cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2015)" : 32 Documents clear
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS INKUIRI MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJASAMA SISWA SMA Fadilah, Sri Istinafiatin; Kardi, Soeparman; Supardi, Z.A. Imam
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p779-787

Abstract

The aim of this research is to develop biology inquiry-based instructional materials, on the topic Human Excretion System to facilitate senior high school students to think critically and work cooperatively. The instructional materials consisted of the lesson plan, worksheet, learning material, and evaluation instruments. Before the try-outing, the instructional materials had been validated by expert and good categorized.  The result showed that: 1) the developed instructional materials were feasible; 2) the lesson plan had been well implemented (98%); 3) the highest students activities were discussion (27,56%), writing hypotheses (22,16%), formulating conclusion (13,70%), and testing hypotheses using the data collection (13,14%); 4) student learning outcomes including the ability of the achievement of competence indicators completeness 88% and  the think critically had reached 95,6% of mastery level in the indicator gives the argument (92,6%) and take decisions and actions (88,1%); 5) student motivation level based on the ARCS instrument were respectively: 4,48 for Attention, 4,44 for Relevance, 4,22 for Confidence, and 4,47 for Satisfaction. The percentage of student response to the instructional process was 80,77% , 84,62% to the teaching materials, 82,05% to the worksheets; and 6) 87,3% in collaboration work. Based on the above result showed that developed biology inquiry based instructional materials on the topic Human Excretion System were feasible to facilitate senior high school students to think critically and work cooperatively. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang layak berdasarkan pendekatan berbasis inkuiri pada pokok bahasan sistem eksresi manusia dalam upaya untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan kerjasama siswa SMA. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Materi Ajar, LKS, dan Instrumen Penilaian. Sebelum diujicobakan perangkat pembelajaran telah divalidasi oleh pakar dan hasilnya valid dan berkategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan layak digunakan; 2) keterlaksanaan RPP adalah 98% terlaksana baik; 3) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang tertinggi adalah berdiskusi dengan guru  atau siswa lain, yaitu (27,56%), menuliskan hipotesis (22,16%), membuat kesimpulan (13,70%), dan menguji hipotesis (13,14%); 4) hasil belajar siswa yang meliputi ketuntasan indikator ketercapaian kompetensi 88,8% dan keterampilan berpikir kritis rata-rata (95,6%) dengan persentase tertinggi pada indikator memberikan argumen (96,2%) dan mengambil keputusan dan tindakan (88,1%); 5) respon siswa siswa terhadap pembelajaran dapat dilihat dari nilai angket dengan menggunakan ARCS, yaitu untuk Attention (perhatian) = 4,48, Relevance (relevansi) = 4,44, Convidence (keyakinan) = 4,22, dan Satisfacation (kepuasan) = 4,47, Persentase respon untuk proses pembelajaran 80,77%, materi ajar 84,62%, dan LKS 82,05%; 6) kemampuan kerjasama siswa tertinggi pada aspek menghargai anggota kelompok, yaitu 87,3 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  perangkat pembelajaran biologi berbasis inkuiri yang dikembangkan adalah layak dan dapat melatih keterampilan berpiki kritis dan kerjasama siswa SMA pada materi Sistem Ekskresi Manusia.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Syahdiani, Syahdiani; Kardi, Soeparman; Sanjaya, I Gusti Made
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p727-741

Abstract

This study aims to describe the feasibility of interactive multimedia based inquiry on material Human Reproduction System to improve learning outcomes and practice students critical thinking skill. The feasibility product is measuring by validity, practically and effectiveness result. The validity product by looking expert media, and content expert valued. The practicaly instructional package showed by learning implementation, and students intrested . The effectiveness by looking at learning outcome and the diffrence between the scores of pretest and posttest achieved by the students. This research is design by instructional learning package design  based on  Dick  and Carey model , developing  design media based on ASSURE model and involved XI Science grade  at SMA Negeri 1 Batu Sopang. Data from the expert of media, content, design and  students intrested were obtained by using observation and test.The data was obtained analyzed by descriftif analyzes technic. The result of research show that the validity of learning material is valid category, implementation  is very good category . Aspect of the student response individual user is good, with 32,13 % very agree and 55,3 % agree at the real implementation. The students intrested on lerning model is good category. Learning achievment of cognitive, psychomotoric and sosial spiritual attitude  aspect than increasing critical thinking skill. N (gain scores) analyses showed that there are  average gain score increasing 0,8(high gain). This study thus showed that interactive multimedia base on inquiry developed feasible to improve learning outcome and practice students critical thinking skills Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan  multimedia interaktif berbasis inkuiri materi sistem reproduksi manusia untuk meningkatkan hasil belajar dan melatih keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kelayakan perangkat diukur dari  validitas, kepraktisan dan efektivitas. Validitas perangkat dilihat dari penilaian ahli media dan ahli materi. Kepraktisan perangkat dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran, respon dan minat siswa. Efektivitas perangkat dilihat dari hasil belajar siswa serta perbedaan antara skor pretest dan posttest yang dicapai siswa. Penelitian ini menggunakan desain  pengembangan perangkat pembelajaran dengan  mengadaptasi  model Dick and Carey, desain pengembangan media menggunakan model ASSURE dan melibatkan para siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu Sopang sebagai sampel pengujian. Data uji ahli media, isi,  desain,  dan respon siswa  dikumpulkan dengan menggunakan angket,  sedangkan  uji coba  kepada siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran berkategori  valid,  keterlaksanaannya berkategori  terlaksana dengan  baik. Ditinjau dari aspek  tanggapan siswa pengguna, media  hasil pengembangan berkategori baik, dengan persentase 32,3 % sangat setuju dan 55,3 % setuju  pada implementasi di  lapangan. Minat siswa pada model pembelajaran yang diterapkan berkategori baik Ketuntasan hasil belajar kognitif, psikomotor dan sikap spiritual sosial tercapai, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis. Analisa N(Gain Scores)  menunjukkan bahwa  terdapat peningkatan gain skor rata-rata 0,8 (kategori tinggi). Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis inkuiri yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan melatih keterampilan berpikir kritis siswa.
PEMBELAJARAN SIKAP MELALU ANALOGI DALAM MENGAJARKAN BIOLOGI Ramdhayani, Eryuni; Ibrahim, Muslimin; Madlazim, Madlazim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p874-884

Abstract

Advances technology and communications take positive and negative impacts that could affect the attitudes and thoughts of students, so it is necessary to teach positive attitude to become a fortress, selector and controller. The problem can be solved by the innovation of learning by analogy to teach attitude. The aims this research are: (1) Describe the adherence study using analogy,(2) Describe achievment test of student attitude competency (the persistent attitude, the attitude of helping, loyalty  and discipline) as taught using analogy (3) Describe achievement test of students knowledge competency taught using the analogy, (4) Describe achievement test of students skills competency taught using the following analogy. (5) Describe the students respons after taught using analogy. To achieve these objectives have conducted result using replication class is the class XA and XB class. the number of respondents in this trial 33 students to a class XA and XB 32 SMA Darul Ulum Lamongan by using one group pretest-posttest design. Results of research indicate feasibility study of the two classes of replication done very well. The student  positive response/very strong on applied learning by teacher. The results of students' learning attitudes which consists of persistent attitude, the attitude of mutual help, loyalty and discipline to get good results because of the percentage of students are observed in accordance with accepted indicators are higher than what has not observed. Learning outcomes of cognitive in both classes of replication after learning by analogy with the average value obtained posttest all the students completed having reached the predicate ?B-. Based on these results it can be concluded that teach biology through analogy can to teach attitude. Kemajuan teknologi dan komunikasi  membawa dampak positif dan negatif yang dapat mempengaruhi sikap dan pemikiran siswa, sehingga perlu membelajarkan sikap positif untuk menjadi benteng, selector dan pengontrol. Problem  tersebut dapat dipecahkan dengan adanya inovasi pembelajaran melalui analogi untuk mengajarkan sikap. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran biologi menggunakan analogi (2) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi sikap (sikap gigih, sikap tolong menolong, sikap rela berkorban dan sikap disiplin) siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. (3) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi pengetahuan siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. (4) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi keterampilan siswa setelah diajarkan menggunakan analogi (5) Mendeskripsikan respon siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dilakukan uji coba dengan menggunakan kelas replikasi yaitu kelas XA dan kelas XB. Jumlah responden dalam uji coba ini 33 siswa untuk kelas XA dan 32 XB SMA Darul Ulum Lamongan dengan menggunakan rancangan.penelitian One Group pretest-posttest Design. Data hasil penelitiaan ini menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sikap menggunakan analogi pada kedua kelas replikasi terlaksana sangat baik. Siswa memberikan respon sangat kuat pada pembelajaran yang diterapkan guru. Hasil belajar sikap siswa yang terdiri dari sikap gigih, sikap tolong menolong, sikap rela berkorban dan sikap disiplin mendapatkan hasil yang baik karena persentase siswa yang teramati sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan yaitu lebih tinggi dibandingkan yang tidak teramati. Hasil belajar kognitif pada kedua kelas replikasi setelah dilakukan pembelajaran dengan analogi diperoleh rata-rata nilai posttest semua siswa tuntas karena telah mencapai predikat ?B-. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajarkan biologi melalui analogi dapat mengajarkan sikap siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Hasnawati, Hasnawati; Agustini, Rudiana; Koestiari, Toeti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p830-837

Abstract

The aims of this study are to develop a cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together). The typeis feasible (valid, practical, and effective) and can to practice communication skills, learning outcomes in the material of electrolyte and nonelectrolyte solution in the second semester students of class X State High School 1 Peso. Development of the learning is done based on the models of four-D. This study use done group pretest posttest design. Based on research data obtain findings: the validity of the research developed a good categorized; text book readability level students the developed a good category; good categorized enforceability of RPP; student?s dominant activity is to communicate information ideas/ opinions, ask questions, and presentations with the percentage of 18.88%; the obstacles encountered during the implementation of the learning device that students are not familiar with the cooperative model type NHT (Numbered Heads Together) and the majority of students are less active in the learning process; students responded positively to the learning process; teaching and learning process using cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) is able to practice the students communication skills; and student learning outcomes after participating in the learning process is completed 100%. The conclusion of this studyis the cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) feasible (valid, practical, andeffective) used to practice communication skills and learning out comes on the material of electrolyte and nonelectrolyte solution. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) yang layak (valid, praktis, dan efektif), melatihkan keterampilan berkomunikasi serta mengetahui hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit pada siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Peso. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan berdasarkan model four-D. Rancangan penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan data penelitian diperoleh beberapa temuan:validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori baik; tingkat keterbacaan Buku Ajar Siswa yang dikembangkan berkategori tepat untuk pembelajaran; keterlaksanaan RPP berkategori baik; aktivitas siswa yang dominan adalah mengkomunikasikan informasi ide/pendapat, bertanya, dan presentasi dengan persentase 18,88%; hambatan yang ditemui selama penerapan perangkat pembelajaran yaitu siswa belum terbiasa dengan model kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan sebagian siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran; siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran; pembelajarankooperatif tipe NHT(Numbered Heads Together) dapat melatihkan keterampilan berkomunikasi siswa; dan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar adalah tuntas 100%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) layak (valid, praktis, dan efektif) digunakan untuk melatihkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7E PADA PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Indrawati, Weny; Suyatno, Suyatno; Yuanita, Yuni Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p788-794

Abstract

This research aimed to describe efectivity of 7E learning cycle model on improvement students?concept mastery and critical thinking skills. This research was conducted by three phases, namely: (1) prepation phase to develop teaching materials, (2) validation and revision phase, and (3) learning implementation phase on class using one group pretest-posttest design. The results of research showed that: (1) Realization of lesson plan with mean score of 4.68 as very good category; (2) Frequency of the dominant students?activity namely teamwork was 28% with mean reliability of 80%; (3) Students? positively respond to the learning model with main score of 3.2; (4) The concepts classical mastery was 94% and the indicator mastery was 79%; (5) The critical thinking skills classical mastery was 97%, the indicator mastery was 88%, and supported by high gain scores to students? concept mastery and critical thinking skills. Based on the results, it was concluded that the implementation of 7E learning cycle model on the solubility and solubility product topic was effective to improve students? the concepts mastery and critical thinking skills. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran learning cycle 7E terhadap peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: (1) tahap penyusunan perangkat pembelajaran, (2) tahap validasi dan revisi, dan (3) tahap implementasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterlaksanaan RPP dengan nilai rata-rata 4,68 dengan kategori sangat baik; (2) Frekuensi aktivitas siswa yang menonjol adalah bekerja sama dengan tim sekelompok sebesar 28% dengan reliabilitas rata-rata 80%; (3) Respon positif siswa terhadap model pembelajaran dengan nilai rata-rata 3,2; (4) Ketuntasan klasikal penguasaan konsep 94% dan ketuntasan indikator 79%; (5) Ketuntasan klasikal keterampilan berpikir kritis 97%, ketuntasan indikator 88%, dan didukung dengan skor peningkatan yang tinggi terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa implementasi model pembelajaran learning cycle 7E pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DENGAN TEKNIK TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Hidayat, Rahmat; Kirana, Tjandra; Widodo, Wahono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p742-752

Abstract

After doing research by using 5E Learning Cycle Model through Guided Discovery learning with the topic of Human Reproduction System, it aimed to increase the student learning outcomes.  The subjects were 35 students of SMA Negeri 4 Samarinda, which used One group pretest-posttest design. The data were analyzed by using quantitative-qualitative description, the results are : (1) The feasibility of lesson plan categorized as good; (2) Student activity with a good instrument reliability; (3) Student learning outcomes had increased with the average score was 85 (N-gain score was 0,76).  According to analyzed data, it can be concluded that 5E Learning Cycle Model through Guided Discovery can be used to increase student learning outcomes. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis Guided Discovery pada pokok bahasan Sistem reproduksi  manusia, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Subyek penelitian 35 siswa SMA Negeri 4 Samarinda menggunakan rancangan One Group Pretest and Postest Design. Data adalah hasil kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Data tersebut dianalisis dengan hasil sebagai berikut: (1) Keterlaksanaan RPP dengan kategori baik; (2) aktivitas siswa dengan realibilitas instrumen berkategori baik; (3) THB untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi sistem reproduksi manusia dengan rata-rata skor 85 yang secara keseluruhan mengalami peningkatan Gain 0.76. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Model Learning Cycle 5E berbasis Guided Discovery dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENDEKATAN TASC (THINKING ACTIVELY IN SOCIAL CONTEKS) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Asmara, Rani; Susantini, Endang; Rahayu, Yuni Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p855-891

Abstract

Teaching and learning in school only emphasizes on the aspects of knowing and understanding. An aspect of the analysis, application, synthesis and evaluation is implemented very rarely so the teaching learning process lead to remembering aspect. This study aims to fasilitate students' creative thinking skills using a TASC oriented learning at 29 senior high school students at  X-MIA3 class using one-group pretest-posttest design.  The development of the teaching learning materials used  4D models. Based on the validator?s result the average rating 4,24, while validity og lesson plan the validator?s give an average 4,15 (feasible). The  validator?s also give the average value of materials students 4,25 (feasible). Data were analyzed qualitative descriptively in the implementation of lesson plan was in and test of student learning outcomes good results (with range 3,7-4). Tests of student learning outcomes with median 89,7. Creativel thinking skills of students showed an increase of the number of relevant answers. From the response of students, generally positive response the learning with TASC approach to facility students' creativel thinking skills.  Based on the result can be concluded that the TASC oriented learning  is feasible and can facilitate students' creativel thinking skills. Proses belajar mengajar di sekolah lebih banyak menekankan pada aspek mengetahui dan memahami. Aspek analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga mengajarkan siswa dalam belajar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC dengan ujicoba pada 29 siswa SMA kelas X-MIA3 dengan rancangan one group pretest-posttest, pengembangan dengan model 4D. Berdasarkan hasil validasi RPP para validator memberikan nilai rata-rata 4,24, sedangkan validitas LKS rata-rata 4,15 dengan kategori layak untuk digunakan. Para validator memberikan nilai rata-rata bahan ajar siswa 4,25 dengan kategori layak digunakan. Data hasil keterlaksanaan pembelajaran  dan tes hasil belajar dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran baik (dengan rentang 3,7- 4). Tes hasil belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata skor 89,7. Keterampilan berpikir kreatif siswa menunjukkan adanya peningkatan dari jumlah jawaban yang relevan. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran TASC untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Simpulan peneliti bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC layak untuk digunakan dan dapat melatih keterampilan berpikir kreatif siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI PEMAHAMAN WACANA SISWA TENTANG ATOM Verawahyuni, Helda; Suyono, Suyono; Erman, Erman
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p838-847

Abstract

This study aimed to obtain instrument to detect student?s comprehension text on the atomic structure of eligible on validity, reliability, and clarity in the language. The required of validity include: construction, content, psychometric, and predictive validity, and use simple language (straightforward). This instrument was developed following stages: (1) the development of specifications test, (2) writing a matter, (3) a review a matter, (4) assembly a matter (for testing purposes), (5) the trial tests, (6) items analysis, and (7) the selection and assembly matter. The variables in this study include: construct, content, clarity of sentences and grammar, psychometric (item validity, difficulty index, different power, and reliability), and predictive validity. To getting the predictive variables are needed another variable that distinguished the predictor variables and the criterion variable. Predictor variables consist of the ability of perception on the structure of atoms and  the criterion variable is the number of misconceptions students on the concepts of atomic structure. The subject of research for content validity, construct and directness languages are experts in relevant fields to the product of developed instrument, who are  4 (four) chemistry lecturer for instruments which is includes chemistry concepts. The subject of research for psychometric and predictive validity is 130 students of class XI on SMAN 1 Sumberrejo and SMAN Model Terpadu, Bojonegoro. Connectivity test to measure comprehension text to  the number of misconceptions experienced by students was done using descriptive and inferential analysis used X2 test. The results showed that instrument to detect student?s comprehension text was feasible on validity (construction, content, and linguistic), psychometric, reliability, and predictive validity. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh intrumen pendeteksi pemahaman wacana siswa pada struktur atom yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan kelugasan dalam bahasa. Validitas yang dipersyaratkan meliputi validitas konstruksi, validitas isi, validitas psikometrik, dan validitas prediktif, serta menggunakan bahasa yang sederhana (lugas). Intrumen ini dikembangkan mengikuti tahapan: (1) pengembangan spesifikasi tes, (2) penulisan soal, (3) penelaahan soal, (4) perakitan soal (untuk keperluan uji coba), (5) uji coba tes, (6) analisis butir soal, dan (7) seleksi dan perakitan soal. Variabel dalam penelitian ini antara lain: validitas konstruk, validitas isi, kelugasan kalimat dan tata tulis, validitas psikometrik (validitas butir, indeks kesukaran, daya beda, dan reliabilitas), dan validitas prediktif. Untuk mendapatkan variabel prediktif dibutuhkan variabel lain yang dibedakan atas variabel prediktor dan variabel kriterium. Variabel prediktor terdiri atas kemampuan siswa memahami wacana pada struktur atom dan sebagai variabel kriterium adalah jumlah miskonsepsi siswa pada konsep-konsep struktur atom. Subyek penelitian untuk validitas isi, konstruk dan kelugasan bahasa adalah para ahli di bidang yang relevan dengan produk instrumen yang dikembangkan,  yang dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang dosen kimia untuk instrumen yang di dalamnya memuat konsep-konsep kimia. Subjek penelitian untuk validitas psikometrik dan validitas prediktif adalah 130 orang siswa kelas XI dari SMAN Sumberrejo dan SMAN Model Terpadu, kabupaten Bojonegoro. Uji keterhubungan data ukur pemahaman wacana siswa terhadap data ukur jumlah miskonsepsi yang dialami siswa dilakukan secara diskriptif dan secara inferensial menggunakan uji X2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intrumen pendeteksi pemahaman wacana siswa telah memenuhi validitas logis (validitas konstruksi, validitas isi, dan kebahasaan), validitas psikometrik, reliabilitas, dan validitas prediktif.
IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR HIPOTETIKAL DEDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA Khoirunah, Wahdatun Nisa; Suyatno, Suyatno; Ibrahim, Muslimin
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p795-801

Abstract

This study aimed to describe the feasibility, student activities, student response, student mastery of concepts, creative thinking skills, and the relationship between creative thinking skills with concept mastery, and obstacles after implementation of the Hypothetical Deductive learning cycle model on buffer solution topic. This study was conducted in three stages, namely preparation of teaching materials, validation and revision stages of teaching materials, and  implementation the Hypothetical Deductive learning cycle model using the one group pretest-posttest design. Results of research showed that the feasibility of the lesson plan included in the excellent category, the dominant activity of students were to discuss with their group, students indicated a positive response to learning, the average gain score of concept mastery was 0.78 (high gain) and those of creative thinking skill was 0.62 (moderate gain), and there was a strong and significant correlation between creative thinking skill and student concept mastery with correlation value of 0.905, and the main obstacles found at the first meeting was students difficulties in designing experiments and still not familiar with the learning model that applied. Based on the data analysis, it had been concluded that the hypothetical Deductive learning cycle model could increased students? creative thinking skills and student?s concept mastery. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan, aktivitas siswa, respons siswa, penguasaan konsep siswa, keterampilan berpikir kreatif, hubungan antara keterampilan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep siswa, dan hambatan-hambatan setelah implementasi model siklus belajar Hipotetikal Deduktif pada pokok bahasan larutan penyangga. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuatan perangkat pembelajaran, tahap validasi dan revisi perangkat pembelajaran, serta tahap implementasi model pembelajaran siklus belajar Hipotetikal Deduktif menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP termasuk dalam kategori sangat baik, aktivitas siswa yang dominan adalah berdiskusi dengan teman sekelompok, siswa menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran, skor peningkatan penguasaan konsep siswa rata-rata sebesar 0,78 (gain tinggi) sedangkan skor peningkatan keterampilan berpikir kreatif rata-rata sebesar 0,62 (gain sedang), serta terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara keterampilan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa, dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,905, dan hambatan utama yang ditemukan pada pertemuan pertama yaitu siswa kesulitan dalam merancang eksperimen serta masih canggung dengan model pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model siklus belajar Hipotetikal Deduktif dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL NESTED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP, KETERAMPILAN MENGORGANISIR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR PADA MATERI KALOR Sapari, Hidayat; Jatmiko, Budi; Hidayat, Thamrin
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p753-763

Abstract

This study aims to develop an integrated science learning material of Nested model to improve concepts understanding, organizing skills, and thinking skills of students on heat concepts. This development model use Kemp?s model and tested to students at grade 7th of SMP Negeri 19 Samarinda in 2014/2015 academic year. The Pre-Experimental study with three classes consisting of one implementation class and two replication classes using a one-group pretest-posttest design. Data of the study collected through validity of learning material, observation, test, and questionnaire. The study found: 1) the validity of the learning material, consists of: (a) the conceptual validity, the RPP gets value 0,91, BAPD gets value  0,90, LKPD gets value 0,89, conceptual understanding test gets value 0,95, organizing skills test get value 1,00, and thinking skills test 0,96; (b) the legibility gets value  85%; and (c) the difficulty level gets value  3,46%; 2) practicality, consists of: (a) the enforceability of RPP gets value  94,8% and (b) obstacles during the learning  can be overcome; 3) effectiveness for three pre-experimental classes, consists of: (a) the activity that not relevant gets value  2,86%; (b) the student?s respon gets value  85,02; and (c) effectiveness of concepts understanding get value 0,82, (d) effectiveness of organizing skills get value  0,79, and (e) effectiveness of thinking skills get value 0,78. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA terpadu model Nested yang layak untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan mengorganisir, dan keterampilan berpikir peserta didik pada konsep kalor. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model Kemp dan diujicobakan kepada peserta didik kelas VII SMP Negeri 19 Samarinda tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan terhadap tiga kelas uji lapang yang terdiri atas satu kelas implementasi dan dua kelas replikasi menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian yang didapat yaitu: 1) validitas perangkat pembelajaran, terdiri atas: (a) validitas konseptual, pada RPP sebesar 0,91, BAPD sebesar 0,90, LKPD sebesar 0,89, soal tes pemahaman konsep sebesar 0,95, soal tes keterampilan mengorganisir sebesar 1,00, dan soal tes keterampilan berpikir 0,96; (b) keterbacaan perangkat sebesar 85%; dan (c) tingkat kesukaran perangkat sebesar 3,46%; 2) kepraktisan, terdiri atas: (a) penilaian keterlaksanaan RPP sebesar 94,8% dan (b) kendala-kendala selama pembelajaran dapat diatasi; 3) keefektifan untuk tiga kelas uji lapang, terdiri atas: (a) aktivitas yang tidak relevan sebesar 2,86%; (b) respon peserta didik sebesar 85,02; dan (c) pemahaman konsep dengan tingkat keefektifan 0,82; (d) keterampilan mengorganisir dengan tingkat keefektifan 0,79; dan (e) keterampilan berpikir dengan tingkat keefektifan 0,78.

Page 1 of 4 | Total Record : 32