cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM" : 8 Documents clear
BENTUK KETIDAKADILAN GENDER DALAM NASKAH DRAMA MANGIR KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Aryani Aryani; Rerin Maullinda
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.227 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.78-86

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas ketidakadilan gender dalam naskah drama Mangir karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan tentang Wanabaya atau pemimpin kerajaan Mangir yang memimpin anak buahnya untuk berperang dengan Mataram. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan feminisme terhadap ketidakadilan gender dalam naskah drama Mangir. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan feminism. Data dari penelitian ini berupa data verbal, paparan bahasa pernyataan tokoh berupa dialog, monolog, dan narasi yang ada dalam naskah drama Mangir karya Prmoedya Ananta Toer. Deskripsi pembahasan difokuskan pada naskah drama yang memunculkan adanya bentuk ketidakadilan gender dalam paham feminisme. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Berdasarkan data dan analisis data di atas, ditemukan beberapa bentuk ketidakadilan gender dalam naskah drama Mangir karya Pramoedya Ananta Toer, bentuk ketidakadilan gender tersebut berupa: Stereotipe (stereotipe terhadap rakyat jelata dan perempuan), Beban kerja (beban kerja terhadap rakyat jelata dan perempuan), kekerasa (fisik dan psikologi), dan subordinasi(subordinasi terhadap perempuan dan prajurit) Kata Kunci: Bentuk Ketidakadilan, Gender, Naskah Drama
PEMAKAIAN JARGON SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PADA MARKAS KOMANDO KABUPATEN KARAWANG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Riyadhul Haq; Tri Pujiati; Dien Mardiana Y
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.81 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.1-23

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripiskan bentuk kode komunikasi Satuan Polisi Pamong Praja pada Markas Komando Kabupaten Karawang.(2) Mendeskripsikan bentuk lingual pada jargon yang digunakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja pada Markas Komando Kabupaten Karawang. (3) Mendeskripsikan makna jargon ditinjau dari komponen tutur Satuan Polisi Pamong Praja Pada Markas Komando kabupaten Karawang. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan: (1) Bentuk kode komunikasi yang digunakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pada Markas Komando Kabupaten Karawang yaitu sandi struktural, sandi alphabet/lokal Indonesia, sandi angka, dan sandi kata. (2) Bentuk lingual pada jargon Satuan Polisi Pamong Praja Pada Markas Komando Kabupaten Karawang terdiri dari bentuk Kata, Frasa Numeralia dan Frasa Nomina.(3) makna jargon di tinjau dari komponen tutur penulis mengacu pada teori SPEAKING yaitu Setting and Scene, Participants, End :Purpose and Goal, Act Squences, Key : Tone or Spirit of Act, Instrumentalities, Norms Of Interaction And Interpretation , dan Genres. Kata Kunci : Sosiolinguistik, Jargon, Satuan Polisi Pamong Praja
TRANSFORMASI NOVEL KE FILM THE PERFECT HUSBAND KARYA INDAH RIYANA Mursih Mursih; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.641 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.87-101

Abstract

Abstrak Ekranisasi berasal dari bahasa perancis, ecran yang berarti layar. Jadi istilah itu mengacu pada alih wahana dari suatu karya sastra ke film. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses ekranisasi pada novel The Perfect Husband karya Indah Riyana dan film The Perfect Husband sutradara Rudi Aryanto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang berpedoman pada pendapat Moleong. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Sapardi Djoko Damono. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa proses ekranisasi yang terjadi dari novel ke film The Perfect Husband yaitu: 1) Penciutan atau pengurangan alur cerita dari novel ke film The Perfect Husband sehingga munculnya perbedaan alur cerita baik dari segi latar dan tokoh dalam cerita. 2) Penambahan dari novel ke film The Perfect Husband.  3) Perubahan Variasi pada Alur, latar, dan tokoh dari novel ke film The Perfect Husband. Kata Kunci : Ekranisasi, Novel, Film.
PENGINOVASIAN BENTUK DISFEMISME PADA SURAT KABAR DAN RELEVANSINYA PADA BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMP Irpa Anggriani Wiharja
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.207 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.37-44

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) menemukan bentuk dan tujuan disfemisme pada koran Sindo edisi Agustus 2018, (2) menginovasikan bentuk disfemisme pada koran Sindo edisi Agustus 2018 dan (3) mendeskripsikan relevansi penginovasian bentuk disfemisme pada koran Sindo edisi Agustus 2018 sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMP. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu koran Sindo edisi Agustus 2018. Data penelitian ini berupa bentuk dan tujuan disfemisme yang terdapat di berita koran Sindo edisi Agustus 2018. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Berdasarkan hasil penelitian bentuk kebahasaan disfemisme terdiri dari 4 bentuk, yakni kata dasar, kata majemuk, kata berimbuhan dan kata ulang. Sedangkan tujuan disfemisme yaitu menujukan prilaku, melakukan usaha, menujukan kejengkelan, dan menguatkan makna. Hasil penelitian ini dapat direlevansikan sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di smp kelas viii kurikulum 2013 KD 4.2 menyusun teks cerita moral, ulasan, diskusi,cerita prosedur dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat secara lisan maupun tulisan. Pada penelitian ini ditemukan bentuk dan tujuan disfemisme yang terdapat pada teks diskusi yang disusun kedalam RPP. Kata kunci: penginovasian, disfemisme, bentuk, surat kabar, bahan ajar.
AGAMA, RASIONALISME, PERLAWANAN: ANALISIS CERPEN “LAILA” KARYA PUTU WIJAYA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA BARTHES Puri Bakthawar; Nasrul Nasrul
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.711 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.102-115

Abstract

Abstrak Diskursus agama kerap menjadi medan tarik-ulur wacana antara dua kutub besar kelompok kegamaan: kutub konservatif dan kutub liberal. Kutub konservatif acap kali bertumpu pada narasi tekstual keagamaan yang nyaris absolut dan sulit untuk digugat. Sementara itu, kutub liberal kerap berusaha memberikan narasi penafsiran yang berbeda melalui landasan kontekstual dan rasionalisme. Di balik hal tersebut, diasumsikan adanya tarik-ulur relasi kekuasaan yang dioperasikan. Penelitian ini berusaha untuk melihat fenomena tersebut yang terefleksikan dalam cerpen “Laila” karya Putu Wijaya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian, melalui analisis terhadap tokoh Laila dalam relasinya dengan tokoh lainnya, menunjukkan bahwa konservatisme agama kerap menjadi narasi-narasi penguasaan yang dioperasikan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan-tujuan tertentu pula. Sedangkan rasionalisme kerap menjadi narasi perlawanan terhadap narasi-narasi konservatisme yang bersifat penguasaan tersebut. Kata kunci: Agama, Rasionalisme, Putu Wijaya, semiotika, Barthes.
ANALISIS PEMAKNAAN PADA TEMBANG CAMPURSARI “GUGUR GUNUNG” DALAM KONTEKS GOTONG ROYONG Erwin Riyatmoko; Suyatno Suyatno
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.13 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.45-58

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan (1) pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada tembang campursasri; (2) pemaknaan bentuk simbolik pada tembang campursari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Adapun tembang yang dijadikan objek kajian yaitu “Gugur Gunung”. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa (1) Pada pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos pada tembang “Gugur Gunung” memiliki makna tentang masyarakat yang masih perlu dihimbau akan pentingnya gotong royong; (2) Makna simbolik yang terdapat pada tembang “Gugur Gunung” yaitu gotong royong dan kerukunan. Kata kunci : Tembang Campursari, Gotong Royong, Denotasi, Konotasi, Mitos, dan Makna Simbolik
METODE PENELITIAN SASTRA LOKAL: SEBUAH RUMUSAN AWAL Awla Akbar Ilma; Puri Bakthawar
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.717 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.24-36

Abstract

Abstrak Munculnya karya sastra lokal di Indonesia akhir-akhir ini secara massif penting untuk direspon. Hal pertama yang perlu dilakukan ialah merumuskan metode penelitian yang sesuai dengan pendekatan dan permasalahan yang dominan muncul dalam karya sastra lokal. Permasalahan tersebut antara lain, narasi budaya lokal dan kearifan lokal yang ditampilkan di dalam karya sastra, serta relasi antara narasi budaya lokal dengan masyarakat, pengarang, dan pembaca. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meyakini bahwa pendekatan klasik M.H Abrams, yang terdiri dari pendekatan objektif, mimetik, ekspresif, dan pragmatik relevan untuk menjawab dan menjelaskan permasalahan. Sementara metode penelitian yang digunakan ialah metode deskripsi analisis dengan langkah kerja sesuai asumsi dari masing-masing 4 pendekatan tersebut. Hal yang penting dalam penelitian sastra lokal ialah penelusuran data melalui sumber pustaka dan wawancara. Data wawancara penting untuk membangun pemahaman mengenai konteks budaya dari masyarakat yang digambarkan oleh karya. Sementara analisis yang penting dilakukan ialah mendeteksi sikap dari karya sastra dalam memandang budayanya sendiri dan budaya lain dalam interaksi budaya. Analisis ini merupakan langkah awal dalam mendeteksi munculnya sikap-sikap negatif dalam tumbuh kembangnya budaya lokal, yakni sikap konservatif dan persaingan budaya yang tidak sehat.
GANGGUAN BERBICARA PSIKOGENIK PADA PENDERITA LATAH M. Wildan; Dian Effendi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 7, No 2 (2019): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.664 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v7i2.59-77

Abstract

Abstrak Bahasa menjadi bagian penting dalam kehidupan, setiap hari manusia menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi. Adapun kelatahan berbicara yang terjadi pada seseorang menjadi faktor penghambat dalam suatu proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk bahasa dan karakteristik berbicara latah pada karyawan men’s wear Sogo Plasa Senayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan morfosintakasis dengan tujuan agar dapat diketahui bentuk bahasa serta penggunaan profaniti yang menjadi karakteristik berbahasa latah. Dalam pada itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk bahasa latah dapat berupa kata, frasa, klausa dan kalimat. Sementara karakteristik berbahasa latah dapat berupa kata makian seksual dan kata makian ringan. Kata kunci: psikolinguistik, latah, morfosintaksis, profaniti

Page 1 of 1 | Total Record : 8