cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 16 Documents clear
PROMOTING RESPONSIBLE ENVIRONMENTAL BEHAVIOR OF STUDENTS IN BIOLOGY DEPARTMENT BY THE IMPLEMENTATION OF ENVIRONMENTAL EDUCATION Setiyaningsih, Dwi; Poedjiastoeti, Sri; Raharjo, Raharjo; Atweh, Bill
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p175-180

Abstract

Eco Campus is a national environmental management system and award scheme for the higher education sector for addressing key issues of environment. One of the education institutions at university level that was planned to implement an eco- campus is the State University of Surabaya (UNESA) especially at the Faculty of Mathematics and Science (FMIPA). However, to create such goal, it was important to begin with how to make the students have responsible environmental behavior (REB). Related to such problem, the pre experimental research has been conducted to promote three of responsible environmental behavior of students in Biology department of international class 2012, comprised of; eco-management action, persuasion, and economic/consumer action using the implementation of environmental education program. As a lifelong study, the environmental education was aimed to show that interdependency between humanity and the environment was needed to improve the human environment sustainability for the present and the future generations. This study was conducted using variety of data sources; observation, interview, questionnaire and test. Based on the data analyses descriptively and the discussion result, it was known that the ability of the lecturer to manage the learning activities for each category was good. Then, the implementation of environmental education program can promote three categories of responsible environmental behaviors of students. Moreover, the environmental education implemented in the current research has positive impact on students’ cognitive learning outcomes of environmental knowledge subject, especially the strategies for sustainable development topic, based on the UNESA grade standard.Eko-kampus adalah sebuah sistem manajemen lingkungan nasional dan skema penghargaan untuk sektor pendidikan tinggi untuk mengatasi permasalahan utama lingkungan. Salah satu lembaga pendidikan di tingkat universitas yang telah mencanangkan eko-kampus adalah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) khususnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Namun demikian, untuk mewujudkan tujuan tersebut, hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah bagaimana cara membentuk sikap mahasiswa memiliki perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (REB).Terkait dengan permasalahan tersebut, penelitian pra-eksperimen telah dilakukan untuk mendorong terwujudnya tiga aspek perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan pada mahasiswa jurusan Biologi kelas internasional 2012, meliputi, tindakan eko-manajemen, persuasi, dan tindakan konsumen/ekonomi, melalui penerapan program pendidikan lingkungan. Sebagai pendidikan seumur hidup, pendidikan lingkungan bertujuan untuk menunjukkan bahwa saling ketergantungan antara manus ia dan lingkungan diperlukan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan hidup manusia untuk saat ini dan generasi yang akan datang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara, angket dan tes. Berdasarkan analisis data secara deskriptif dan hasil pembahasan, diketahui bahwa kemampuan pengajar dalam mengelola aktivitas pembelajaran untuk setiap langkah pengajaran adalah baik. Kemudian, pelaksanaan program pendidikan lingkungan dapat mendorong tiga aspek perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan pada mahasiswa. Selain itu, pendidikan lingkungan yang telah diterapkan dalam penelitian ini memiliki dampak positif terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan lingkungan, terutama pada materi strategi untuk pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada standar penilaian UNESA.
ASESMEN AUTENTIK DALAM ACTIVE LEARNING UNTUK MEMONITOR KEMAJUAN BELAJAR CALON GURU FISIKA Yuliati, Lia
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p120-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kemajuan belajar mahasiswa peserta matakuliah strategi pembelajaran fisika Prodi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang melalui asesmen autentik.  Asesmen ini digunakan dalam pembelajaran aktif sebagai salah satu upaya menyiapkan calon guru fisika di abad 21.Kemajuan belajar mahasiswa yang diamati mencakup kemampuan  merancang, melaksanakan dan mengevaluasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi dalam pembelajaran secara apa adanya melalui pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan dalam 3 tahap. Setiap tahap mahasiswa melaksanakan penilaian autentik sesuai dengan materi dan tugas yang diberikan. Instrumen yang digunakan meliputi SAP sebagai panduan pembelajaran, Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), butir soal tes, lembar observasi kemampuan melaksanakan pembelajaran, rubrik penilaian tugas-tugas, rubrik penilaian portofolio, jurnal belajar dan panduan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan partisipatif, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan dukungan data kualitatif dan kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik dapat digunakan untuk memonitor kemajuan belajar calon guru fisika. Asesmen autentik dapat memonitor hasil belajar mahasiswa dengan mengoptimalkan berbagai aspek kemampuan melalui berbagai aspek penilaian.
PROFIL KOMPETENSI GURU DALAM MANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI KABUPATEN SORONG Triyoso, Anang; Sudibyo, Doni
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p170-174

Abstract

This research was aimed to find information about the extent of teachers competence in using information and communication technology as a medium in the learning process and supporting factors, inhibiting the use of it. The samples  in this   research were the teachers and headmasters of Muhammadiyah elementary school and secondary schools in Sorong regency, with 5   teachers and 5 headmasters. Data collection techniques in this research is using a questionnaires with  completed  by  the  respondents, while the method of data  analysis  is descriptive quantitative method, where the presentation of the data shown in tables and graphs. The results showed that only 54% of teachers who are competent to  use  information  and  communication technology  in  learning in their school and only reached   58%  of headmasters in  successful  policy  to  encourage the  use  of  information  and communication technology in schools. Based on this results that needs to make efforts to improve the competence of teachers in using of information and communication technology as a learning media.Penelitian ini bertujuan mencari informasi tentang sejauhmana kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dalam proses pembelajaran dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pemanfaatannya. Sampel di dalam penelitian ini adalah para guru dan kepala sekolah tingkat dasar dan menengah Muhammadiyah yang ada di kabupaten  Sorong  sebanyak 5 guru dan 5 Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan  kuisioner  yang  diisi  oleh  responden, Sedangkan metode analisis datanya adalah  metode deskriptif kuantitatif, dimana penyajian data ditampilkan  dalam bentuk table dan grafik. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 54% guru yang kompeten untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran disekolahnya dan hanya mencapai 58% kepala sekolah dalam kebijakannya berhasil  mendorong  pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sekolahnyaBerdasarkan hasil ini, maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran
TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA PADA BEBERAPA KONSEP DASAR MATEMATIK YANG DIBUTUHKAN UNTUK KELANCARAN BELAJAR KIMIA KUANTITATIF Fahyuddin, Fahyuddin; Liliasari, Liliasari; Sabandar, Jozua
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p147-153

Abstract

This study explores the basic mathematics abilities of pre-service chemistry students in the specific area of mathematics that consists of four sections, on logarithms, scientific notation , algebra, and graphs. The results of this study were used to develop content lecture of chemistry mathematics course in both chemistry education curriculum and science of chemistry. The participants were 150 students that consists of three level, one level, two, and three, each of 50 respondents. The basics mathematics ab ilities of three level chemistry students were compared with each other. The questions were used in this descriptive study are all multiple choice that developed based on four mathematics concept and related with the needs of chemistry students. The results ind icated that were not significantly differents in mathematics abilities among the tree level of students. Student achievements in basic mathematics consists of logarithms, scientific notation, algebra, and graphs wer, dan respectively. The mathematics concepts that are still difficult to understanding for students were algebra manipulation, transformation of mathematics equation from exponensial to logarithm equation, and understanding of graphs both exponensia l and logarithm equation.Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan matematika dasar mahasiswa pendidikan kimia pada konsep logaritma, notasi saintifik, aljabar dasar, dan grafik. Hasil studi digunakan sebagai dasar untuk pengembangan bahan ajar mata kuliah matematika kimia pada kurikulum pendidikan kimia dan jurusan kimia. Sampel penelitian adalah 150 mahasiswa yang terdiri atas tiga tingkatan, yaitu tingkat 1, 2, dan 3 yang masing-masing 50 orang. Kemampuan konsep dasar matematik dari tiga tingkatan akan diperbandingan satu sama lain. Instrumen yang digunakan pada metode deskriptif ini berupa tes pilihan ganda yang dikembangkan berdasarkan konsep matematika yang diukur dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa kimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan kemampuan dasar matematik antara tiga tingkatan mahasiswa tidak memberikan perbedaan yang signifikant pada sejumlah konsep matematik yang bersesuaian dan nilai total. Untuk itu, kemampuan mahasiswa pendidikan kimia secara rata-rata pada konsep logaritma, notasi saintifik, aljabar, dan grafik berturut-turut adalah 58,6; 66,3; 51,2; dan 32,8. Konsep dasar matematik yang masih sukar dipahami adalah mengubah bentuk persamaan eksponensial ke bentuk logoritma, distribusi persamaan logaritma, hukum dasar aljabar, aritmetika bilangan dalam notasi saintifik, grafik persamaan eksponensial, dan grafik persamaan logaritma.
MODEL LATIHAN INKUIRI (MLI) DIPADU PETA KONSEP PADA PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISTEM MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Sujayanty, Sri; S Tapilouw, Fransisca.; Redjeki, Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p154-157

Abstract

An effective thinking skill, which is considered as an important characteristic, is needed for all grades at school. Teaching thinking skill, blending thinking skill and teaching materials (curriculum) and assesing of higher order thinking can help student to be an effective critical and creative thinker. The lecture is seldon teach about thinking, such as system thinking. Teaching thinking skill explicitly through lecturing content material could help student of Biology teacher to be effective thinker in the future. In order to improve the thinking ability of the student of Biology teacher, it could be through implementing an appropriate model of teaching such as Inquiry Training Model (ITM) combined with concept mapping. Result shown that it is about 70,33 of biology teacher candidate students are in a enough category of sistem thinking ability after following blended Inquiry Training Model (ITM) and concept mapping on general biology instruction, the achievement of indicator system thinking students was categorized good, student’s understanding about air pollution was categorized good, the correlation between student’s understanding and system thinking shows high correlation.Keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik penting di sekolah pada setiap jenjangnya. Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit, memadukannya dengan materi pembelajaran (kurikulum) dan melakukan assessment berpikir tingkat tinggi dapat membantu mahasiswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif secara efektif. Kemampuan berpikir seperti berpikir sistem jarang diajarkan secara khusus dan terpisah oleh dosen di kelas. Mengajarkan kemampuan berpikir secara eksplisit dengan memadukannya pada materi perkuliahan akan membantu mahasiswa calon guru Biologi menjadi pemikir yang efektif. Upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir sistem calon guru Biologi dapat dilakukan dengan menyesuaikan materi perkuliahan Biologi Umum dengan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir sistem, antara lain yang dikemas dalam bentuk model latihan Inkuri dipadukan dengan peta konsep. Hasil analisis menunjukkan kemampuan berpikir sistem mahasiswa calon guru Biologi setelah mengikuti perkuliahan menggunakan MLI dipadu peta konsep pada materi Pencemaran udara rata rata 70,33 dikategorikan cukup, persentasi pencapaian indikator kemampuan berpikir sistem rata rata 74,33% dikategorikan baik, penguasaan konsep mahasiswa pada materi pencemaran udara rata rata 66,10 dikategorikan baik, korelasi antara penguasaan konsep dan kemampuan berpikir sistem (r) 0.9753 menunjukan korelasi tinggi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED Hindriana, Anna Fitri; Rahmat, Adi; Redjeki, Sri; Riandi, Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163

Abstract

Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are  required a learning model that can decrease cognitive load  when the students receiving information caused by the teaching method  (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test – Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students’ reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student  thinking  skills  were  increased  especially in inductive  reasoning.  Most  students  had  thinking  skill  and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria.  The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan  menggunakan model  nested  bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan berpikir  mahasiswa. Model  ini  diperlukan  pada  saat  mahasiswa  menerima informasi dengan interkoneksi tinggi,  yang  dapat menimbulkan    beban  kognitif. Untuk  memfasilitasi keterampilan berpikir  terutama penalaran baik  induktif maupun  deduktif diperlukan  adanya  model  pembelajaran  yang  dapat  menurunkan  beban  kognitif  pada  saat  mahasiswa  menerima  informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test – Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan  kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan  analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif  mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif  setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran  mahasiswa  sebesar  68  %  termasuk  dalam  kriteria  baik  dan  32%  termasuk   dalam   kriteria   cukup. Kemampuan merancang  eksperimen  mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.

Page 2 of 2 | Total Record : 16