cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023)" : 16 Documents clear
Penggunaan Platform Video Pendek Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Digital untuk UMKM Miftahul Rozaq; Rah Utami Nugrahani
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.271

Abstract

The short video platform via social media has become very popular in Indonesia and is one of the main tools for strategic communication for entrepreneurs. However, research regarding the use of short video platforms as a strategic communication tool for entrepreneurship is still limited and has not been discussed in depth. This study aims to identify and classify various uses of short video platforms as strategic communication tools for entrepreneurship. This research was conducted using a qualitative approach using a descriptive case study method with 12 entrepreneurs on the island of Java, Indonesia. In-depth interviews and observations were conducted to examine the use of short video platforms and communication strategies used by entrepreneurs. The results of the study show that the use of short video platforms by entrepreneurs includes; following viral content, using music features, educational content, and live streaming. While the communication strategies used include; entertainment and humor, sharing information and promotions, co-branding, and using people/influencer elements. Abstrak Platform video pendek buatan pengguna melalui media sosial menjadi sangat popular di Indonesia, dan menjadi salah satu alat utama untuk komunikasi strategis bagi wirausaha. Namun, penelitian terkait penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan masih terbatas dan belum dibahas secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menklasifikasikan berbagai penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus deskriptif kepada 12 wirausaha di pulau Jawa, Indonesia. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan untuk menkaji penggunaan platform video pendek dan strategi komunikasi yang digunakan wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan platform video pendek oleh wirausaha antara lain; mengikuti konten viral, penggunaan fitur musik, konten edukasi, dan live streaming. Sedangkan strategi komunikasi yang digunakan antara lain; entertainment dan humor, membagikan informasi dan promosi, co-branding, dan penggunaan elemen orang/ influencer.
Dramaturgi Panggung Depan Terdakwa Ferdy Sambo Gabirel Langga
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.274

Abstract

The courtroom is one of the communication contexts of the defendant Ferdy Sambo. The purpose of this study is to explain the communication of the defendant Ferdy Sambo in the South Jakarta District Court using Goffman's approach. This research is qualitative in nature and the method used in this research is the interpretive qualitative paradigm. Researchers used research objects and subjects in the trial of the Joshua murder case and the communication behavior of the defendant Ferdy Sambo at the South Jakarta District Court. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The main information of this research was obtained by conducting direct observation as research material on the broadcast of the testimony of the defendant Freddy Sambo on television media. However, other sources of information that are the material of this research are literatures that support this research. This research reveals that the South Jakarta District Court courtroom is a space of verbal and non-verbal communication, where the defendant Ferdy Sambo avoided the death penalty. The defendant Ferdy Sambo used verbal and non-verbal communication as his strategy to gain sympathy from law enforcement so that his sentence was commuted by the judge in the case of Brigadier Joshua. Communication of the defendant Ferdy Sambo in managing impressions by presenting the front stage as a consideration in the decision in the case. Abstrak Ruang sidang merupakan salah satu konteks komunikasi terdakwa Ferdy Sambo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggunakan pendekatan Goffman. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kualitatif interpretif. Penelitian ini menggunakan objek penelitian dan subjek dalam persidangan kasus pembunuhan Joshua dan perilaku komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Informasi utama penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi langsung sebagai bahan penelitian terhadap tayangan kesaksian terdakwa Freddy Sambo di media televisi. Namun, sumber informasi lain yang menjadi bahan penelitian ini adalah literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merupakan ruang komunikasi verbal dan non-verbal, di mana terdakwa Ferdy Sambo terhindar dari hukuman mati. Terdakwa Ferdy Sambo menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai strateginya untuk mendapatkan simpati dari penegak hukum agar hukumannya diringankan oleh hakim dalam kasus Briptu Joshua. Komunikasi terdakwa Ferdy Sambo dalam pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sebagai pertimbangan dalam putusan dalam perkara.
Makna Cinta Kasih Sayang pada Video Musik Lagu Kirana-Dewa 19 Luthfan Wagas Wiratirta; Adrio Kusmareza Adim
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.289

Abstract

Affection love is an essential basic feeling that you always want to get and give. The Kirana song music video is a communication tool that contains messages and information on the meaning of affection love, which has many followers and unique, so it is necessary to examine the signs. The sign interpretation by constructivist analysis triadic semiotics of Charles Sander Pierce's which is built from primary and secondary data. The results of the research on the kirana song music video have the theme of getting lost in affection love. Affection love in the kirana song music video is represented by a combination of traditional and contemporary symbols. Dewi Kirana in the two dimensions of life is the main sign that represents and is a symbol of affection love. Verbal signs of affection love in the kirana song music video use various poetic language styles. Affection love is needed by every human being and youth is a critical age in trying to get a sense of affection love. Lack of affection love can cause humans to be helpless, directionless and frustrated and encourage negative actions. Affection love can be felt by directing it to positive feelings and controlling emotions. Storyline of kirana song begins with Dewi Kirana falling into a feeling of alienation, stranded in fake affection love and solving problems with negative actions and ends with Dewi Kirana's arrows. Abstrak Cinta kasih sayang suatu rasa dasar hakiki yang selalu ingin didapatkan dan diberikan. Video musik lagu Kirana merupakan salah satu alat komunikasi yang mengandung pesan dan informasi makna cinta kasih sayang yang unik sehingga perlu diteliti makna tanda-tanda yang digunakan. Untuk memaknai tanda dilakukan analisis semiotika triadik Charles Sanders Pierce’s secara konstruktivisme yang dibangun dari data primier dan sekunder. Hasil penelitian video musik lagu kirana mempunyai tema ketersesatan cinta kasih sayang. Cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana direpresentasikan dengan perpaduan simbol tradisional dan kekinian. Dewi Kirana dalam dua demensi kehidupan adalah tanda utama yang merepresentasikan dan merupakan simbol cinta kasih sayang. Tanda verbal cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana digunakan berbagai gaya bahasa yang puitis. Cinta kasih sayang sangat dibutuhkan setiap manusia dan remaja adalah usia yang kritis dalam usaha mendapatkan rasa cinta kasih sayang. Kurang rasa cinta kasih sayang dapat menyebabkan manusia tidak berdaya, tidak punya arah dan frustasi serta mendorong melakukan tindakan bersifat negatif. Alur cerita Lagu kirana diawali Dewi Kirana terjun pada rasa terasing, terdampar pada rasa cinta kasih sayang palsu dan pemecahan masalah dengan tindakan negatif dan diakhiri dengan arahan panah Dewi Kirana.
Penggunaan Fantasy Themes Tentang Pemberdayaan Perempuan Generasi Muda Melalui Media Digital di Komunitas ‘Puan Bisa’ Alya Bunga Saharani; Fachrisa Alma Tiara Putri; Aditya Eka Putra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.304

Abstract

The online community 'Puan Bisa' is a women-specific community that has the goal of empowering women, especially young women by utilizing symbolic fantasy in digital communication. The fantasy theme is the contents of messages in communication that have been dramatized, either through the choice of words, phrases, slogans and so on. The purpose of this research is to find out what kind of fantasy themes and messages the founder of the 'Puan Bisa' community uses to members of the 'Puan Bisa' online community board in building group awareness. The goal of this research is to find out what kind of message is used by founder of the 'Puan Bisa' community. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection in the form of interviews with informants, pattern matching, literature studies, and internet research. The results of this study show that the fantasy created by the Founder of the 'Puan Bisa' community for members of the online community 'Puan Bisa' has built a group awareness in carrying out and describing women's empowerment. This causes a fantasy chain to occur which gives rise to certain types of fantasy that have specific meanings when used within the women's empowerment community. Abstrak Komunitas online ‘Puan Bisa’ merupakan komunitas khusus perempuan yang mempunyai tujuan untuk memberdayakan perempuan khususnya perempuan muda dengan memanfaatkan fantasi simbolik dalam komunikasi digital. Tema fantasi merupakan isi pesan dalam komunikasi yang sudah didramatisasi, baik melalui pemilihan kata, frasa, slogan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tema fantasi dan pesan seperti apa yang digunakan pendiri komunitas ‘Puan Bisa’ kepada anggota pengurus komunitas online ‘Puan Bisa’ dalam membangun kesadaran kelompok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa wawancara terhadap informan, pola pencocokan, studi pustaka, dan riset internet. Hasil dari penelitian ini fantasi yang diciptakan oleh Pendiri dari komunitas ‘Puan Bisa’ kepada anggota pengurus komunitas online ‘Puan Bisa’ telah membangun sebuah kesadaran kelompok dalam melakukan dan menggambarkan pemberdayaan perempuan. Hal ini menyebabkan terjadinya rantai fantasi yang memunculkan tipe fantasi tertentu yang bermakna spesifik ketika digunakan di dalam komunitas pemberdayaan perempuan.
Pengaruh Interaksi Komunikasi Perempuan Double Burden Terhadap Keluarga Patriarki Batak Karo Citra Mayang Sari; Anang Anas Azhar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.305

Abstract

Double burden is a double burden that is carried by women to work for a living and play a big role as housewives. The objectives of this study are: 1) knowing the communication interaction of double burden women in the patriarchal family of Dolat Rayat village, 2) knowing the communication interaction of the patriarchal family of Dolat Rayat village with double burden women and 3) knowing the influence of the interaction of double burden women's communication with the patriarchal family of Dolat Rayat village. This research is a quantitative research with a correlational method. Through the results of the first percentage analysis, an average percentage of 74.69% was obtained in the interval of 60%-80% with good criteria. This shows that there is a good communication interaction carried out by barden women (wives) in the patriarchal family environment. While the results of the second percentage analysis obtained an average percentage of 64.63% entering the interval of 60%-80% with good criteria, meaning that the interaction of patriarchal family communication (husband) with double burden women (wives) did not occur a significant problem Furthermore, through the results of the correlation ụji analysis, a correlation coefficient (r) value of 0.648 was obtained, indicating that there was a strong influence on the communication interaction of double burden women (wives) with the patriarchal family (husband) in the village. Abstrak Double burden merupakan beban ganda yang dipinggul oleh perempuan untuk bekerja mencari nafkah serta berperan besar sebagai ibu rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui interaksi komunikasi perempuan double burden(istri) dengan keluarga patriarki Desa Dolat Rayat, 2) mengetahui interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) Desa Dolat Rayat dengan perempuan double burden (istri) dan 3) mengetahui hubungan interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) dengan keluarga patriarki (suami) Desa Dolat Rayat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis metode korelasional. Melalui hasil analisis persentase pertama diperoleh rata-rata persentase data interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) sebesar 74,69% masuk interval 60%-80% dengan kriteria baik. Ini menunjukkan bahwa adanya interaksi komunikasi yang baik dilakukan oleh perempuan burden (istri) di lingkungan keluarga patriarki. Sedangkan hasil analisis persentase kedua diperoleh rata-rata persentase data interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) sebesar 64,63% masuk interval 60%-80% dengan kriteria baik, artinya interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) dengan perempuan double burden (istri) tidak terjadi sebuah permasalahan yang berarti Selanjutnya melalui hasil analisis ụji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,648, menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang kuat interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) dengan keluarga patriarki (suami) di Desa tersebut.
Jakarta dan Masyarakat Urban dalam Film Jakarta vs Everybody M. Abdul Ghofur; Latif Fianto; Elang Bhaskoro Adi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.306

Abstract

Film is not just moving pictures, but these moving pictures contain meaning and become a representation of a reality. Likewise with the film Jakarta vs Everybody, which is not only entertainment but also a representation of a group of people who live in Jakarta. This study aims to dissect the representation of Jakarta urban society in the film Jakarta vs Everybody, in which the analysis knife used is Ferdinand de Saussure's semiotic theory, in which signs are associated with or are physical signs that can be sensed or are called signifiers and can take the form of concepts. mental concept or idea concept called signified. The type of research used is descriptive qualitative in order to reveal more deeply the representation of urban society in the film Jakarta vs Everybody. The results of this study reveal that there are three forms of representation describing urban society, namely the individualistic personality of society, a free and unattached lifestyle, full of nightlife and discotheques, as well as high mobility and doing anything to achieve prosperity. Abstrak Film bukan sekadar gambar yang bergerak, namun gambar-gambar yang bergerak tersebut mengandung makna dan menjadi representasi dari sebuah kenyataan. Begitu juga dengan film Jakarta vs Everybody, yang tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga menjadi representasi dari sebuah kelompok masyarakat yang hidup di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membedah representasi masyarakat urban Jakarta dalam film Jakarta vs Everybody, di mana pisau analisis yang digunakan adalah teori semiotika Ferdinand de Saussure, di mana tanda diaosiasikan dengan atau berupa tanda fisik yang dapat diindera atau disebut penanda (signifier) dan dapat berbentuk konsep mental atau konsep ide yang disebut petanda (signified). Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif guna mengungkap lebih mendalam representasi masyarakat urban dalam film Jakarta vs Everybody. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa terdapat tiga bentuk representasi yang menggambarkan masyarakat urban Jakarta, yaitu kepribadian masyarakatnya yang individualis, gaya hidup yang bebas dan tidak terikat, penuh dengan kehidupan malam dan diskotik, serta mobilitas yang tinggi dan melakukan apa saja untuk mencapai kesejahteraan, termasuk dalam hal ini menjadi artis peran dan sekaligus pengedar narkoba.

Page 2 of 2 | Total Record : 16