cover
Contact Name
Canthing
Contact Email
salimasdi@yahoo.com
Phone
+6281225870059
Journal Mail Official
salimasdi@yahoo.com
Editorial Address
Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta Jl. Garuda Mas No. 03, Pabelan, Solo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
SENI
ISSN : 23020644     EISSN : 23020644     DOI : seni
Core Subject : Art,
Jurnal chanting adalah jurnal berkala terbit 2 kali dalam setahun yang bertujuan untuk mewadahi dan mempublikasikan berbagai pengkajian dan konsep penciptaan desain, serta berbagai pemikiran tentang karya seni.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2017)" : 5 Documents clear
ESTETIKA BATIK PEDESAAN DI BEKONANG SUKOHARJO Amin Sulistiyowati
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik mengalami perluasan daerah, keberadaan batik juga ditemukan di daerah Bekonang. Pola batik Bekonang terinspirasi dari lingkungan alam sebagai sumber ide pembuatannya. Inspirasi ide tersebut tampil dalam bentuk flora dan fauna. Terdapat beberapa unsur yang menjadi cirikhas pada batik Bekonang. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana keberadaan batik Bekonang, bagaimana jenis dan fungsi batik Bekonang, dan bagaimana batik Bekonang ditinjau dari estetika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan keberadan batik Bekonang, mengetahui jenis dan fungsinya, serta menganalisis batik Bekonang dari segi estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika Wilfried van Damme untuk menganalisa karya seni batik dengan karakter kedaerahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, keberadaan batik Bekonang dipengaruhi oleh pola keraton. Pada awalnya pola batik Bekonang hanya berupa pola batik klasik keraton tetapi pada perkembangannya muncul pola batik petani. Kedua, batik Bekonang terbagi menjadi tiga jenis menurut periode perkembangan yaitu batik kreasi, batik gabungan, dan batik sugesti alam. Memiliki tiga jenis menurut tekniknya yaitu batik tulis Bekonang, batik cap/stempel Bekonang, dan batik kombinasi Bekonang. Dari hasil varian tersebut batik Bekonang dapat difungsikan sebagai bahan pembuat produk lain, seperti pelangkap busana pengantin dan asesoris. Ketiga, ditinjau dari estetika batik Bekonang terdapat pada visual, tekstur, dan aroma seperti malam.
PERUBAHAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SURAKARTA Asto Adi Sugiharjanto
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel membahas perubahan desain komunikasi visual. Reformasi adalah suatu masa dimana setelah terjadi peristiwa lengsernya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Reformasi merupakan suatu upaya membuat perubahan yang mendasar untuk perbaikan di semua bidang, baik sosial, politik, ekonomi dan budaya di suatu masyarakat atau negara. Pada hakikatnya perubahan tersebut sebenarnya dapat dimaknai lebih dari sekedar dari lama ke baru.
RUPA WAYANG KULIT GAGRAK SURAKARTA TOKOH WERKUDARA Salim Salim
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas wanda tokoh Werkudara gagrag Surakarta. Wayang kulit merupakan kesenian tradisional rakyat Indonesia yang mampu bertahan dan  diakui eksistensinya melampaui lintas jaman dan benua. Kesenian wayang kulit meliputi seni pahat, seni lukis, seni sastra, seni tutur, seni perlambang, seni musik, seni suara, serta seni peran. wayang kulit sudah berkembang sejak abad ke-15 hingga saat ini masih banyak penggemarnya meskipun dari kalangan tertentu khusnya generasi tua.Wayang kulit gagrak Surakarta, yang memiliki ciri khas atau perbedaan mendasar yaitu antara lain memiliki ukuran lebih tinggi satu palemanan daripada ukuran wayang kulit gagrak lain, seperti wayang kulit gagrak Yogyakarta, Banyumas, Cirebon, Jawa Timur. Wayang kulit gagrak  Surakarta ini, memiliki proporsi fisik yang ramping dan panjang. 
“MY UNFORGETABLE PROM” (TENUN IKAT ENDE NDONA PADA COCKTAIL DRESS) Maria Meiyarti Da Silva
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana ini bertujuan mendesain busana cocktail yang akan digunakan untuk pemotretan. Hasil pemotretan tersebut akan dimuat dalam buku kenangan sekolah. Target market yang dituju adalah remaja putri usia 18 tahun yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahan utama yang digunakan adalah bahan tradisi Tenun Ikat dari daerah Ende Ndona, Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dikombinasikan dengan bahan Gordyn Poliyester Jacguard. Karena bunga teratai menjadi sumber ide, maka bentuk kelopak bunga teratai diterapkan pada rok dan bagian atasan. Bahan poliyester jacguard tersebut kemudian diquilting dengan benang emas agar motifnya semakin timbul. Selain itu, inovasi aplikasi paper quilling juga diterapkan pada rancangan ini. Pada umumnya paper quilling dibuat menggunakan kertas, maka pada karya ini penulis mencoba untuk membuat paper quilling dengan bahan organdi. Cocktail dress pada karya ini terdiri dari two pieces dan three pieces. Karena diperuntukan bagi remaja usia 18 tahun, maka desainnya dibuat feminim, girly dan chic dengan pemilihan warna-warna natural yang disesuaikan dengan tren warna 2016.
FILM BRAM’S STOKER DRAKULA SEBAGAI INSPIRASI PEMBUATAN BUSANA PANGGUNG Sri Nur Fitriyah
Canthing Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini mengkombinasikan bahan tradisional disetiap desain dengan tujuan agar warisan nenek moyang kita tetap terjaga serta mengenalkan pada orang lain. Rancangan busana panggung yang terinspirasi dari film Bram’s Stoker Drakula dengan mengkombinasikan batik. Sumber ide diterapkan pada Batik dengan mengambil tanaman, disertai adanya penambahan motif kelelawar sehingga menjadi satu kesatuan motif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5