cover
Contact Name
Prianggi Amelasasih
Contact Email
amelasasih@gmail.com
Phone
+6285735977355
Journal Mail Official
amelasasih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi
PSIKOSAINS adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian maupun Pemikiran dalam bidang psikolog. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun,
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2015)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TINGKAT KEPUASAN SISWA BERKONSELING Erawati, Emilya
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.326 KB)

Abstract

Melalui konseling siswa dapat mengantisipasi masalah yaitu agar konseli mampumengatasi masalahnya setelah dia mengenal, menyadari, dan memahami potensi sertakelemahan, dan kemudian mengarahkan potensinya untuk mengatasi masalah dan kelemahan.Pelayanan konseling individu yang berkualitas dapat memberikan pengaruh positif bagiperkembangan siswa dan akhirnya akan memberikan kepuasan bagi siswa memanfaatkanlayanan bimbingan konseling.Kepuasan siswa setelah melakukan layanan konseling individu merupakan hal yangsangat penting, karena siswa yang tidak mendapatkan kepuasan setelah melakukan layanankonseling individu, akan menjauhkan atau meninggalkan bimbingan bahkan dapat jugamenjelekkan bimbingan dan konseling. Untuk mengetahui apakah siswa puas atau tidakdengan layanan konseling individu dapat dilihat dari terpenuhinya harapan-harapan siswadalam mengikuti layanan konseling individu. Jumlah sampel penelitian sebesar 142 orangresponden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentukskala likert dengan pilihan jawaban Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), SangatTidak Sesuai (STS). Untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi (ContentValidity). Reliabilitas diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan perhitunganmenggunakan SPSS 15.0 for Windows.Data kedua variabel diolah dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dengantaraf signifikan 5%. Hasil penenlitian menunjukan, r = 0,678, signifikansi = 0,000 ; sig <0,05. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikanantara persepsi siswa terhadap layanan konseling individu dengan tingkat kepuasan siswaberkonseling di SMP Negeri 1 Kebomas Gresik.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR IRADA GRESIK Rusdyanto, Rizal
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.138 KB)

Abstract

Guru sebagai pendidik profesional adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Hal-hal tersebut menjadikan posisi guru sebagai aset yang sangat vital bagi sekolah karena kinerja yang mereka lakukan sangat mempengaruhi efektivitas visi dan misi sekolah. Penelitian ini difokuskan untuk membahas kinerja berdasarkan perbedaan persepsi individu, yaitu self-efficacy. Self-Efficacy diduga memiliki hubungan dengan kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tingkat self-efficacy dengan tingkat kinerja guru di Sekolah Dasar IRADA Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran yang mengajar di Sekolah Dasar IRADA Gresik. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang disusun dalam bentuk rating scale untuk variabel tingkat kinerja guru, sedangkan skala Likert digunakan untuk variabel self-efficacy. Tingkat kinerja guru diukur dengan menggunakan pilihan SB (Sangat Baik), B (Baik), CB (Cukup Baik), KB (Kurang Baik) dan TB (Tidak Baik). Tingkat self-efficacy diukur dengan menggunakan pilihan SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), CS (Cukup Sesuai), KS (Kurang Sesuai) dan TS (Tidak Sesuai). Data dari kedua variabel diolah dengan teknik korelasi Rank Spearman dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai koefisien p = 0,756, sig = 0,001, sig < 0,05. Taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ditolak dan diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat self-efficacy dengan tingkat kinerja guru di Sekolah Dasar IRADA Gresik. Hasil korelasi bernilai positif, artinya semakin tinggi tingkat self-efficacy yang dimiliki guru maka semakin tinggi tingkat kinerja guru tersebut. Semakin rendah tingkat self-efficacy yang dimiliki guru maka semakin rendah tingkat kinerja guru tersebut. Koefisien determinasi () dari p = 0,756 = 0,5715, artinya = 0,5715 (57,15%) menyatakan bahwa sumbangan variabel tingkat self-efficacy terhadap tingkat kinerja guru sebesar 57,15%, sedangkan sisanya 42,85% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
UPAYA MENUMBUHKAN SEMANGAT PEMBELAJAR DALAM DIRI MAHASISWA Rahayuningsih, Idha
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.162 KB)

Abstract

Perubahan paradigm dari pembelajaran berpusat pada guru/dosen menjadi pembelajaran berpusat pada siswa/mahasiswa memiliki konsekuensi keaktifan mahasiswa dalam proses belajar. Hanya mehasiswa yang bertipe pembelajar seumur hidup yang mempu menunjukkan perilaku aktif dalam belajar.Tipe pembelajar seumur hidup selalu mengalami tahapan pembelajaran. Agar semangat pembelajar ini tumbuh dalam diri mahasiswa maka upaya yang dilakukan dosen yaitu : 1) membangun hubungan positif dengan mahasiswa, dan 2) memerenkan peran yang tepat dalam proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik/tipe pembelajar dari mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK Wahyudiati, Ninda Pratiwi
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.021 KB)

Abstract

Perilaku menyontek Cheathing is “ to act dishonestly or unfairly in order to win someprofit or advantage” yang artinya melakukan ketidakjujuran dalam rangka meraihkeuntungan. Untuk tidak melakukan tindakan yang buruk seperti perilaku menyontek dibutuhkan tingkat self-efficacy yang tinggi, apabila merasa yakin dengan kemampuan yangada di dalam dirinya maka seseorang tersebut akan melakukan tindakan yang baik dantindakan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antaratingkat self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa di UniversitasMuhammadiyah Gresik. Berdasarkan pendekatannya termasuk dalam penelitian kuantitatif.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif UniversitasMuhammadiyah Gresik semester genap 2013-2014. Metode pengumpulan data variabel (X)kuisioner tersebut disusun dengan menyediakan 5 alternatif jawaban, yaitu SS (SangatSesuai), S (Sesuai), CS (Cukup Sesuai), TS (Tidak Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai). Untukvariabel (Y) kuisioner tersebut disusun dengan menyediakan 5 alternatif jawaban, yaitu SS(Sangat Sering), S (Sering), CS (Cukup Sering), TS (Tidak Sering), STS (Sangat TidakSering). Untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi (Content Validity).Reliabilitas diuji dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan perhitungannyamenggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Data kedua variabel diolah denganmenggunakan teknik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Hasilpenelitian menunjukkan r hitung = -0,820 lebih besar daripada r tabel yaitu sebesar 0,113yang berarti signifikan. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan tingkat self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa di UniversitasMuhammadiyah Gresik .
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK TARUNA JAYA GRESIK. Anjarwati, Atik
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.992 KB)

Abstract

Kematangan karir adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mempersiapkan dan memutuskan karir yang realistik dengan meliputi individu mampu mengenali potensi dalam diri, memiliki pengetahuan tentang pekerjaan, memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki, kemampuan untuk merencanakan langkah-langkah menuju karir yang diharapkan, serta mampu menentukan karir yang tepat berdasarkan eksplorasi yang telah dilakukan. Konsep diri menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan karir. Siswa SMK dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia kerja, karena SMK didesain sebagai sekolah yang menciptakan para siswa untuk menjadi seorang yang matang dalam memfokuskan karir ke depan. Konsep diri adalah suatu pandangan terhadap dirinya sendiri yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang berdasarkan pada pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat konsep diri dengan tingkat kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Taruna Jaya Gresik. Penelitian ini merupakan tipe penelitian korelasional. Berdasarkan pendekatannya termasuk dalam penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Taruna Jaya Gresik tahun pelajaran 2013-2014. Metode pengumpulan data dari kedua variabel menggunakan kuisioner yang disusun dalam bentuk skala likert dengan pilihan jawaban Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi. Reliabilitas diuji dengan menggunakant eknik Alpha Cronbach dan perhitungannya menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Kedua data variabel diolah dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan r hitung sebesar 0,785 lebih besar daripada r tabel yaitu sebesar 0,213 yang berarti Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsep diri dengan tingkat kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Taruna Jaya Gresik
PENGARUH TINGKAT DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENJELANG PENSIUN PADA KARYAWAN PERUSAHAAN X DI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK. Syafitri, Adistia
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.27 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari pemikiran bahwa kecemasan yang dialami karyawan Perusahaan X ketika menghadapi masa pensiun merupakan sebuah fenomena yang menarik. Kecemasan merupakan suatu kondisi mental yang tidak baik serta mengganggu aktivitas keseharian. Dikhawatirkan apabila berkelanjutan dapat merusak kesehatan psikis karyawan Perusahaan X. Oleh sebab itu, keluarga sebagai sumber dukungan sosial dapat menjadi faktor kunci dalam penyembuhan seseorang. Bantuan yang diberikan keluarga berupa dukungan sosial dalam bentuk dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informatif (Winnubust dkk., 1988; Sarafino, 1990; dalam Smet, 1994:136). Penelitian ini merupakan tipe kuantitatif dengan analisis regresi yang bertujuan untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen (kecemasan), bila nilai variabel independen dimanipulasi/diubah atau dinaik-turunkan (Sugiyono, 2007:260). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Karyawan Perusahaan X yang pensiun pada tahun 2015 dan 2016 yang berdomisili di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Metode pengumpulan data dari kedua variabel menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk Skala Likert. Data dari kedua variabel diolah dengan teknik statistik regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Dapat diketahui bahwa r hitung > r tabel (-0,417 > 0,2221), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Koefisien korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi adalah berlawanan, apabila skor dukungan sosial keluarga seseorang tinggi maka kecemasan yang dialami seseorang semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Dari hasil R Square (koefisien diterminasi) sebesar 0,174 dapat dikatakan bahwa pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap perubahan kecemasan adalah sebesar 17,4% sedangkan sisanya 82,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti. Dengan melihat uji t, didapat bahwa t hitung > t table (3,375 > 2,00488) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara tingkat dukungan sosial keluarga terhadap tingkat kecemasan menjelang pensiun pada karyawan Perusahaan X di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6