cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Citra Profesi Perawat Menurut Persepsi Mahasiswa Kesehatan (Farmasi) di Yogyakarta Aulia Hanif Fathudin; Elsi Dwi Hapsari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.828 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.100

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Citra profesi perawat terbentuk dari adanya kontak antara perawat dengan pasien dan tenaga kesehatan lain. Informasi tentang citra profesi perawat dari mahasiswa calon tenaga kesehatan masih kurang. Citra yang dipersepsikan baik nantinya mendukung kolaborasi dalam pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: Mengetahui citra profesi perawat yang dipersepsikan oleh mahasiswa farmasi di Yogyakarta. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di UMY dan UGM pada bulan Februari-Mei 2016. Sampel penelitian adalah mahasiswa farmasi angkatan aktif diambil dengan purposive sampling (n=329). Penelitian menggunakan instrumen berupa kuesioner modifikasi dari penelitian lain, meliputi citra sikap, perilaku, kinerja, profesi dan pelayanan keperawatan, otonomi dan peran perawat. Analisis data secara univariat yang menggambarkan frekuensi dan persentase respon. Hasil: Citra profesi perawat dipersepsikan positif oleh mahasiswa farmasi (57,4%). Responden mempersepsikan positif sikap perawat (84,2%), perilaku perawat (50,5%), kinerja perawat (52,6%), profesi dan pelayanan keperawatan (58,1%). Bagian otonomi dan peran perawat dipersepsikan negatif oleh 51,4% responden. Diskusi: Citra profesi perawat yang dipersepsikan positif ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman responden yang baik saat berinteraksi dengan perawat. Sementara persepsi citra yang negatif dapat muncul karena adanya mitos dan miskonsepsi. Kesimpulan: Citra profesi perawat menurut persepsi mahasiswa farmasi tergolong dalam kategori positif. Namun, otonomi/kemandirian perawat masih dinilai rendah dan peran kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain belum maksimal. Perawat dalam pelayanannya perlu meningkatkan peran mandiri dan kolaborasi serta semakin menunjukkan profesionalitas sehingga dapat membangun citra baik di masyarakat.Kata Kunci: citra, perawat, mahasiswa, farmasi, persepsiImage of Nurse Profession Perceived by Health Students (Pharmacy) in YogyakartaABSTRACTBackground: The image of nurse profession is created from contact between nurses with patients and other health professionals. There is only very little information about the image of nurse profession from prospective health professional students. A well-perceived image will later support collaboration in health services. Objective: To identify the image of nurse profession perceived by pharmacy students in Yogyakarta. Methods: This research is quantitative descriptive using cross sectional approach, conducted at UMY and UGM in February 2016-May 2016. The research samples were active pharmacy students taken by using purposive sampling (n=329). The research instrument was modified questionnaires from other research, including attitude, behavior, performance, nursing profession and service, nurse’s autonomy and role. Data were analyzed using univariate analysis that described frequency and percentage of responses. Results: The image of nurse profession was perceived positively by pharmacy students (57.4%). Respondents positively perceived nurse’s attitude (84.2%), nurse’s behavior (50.5%), nurse’s performance (52.6%), nursing profession and service (58,1%). The autonomy and role of nurse were negatively perceived by 51.4% of respondents. Discussion: The positive image of nursing profession can be influenced by the good knowledge and experience of respondents when interacting with nurses. The negative image perception can arise due to myths and misconceptions. Conclusion: The image of the nurse profession perceived by the pharmacy students can categorized into positive perception. However, the autonomy and role of nurse are still regarded low. Nurses need to improve independent and collaborative nursing services in order to create a more professional image.Keywords: image, nurse, students, pharmacy, perception
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN KINERJA MAHASISWA DALAM PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN Dian Novita; Sara Tania
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.741 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.96

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang pembelajaran klinik dan kinerja mahasiswa dalam pendokumentasian keperawatan. Metode: penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa D-3 Keperawatan tingkat 3 yang sudah pernah melaksanakan praktik klinik keperawatan, yaitu sebanyak 93 mahasiswa, dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner persepsi mahasiswa yang dibuat sendiri oleh peneliti dan lembar checklist kinerja yang diadopsi dari instrumen A Depkes yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data untuk menilai persepsi sebanyak 19 pernyataan dan lembar checklist sebanyak 25 pernyataan untuk menilai kinerja mahasiswa. Pengambilan data penelitian dilakukan pada September 2017. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji Cramer’s V. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 93 responden sebanyak 60 (64,5%) mempunyai persepsi positif tentang pembelajaran kinik dan sebanyak 49 (52,7%) responden dengan kinerja yang redah dalam pendokumentasian keperawatan. Ada hubungan antara kedua variabel dengan nilaip value=0,004 dan nilai OR yaitu 3,733. Diskusi: persepsi merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi kinerja seseorang. Kesimpulan: mahasiswa yang memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran kinik akan menghasilkan kinerja yang tinggi dalam pendokumentasian keperawatan. Diharapkan dalam pelaksanaan praktik klinik selalu menjalin komunikasi efektif dengan pembimbing, baik dari akademik maupun dari lahan praktek serta meningkatkan kinerjanya sesuai dengan pedoman yang sudah ditentukan.Kata Kunci: persepsi, kinerja, dokumentasi keperawatanCORRELATION BETWEEN STUDENT PERCEPTION OF CLINICAL LEARNING AND STUDENT PERFORMANCE IN NURSING DOCUMENTATIONABSTRACTObjective: To identify the correlation between student perception of clinical learning and student performance in nursing documentation. Methods: This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all third-year students of DIII Nursing who had performed clinical nursing practice, numbering 93 students, taken using total sampling. The instruments used were a student perception questionnaire made by the researcher and a performance checklist adopted from the Ministry of Health’s instrument A of which validity and reliability had been tested. Data collection consisted of19 statements to assess perceptions and a checklist sheet containing 25 statements to assess student performance. The data were collected in September 2017. They were analyzed using univariate and bivariate tests with Cramer’s V test. Results: The research results indicated that out of the 93 respondents, 60 respondents (64.5%) had positive perceptions of kinetic learning and 49 respondents (52.7%) had poor performance in nursing documentation. There was a correlation between the two variables with p value of 0.004 and OR value of3.733. Discussion: Perception is one of the psychological factors that may affect a person’s performance. Conclusion: Students who have positive perceptions of kinetic learning will likely produce high performance in nursing documentation. It is expected that during the implementation of clinical practice, students always establish effective communication with supervisors, both from the academic andfrom the field ofpractice, and improve their performance in accordance with the guideline that have been set.Keywords: perception, performance, and nursing documentation.
PENGARUH PEMBERIAN PAKET “KIAT SEHAT” TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL Jelita Herlina Siska Hinonaung; Elsi Dwi Hapsari; Widyawati -
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.706 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.101

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian paket “kiat sehat” terhadap kecemasan pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental one-group pra-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2016-18 Agustus 2016. Pemilihan sampel secara consecutive sampling. Jumlah sampel adalah 51 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas 2 bagian, yaitu karakteristik responden dan kecemasan ibu hamil yang telah digunakan oleh Setyaningsih (2012). Uji wilxocon signed rank test digunakan untuk melihat perbedaan skor kecemasan ibu hamil sebelum dan setelah empat belas hari diberikan paket “kiat sehat”. Hasil: mayoritas responden adalah umur 19-35 tahun (82,4%), pendidikan menengah (52,9%), mendapatkan informasi tentang kehamilan dari petugas kesehatan (78,4%). Median skor dan simpangan baku kecemasan responden sebelum diberikan paket “kiat sehat” adalah 71(10,6) dan setelah diberikan paket “kiat sehat” 61(10). Uji wilcoxon untuk mengukur pengaruh pemberian paket “kiat sehat” terhadap kecemasan menunjukkan nilai p<0,001. Diskusi: pemberian paket “kiat sehat” berpengaruh bermakna secara klinis menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Penting untuk membekali diri ibu hamil dengan informasi yang benar tentang kehamilan. Paket “kiat sehat” dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil maupun keluarga sebagai bahan bacaan mengenai kiat sehat selama kehamilan sehingga wawasan bertambah dan kecemasan berkurang selama proses kehamilan. Kesimpulan: Ibu hamil perlu dibekali informasi yang benar tentang kehamilan untuk menurunkan kecemasan. Paket ‘kiat sehat’ dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang digunakan oleh petugas kesehatan untuk diberikan pada ibu hamil.Kata kunci: Paket “kiat sehat”, kecemasan, ibu hamilEFFECT OF GIVING “HEALTHY TIPS (KIAT SEHAT)” PACKAGE ON ANXIETY IN PREGNANT WOMENABSTRACTObjective: To identify the effect of “healthy tips (kiat sehat)” package on anxiety in pregnant women. Methods: This research is pre-experimental with one-group pre-posttest design. It was conducted on 11 July 2016-18 August 2016. Samples were taken using consecutive sampling with a sample size of 51 respondents. Data were collected using a questionnaire consisting of 2 parts, namely characteristics of respondents and anxiety of pregnant women that had been used by Setyaningsih (2012). A Wilcoxon signed-rank test was used to see differences anxiety scores in pregnant women before and after fourteen days of being given a “healthy tips” package. Results: The majority of respondents were aged 19-35 years (82.4%), had secondary education (52.9%), obtained information about pregnancy from healthcare workers (78.4%). The median score and standard deviation of respondents’ anxiety before being given the “healthy tips” package was 71 (10.6) and after being given the “healthy tips” package was 61 (10). The Wilcoxon test to measure the effect of giving “healthy tips” package on anxiety showedp value of <0.001. Discussion: Giving “healthy tips” package has a clinically significant effect on reducing anxiety in pregnant women. It is important to equip pregnant women with correct information about pregnancy. The “healthy tips” package can be used by pregnant women andfamilies as reading material concerning healthy tips during pregnancy so that their knowledge increases and anxiety decreases during the pregnancy, Conclusion: Pregnant women need to be equipped with correct information about pregnancy to reduce anxiety. The ‘healthy tips ’package can be used as an alternative learning medium by healthcare workers to be given to pregnant women.Keywords: “Healthy tips ” Package, anxiety, pregnant women
Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Tisna Yanti; Nining Fitrianingsih; Ainul Hidayati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.428 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.97

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 53 responden yang diambil dengan teknik aksidental sampling. Kriteria inklusi sampel adalah pasien dewasa yang mengalami hipertensi dan bersedia menjadi responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan September-Desember 2017. Instrumen penelitian menggunakan alat pengukur tinggi badan dan berat badan (timbangan digital) untuk menilai obesitas dan untuk mengukur tekanan darah digunakan tensi meter digital dengan hasil berpatokan pada JNC-VII. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji koefisien korelasi creamer. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 53 responden, sebanyak 34 (64,2%) responden mengalami obesitas dan 42 (79,2%) responden mengalami hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan nilai uji statistik dengan nilaip value=0,03 \ (< 0,05), hal ini menunjukkan ada hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa, di mana nilai OR=4,375, yang artinya pasien dewasa akan beresiko atau berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 4,375 kali. Diskusi: seseorang yang mengalami obesitas akan terjadi resistensi insulin dan hiperinsulinemia sehingga akan meningkatkan aktivitas syaraf simpatis dan sistem rennin angiotensin yang berperan meningkatkan tekanan darah (hipertensi). Kesimpulan: Seseorang yang mengalami obesitas akan beresiko mengalami penyakit hipertensi.Kata Kunci: Obesitas, hipertensi, usia dewasaCORRELATION BETWEEN OBESITY AND HYPERTENSION IN ADULTHOODABSTRACTObjective: To identify the correlation between obesity and incidence of hypertension in adulthood. Methods: The research employed correlational analysis design with cross sectional approach. Samples were taken accidental sampling technique with a sample size of 53 respondents. The sample inclusion criteria were adult patients who had hypertension and were willing to be respondents. Data were collected in September-December 2017. The research used height and weight measuring instruments (digital scale) to assess obesity and digital tension meter of which results were based on JNC- VII to measure blood pressure. The statistical test was performed using Cramer S correlation coefficient test. Results: The results showed that out of 53 respondents, 34 respondents (64.2%) were obese and 42 respondents (79.2%) had hypertension. The research results showed that the value of statistical tests wasp value of 0.031 (<0.05), indicating that there was a correlation between obesity and incidence of hypertension in adulthood, where OR value was 4.375, meaning that adult patients were 4,375 times likely to be at risk or have the chance to have hypertension. Discussion: An obese person will develop insulin and hyperinsulinemia resistance which will increase the activity of sympathetic nerves and renin-angiotensin system which plays a role in increasing blood pressure (hypertension). Conclusion: An obese person will be at risk of having hypertension.Keywords: Obesity, hypertension, adulthood
Pengaruh Penggantian Kateter Intravena dan Set Infus Terhadap Terjadinya Phlebitis ni luh widani
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.059 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.98

Abstract

ABSTRAKPemasangan infus adalah prosedur umum pada pasien di rumah sakit dimana komplikasi yang umum terjadi adalah phlebitis. Tujuan penelitian: menganalisis pengaruh penggantian kateter intravena (iv) dan set infus terhadap kejadian phlebitis. Metode: penelitian kuantitatif, desain Kohort, sampel sebanyak 247 diambil secara purposif, pasien dewasa yang terpasang infus perifer dirawat di RS Sint Carolus Jakarta pada Bulan November 2016.. Dilakukan pengamatan tusukan infus sejak pemasangan sampai pencabutan oleh peneliti dan dua orang asisten. Data dikumpulkan dengan melihat rekam medis untuk melihat karakteristik pasien dan lembar observasi dan VIP score (Visual infusion phlebitis score). Uji statistik yang digunakan adalah kendall-tau-C dan kendall-tau-B dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Kejadian phelebitis 5,3%. Analisis bivariate Kendal’s tau C menunjukkanada hubungan pemberian terapi iv bolus (p=0,03), lama pemasangan kateter iv (p=0,00) terhadap terjadinya phlebitis (p<0,05). Uji regresi logistik didapatkan variabel independen memberikan kontribusi kejadian phlebitis sebesar 24,5%. Uji probabilitas disimpulkan responden yang tidak diganti tusukan infus rutin dan set drip secara rutin berisiko phlebitis sebesar 100%. Diskusi: Hasil penelitian ini menyimpulkan pentingnya penggantian kateter intravena perifer dan penggantian set infus untuk pemberian terapi drip secara rutin untuk mencegah terjadinya phlebitis. Kesimpulan: penelitian lebih lanjut menganalisis faktor risiko phlebitis di luar faktor yang telah diteliti seperti faktor tetesan dan ketrampilan perawat dalam pemasangan infus.Kata kunci: Kateter Intravena, phlebitis, set infusEFFECT OF REPLACEMENT OF INTRAVENOUS CATHETER AND INFUSION SET ON PHLEBITIS ABSTRACTInfusion is a common procedure in patients in hospitals in which the most common complication is phlebitis. Objective: To analyze the effect of the replacement of intravenous catheter (iv) and infusion set on the incidence ofphlebitis. Methods: This research is quantitative with cohort design. 247 samples were takenpurposively, consisting of adult patients receiving peripheral infusions treated at Saint Carolus Hospital of Jakarta in November 2016. The researcher and two assistants observed infusion punctures from insertion until extraction. Data were collected by reading medical records to see patient characteristics and observation sheets and VIP (Visual infusion phlebitis) score. The statistical test used Kendall’ tau-C and Kendall’s tau-B with a significance level of p <0.05. Results: the incidence of phlebitis was 5.3%. The results of bivariate analysis using Kendal’s tau-C showed that there was a correlation between iv bolus therapy (p=0.03), iv catheter insertion time (p=0.00) to incidence of phlebitis (p<0.05). The logistic regression test found that the independent variables contributed to the incidence of phlebitis by 24.5%. the probability test concluded that respondents whose infusion puncture and set drip were not regularly replaced had a risk of phlebitis by 100%. Discussion: The results of this research concluded the importance of replacing peripheral intravenous catheter and replacing infusion sets for drip therapy regularly in order to prevent phlebitis. Conclusion: Further research is recommended to analyze the risk factors for phlebitis beyond the factors that have been investigated such as droplet factors and nurses’ skills in infusion insertion.Keywords: Intravenous catheter, phlebitis, infusion set
Pengalaman Perawat dalam Menerapkan Manajemen Pengendalian Infeksi di RSUP H. Adam Malik Medan Helfrida Situmorang
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.524 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.99

Abstract

AbstrakPencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta pembinaan dalam upaya menurunkan angka kejadian Infeksi Rumah Sakit (IRS) pada pasien atau petugas rumah sakit dan mengamankan lingkungan rumah sakit dari risiko transmisi infeksi yang dilaksanakan melalui manajemen risiko, tata laksana klinik yang baik dan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit. Tujuan penelitian: mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menerapkan manajemen pengendalian infeksi di RSUP H. Adam Malik Medan. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah IPCLN (Infection Prevention Control Link Nurse) yaitu perawat penghubung pengendali infeksi, ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara mendalam terhadap 12 perawat IPCLN yang terdiri dari IPCLN yang bertugas di ruang rawat inap yang berisiko terjadi infeksi seperti ruang Neurologi (RA 4), RB 1 Obgyn, RA 2, CVCU, RB 4 Anak, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 4, RB 3, VIP B, RB 2 A, R. Inap Kardio Vaskuler Lantai 3, RA 3 THT, ICU Anak, di RSUP. H. Adam Malik Medan. Analisis data dilakukan setelah proses pengumpulan data pada bulan Juli 2016 dengan menggunakan tehnik analisis Colaizzi. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan dua tema yaitu melakukan pengawasan yang ketat dan mendapatkan hambatan dalam melaksanakan pengendalian infeksi. Kesimpulan: Pengawasan terkait pengendalian infeksi sudah dilaksanakan dengan baik setiap hari dan setiap ada pasien baru. Hambatan yang didapat seperti beberapa petugas yang kurang patuh untuk menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan melaksanakan cuci tangan.Kata kunci: Pengendalian infeksi, manajemen, perawatNURSE’S EXPERIENCE IN APPLYING INFECTION CONTROL MANAGEMENT AT H. ADAM MALIK HOSPITAL OF MEDANAbstractInfection Prevention and Control at hospitals are activities that include planning, implementation and supervision as well as development in order to reduce the incidence of Hospital-acquired infection in patients or hospital personnel and to secure hospital environment from the risk of transmission of infection. It is carried out through management risk, good clinical management and implementation of Hospital Occupational Health and Safety. Objective: To explore the experience of nurses in implementing infection control management at H. Adam Malik Hospital of Medan. Methods: This research is qualitative with descriptive phenomenological design. Participants in this study were the Infection Prevention Control Link Nurses (IPCLNs), whom were taken using purposive sampling technique. Data were collected using in-depth interviews to 12 IPCLNs consisting of IPCLNs who served in the inpatient unit facing the risk of infection such as Neurology room (RA 4), RB 1 Obgyn, RA 2, CVCU, RB 4 for children, Cardio vascular Inpatient room 4th Floor, RB 3, VIP B, RB 2 A, Cardio vascular Inpatient room 3rd Floor, RA 3 ENT, ICU for Children at H. Adam Malik Hospital of Medan. Data were analyzed after the data were collected in July 2016 using the Colaizzi’s method of data analysis. Results: The results of this study found two themes, namely strict supervision and obstacles in controlling infection. Conclusion: Supervision related to infection control has been carried out well every day and when a new patient is admitted. Obstacles include some officers who are less obedient to use PPE (Personal Protective Equipment) and to wash hand.Keywords: Infection control, management, nurses
ANALISIS PENGARUH PENGGANTIAN RUTIN PENUSUKAN KATETER INTRAVENA DAN PENGGANTIAN SET INFUSE TERHADAP TERJADINYA PLEBITIS DI RS SINT CAROLUS JAKARTA Niluh Widani
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.48

Abstract

ABSTRAKPemasangan infus adalah prosedur  umum  pada pasien di rumah sakit dimana komplikasi yang umum terjadi adalah plebitis. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh penggantian rutin penusukan dan penggantian set infuse terhadap kejadian phlebitis. Metoda  penelitian   kuntitatif, desain Kohort, sample pasien dewasa diambil secara purposif sebanyak 247 sample, dilakukan pengamatan  tusukan infuse sejak pemasangan sampai   pencabutan. Data dikumpulkan menggunakan lebar observasi dan VIP score (Visual infusion phlebitis score). Hasil analisa mayoritas responden perempuan 140 (56.7%), rata-rata berusia 48.9 tahun, penyakit noninfeksi 151 (61.1%), nomor kateter iv 22: 193 (78.1%), lokasi penusukan di tangan 173 (70%), pemberian cairan isotonik 181 (73.3%), pemberian terapi bolus satu jenis 89 (36%), mendapat terapi drip 142 (57.5%), lama pemasangan 4 hari 63 (25.5%), tidak ada penggantian tusukan iv 169 (68.4%), set infuse drip diganti setiap pemberian 91 (36.8%) dan skala plebitis satu 12,6%. Analisa bivariateKendal’s tau C ada hubungan  pemberian terapi iv bolus (p=0.03), lama pemasangan kateter iv (p=0.00) terhadap terjadinya plebitis (p<0.05). Uji   Regresi logistik  didapatkan variabel independen  memberikan kontribusi kejadian plebitis sebesar 24.5%. Uji probabilitas disimpulkan responden yang tidak diganti tusukan infuse  rutin dan set drip secara rutin berisiko plebitis sebesar 100%. Diskusi: Hasil penelitian ini menyimpulkan pentingnya penggantian kateter intravena perifer  dan penggantian set infuse untuk pemberian terapi drip secara rutin untuk mencegah terjadinya plebitis. Kesimpulan: penelitian lebih lanjut menganalisa faktor risiko plebitis diluar faktor yang telah diteliti seperti faktor tetesan dan ketrampilan perawat dalam pemasangan infuse. Kata kunci :Penggantian Kateter Intravena, Set Infus, Plebitis ABSTRACTThe insertion of peripheral intravenous catheters  is a common practice in hospitals, where Phlebitis is the main local complication. This study attempts to analyze relationship of routine replacement Intravenous catheter insertion and routine replacement Intravenous infusion set to phlebitis. A quantitative-cohort design was used in this study.  Purposive sampling was utilized involving 247 adult patients.  The observation was conducted from insertion until intravenous catheters was retracted and the data was assessed using observation tool and VIP score (Visual infusion phlebitis score). The results found that the majority respondents were female (56.7%),  average age of 48.9 years old, diagnosed with noninfectious diseases (61.1%), utilized intravenous catheter number 22 (78.1%), hand insertion location  (70%), received isotones fluid (73.3%) with single bolus therapy (36%), received drip infusion (57.5%), duration of intravenous catheter of 4 days (25.5%), no intravenous replacement (68.4%), infusion drip replaced after therapy  (36.8%) and a  phlebitis scale of 12.6%. Kendal’s tau C statistical analysis revealed that there issignificant relationship between phlebitis  and intravenous therapy (p = 0.03), duration of intravenous catheter  (p = 0.00).  Logistic regression test showed that independent variable contributed 24.5% to phlebitis. The probability test concluded that respondents who were not replacing Intravenous catheter insertion and Intravenous infusion setregularly may develop phlebitis risk of 100%. It is implied the importance of replacement intravenous catheter and Intravenous infusion setroutinely to prevent phlebitis. For further research, it is suggested to analyze the risk factors of phlebitis such as nurse skills for intravenous catheter insertion.Keyword:  replacement Intravenous catheter insertion,  infusion set, Phlebitis
PENGARUH PEMBERIAN PAKET “KIAT SEHAT” TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE jelita siska herlina hinonaung
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i1.43

Abstract

Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian paket “kiat sehat” terhadap kecemasan pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental one-group pra-post test design. Pemilihan sampel secara consecutive sampling. Jumlah sampel adalah 51 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kecemasan. Uji wilxocon signed rank test digunakan untuk melihat perbedaan skor kecemasan ibu hamil sebelum dan setelah empat belas hari diberikan paket “kiat sehat”. Hasil: Median skor kecemasan responden sebelum diberikan paket “kiat sehat” adalah 71±10,6 dan setelah diberikan paket “kiat sehat” 61±10. Diskusi: Pemberian paket “kiat sehat” menurunkan kecemasan. Kesimpulan: Pemberian paket “kiat sehat” berpengaruh bermakna menurunkan kecemasan pada ibu hamil.

Page 1 of 1 | Total Record : 8