Claim Missing Document
Check
Articles

NARASI GERBANG RUMAH PERANAKAN DI PECINAN, LASEM, JAWA TENGAH: PENDEKATAN FENOMENOLOGI Darmayanti, Tessa Eka; Bahauddin, Azizi
MODUL Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.20.2.2020.126-133

Abstract

The gate is an important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia, and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. The purpose of this paper is to provide a different perspective on the existence of the Peranakan houses’ gates that interpreted through the author’s experiences during the fieldwork. The gate embodiment gives a different atmosphere and experience which is not found elsewhere because they are unique and irreplaceable. Unfortunately, preserving these gates become a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which found after the field research and analyzed using the phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa, and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously.
Membaca Visual Wayang Beber Sebagai Ide Perancangan Ruang Tessa Eka Darmayanti; Rama Perdana Drajat; Tiara Isfiaty
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i3.5904

Abstract

Wayang Beber, kesenian yang berasal dari daerah Jawa Timur ini merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang sudah kurang diminati saat ini. Hal tersebut menyebabkan popularitas wayang beber menjadi sangat rendah di kalangan masyarakat modern. Salah satu cara untukmelestarikan kesenian wayang beber ialah dengan menerapkan nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalam kesenian wayang beber terhadap sebuah perancangan interior. Hal tersebut tidak hanya dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dunia desain interior, namun juga pada bidang seni dan budaya tradisional Indonesia. Wayang Beber memiliki unsur-unsur yang berbeda dengan jenis wayang lainnya, dapat dilihat dari bentuk wayang beber itu sendiri hingga cara pementasaanya. Berbagai nilai tersebut dapat diterapkan pada elemen desain interior yaitu bentuk, pola dan warna. Penulisan artikel ini didukung metode kualitatif dengan pendekatan eksplorasi studi literatur dan teori Bahasa Rupa dari Primadi Tabrani. Usaha pelestarian wayang beber sebagai warisan bangsa Indonesia ini tidak menutup kemungkinan dapat menjadi bahan rujukan penelitian selanjutnya baik skala nasional maupun internasional.
Wastra Kreatif: Sosialisasi Dan Pelatihan Teknik Cabut Warna Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Dewi Isma Aryani; Tessa Eka Darmayanti; Ismet Zainal Effendi; Dieni Nuraeni
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1011-1022.2022

Abstract

Teknik cabut warna dalam karya-karya seni banyak dipergunakan oleh masyarakat yang mencintai dunia kreatif. Istilah cabut warna ini awal mulanya dikenal dalam teknik sablon yaitu sebuah istilah yang sama dengan angkat warna. Wastra yang dibutuhkan adalah jenis katun berwarna gelap, apabila di sablon maka tintanya akan berubah sama dengan warna tinta yang disablonkan. Berbagai eksperimen diatas kain terus dikembangkan termasuk dalam pengembangan wastra kreatif, yang membedakan adalah jenis tinta yang dipakainya. Dalam wastra kreatif jenis cairan untuk menghilangkan warna memanfaatkan pemutih yang beredar di pasaran. Pemakaiannya dengan menggunakan benda tumpul yang aman dan dicelupkan ke dalam pemutih, dan torehkan di atas kain. Tapak jejak torehan tersebut akan berganti warna menjadi putih, warna dasar kain tersebut tercabut warnanya. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah metode partisipan yang akan dilakukan empat tahapan yaitu persiapan alat dan bahan, kedua untuk pelaksanaan dilakukan sosialisasi, demo dan pelatihan, ketiga tahapan evaluasi peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta pengabdian ini adalah Guru Dasyat Nusantara (GDN) dengantarget peserta adalah 40 orang. Pelaksanaannya setiap peserta memperhatikan apa yang diuraikan oleh trainer. Hasil pengabdian dari wastra kreatif cabut warna ini peserta dapat meningkatkan kompetensinya dalam membuat karya wastra kreatif.
Training on making patterned cloth with the shibori technique to improve the skills of the inmates of the Sukamiskin Kelas IIa Bandung women's prison Tessa Eka Darmayanti
Community Empowerment Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.229 KB) | DOI: 10.31603/ce.5900

Abstract

Improving skills through workshops on making shibori patterned fabrics held at the Sukamiskin Women's Penitentiary in the Arcamanik, Bandung City is a community service activity. This activity aims to create a “creativity space” that helps prison inmates gain additional skills and confidence which can later be used as provisions when they return to their families and communities. The method of implementing the service begins by introducing several tools and several techniques for making motifs that can be created through various shibori techniques. Furthermore, providing various ideas to be able to develop their application into various forms of decorative and aesthetic ready-to-use products. The manufacture of these ready-to-use products will later be included in the activity program at the class II women's prison. From the results of the service activities, they were able to produce a creative space through the practice of making shibori motifs from plain white cloth into fabrics with various beautiful colorful motifs.
Produksi Ruang pada Kesenian Laesan Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Jawa Tengah Tessa Eka Darmayanti; Azizi Bahauddin
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 3 (2021): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i3.973

Abstract

Kajian ini membahas salah satu kesenian khas dari kawasan pantai utara Jawa Tengah yaitu Laesan. Keistimewaan Laesan terlihat ketika penari pria menari dalam keadaan tidak sadar karena roh bidadari masuk ke dalam tubuhnya. Setiap sesi pada pertunjukan kesenian Laesan yang masing-masing memiliki makna tersendiri yang secara tidak langsung membentuk ruang-ruang yang bersifat intangible. Makna dan ruang tersebut terlahir dari persepsi yang berasal dari berbagai interaksi dan dialog semua pemain, komponen pendukung dan penonton. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan konsep fenomenologi yang berkaitan dengan keterlibatan panca indera manusia, memori dan imajinasi. Data dikumpulkan melalui berbagai pengalaman penulis, observasi dan wawancara untuk melengkapi analisis. Kajian ini bertujuan untuk memberikan cara pandang yang berbeda dalam melihat sebuah pertunjukan kesenian tradisional Laesan sebagai ruang kebudayaan yang menghimpun nilai-nilai kehidupan. Selain itu untuk menjaga keberlangsungan Laesan sebagai salah satu identitas bangsa.
Application of Bamboo Material to the Characteristics of Residential Houses in the Tropics: Hideout Bali Vania Lescha; Tessa Eka Darmayanti
Jurnal Arsitektur Vol 12, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ja.v12i2.2367

Abstract

Global warming and climate change are challenges for the world community today. The construction of buildings and properties is one of the biggest contributors in producing carbon dioxide which causes global warming and climate change for the earth. Property development consumes a lot of energy starting from material processing to use and produces waste that pollutes the environment. Over time, the use of sustainable materials is one of the best solutions to reduce material waste that can be harmful to the environment. In this article the case study that will be discussed is Hideout Bali which is located in Bali. This house-shaped resort uses bamboo as the main material so that it is more environmentally friendly. The purpose of writing this journal article is to analyze the suitability of applying sustainable materials, especially bamboo, to the criteria for housing in tropical climates, case study: Hideout Bali. The research method used is a qualitative method by analyzing the application of one of the sustainable materials, namely bamboo, to the criteria for housing in Indonesia, which has a tropical climate. This study uses an exploratory literature method sourced from scientific study books, discussion forums on the internet and research articles on sustainable materials published online. This journal article is expected to be able to add insight and public awareness to better protect the environment by considering sustainable design.
Redesain poster digital program kegiatan sosial Yayasan Arrahman Magelang untuk media sosial Dewi Isma Aryani; I Nyoman Natanael; Tessa Eka Darmayanti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i1.1224

Abstract

Universitas Kristen Maranatha sebagai salah satu universitas swasta di Bandung memiliki program kerja yang tercermin dalam visi dan misi tridharma perguruan tinggi, menjunjung nilai ICE yakni integrity (integritas), care (kepedulian), excellence (keprimaan) dalam menjalankan bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya difokuskan pada permasalahan sosial. Adapun program pengabdian kepada masyarakat yang dimaksudkan dengan melibatkan dosen lintas program studi sebagai perumus materi terkait redesain poster digital kegiatan sosial dari Yayasan Arrahman Magelang. Topik ini dipilih sesuai dengan permintaan pihak Arrahman untuk meredesain poster digital yang telah dijalankan selama ini dinilai kurang efektif dan efisien bagi masyarakat karena belum memasukkan elemen estetika di dalamnya sehingga kurang sesuai untuk pemberitaan di media sosial. Peran poster sangatlah penting sebagai penunjang informasi, edukasi, dan komunikasi. Jika poster dirancang dengan baik dan menarik, maka target audience akan mendapatkan pesan dengan tepat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk konsultasi dan pengajuan alternatif desain poster digital yang dilakukan secara berkala untuk didiskusikan bersama pihak Yayasan Arrahman. Diharapkan melalui kegiatan ini, tim dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha dapat membantu mendukung pelaksanaan program dan kegiatan sosial yang diadakan oleh Yayasan Arrahman.
Festival Budaya Tionghoa untuk Meningkatkan Ekonomi dan Pariwisata Kawasan Pecinan Jamblang Elizabeth Susanti; Tessa Eka Darmayanti; Krismanto Kusbiantoro; Cindrawaty Lesmana
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 4 (2022): December
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.4.1277-1286.2022

Abstract

Kawasan Pecinan Jamblang sudah dinyatakan sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon pada tahun 2019, namun kawasan ini tidak serta merta menjadi ramai dikarenakan infrastruktur dan narasi pariwisata Jamblang belum terbangun dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengembangan wisata melalui pemahaman dan pemberdayaan masyarakat dengan potensi lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam program Kampung Bangkit adalah menggandeng dua mitra yaitu Pokdarwis Desa Jamblang dan Yayasan Dana Setia Bakti, dan memberikan workshop penyuluhan mengenai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan warga Jamblang, serta edukasi pariwisata dan budaya Pecinan Jamblang kepada siswa BPK Penabur Jamblang. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami potensi yang dimiliki dalam mengembangkan ekonominya melalui produk souvenir dan makanan khas lokal, selain itu juga meningkatkan “sense of belonging” dengan terlibat dalam kegiatan yang bertemakan budaya Tionghoa.
ELEMEN ESTETIS RUMAH PERANAKAN JAMBLANG SEBAGAI RUANG EDUKASI SEJARAH DAN BUDAYA Krismanto Kusbiantoro; Tessa Eka Darmayanti; Elliati Djakaria; Latifah Nur Azizah; Fellicia Lodhita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.39273

Abstract

Aesthetic elements are frequently viewed as embellishments that can affect perception, thereby enriching the quality of a building or space. Aesthetic elements are also closely related to the course of history and culture, therefore this article aims to introduce history and culture through the presence of aesthetic elements in a Peranakan house in Jamblang, Cirebon. Based on this, data collection techniques are needed through direct observation, in-depth interviews, and literature exploration. This qualitative research is also supported by a phenomenological approach because the concept is related to culture, space, and perception. The findings of this study reveal that the introduction of history and culture can be done by "reading" the embodiment of aesthetic elements, so that become an educational space. This knowledge and learning process is one way to maintain culture and maintain local culture as a national identity.Keywords: elements, aesthetic, houses, jamblang, culture. AbstrakElemen estetis seringkali dilihat sebagai hiasan yang dapat mempengaruhi persepsi, sehingga memperkaya kualitas bangunan atau ruang. Elemen estetis juga erat kaitannya dengan perjalanan sejarah dan budaya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah maupun budaya melalui keberadaan elemen estetis pada rumah Peranakan di Jamblang, Cirebon. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam serta eksplorasi literatur. Penelitian kualitatif ini juga didukung dengan pendekatan fenomenologi karena konsep tersebut berkaitan dengan budaya, ruang dan persepsi. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pengenalan sejarah maupun budaya dapat dilakukan dengan “membaca” kewujudan elemen estetis sehingga menjadi ruang edukasi. Pengetahuan dan proses pembelajaran tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga budaya dan mempertahankan budaya lokal sebagai identitas bangsa.Kata Kunci: elemen, estetis, rumah, jamblang, budaya. Authors:Krismanto Kusbiantoro : Universitas Kristen MaranathaTessa Eka Darmayanti : Universitas Kristen MaranathaEliati Djakaria : Universitas Kristen MaranathaLatifah Nur Azizah : Universitas Kristen MaranathaFellicia Lodhita : Universitas Kristen Maranatha References: Caco, A. (2019). Pengembangan Desain Ornamen Berbasis Kearifan Lokal pada Elemen Estetis Eksterior Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo. Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM, 881-886.Darmayanti, T. E., & Bahauddin, A. (2019). Rebuilding Space in Peranakan House in Lasem, Indonesia: Perceived Space Concept. 651, 661.Darmayanti, T. E. (2021). Ruang Ketiga pada Gerbang Rumah Peranakan Pecinan, Lasem, Jawa Tengah, Indonesia. Kajian Kes: Rumah Peranakan Kidang Mas. PhD Dissertation:  Penang: Universiti Sains Malaysia.Darmayanti, T. E., Drajat, R. P., & Isfiaty, T. (2022). Membaca Visual Wayang Beber Sebagai Ide Perancangan Ruang. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 4(3), 309-317.Gustami, G. (1980). Nukilan Seni Ornamen Indonesia. Yogyakarta: ASRI.Hardjasaputra, A. S. (2011). Cirebon dalam Lima Zaman. Jawa Barat: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jabar.Hastuti, D. L. (2012). Struktur dan Fungsi Desain Interior Rumah Peranakan Tionghoa di Surakarta pada Awal Abad ke-20. Pendhapa, 3(2), 64-81.Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Djambatan.Kusbiantoro, K et al. (2021). Hybrid Approaches in Cultural Heritage Reconstruction of Chinese Liutenant Tomb in Bandung: A Multidisciplinary Surve dalam Innovation Research in the Era of MBKM. Maharashtra: Novateur Publication.Kustedja, S. (2018). Jejak Budaya Komunitas Tionghoa di Bandung. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung.Levebfre, H. (1991). The Production of Space. New Jersey: Wiley.Lombard, D. (2000). Nusa Jawa Silang Budaya jilid II: Jaringan Asia. Jakarta: Gramedia.Marcella, B. S. (2014). Bentuk dan Makna Atap Kelenteng Sam Poo Kong Semarang. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI, 10(5), 349-359.Pallasmaa, J., & Space, P. (2012). On Atmosphere: Peripheral Perception and Existential Experience. Encounters, 2, 237-251.Pelzang, R., & Hutchinson, A. M. (2018). Establishing Cultural Integrity in Qualitative Research: Reflections From a Cross-Cultural Study. International Journal of Qualitative Methods, 17(1). https://doi.org/10.1177/1609406917749702.Pratiwo, P. (1990). Ph.D. Thesis: The Transformation Of Traditional Chinese Architecture: A Way to Interpret Issues on Modernization and Urban Development on the North-Eastern Coast of Central Java – Indonesia. German: Aachen, Technische Hochschule.Reid, A. (1999). Dari Ekspansi Hingga Krisis: Jaringan Perdagangan Global Asia Tenggara 1450-1680 jilid II. Jakarta: Yayasan Obor.Royandi, Y., Gunawan, I. V., & Halim, E.A. (2022). Analisa Bangunan dengan Pengaruh Tionghoa pada Pecinan Indramayu Jawa Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 67-73.Rusyanti, R. (2012). Interaksi Budaya pada Bentuk Rumah Pecinan Cirebon. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 1(2), 309-324.Sunaryo, S. (2009). Ornamen Nusantara : Kajian khusus tentang ornamen Indonesia. Semarang: Dahaga Price.Susanto, M . ( 2002 ) . Diksi Rupa, Kumpulan Istilah Seni Rupa. Yogyakarta: Kanisius.Tjahyono, G. (2002). Indonesian Heritage: Arsitektur. Jakarta: Grolier International.
BATIK NASKAH KUNO: TRANSFORMASI ILUMINASI DARI NASKAH KUNO KE DALAM MOTIF BATIK Ariesa Pandanwangi; Sophia Himatul Alya; Iman Budiman; Arleti Mochtar Apin; Tessa Eka Darmayanti
PANGGUNG Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4621.43 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i4.2157

Abstract

Ancient manuscripts are artifacts that indicate high intellectual abilities in old civilizations. The content is very valuable as well as a means of communicating and expressing ideas that can provide information about civilization and past life. Javanese society is one of the communities who inherited ancient manuscripts. The manuscript is decorated with beautiful illuminations that signify the aesthetics of the creators. The illumination has a n implied value and becomes a trace of the cultural identity of the society. The values implied in the manuscript will be much more useful if it is disseminated to provide high moral understanding and insight. In addition, ancient manuscripts can be a source of inspiration for creation that can support efforts to perpetuate cultural heritage in the archipelago. This paper discusses the results of research originating from the transformation process of ancient manuscript illumination into batik. The research method used is descriptive qualitative by making batik motifs based on visual manuscript illumination supported by the results of interviews with ancient manuscript experts and batik experts. The results of this study are expected to support batik motifs in Indonesia. Keywords: ancient manuscripts; batik; illumination; motiftransformation
Co-Authors Achmad Aprizal Ghozali Alexander, Devin Alya, Sophia Himatul Amadea, Annisa Rahma Apin, Arleti Mochtar Ariesa Pandanwangi Arleti Mochtar Apin Arnold Maximillian Aryadamar, Ragil Satria Astrid Austranti Yuwono Azizi Bahauddin Azizi Bahauddin Azizi Bahauddin Azizi Bahauddin, Azizi Bagus Tri Andana Bella, Christa Caitlyn Cindrawaty Lesmana Cintiya Dewanti Santoputri Dave Vian Nurzaqi Dewi Isma Aryani Dieni Nuraeni Djakaria, Elliati Edbert Theo Fortino Elizabeth Susanti Gunawan Elizabeth Wianto, Elizabeth Eman, Monica Naomi Erwin Ardianto Halim Fatih Ilhan Zachli Felicia Lodhita Fellicia Lodhita Ferlina Sugata Fortino, Edbert Theo Gunawan, Irena Vanessa Gunawan, Yosia Franklin Gyanrahma Indrajid Sofwan I Nyoman Natanael Ida Ida, Ida Iman Budiman Iman Budiman Indrayati, Ni Made Sri Ismet Zainal Effendi Jassmine, Jassmine Joe Pali Jonatan, Lisa Levina Kisanti Kenneth Natanael Kirana, Sriwinarsih Maria Krismanto Kusbiantoro Kristie, Sella Kristina Kristina Kumala, Johana Engrasia Rachel Latifah Nur Azizah Lauw Tjun Tjun Leonardo LEONARDO . Levina, Lisa Lodhita, Fellicia Maximillian, Arnold Meliana Meliana Michael Gerald Michael, Elvando Miky Endro Santoso Mohamad Nurfian Rachmat Monica, Agnes Muhamad Adha Rahardika Muhammad Irfan Nurrachman Muliati, Amanda Mulyadi, Riki Himawan Natalia, Wenny Anggraini Nurliawati, Nita Oktavianus Kristian Buntaran Pieloor, Sydney Wijaya Rama Perdana Drajat Ratnadewi Rikyanto Rikyanto Roswati Rudy Kurniawan Salim, Audrey Destrien Seriwati Ginting, Seriwati Setiawan, Clement Charisma Sophia Himatul Alya Stella Sondang Suhanjoyo, Shirly Nathania Sumedhayanthi Gunawan Dharma Putri Surya, Felicia Susanto, Graciela Jovanka Tabita Angeletta Magdalena Silitonga Tiara Isfiaty Tjandradipura, Carina Trifandy . Vallencia Dwinanda Vania Lescha Venny Vincent Vincent Virgian, Garry Vivian, Clarissa Wenny Anggraini Wenny Anggraini Natalia Wieke Tasman Winta Tridhatu Satwikasanti, Winta Tridhatu Yuda, Jimmi Hosea Yuma Chandrahera Yuma Chandrahera Yunita Setyoningrum Yuwono, Astrid Austranti