cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pena Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018)" : 7 Documents clear
PEMBELAJARAN BERNARASI UNTUK PESERTA DIDIK KELAS 2 SD (Sekolah Dasar) Muzaki, Ferril Irham
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p97 - 104

Abstract

Penelitian ini mengedepankan konsep narasi yang digunakan untuk pembelajaran di sekolah dasar (SD) kelas 2. Dalam konteks ini peserta didik kelas 2 SD diajarkan untuk mengedepankan prinsip narasi dalam menceritakan kehidupan sehari-hari, perjalanan dari berangkat sekolah hingga pulang. Dalam penelitian ini diperoleh hasil 1) terjadi peningkatan kemampuan bernarasi, dan 2) terjadi penambahan kemampuan improvisasi dalam bernarasi. Disarankan kepada pendidik untuk mengedepankan kehidupan sehari-hari dalam proses mengajarkan narasi di Sekolah Dasar (SD) pada kelas rendah.
Konflik Sosial dalam Novel Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman Karya Afifah Afra Berdasarkan Prespektif Ralf Dahrendorf Basid, Abdul; Karlina Sari, Merty
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p51 - 66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik sosial yang terjadi pada tokoh Sekar Ayu dan Mei Hwa dalam novel Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman karya Afifah Afra berdasarkan prespektif Ralf Dahrendorf. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan teknik baca dan teknik catat. Sedangkan untuk menganalisis data, peneliti menggunakan langkah-langkah yang terdapat dalam model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a) konflik yang terjadi pada tokoh Sekar Ayu ialah konflik yang dilatarbelakangi oleh perbedaan perspektif antara tokoh Sekar Ayu (bagian dari PKI merupakan kelompok subordinat) dan KH Abdurrahman Alattas (golongan priyayi merupakan kelompok superordinat). Konflik antara kedua kelompok ini ditandai dengan adanya aksi pembakaran pesantren oleh kelompok subordinat; dan b) konflik yang terjadi antara tokoh Mei Hwa (kelompok subordinat) dan pemerintah (kelompok superordinat) ialah konflik yang dilarbelakangi oleh krisis ekonomi. Mei Hwa melakukan aksi demonstrasi bersama mahasiswa lainnya agar presiden Soeharto turun dari jabatannya dan pemerintah tetap ingin mempertahankan status quo.
GAMBARAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN LUBUKLINGGAU DALAM CINTA TAK PERNAH TUA KARYA BENNY ARNAS Puspita, Inas Twinda
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p67 - 77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran masyarakat dan lingkungan Lubuklinggau dalam Cinta Tak Pernah Tua yang ditulis oleh Benny Arnas berdasarkan sistem bahasa, sistem keagamaan, sistem mata pencaharian, dan kondisi masyarakat. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa kata, ungkapan, dan kalimat yang menunjuk pada sistem-sistem tadi. Analisis dilakukan melalui analisis isi dengan memanfaatkan teori sastra M.H. Abrams khususnya mimesis serta dibantu dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran-gambaran tersebut merefleksikan keadaan Lubuklinggau masa kini.Kata kunci: Cinta Tak Pernah Tua, Lubuklinggau, Sosiologi Sastra
Relasi Mahabharata dengan Praktik Poligami yang Berkembang pada Masyarakat Jawa Damayanti, Vivi Vellanita Wanda
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p24 - 39

Abstract

Sastra mempunyai multiplisitas fungsi dalam masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai pembentuk stabilitas masyarakat dan memperkaya kebudayaan, melainkan juga merepresentasikan suatu penggantian sekuler, mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai yang bersifat alternatif bagi nilai-nilai yang sedang berlaku, dan menjadi nilai yang penting bagi kehidupan sosial. Berdasarkan pandangan ini, teks Mahabharata yang telah berabad-abad ada dan dinikmati masyarakat Jawa, dianggap memiliki keterikatan dan telah telah memengaruhi kehidupan, kebudayaan, pola pikir, bahkan berbagai bentuk nilai, termasuk di dalamnya nilai perkawinan yang dianut masyarakat Jawa. Namun dermikian, tidak semua nilai yang ada pada kisah Mahabharata dapat diterapkan dan sesuai dengan perkembangan jaman saat ini.
KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DALAM KONTEKS NEGOSIASI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Cahyaningrum, Fitria; Andayani, Andayani; Setiawan, Budhi
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p1 - 23

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa oleh siswa Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dengan teknik rekam, simak, bebas, libat, cakap. Teknik analisis data dengan model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, maksim penghargaan, dan maksim kesimpatian. Derajat kesantunan yang muncul mematuhi skala ketidaklangsungan, skala rugi-untung, dan skala keopsionalan. Siswa juga melanggar maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim penghargaan, dan maksim permufakatan. Skala kesantunan yang dilanggar yakni skala ketidaklangsungan, skala rugi-untung, dan skala keopsionalan. Pematuhan kesantunan berbahasa siswa dapat dijadikan bahan ajar materi teks negosiasi Bahasa Indonesia.Kata kunci: pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa, interaksi kelas, negosiasi.AbstractThis study aims to describe the form of students compliance and violation of the politeness principle. The method used is descriptive qualitative research method with sociopragmatic approach. Data in the form of students' speech in the learning process of Indonesian language. Technique of data collecting through recording technique with free listening method (SBLC). Data analysis technique with interactive models through data collection, data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The results show that there is tact maxim, modesty maxim, agreement maxim, approbation maxim, and sympathy maxim. The degree of politeness that appears to abide by indirectness scale, cost-benefit scale, and optionality scale. The students also violates the tact macim, modesty maxim, approbation maxim, and agreement maxim. Violation scales are the indirectness scale, cost-benefit scale, and optionality scale. The compliance of students' language politeness can be used as material for learning the Indonesian negotiation text.Keywords: compliance and violation of politeness, classroom interaction, negotiation.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA (BAHASA MELAYU) PADA ANAK USIA 3 TAHUN Hastuti, Sri Kurnia
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p106 - 114

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan seorang anak berusia tiga tahun dalam berbicara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan anak usia tiga tahun dalam berbicara dan kata apa saja yang yang diucapkan anak tersebut saat berbicara. Penelitian ini melakukan metode observasi dan wawancara. Selain itu, tentunya banyak hal yang dapat memengaruhi kemampuan berbahasa anak usia tiga tahun mengingat usia tersebut merupakan usia emas dalam mempelajari banyak hal. Bahasa anakpun dapat dipengaruhi oleh lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga ataupun lingkungan teman bermainnya. Peeran orang tua sebagai pembimbing anak merupakan hal yang sangat penting untuk membantu anak dalam mempelajari bahasa.
CITRA SOSIAL PEREMPUAN DALAM CERPEN KARTINI KARYA PUTU WIJAYA TINJAUAN KRITIK SASTRA FEMINIS Diana, Jumianti
Jurnal Pena Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v4n1.p78 - 96

Abstract

The character of Ami in Kartini short story describe as couregeous and smart woman. Ami with the bravery tell her speech about Kartini in the Kartini Days in front of female regent and other ladies. Ami regard as herself and other women in Indonesia as that continues women fight like Cut Nyak Dhien and Sagung Wah. Ami hopes Indonesia women more brave to fight their right autority and brave to take their decision to improve themselves. The social character of Amy as the smart woman just look by the way to analyze and tell about the Kartini desired through Amis speech into the short story can express about differences between emancipation and feminism.

Page 1 of 1 | Total Record : 7