cover
Contact Name
Usep Sholahudin
Contact Email
sholahudin.usep@gmail.com
Phone
+6285213278644
Journal Mail Official
sholahudin.usep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Cilegon. Km. 5. Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 2620956X     EISSN : 26208067     DOI : http://dx.doi.org/10.30656/gauss.v2i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisikan kajian ilmiah dan hasil penelitian dibidang matematika dan pendidikan matematika
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 7 Documents clear
Pengembangan Modul Ajar dengan Model Problem Based Learning Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Rezi Ariawan; Reza Utami -; Sari Herlina; Endang Istikomah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.3930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari pengembangan modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning (PBL) berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integral kelas XI SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi karena penelitian dilakukan pada masa Covid-19 yang terdiri dari tahap (Analysis, Design, dan Development). Objek penelitian ini adalah modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dengan meminta validasi dari 2 dosen Pendidikan MatematikaFKIP UIR dan 1 guru Matematika SMA N 14 Pekanbaru. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Berdasarkan uji validitas, modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah dinyatakan valid dengan validitas indeks Aiken sebesar 0,68 (validitas sedang). Dari hasil tersebut, mengidentifikasikan bahwa modul yang dikembangkan valid. Kata kunci: Modul, Model Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Polya Ditinjau dari Kemampuan Representasi Matematis A Rizal Heru Cahya; Syamsuri Syamsuri; Cecep AHF Santosa; Anwar Mutaqin
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemecahan masalah matematis siswa di MTs Negeri 3 Serang pada materi sistem persamaan liniar dua variabel (SPLDV) berdasarkan teori Polya ditinjau dari kemampuan representasi matematis. Pemilihan subjek penelitian ini dipilih berdasarkan pada kategori siswa yang menguasai ketiga representasi matematis. Selanjutnya terpilih 3 siswa sebagai subjek dengan kategori memiliki ketiga kemampuan representasi matematik yaitu: representasi visual, representasi simbolik, dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dokumentasi, hasil tes kemampuan pemecahan masalah, dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Semua subjek mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, dan melaksanakan rencana penyelesaian. Namun kebanyakan masih bermasalah pada tahapan memeriksa kembali jawaban sesuai tahapan Polya. Kata Kunci: Polya, Pemecahan masala, Representasi Matematik
Efektivitas Pembelajaran Inquiry dengan Strategi Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Iir Amelia; Hepsi Nindiasari
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry dengan strategi scaffolding terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa kelas X SMK. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Pasundan 1 Kota Serang, tahun pelajaran 2021/2022. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X sebanyak 6 kelas .Sampel dalam penelitian ini kelas X–AKL yang berjumlah 22 siswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian desain pre-experimental. Desain atau rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah desain pretes-pascates satu kelompok (one group pretest-postest design). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh peningkatan kemampuan komunikasi matematis setelah diberikan model pembelajaran inquiry dengan strategi scaffolding dengan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,050. Aktivitas belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran pembelajaran inquiry dengan strategi scaffolding memperoleh hasil rata-rata 29,32 dari sebelumnya 3,68. Dengan demikian, model pembelajaran inquiry dengan strategi scaffolding efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Kata kunci: Model Pembelajaran Inquiry, Scaffolding, Kemampuan Komunikasi Matematis
Pengaruh Burnout Syndrome dalam Pembelajaran Daring Metode Numerik terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Reza Kusuma Setyansah; Davi Apriandi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4667

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara burnout syndrome selama pembelajaran daring melihat dari hasil akademik mahasiswa. Penelitian ini mengacu kinerja dari mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang mengalami burnout syndrome selama pembelajaran daring pada mata kuliah metode numerik. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik korelasi. Tujuan penggunaan metode tersebut mengetahui besaran pengaruh dan seberapa kuat burnout syndrome selama pembelajaran daring terhadap perolehan akademik mahasiswa pada mata metode numerik. Populasi dalam penelitian ini seluruh semester VII program studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun, dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 27 mahasiswa. Skala burnout syndrome merupakan instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan perhitungan dari 22 item bahwa hasil reliabilitas diperoleh Cronbach's Alpha sebesar 0,814 (konsisten) dan hasil validitas pada seluruh item di atas r-tabel hitung sebesar 0,432 maka dinyatakan valid. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan yang negative antara burnout syndrome (kejenuhan) selama pembelajaran daring dengan kemampuan akademik mahasiswa, serta burnout syndrome memiliki tingkat peranan sebesar 58,00% terhadap prestasi akademik dan sisanya disebabkan oleh pengaruh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Burnout Syndrome, Daring, Metode Numerik, Prestasi Akademik
Analisis Kebutuhan Modul Kalkulus Integral untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Hesty Marwani Siregar; Titi Solfitri; Rini Dian Anggraini
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4718

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan kemampuan manusia salah satunya berpikir kreatif. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis ini salah satunya dapat diperoleh di Perguruan Tinggi melalui mata kuliah Kalkulus Integral. Untuk menunjang pembelajaran diperlukan suatu bahan ajar berupa modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modul kalkulus integral yang bagaimana yang dibutuhkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif menggunakan tes, observasi, angket, wawancara, dan analisis bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan matematika membutuhkan modul kalkulus integral yang mudah dipahami, memfasilitasi kemampuan bepikir kreatif matematis, memuat penjelasan dari konsep materi yang dipelajari, berbasis model pembelajaran inovatif, menggunakan teknologi sesuai perkembangan zaman, dan bisa digunakan secara mandiri. Kata kunci: analisis kebutuhan, berpikir kreatif matematis, kalkulus integral, modul
Model Pembelajaran MURDER (Mood, Understanding,Recall,Digest, Expand, Review) Berbantuan Media Gamifikasi dan Self Concept: Dampak terhadap Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Ina Subekti; Siska Andriani; Mujib; Mardiyah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat dampak model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Digest, Expand, Review (MURDER) berbantuan gamifikasi dan self concept terhadap dampak kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMK Persada Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan sampel terdiri dari dua kelas, kelas yang pertama yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Digest, Expand, Review (MURDER) berbantuan media gamifikasi dan kelas kedua yaitu kelas kontrol yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan strategi quasi eksperiment. Hasil rata rata dari penelitian ini pada kelas eksperimen yang menggunakan model MURDER yaitu sebesar 82,181 dan kelas kontrol dengan model PBL yaitu sebesar 65,587. Rata-rata angket yang diperoleh pada self concept tinggi adalah 77,214, dan pada self concept sedang adalah 73,271, sedangkan pada self concept rendah adalah 71,167. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dan homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji anova dua arah. Kata Kunci : Murder, Gamifikasi, Pemahaman Konsep Matematis, Self Concept
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Memecahkan Soal Higher Order Thinking Berdasarkan Gaya Berpikir Sternberg Menurut Fungsinya Merta Triani Putri; Viktor Sagala; Yuni Listiana
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.4741

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir kritis siswa dalam memecahkan soal higher order thinking dilihat berdasarkan gaya berpikir Sternberg menurut fungsinya yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Surabaya pada tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas VIII, yaitu satu siswa dengan gaya berpikir legislatif, satu siswa dengan gaya berpikir eksekutif, dan satu siswa dengan gaya berpikir yudikatif. Instumen penelitian berupa tes gaya berpikir Sternberg, tes berpikir kritis pada pemecahan masalah (soal HOT), serta pedoman wawancara. Indikator berpikir kritis sesuai dengan enam kriteria bepikir kritis FRISCO milik Ennis yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview pada setiap empat langkah pemecahan masalah milik Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Berdasarkan analisis data hasil tes berpikir kritis dalam memecahkan masalah (soal HOT) dan data pada transkrip wawancara maka diperoleh deskripsi berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan masalah higher order thinking sebagai berikut. Siswa legislatif menunjukkan kriteria FRISCO namun tidak menunjukkan kriteria overview pada semua tahap pemecahan masalah, serta tidak menunjukkan kriteria reason dan inference pada tahap membuat rencana. Siswa eksekutif meunjukkan kriteria FRISCO pada setiap tahap pemecahan masalah kecuali kriteria overview pada tahap membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Siswa yudikatif menunjukkan kriteria FRISCO namun pada tidak menunjukan kriteria inference dan clarity pada tahap melaksanakan rencana, serta tidak menunjukkan kriteria overview pada tahap memahami masalah dan melaksanakan rencana. Kata kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Higher Order Thinking, Gaya Berpikir Sternberg

Page 1 of 1 | Total Record : 7