cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023)" : 5 Documents clear
TINGKAT KECEMASAN, PERILAKU SELF-HARM, DAN MEKANISME KOPING MAHASISWA YANG MENJALANI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) Sembiring, Kezia Arihta; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.523

Abstract

ABSTRAKUjian objective structured clinical examination (OSCE) merupakan ujian yang dapat menyebabkan kecemasan bagi mahasiswa kesehatan. Individu berupaya dalam menangani stressor dan salah satu bentuk maladaptifnya adalah perilaku self-harm yang merupakan upaya menyakiti diri sendiri. Penanganan stressor dapat adaptif bila menggunakan mekanisme koping yang cocok dengan individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan, perilaku self-harm, dan mekanisme koping mahasiswa yang menjalani objective structured clinical examination. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian 107 responden (52 responden angkatan 2019 dan 55 responden angkatan 2020), dengan teknik proportional sampling. Instrumen yang digunakan ialah Hamilton Anxiety Rating Scale, Self-Harm Inventory, dan Brief COPE Scale; analisis data dengan univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan ringan (51%), perilaku self-harm rendah (79%), dan mekanisme koping sedang (67%) dengan jenis problem-focused paling banyak digunakan (72%). Diskusi: OSCE merupakan hal yang masih membuat mahasiswa merasa cemas, bahwa masih ditemukan self-harm tinggi yang ditandai dengan tindakan mencederai diri. Untuk itu, cara penyelesaian yang digunakan ialah mekanisme koping problem-focused. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan perlunya promosi kesehatan dalam bentuk edukasi kesehatan dan konseling untuk mahasiswa mengenai tingkat kecemasan, perilaku self-harm, dan mekanisme koping.Kata kunci: mahasiswa, mekanisme koping, objective structured clinical examination, self-harm, tingkat kecemasan Anxiety Levels, Self-Harm Behavior, and Coping Mechanisms among Students Undergoing Objective Structured Clinical Examination (OSCE) ABSTRACTObjective Structured Clinical Examination (OSCE) is an assessment that can induce anxiety among health science students. Individuals endeavor to manage stressors, and one maladaptive form is self-harm behavior, an attempt to harm oneself. Handling stressors can be adaptive when utilizing coping mechanisms suitable for the individual. Objective: This research aims to identify anxiety levels, self-harm behavior, and coping mechanisms among students undergoing Objective Structured Clinical Examination. Methods: This research employed a quantitative descriptive research design. Taken using a proportional sampling technique, the research sample comprised 107 respondents (52 from the 2019 batch and 55 from the 2020 batch). It used instruments consisting of the Hamilton Anxiety Rating Scale, Self-Harm Inventory, and Brief COPE Scale, while data were analyzed through univariate analysis. Results: Findings revealed mild anxiety level (51%), low self-harm behavior (79%), and moderate coping mechanisms (67%), while problem-focused coping was the most frequently used method (72%). Discussion: OSCE remains a significant stressor for students, as evidenced by high levels of self-harm behavior indicated by self-injurious actions. Therefore, problem-focused coping mechanisms are predominantly employed for resolution. Conclusion: This research recommends the necessity of health promotion through health education and counseling for students regarding anxiety levels, self-harm behavior, and coping mechanisms.Keywords: students, coping mechanisms, objective structured clinical examination, self-harm, anxiety level
TINGKAT STRES DAN MEKANISME KOPING SEBELUM DAN SELAMA TERJADI COVID-19 PADA MAHASISWA Wahyudi, Fitra Albana; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.521

Abstract

ABSTRAKPandemi Coronavirus disease-19 (COVID-19) memberikan dampak besar bagi seluruh dunia. Hal ini memengaruhi tingkat stres yang dialami semua orang, termasuk mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres yang dialami dan mekanisme koping yang digunakan mahasiswa saat sebelum dan selama terjadi COVID-19. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 114 mahasiswa S-1 reguler tahun 2019 dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan ialah Perceived Stress Scale-10 dan The Brief COPE. Analisis data yang digunakan analisis univariat dengan tampilan data tendensi sentral (data numerik), frekuensi persen (data kategorik). Hasil: Hasil penelitian didapatkan mahasiswa mengalami stres sedang sebelum COVID-19 (78,1%) dan selama terjadi COVID-19 (82,45%). Mekanisme koping yang digunakan proble- focused coping sebelum COVID-19 (75,4%) dan selama terjadi COVID-19 (67,5%) serta adaptive copingsebelum COVID-19 (92,1%) dan selama terjadi COVID-19 (90,4%). Diskusi: Peningkatan tingkat stres antara sebelum dan selama terjadinya COVID-19 menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat dampak stres yang mungkin terjadi pada mahasiswa sehingga mahasiswa perlu diberi pelatihan mengenai mekanisme koping yang baik untuk menurunkan tingkat stres yang dihadapi. Kesimpulan: Walaupun mahasiswa memiliki tingkat stres sedang, mereka masih dapat mengatasi stresnya dengan baik karena mayoritas memiliki mekanisme koping yang berfokus pada masalah daripada berfokus pada emosi sehingga diharapkan mahasiswa lebih aware terhadap tingkat stres yang dialaminya dengan meminta pertolongan pada professional apabila sudah merasa tidak dapat mengatasinya. Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan mekanisme koping yang sesuai dengan dirinya dengan cara mengetahui hobi atau passion yang sedang diminati. Kata kunci: COVID-19, mahasiswa, mekanisme koping, stres Stress Levels and Coping Mechanisms Before and During The COVID-19 Pandemic among University Students ABSTRACTThe Coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic has had a significant impact globally, affecting the stress levels experienced by everyone, including university students. Objective: This research aims to describe the stress levels experienced and coping mechanisms used by university students before and during the COVID-19 pandemic. Methods: This research employed a quantitative descriptive research design. The sample consisted of 114 regular undergraduate students from the 2019 batch, whom were taken using the total sampling technique. It used The Perceived Stress Scale-10 and The Brief COPE questionnaire. Data were analyzed univariate analysis with central tendency (numeric data) and percentage frequency (categorical data) presentation. Results: Findings revealed that students experienced moderate stress before COVID-19 (78.1%) and during the COVID-19 pandemic (82.45%). Problem-focused coping mechanisms were utilized by 75.4% of students before COVID-19 and 67.5% during the COVID-19 pandemic, while adaptive coping mechanisms were employed by 92.1% of students before COVID-19 and 90.4% during the COVID-19 pandemic. Discussion: The increase in stress levels before and during the COVID-19 pandemic is important to consider due to the potential impact of stress on students. Therefore, students must be trained in effective coping mechanisms to reduce stress levels. Conclusion: Despite experiencing moderate stress levels, students can still cope well with their stress, as most utilize coping mechanisms that focus on problem-solving rather than emotional reactions. It is hoped that students will become more aware of their stress levels and seek professional help if they cannot cope. In addition, students can use coping mechanisms that align with their interests and passions.Keywords: COVID-19, students, coping mechanisms, stress
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG CARA PENCEGAHAN HEPATITIS Suantika, Putu Inge Ruth; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Megayanti, Sri Dewi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.496

Abstract

ABSTRAKTingginya angka kasus hepatitis disebabkan kurangnya kesadaran akan bahaya dan komplikasi yang terjadi. Kesadaran yang kurang dihubungkan dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang pencegahan sehingga berdampak pula terhadap sikap dan perilakunya. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan hepatitis di Banjar Padang Tawang. Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah analitik korelasi (cross sectional) dengan populasi yaitu seluruh warga Banjar Padang Tawang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 153 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik yang digunakan ialah uji chi-square dan fisher exact test. Hasil: 111 orang (72,5%) memiliki pengetahuan yang baik, 79 orang (51,6%) memiliki sikap positif dan 100 orang (65,4%) memiliki perilaku yang baik tentang pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan hepatitis. Hasil uji mengenai sikap dan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis ialah 0,000 (p value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku masyarakat tentang pencegahan hepatitis. Diskusi:Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif akan berhubungan dengan perilaku yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan hepatitis. Diperlukan pembinaan yang berkelanjutkan bagi masyarakat untuk memberikan informasi terbaru mengenai penyakit hepatitis sehingga akan menciptakan perilaku yang baik pula. Kata kunci: hepatitis, pengetahuan, perilaku, sikap Correlation of Knowledge and Attitudes with Community Behavior Regarding Hepatitis Prevention ABSTRACTThe high incidence of hepatitis cases is attributed to the lack of awareness of the dangers and complications involved. This lack of awareness is associated with the insufficient knowledge held by the community about prevention, which consequently affects their attitudes and behaviors. Objective: To identify the correlation of knowledge and attitudes with behaviors regarding hepatitis prevention in Banjar Padang Tawang. Methods: The research design employed was an analytical correlation (cross-sectional) with the population of all Banjar Padang Tawang residents. The purposive sampling technique was utilized with a total of 153 individuals. Data were collected using validated and reliable knowledge, attitude, and behavior questionnaires. Statistical tests utilized the chi-square test and Fisher's exact test. Results: 111 individuals (72.5%) had good knowledge, 79 individuals (51.6%) exhibited positive attitudes, and 100 individuals (65.4%) demonstrated good behavior regarding hepatitis prevention. The test results regarding knowledge and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge and community behavior concerning hepatitis prevention. Similarly, the test results regarding attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between attitudes and community behavior regarding hepatitis prevention. Discussion: Good knowledge and positive attitudes are correlated with good behavior, and vice versa. Conclusion: There is a correlation of knowledge and attitudes with behavior regarding hepatitis prevention. Continuous education for the community is necessary to provide up-to-date information about hepatitis, thereby promoting positive behaviors as well.Keywords: hepatitis, knowledge, behavior, attitudes.
STRATEGI REGULASI EMOSI DAN POLA ASUH ORANG TUA MELATARBELAKANGI PERILAKU BINGE EATING PADA REMAJA Prasetya, Mega Anastasya Riwu; Wanda, Dessie; Adawiyah, Robiyatul; Astuti, Astuti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.529

Abstract

ABSTRAKPenelitian mengenai binge eating belum banyak dilakukan di Indonesia. Binge eating adalah perilaku makan berlebihan yang merupakan salah satu mental disorder utama pada remaja, khususnya pada remaja yang berusia 15–19 tahun. Tujuan: Melihat hubungan strategi regulasi emosi dan pola asuh orang tua dengan perilaku binge eating pada remaja usia 15–19 tahun di DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji statistik nonparametrik, yaitu uji chi-square. Sampel pada penelitian ini berjumlah 388 remaja yang memenuhi kriteria inklusi dan didapatkan melalui teknik probability sampling jenis cluster sampling. Sesuai dengan variabel-variabel yang ada, instrumen yang digunakan ialah instrumen karakteristik responden, Binge Eating Scale (BES), Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan Parental Authority Questionnaire (PAQ). Hasil: Ditemukan sebesar 11% dari 388 remaja memiliki perilaku severe binge eating. Menggunakan uji chi-square, penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara strategi regulasi emosi dan perilaku binge eating (p-value = 0,001; α = 0,05) serta antara pola asuh orang tua dan perilaku binge eating (p-value = 0,001; α = 0,05). Diskusi:Terbentuknya strategi regulasi emosi yang adaptif diimbangi dengan pola asuh orang tua yang otoritatif dapat mengembangkan perilaku makan yang sehat bagi anak. Kesimpulan: Disusun dan dilaksanakannya program pendidikan terkait cara meregulasi emosi yang adaptif bagi remaja dan edukasi yang tepat mengenai pola asuh yang sesuai dengan karakteristik remaja bagi orang tua dapat membantu mengurangi risiko perilaku binge eating.Kata kunci: binge eating, pola asuh orang tua, regulasi emosi, remaja Emotion Regulation Strategies and Parental Parenting Styles Underlying Binge Eating Behavior in Adolescents ABSTRACTResearch on binge eating behavior remains scarce in Indonesia. Binge eating, a form of excessive eating behavior, represents a major mental disorder among adolescents, particularly those aged 15-19 years. Objective: To explore the correlation between emotion regulation strategies and parental parenting styles with binge eating behavior among adolescents aged 15-19 years in Jakarta Special Capital Region. Methods: This research employed a quantitative observational analytic design with a cross-sectional research design and utilized non-parametric statistical tests, namely the chi-square test. The sample comprised 388 adolescents who met the inclusion criteria and were obtained through cluster sampling probability sampling technique. Consistent with the variables involved, the instruments utilized included respondent characteristic instruments, Binge Eating Scale (BES), Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and Parental Authority Questionnaire (PAQ). Results: Findings revealed that 11% of the 388 adolescents exhibited severe binge eating behavior. Employing the chi-square test, the research demonstrated a significant correlation between emotion regulation strategies and binge eating behavior (p-value=0.001; α=0.05) as well as between parental parenting styles and binge eating behavior (p-value=0.001; α=0.05). Discussion: The formation of adaptive emotion regulation strategies coupled with authoritative parental parenting styles may foster healthy eating behavior among adolescents. Conclusion: Implementation of educational programs concerning adaptive emotion regulation strategies for adolescents and appropriate parenting education tailored to adolescent characteristics for parents may aid in reducing the risk of binge eating behavior.Keywords: Binge eating, parental parenting styles, emotion regulation, adolescents
MODEL EDUKASI PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DENGAN STOMA (OSTOMATE): A SYSTEMATIC REVIEW Fredy, Etri Selpawani; Yusuf, Saldy; Syahrul, Syahrul
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i3.463

Abstract

ABSTRAKPembentukan stoma berisiko menimbulkan komplikasi. Untuk itu, pasien perlu mendapatkan edukasi melalui discharge planning. Namun, saat ini pelaksanaannya belum optimal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi variasi model edukasi discharge planning pada ostomate serta pengaruhnya terhadap kemampuan perawatan diri dan penyesuaian ostomate terhadap kondisinya. Metode: Systematic review ini menggunakan pedoman ceklis PRISMA dan pencarian artikel menggunakan database PubMed, ProQuest, Science Direct, Wiley Online Library, dan EBSCO. Kata kunci yang digunakan ialah “Patient Education AND Stoma OR Ostomy OR Colostomy OR Ostomate AND Self-Care” dengan kriteria semua artikel tentang edukasi discharge planning, kemampuan perawatan dan penyesuaian diri ostomate (usia >18 tahun), studi randomized controlled trial (RCT) dan quasi-experiment. Strategi pencarian dengan penyaringan full text, artikel tahun 2017–2022, berbahasa Inggris. Kualitas artikel dinilai menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil: Enam artikel yang diidentifikasi secara umum menunjukkan bahwa discharge planning berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan perawatan diri pasien. Adapun variasi model edukasi discharge planning yang dapat digunakan ialah transtheoritical model (TTM), model NPET, model OMRE, edukasi dengan simulasi, model edukasi terstruktur, dan intervensi edukasi melalui prosedur FOCUS-PDCA. Diskusi: Intervensi edukasi dalam pelaksanaan discharge planning dapat diberikan secara langsung (face-to-face) ataupun melalui pemanfaatan telenursing, dan meskipun berbeda teknik maupun cara implentasinya namun semua model edukasi dari hasil tinjauan sistematik ini telah terbukti memberikan efek positif untuk ostomate. Kesimpulan: Discharge planning yang diimplementasikan secara terstruktur serta memperhatikan isi edukasi, bermafaat bagi peningkatkan kemampuan perawatan diri dan penyesuaian ostomate terhadap kondisinya.Kata kunci: discharge planning, edukasi, ostomate, stoma Educational Model for Implementing Discharge Planning in Patients with Stoma (Ostomate): A Systematic Review ABSTRACTFormation of a stoma poses risks of complications; hence, patients need education through discharge planning, yet its implementation is currently suboptimal. Objective: To identify variations in education models of discharge planning for ostomates and their impact on self-care ability and adjustment of ostomates to their condition. Methods: This Systematic Review followed PRISMA checklist guidelines, and article searches were conducted using PubMed, ProQuest, Science Direct, Wiley Online Library, and EBSCO databases. Keywords used were "Patient Education AND Stoma OR Ostomy OR Colostomy OR Ostomate AND Self-Care" with criteria of all articles on discharge planning education, ostomate self-care ability, and adjustment (age >18 years), Randomized Controlled Trial (RCT), and quasi-experiment studies. The search strategy included full-text screening, articles from 2017-2022, and English language. Article quality was assessed using the Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Results: Six identified articles generally influenced the improvement of patients' self-care abilities. Various models of discharge planning education identified were transtheoretical model (TTM), NPET model, OMRE model, education with simulation, structured education model, and FOCUS-PDCA procedure education intervention. Discussion: Education interventions in implementing discharge planning can be provided directly (face-to-face) or through tele-nursing, and although different in techniques and implementation methods, all education models from this systematic review have been proven to affect ostomates positively. Conclusion: Structured implementation of discharge planning considering education content is beneficial for improving self-care abilities and the adjustment of ostomates to their condition.Keywords: discharge planning,education, ostomate,  stoma

Page 1 of 1 | Total Record : 5