cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
lppm@unigha.ac.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
lppm@unigha.ac.id
Editorial Address
Biro Rektorat Lt. 1, Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur Telp. (0653) 7825201, Fax (0653) 78225202 Kode Pos 24171
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agroristek
ISSN : 2615417X     EISSN : 27210782     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroristek (JAR) p-ISSN 2615-417X, e-ISSN 2721-0782 adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian pertanian, peternakan dan pengembangan budidaya pertanian berkelanjutan dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli pertanian, peternakan serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAR diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur dengan dua nomor dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Agustus.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): April 2019" : 5 Documents clear
PENGARUH APLIKASI POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT GAJAH PADA PEMOTONGAN KE DUA Khalidin Sri Rahayu
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.968 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.92

Abstract

Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi rumput gajah akibat aplikasi POC dilakukan suatu penelitian dengan menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dengan enam ulangan. Masing-masing perlakuan adalah P0 (0 ml POC/ltr air sebagai kontrol), P1 (3 ml POC/ltr air), P2 (5 ml POC/ltr air) dan P3 (7 ml POC/ltr air). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, diameter batang dan produksi. Penggunaan POC dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi rumput gajah, rumput gajah tertinggi dosis 7 ml/lt. Jumlah anakan tidak dipengaruhi akibat dari aplikasi dosis POC. Lingkar batang akibat perlakuan dosis POC memperlihatkan adanya pengaruh yang nyata pada umur 20 HSPP dan pada umur 35 HSPP serta 50 HSPP berpengaruh sangat nyata. Lingkar batang terbaik dijumpai pada perlakuan dosis POC 7 ml/lt. Produksi rumput gajah pengaruh yang sangat nyata akibat dosis POC, produksi tertinggi dijumpai pada perlakuan dodis POC 7 ml/lt.Kata kunci: POC, rumput gajah, pertumbuhan dan produksi.
PENGARUH PEMBERIAN UNSUR HARA MIKRO BORON TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium Cepa, L.) Helmi Bakhtiar
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.469 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.87

Abstract

The objectives of this research isto study the effect of the boron fertilizer to growth and yieldof onion. The implementation of experiements was conducted to see the respon of the onion by boron fertilizing doses (0-12kg/ha), the research has been conducted at Meunasah Lhee Village, Kecamatan Simpang Tiga, District of Pidie at Gadu Season (July to October) 2018. The result shows that boron affects the growth and yield of the onion. Boron fertilizing with the dose 6 kg/ha results the optimal growth, 15,13 cloves per clump, and the highest yield, which ic 25,20 ton/ha fresh cloves and 22,83 ton/ha dry cloves. Onion is a very strategic commodity. Beside has high economic value, among very kind vegetables it contributes inflation because the price is fluctuative dan the demand is raised from time to time. The onion yield is low at the farmer level, one of the reasons is fertilizer which not properly given. One the micro nutrients needed by plant is boron (B).Keywords:  micro fertilizer, boron, productivity, onion
HUBUNGAN KEKERABATAN TUMBUHAN FAMILI CUCURBITACEAE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KABUPATEN PIDIE SEBAGAI SUMBER BELAJAR BOTANI TUMBUHAN TINGGI Zufahmi Ervina Dewi Zuraida
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.192 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.88

Abstract

Cucurbitaceae merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Memiliki kandungan gizi yang tinggi dan serat buah yang halus sehingga mudah dicerna,  banyak digunakan sebagai obat tradisional sebagai anti diabetes, anti hipertensi, anti tumor, immunomodulasi, dan anti bakteri karena banyak mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif seperti fenolat, flavonoid, vitamin (termasuk vitamin β-karoten, vitamin A, vitamin B2, α-tokoferol, vitamin C, dan vitaminE) ,asam amino, karbohidratdan mineral(terutamakalium), kandungan energirendah(sekitar 17 Kcal/100 glabusegar)dan serat dalam jumlah yang besar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan jenis tumbuhan famili Cucurbitaceae berdasarkan karakter morfologi di Kabupaten Pidie. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Agustus 2018 di Kabupeten Pidie, terdiri dari Kecamatan Pidie, Mila, Indrajaya, Peukan Baro, Mutiara, dan Tangse. Pengamatan morfologi dilakukan dengan mengamati organ batang, daun, bunga, buah dan biji. Analisis data dengan menggunakan software UPGMA NTSYS untuk memperoleh dendrogram hubungan kekerabatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 (delapan) jenis tumbuhan famili Cucurbitaceae terdiri dari Cucumis sativus (mentimun), Luffa acutangula (gambas/oyong), Ligenaria siceria (labu air), Cucurbita moschata (waluh), Sechium edule (labu siam), Citrullus vulgaris (semangka), Cucumis melo (melon), dan Momordica charantia (pare). Karakterisasi morfologi pada tumbuhan famili cucurbitaceae menunjukkan adanya variasi morfologi pada organ batang, daun, bunga, buah dan biji. Pada koefisien kemiripan 0.67, dendogram dibagi menjadi 4 (empat) kelompok. Kelompok 1 terdiri dari Cucumis sativus (mentimun), Luffa acutangula (gambas/oyong), Ligenaria siceria (labu air), dan Citrullus vulgaris (semangka). Kelompok 2 terdiri dari Cucurbita moschata (waluh) dan Cucumis melo (melon). Kelompok 3 terdiri dari Sechium edule (labu siam). Kelompok 4 terdiri dari Momordica charantia (pare).Kata kunci: Cucurbitaceae, Karakter Morfologi, Dendogram
PENGENDALIAN HAMA EPILACHNA SP PADA TANAMAN TERONG (Solanum Melongena) DENGAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK BIJI JENGKOL DAN WAKTU APLIKASINYA Sri Handayani Nuryulsen Safridar
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.427 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.89

Abstract

Pengendalian Hama Epilachna sp Pada Tanaman Terong (Solanum melongena) Dengan Pestisida Nabati Ekstrak Biji Jengkol dan Waktu Aplikasinya.Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pestisida nabati ekstrak biji jengkol bisa mengendalikan intensitas serangan hama epilachna sp dengan mengatur waktu aplikasi yang tepat pada tanaman terong. Penelitian ini rencanaya akan dilaksanakan di Desa Simbe Kecamatan Mutiara Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai dengan bulan Juni 2017.(Yogyakarta 2012). Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: benih terong ungu varietas Hibrida Panah Merah, biji jengkol, pupuk kandang, tanah dan air, pupuk NPK.Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, parang, gunting, polibag, blender, kain saringan, ember, gembor, hand sprayer, inseknet, kamera, papan nama penelitian dan papan nama plot, alat tulis menulis dan alat-alat lain yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, ada 2 faktor yang diteliti yaitu faktor konsentrasi ekstrak biji jengkol terdiri dari 4 taraf dan faktor waktu aplikasi terdiri dari 4 taraf.Parameter yang diamati meliputi: intensitas serangan Hama epilchna sp, jumlah hama epilachna sp yang mati dan tinggi tanaman terong pada umur 30, 40, 50, dan 60 HST.Keyword: pestisida nabati, jengkol, epilachna
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEMUKIMAN BAMBI DALAM MENGOLAH TANAMAN BINAHONG (Anrederaordifolia)SEBAGAI TANAMAN OBAT Ervina Dewi Rahmi Agustina
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.114 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.90

Abstract

Pemanfaatan tanaman binahong (Anredera cordifolia) sebagai tanaman obat tradisional oleh masyarakat di Kemukiman Bambi Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang harus dipertahankan. Informasi ini guna memperkaya data bioekologi sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan dan pengolahan tanaman Binahong berbasis kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kearifan lokal masyarakat di Kemukiman Bambi Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie dalam mengolah tanaman binahong sebagai obat tradisional. Metode yang digunakan adalah wawancara secara mendalam dan pengamatan langsung di 3 (tiga) desa yaitu Blang Raya, Lueng Mesjid, dan Dayah Teungku Kemukiman Bambi Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi kearifan lokal masyarakat dalam menyiapkan obat tradisional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masyarakat yang menjadi responden dalam penelitian ini memiliki kearifan lokal yang sudah turun menurun dibudayakan terutama dalam mempreparasi obat-obat tradisional khususnya berbahan dasar Binahong.Metode preparasi yang paling banyak digunakan adalah metode rebus dengan alasan mudah untuk dikerjakan dan banyak kandungan zat dalam tanaman Binahong yang terlarut akibat perebusan.Kata Kunci: Tanaman Binahong (Anredera cordifolia), Kearifan Lokal, Metode Preparasi obat Tradisional

Page 1 of 1 | Total Record : 5