cover
Contact Name
Dinda Rakhma Fitriani
Contact Email
mediakom@gunadarma.ac.id
Phone
+622178881112 ext. 516
Journal Mail Official
mediakom@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25979841     EISSN : 2686469X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/mkm
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi secara luas, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
DOMINASI KAPITALISME DALAM PRODUKSI KONTEN BERITA SURAT KABAR LAMPU HIJAU Leo Susanto
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.569 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar dominasi kapitalisme dalam produksi konten berita di surat kabar Lampu Hijau. Sebagai salah satu bentuk jurnalisme kuning di Indonesia, Lampu Hijau sarat dengan kepentingan kapitalis dalam akumulasi modal. Teknik wawancara mendalam dan studi literatur digunakan untuk menjaring data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan dominasi kapitalisme dalam produksi konten berita Lampu Hijau dilakukan oleh pemilik media dan pengiklan yang saling berkaitan. Dominasi tersebut nampak dalam mekanisme kerja jurnalis Lampu Hijau. Pertama, jurnalis diharuskan menulis berita seputar seks, kriminal dan unik yang bersifat dangkal. Kedua, penumpulan daya nalar kritis jurnalis dengan mekanisme kerja yang mengharuskan menulis konten berita yang tidak berbobot. Ketiga, penulisan konten berita yang tidak boleh kontraproduktif dengan pengiklan apa pun alasannya. Target pendapatan media menjadi motivasi untuk mendorong jurnalis agar mendapatkan pengiklan sebanyak mungkin. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kualitas konten berita yang diproduksi bagi masyarakat.
KONSTRUKSI SOLIDARITAS SOSIAL YANG DIBANGUN DALAM SITUS PETISI ONLINE CHANGE.ORG Tricintya Charletha Antameng Kobis
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.954 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konstruksi solidaritas sosial para pendukung Ronny Setiawan di situs petisi online change.org  Cabut SK DO rektor UNJ, Selamatkan Ronny Setiawan oleh aliansi mahasiswa UNJ bersatu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme sosial. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam mengonstruksi  solidaritas sosial perlu memperhatikan tiga proses berikut yakni eksternalisasi atau penyesuaian diri pendukung terhadap petisi online, objektivasi atau pengidentifikasian pendukung terhadap objek-objek yang terlibat dalam petisi dan internalisasi yaitu penegasan tindakan untuk mendukung petisi online tersebut. Solidaritas sosial para pendukung petisi online tersebut terkonsturksi karena adanya solidaritas mekanik yaitu persamaan perasaan dan sikap yang dirasa oleh pendukung, dan solidaritas organis yaitu adanya keharusan bagi anggota aliansi untuk menandatangani petisi online.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN DAN CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PT KHONG GUAN BISKUIT FACTORY INDONESIA DI KELURAHAN CIRACAS Ahmad Nasher
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.519 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Pengaruh Bauran pemasaran dan Citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen PT Khong Guan Biskuit Factory Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, adapun jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 98 orang dengan menggunakan teknik area sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan penyebaran kuesioner dan menghimpun data dari sumber bacaan yang relevan dengan masalah penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui nilai koefisien jalur (path coefficient) antara variabel bauran pemasaran dengan loyalitas konsumen sebesar 0.363, nilai ini mencerminkan bahwa bauran pemasaran dan loyalitas konsumen secara nyata mempunyai hubungan yang positif. Sedangkan nilai koefisien jalur (path coefficient) antara variable citra merek dan loyalitas konsumen sebesar 0.460, nilai ini mencerminkan terdapat pengaruh yang cukup erat antara citra merek yang dimiliki oleh PT Khong Guan Biskuit Factory Indonesia dengan loyalitas konsumennya di daerah Kelurahan Ciracas.
TANTANGAN IDEALISME MEDIA DI ERA KAPITALISME GLOBAL Hendra Alfani
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.192 KB)

Abstract

Ditemukannya komputer dan satelit komunikasi, termasuk penemuan internet yang dianggap sebagai gelombang keempat revolusi informasi, menjadikan media massa tidak lagi semata-mata sebagai institusi sosial yang dilingkupi idealisme dengan berbagai ketentuan etik (code of ethic), tetapi media massa secara perlahan namun pasti tak mampu mengelak dari kepentingan ekonomi dan politik. Media massa yang kian mengindustri akibat pengaruh teknologi komunikasi dan informasi, telah mempermudah kekuatan kapitalisme dan konglomerasi masuk ke sendi-sendi aktivitas jurnalisme dan institusi media. Pengaruh dan kekuatan kapitalisme membuat media tak berdaya untuk menolak apalagi menghindarinya. Demikian juga dengan pengaruh-pengaruh politik, kadang pertaruhan idealisme media berkelindan dengan kepentingan ekonomi dan politiknya sekaligus. Tulisan singkat ini hendak mewacanakan bagaimana sesungguhnya tantangan idealisme media massa di era kapitalisme media yang tak mungkin lagi dihindari oleh media. Lalu di atas semua persoalan itu, penting kiranya untuk mencari titik keseimbangan (tanpa dominasi salah satu diantaranya) antara idealisme dan kapitalisme media.
PERTARUNGAN PERSEPSI BUDAYA MAYA DALAM MASYARAKAT DIGITAL Kun Wazis
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.016 KB)

Abstract

Persepsi budaya masyarakat dari berbagai latar belakang dapat dipertukarkan secara cepat dan tanpa batas oleh media siber atau dikenal dengan new media. Bahkan, media online telah membentuk budaya masyarakat maya (cyberculture) yang perilakunya banyak dikendalikan oleh persepsi budaya sebagaimana dipertukarkan dalam ruang-ruang maya. Dunia maya menjadi salah satu kekuatan bagi masyarakatnya untuk membangun persepsi budaya. Dengan kekuatan akses yang cepat, tanpa batas, murah, dan mampu diakses kapan saja dan dimana saja, perilaku budaya online akhirnya mampu menggeser budaya offline tersebut. Budaya-budaya nyata mulai digeser dengan cukup pertemuan di dunia maya. Melalui kajian deskriptif ini, diperlukan sikap arif bagi masyarakat yang berada di alam jagad maya agar memiliki persepsi positif dalam membangun komunikasi di dunia mereka. Sikap ini diperlukan agar manusia tetap bisa menjaga martabat budaya yang konstruktif sehingga dapat melawan budaya maya yang merusak, seperti berita hoax, penyebaran ujaran kebencian di media sosial, hingga membangun komunitas masyarakat virtual yang beradab.
‘MEME’ SEBAGAI SEBUAH PESAN DAN BENTUK HIPERREALITAS DI MEDIA Rahmi Surya Dewi
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.799 KB)

Abstract

“Meme” merupakan salah satu karya seni yang akhir-akhir ini sangat marak dimunculkan oleh para netizen di media sosial.  Pada era digital meme beredar tidak lagi dipahami sebatas unit-unit kecil dari budaya yang tersebar dari orang ke orang dengan cara menyalin atau imitasi, namun saat ini istilah meme mengacu pada replikasi foto atau gambar seseorang yang diubah ke bentuk lain, ditambah dengan berbagai tulisan yang biasanya bersifat sindiran atau lelucon melalui Windows (dan sistem operasi lainnya) dari pengguna internet. Meme dapat berkembang dengan imitasi yang dilakukan oleh manusia sesuai dengan ide yang tersimpan dalam otak dan menyebar dengan proses peniruan dan postingan yang dilakukan oleh para netizen. Penelitian ini menggunakan tradisi kualitatif dengan paradigma kritis dengan studi literatur, pengamatan dan wawancara. Meme sebagai sebuah pesan berkembang begitu masif di media sosial, merupakan salah satu ciri hiperrealitas dan simulasi di mana kompleksitas antara tanda, citra dan realitas bertemu.

Page 1 of 1 | Total Record : 6