cover
Contact Name
Rindha Mareta
Contact Email
rindhamareta@uwgm.ac.id
Phone
+6285250350952
Journal Mail Official
rindhamareta@uwgm.ac.id
Editorial Address
Public Health Faculty of University of Widya Gama Mahakam Samarinda East Kalimantan. Jl. KH.Wahid Hasyim, Sempaja No.28, Samarinda, East Kalimantan. Phone. (+62541) 734294 - 737222
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24600350     EISSN : 24775819     DOI : 10.24903
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat is a scientific journal published by Faculty of Public Health, Universitas Widya Gama Mahakam, with pISSN 2460-0350 and eISSN 2477-5819 publish twice a year in June and December. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Health Policy Administration, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Education and Promotion, Epidemiology, Hospital management, Health Biostatistics, Public Health Nutrition and Reproductive Health.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2019): December" : 6 Documents clear
Hubungan Antara Pengetahuan, Motivasi Pasien dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Penderita Penyakit TB Paru BTA (+) di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda Nindi Elvira Fitriani; Tumpak Sinaga; Abdul Syahran
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.083 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.838

Abstract

Latar Belakang:Data Puskesmas Pasundan Kota Samarinda, angka keberhasilan pengobatan tahun 2017 sebesar 47,60%, yang masih dibawah target Nasional sebesar 85%.Tujuan :Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pengetahuan, motivasi pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada penderita penyakit TB Paru BTA (+) di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda tahun 2019.Metode Penelitian:Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh penderita penyakit TB Paru dengan BTA Positif yang berkunjung ke di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda dari bulan Januari sampai Oktober tahun 2018 dengan jumlah 31 penderita. Teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (p value : 0,056 > ? : 0,05), tidak ada hubungan motivasi pasien terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) (p value : 0,057 > ? : 0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) (p value : 0,002 < ? : 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan, motivasi pasien dan Ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada penderita penyakit TB Paru BTA (+) di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda tahun 2019.
Hubungan Pengetahuan, Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aisyiyah Samarinda Siti Komariah; Hary Nugroho
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.428 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.835

Abstract

Latar Belakang:Komplikasi kehamilan adalah kegawat daruratan obstetrik yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi. Penyebab komplikasi kehamilan diantaranya kurangnya pengetahuan ibu tentang deteksi dini kehamilannya, usia pasien < 20 tahun dan > 35 tahun serta anak lebih dari 3.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, usia dan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu hamil trimester III.Metode Penelitian:Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel adalah ibu hamil trimester III yang berkunjung di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda berjumlah 84 orang. Analisis yang digunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, terdapat usia berisiko antara < 20 tahun dan > 35 tahun, terdapat paritas berisiko > 3 orang anak dan komplikasi kehamilan berupa hipertensi, anemia, preeklempsia dan plasenta previa. Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,001 < ? : 0,05 dan odds ratio : 6,800 > 1). Ada hubungan usia dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,003 < ? : 0,05 dan odds ratio : 5,837 > 1). Ada hubungan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan (p value : 0,002 < ? : 0,05 dan odds ratio : 6,250 > 1).Kesimpulan: Terdapat pengetahuan kurang baik berjumlah 27 responden (32,1%), usia berisiko (< 20 tahun dan ? 35 tahun) berjumlah 25 responden (29,8%), paritas berisiko (1 atau ? 3 orang anak) berjumlah 21 responden (25%) dan ada komplikasi kehamilan berjumlah 18 responden (21,4%), Ada hubungan pengetahuan, usia dan paritas dengan kejadian komplikasi kehamilan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda.
Analisis Kejadian Pneumonia Pada Balita Berdasarkan Pendekatan Bina Suasana di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Sofiana Nimur; I Putu Sukra; Andi Suyatni
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.705 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.837

Abstract

Latar Belakang:Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang mengenai jaringan paru (alveoli). Data Dinas Kesehatan kota samarinda dilihat berdasarkan data kasus pneumonia pada tahun 2016, 2017 dan 2018 diketahui bahwa pada tahun 2018 Puskesmas Palaran merupakan Puskesmas dengan kasus kejadian pneumonia paling tinggi di antara semua puskesmas yang ada di kota samarinda, dimana pada tahun 2016 terdapat 94 kasus, 2017 86 kasus dan 2018 196 kasus.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian pneumonia pada balita berdasarkan pendekatan bina suasana di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran kota Samarinda tahun 2019.Metode Penelitian:Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. data menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi pada 3 ibu balita penderita pneumonia dan 1 orang petugas pemegang program pneumonia.Hasil : Hasil penelitian menunjukan ajakan kesehatan belum terlaksana secara maksimal karena kurang maksimalnya pendekatan  bina suasana, metode bina suasana yang terlaksana merupakan bina suasana publik yakni melaui media, namun belum efektif. Sudah ada dukungan kebijakan berupa KTR, CTPS, etika batuk, ASI eksklusif dan pemberian imunisasi yang sudah disosialisasikan ke masyarakat, dan partisipasi masyarakat belum maksimal karena peran petugas dalam bina suasana individu, kelompok masyarakat dan publik belum maksimal dilakukan.Kesimpulan: Ajakan kesehatan belum maksimal dilakukan di Wilayah Kerja puskesmas palaran disebabkan upaya menciptkan bina  suasana hanya dilakukan melalui media di Puskesmas dan media yang tersedia juga kurang efektif karena hanya menggunkan poster, leaflet dan brosure dan belum ada keterlibatan atau partisipasi dari tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat untuk menyebarluarkan informasi pneumonia karena petugas kesehatan belum melaksanakan upaya bina suasana kepada tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran.
Analisis Hasil Program Rehabilitasi Klien Ketergantungan Penyalahgunaan Narkoba di BNN Provinsi Kalimantan Timur Hendri Eki Wahyuda; Sumadi Sumadi; Kartina Wulandari
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.327 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.836

Abstract

Latar Belakang:Narkoba adalah zat yang memiliki daya adiksi (ketagihan), daya toleran (penyesuaian), daya habitual (kebiasaan) yang sangat kuat, sehingga berpengaruh negative pada penggunanya.Tujuan :Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengetahuan klien, sikap klien, tindakan klien, peran dukungan sosial klien saat dan dalam mengikuti program rehabilitasi ketergantungan penyalahgunaan Narkoba di Badana Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur. Metode Penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui teknik wawancara (interview), oberservasi, dan dokumentasi pada enam informan yaitu klien rehabilitasi, orang tua klien, dan staff konselor Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaliman.Hasil : Dari hasil penelitian melalui wawancara dapat diketahui bahwa pengetahuan klien dalam program rehabilitasi sudah sangat baik dan klien juga mampu mengingat ilmu apa saja yang didapat saat menjalani program rehabilitasi, terbukti dengan sikap klien yang mampu menjelaskan dan  menerima, klien menunjukan perubahan yang ikut dirasakan keluarga,klien dapat menerapkan atau mempraktekkan hal-hal yang didapat dari program rehabilitasi,dukungan yang diberikan oleh keluarga pun selalu diberikan sehingga berpengaruh terhadap kesembuhan klien agar tidak Relapse.Kesimpulan: Pengetahuan klien sudah sangatlah baik dan klien juga mampu menjelaskan/mengingat ilmu apa saja yang didapat saat menjalani program rehabilitasi, klien dapat merubah sikapnya dari kepribadian yang buruk dan penuh emosi dan juga menerima setiap arahan yang diberikan dan mampu menjalani setiap langkah-langkah yang ada pada saat mengikuti program rehabilitasi, dan klien pun mampu berinteraksi dengan baik kepada sesama klien maupun terhadap konselor dan mampu terbuka untuk menceritakan masalah pada klien saat mengikuti program rehabilitasi, klien menunjukan perubahan yang signifikan terhadap dirinya,  dukungan yang diberikan orang tua maupun konselor sangatlah berpengaruh terhadap penyembuhan klien.
Analisis kualitatif Gambaran Pemberian Susu Formula Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Muhammad Riski; Bernatal Saragih; Sayidi Sukemi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.352 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.834

Abstract

Latar Belakang:Cakupan Balita diberi susu formula di Puskesmas Palaran Kota Samarinda mengalami data yang berfluktuatif pada 3 tahun terakhir, tahun 2015 ada 27,63%, tahun 2016 ada 15%, dan tahun 2017 ada 57,59%, yang terjadi di Puskesmas Palaran.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian susu formula dan faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan, penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pendekatan menggunakan Fenomenologi dengan menggunakan wawancara mendalam pada 5 Orang Tua Balita dan 1 petugas Kesehatan.Hasil : Dari hasil penelitian dapat diketahui gambaran pemberian susu formula pada balita kurangnya pemahaman dan pengetahuan orang tua dalam pemilihan, pembuatan, sterilisasi dan frekuensi. Faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula adalah kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi pemberian susu formula dan faktor ekonomi kemudian pengaruh dari kehamilan dan ASI ibu yang tidak keluar sehingga anaknya diberikan susu formula.Kesimpulan: Pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan dari segi pemilihan merk susu formula dan prilaku ibu berhubungan dengan anggota keluarga, tetangga dan iklan ditelevisi, pembuatan, sterilisasi, pemberian dan frekuensi serta faktor kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi prilaku pemberian susu formula danr ekonomi keluarga semakin tinggi cenderung untuk memberikan susu formula. Faktor-faktor tersebutlah yang mempengaruhi ibu untuk memberikan balitanya susu formula sehingga gagal ASI esklusif.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Tahun 2019 Medi Christian; Budi Irwansyah; Shinta Tri Rahayu
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.097 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.832

Abstract

Latar Belakang:Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Puskesmas Malinau dengan kejadian TB Paru mengalami peningkatan cukup tinggi.Tujuan :Tujuan penelitian ini mengetahui mengetahui faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan retrospektif studi dan pendekatan kasus kontrol. Populasi adalah seluruh penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bulan Februari 2019 berjumlah 50 orang sebagai kelompok kasus dan 50 orang kelompok kasus. Analisis data menggunakan uji chi-square dan odd ratio.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 3,451 > 1). Kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 2,705 > 1). Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 4,162 > 1).Kesimpulan: Dapat di simpulkan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bahwa ada risiko pencahayaan, ada risiko kepadatan hunian, ada risiko kebiasaan merokok terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.

Page 1 of 1 | Total Record : 6