cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik" : 3 Documents clear
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK BERKELANJUTAN TERHADAP KINERJA OPERASIONAL: PERAN MEDIASI SUSTAINABLE REVERSE LOGISTICS CAPABILITY Hanadia Palest Haifa; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional yang dimediasi oleh Sustainable Reverse Logistics Capability. Ini adalah studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam studi ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang furnitur di Kabupaten Bantul. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data primer dari 100 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UKM yang telah menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Pengujian hipotesis menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 1) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,372; p = 0,006), 2) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Reverse Logistics Capability (β = 0,769; p < 0,001), 3) Sustainable Reverse Logistics Capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,467; p < 0,001), dan 4) Sustainable Reverse Logistics Capability memediasi pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional (β = 0,360; p < 0,001), dengan nilai R² sebesar 0,591 untuk Sustainable Reverse Logistics Capability dan 0,624 untuk kinerja operasional.
PENGARUH PERFORMANCE MEASUREMENT AND MANAGEMENT (PMM) YANG DIMEDIASI OLEH SUPPLY-SIDE GOVERNANCE DAN DEMAND SIDE GOVERNANCE TERHADAP KEBERLANJUTAN KINERJA PADA UKM RITEL DI KABUPATEN SLEMAN Ayu Setiyasari; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Performance Measurement and Management (PMM) terhadap kinerja keberlanjutan yang dimediasi oleh Supply-side Governance (SSG) dan Demand-side Governance (DSG). Penelitian ini merupakan studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel di Kabupaten Sleman, dengan sampel sebanyak 60 UMKM ritel di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun serta memiliki mekanisme evaluasi kinerja dan umpan balik pelanggan. Data yang digunakan merupakan data primer. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,316; p = 0,007), (2) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap SSG (β = 0,478; p < 0,001), (3) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap DSG (β = 0,442; p < 0,001), (4) SSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,384; p < 0,001), (5) DSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,213; p = 0,022), serta (6) SSG dan DSG memediasi pengaruh PMM terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,038; p = 0,041). Nilai R² menunjukkan sebesar 0,567 untuk kinerja keberlanjutan, 0,477 untuk DSG, dan 0,215 untuk SSG.
EVALUASI LEAN WAREHOUSING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL GUDANG PT POS INDONESIA Derby Muhammad Sadam; Wiku Larutama; Mumu Komaro
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.67185

Abstract

PT Pos Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam penyediaan layanan kurir, logistik, dan transaksi keuangan di Indonesia. Dalam proses pengelolaan logistik produk Telkomsel di divisi Tata Kelola Gudang, ditemukan berbagai permasalahan operasional, seperti proses entri data manual, penomoran dan scanning ganda, serta fluktuasi volume barang yang menyebabkan penumpukan persediaan (inventory waste) dan waktu tunggu (waiting time) yang tinggi. Permasalahan tersebut berdampak langsung pada penurunan akurasi data, keterlambatan distribusi, peningkatan biaya operasional, serta menurunnya produktivitas keseluruhan proses pergudangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi pada proses operasional gudang Telkomsel di bawah pengelolaan PT Pos Indonesia, serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan pendekatan Lean Warehousing. Metode analisis yang digunakan meliputi Value Stream Analysis Tools (VALSAT), kuesioner Seven Waste, dan Process Activity Mapping (PAM) untuk memetakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah Defect (rata-rata 1,5), Unnecessary Inventory dan Waiting (masing-masing 1,4). Berdasarkan analisis VALSAT, Process Activity Mapping (PAM) terpilih sebagai tools utama dengan nilai tertinggi (30,2). Hasil PAM menunjukkan Process Cycle Efficiency (PCE) kondisi saat ini sebesar 53,9% dari total 402,5 menit proses, dengan 33,5% waktu terbuang pada aktivitas Non Value Added (NVA). Melalui rekomendasi perbaikan yang mencakup digitalisasi pencatatan berbasis Warehouse Management System (WMS), optimalisasi penjadwalan distribusi dengan vendor, penerapan sistem RFID untuk pencatatan inbound, serta penataan ulang tata letak gudang, PCE diproyeksikan meningkat menjadi 60,8% dengan penghematan waktu sebesar 45,9 menit (11,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Lean Warehousing berpotensi signifikan dalam mengurangi pemborosan operasional dan meningkatkan efisiensi proses distribusi produk Telkomsel di PT Pos Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 3