaji” mampu memberikan kesan emosi yang beragam. Ekspressi dari visi pengambilan gambar mampu memberikan makna di setiap sudut shot nya.
Aplikasi Eye Contact Untuk Optimalkan Simbol Visual Pada Film Fiksi Hari Tanpa Jeda Ragil Rahmat Turisa
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.44-55

Abstract

Quarter Life Crisis merupakan fase perubahan seorang dari remaja menjadi dewasa. Fase tersebut memuat seseorang merasa tidak memiliki arah, bingung, dan rasa ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Film Hari Tanpa Jeda merupakan film fiksi yang mengangkat tema quarter life crisis mengangkat cerita  tentang  seorang  pekerja  kantoran  yang  sedang dilema dengan berbagai macam pilihan hidupnya. Penggunaan Eye contact dalam mengotimalkan simbol visual untuk menyampaikan pesan melalui gestur tokoh. Eye contact untuk memperliharkan emosi karakter, ekspresi wajah, eye contact, gesture, blocking, setting, shot size dan cutting-an gambar. Penerapan eye contact hadir dalam scene yang berpengaruh, seperti arah pandang miring kanan atas (constructed visual) yang digunakan untuk membohongi lawan bicara tentang kondisi psikologis yang sebenarnya. Arah pandang miring kiri atas (remembered visual) yang digunakan untuk mengingat kembali pengalaman yang sudah pernah dirasakan. Arah pandang miring kiri bawah (auditory digital) digunakan ketika sedang bimbang saat mengambil keputusan. Eye contact yang digunakan semuanya bertujuan untuk mengoptimalkan simbol visual yang dihadirkan pada scene-scene yang berpengaruh
Representasi Makna Pesan Sosial Dalam Film Pendek “Nilep” Sutradara Wahyu Agung Pratomo Suryanto Suryanto; Muhammad Rahmat Ramadhan Adibra; Dinda Afrildia; Muhammad Boy
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 8, No 1 (2022): PROPORSI November 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.8.1.2022.104-120

Abstract

Penelitdian ini dilatar belgi oleh pergeseran zaman yang semakin berkembang maju, sehingga adanya  perubahan perilaku manusdia dalam lingkunyannya dalam berinteraksi melalui pesan sosdial. Saat ini, sosdial tidak hanya dilakukan direalitas aslinya saja tetapi sudah merambah ke sosdial meddia dan perfilman. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitdian terhadap Film Pendek Nilep yang diproduksi oleh Ravacana Films. Penelitdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna Denotasi, Konotasi dan mitos yang terdapat di dalam Film Pendek Nilep dan mengetahui apa saja pesan sosdial yang terkandung di dalam Film Pendek Nilep. Penelitdian ini menggun metode penelitdian kualitatif deskriptif. Penelitdian ini menggun teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi, dengan menerapkan sebuah teknik analisis data, yaitu analisis semiotika dengan mengun model Roland Barthes. Dengan menggun analisis semiotika model Roland Bartes inilah penulis dapat mengetahui makna Denotasi, Konotasi dan mitos, serta pesan-pesan sosdial yang terkandung di dalam Film Pendek Nilep tersebut. Hasilnya penulis menemukan bahwasanya objek penelitdian analisis semiotika adalah gambar atau visual, tipe pengambilan gambar atau jenis shot dan suara dan audio. Penulis juga menemukan makna Denotasi, Konotasi dan mitos yang terdapat di dalam Film Pendek Nilep. Penulis juga menemukan beberapa pesan sosdial di dalam film pendek tersebut, yakni tolong menolong, berterima kasih, berempati, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan pula, menolak kemungkaran, jangan mencuri, menyeger perbuatan baik, memeriksa kebenaran suatu informasi, mengucapkan dan menjawab salam, serta meminta maaf dan memaafkan. Akhirnya penulis merekomendasikan pembaca untuk dapat menonton dan mengambil pesan-pesan sosdial yang terkandung di dalam Film Pendek Nilep.

Page 1 of 1 | Total Record : 10