cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPUASAN PASIEN Irawati Irawati; Endang Subandi; Asiah Asiah
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.163

Abstract

Komunikasi perawat dengan klien di beberapa pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit hanya berfokus pada tugas, sehingga gagal menyediakan perawatan informasi. penelitian tentang hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi. seluruh  yang di infus di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon pada bulan April  2013. Teknik sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sample size kemudian pengambilan sampel dilakukan secara random, berjumlah sampel 78 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data terdiri dari analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik berada kategori cukup berjumlah 33 orang (42,3%). Gambaran kepuasan pasien berada pada kategori Puas berjumlah 40 orang (51,3%). Ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 dengan χ2hitung (18,545)>χ2tabel (12,6) dan ρ value = 0,005(ρ<0,050).Kata Kunci          : komunikasi terapeutik, kepuasan, pemasangan infus ABSTRACTNurse communications with the patient in several health services especially in hospital are just focusing in their job descriptions; it makes informational incompleteness care to be provided. This research is study about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013. The purpose of this research is to know about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon This research using descriptive correlation analytic method from all the patients in the emergency room of RST Ciremai Cirebon who had infusion installation, within April 2013. Sampling technique taken by minimizes sampling size and randomly taken, total samples are 78 persons. Questioners were used as a research instrument, which has passed validity and reliability test before. Univariate and bivariate data analysis were used as a data analytic technique. From this research comes a results that the implementation of therapeutic communications is in “enough” level for 33 person or 42.3% and in “satisfied” level for 40 persons or 51.3%. There are found relationship between the implementation of therapeutic communication in infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013 with χ2count (18,545)>χ2tabel (12,6) and ρ value = 0,005(ρ<0,050).Keyword               : therapeutic communication, satisfaction, infusion installation
PENGARUH PENERAPAN SENAM HOOK UPS TERHADAP TINGKAT PERCAYA DIRI ANAK R. Nur Abdurakhman; Eva Latifatul Fajriyah
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.157

Abstract

Salah satu aspek  yang perlu diperhatikan pada siswa sekolah  adalah percaya diri (self confidence), percaya diri merupakan salah satu modal dalam kehidupan yang harus ditumbuhkan pada  setiap siswa agar mereka dapat menjadi manusia yang bisa mengontrol berbagai aspek yang ada pada dirinya.masalah fisik, obesitas dan kurangnya berat badan, keterlambatan dalam menerima pelajaran dikelas, yang mengakibatkan seorang anak kurang percaya diri. salah satu metodenya yaitu dengan memberikan gerakan senam hook ups.  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan senam hook ups terhadap peningkatan percaya diri anak kelas dua. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu atau quasy eksperimen tanpa kelompok pembanding (one group pretest and post test), dengan jumlah sampel sebanyak 35 siswa/i kelas dua MIN Guwa Kidul. Pengumpulan data selama satu bulan untuk pre test dilakukan dengan responden mengisi kuisioner sebelum intervensi,  post test  dilakukan pengumpulan data pada minggu ke empat . Uji statistik dengan Uji Paired t – test dengan nilai t- post test 85.636 dan p Value 0.000.Hasil uji statistik didapatkan bahwa  ada perbedaan tingkat percaya diri sebelum dan sesudah dilakukan senam Hook Ups dengan nilai mean 0,32 dan menunjukkan ada peningkatan tingkat percaya diri setelah dilakukan senam Hook Ups ( p value 0,000).Kata Kunci          : senam Hook Ups, tingkat percaya diri.ABSTRACTOne aspect to note is the school student confidence (self-confidence), self-confidence is one of the capital in a life that must be grown on each student so that they can be a man who can control every aspect of the physical dirinya.masalah, obesity and lack of weight gain, delays in receiving lessons in class, which resulted in a child's lack of confidence. one method is to provide the hook ups gymnastics movement. The purpose of this study was to determine the effect of the application of gymnastics hook ups to the increased confidence graders.The method used was experimental or quasi-experimental Quasy without comparison groups (one group pretest and post-test), with a sample size of 35 students / class i MIN Guwa two Kidul. The collection of data for a month to pre-test conducted with respondents fill out questionnaires before the intervention, post-test data collection at week four. Test statistics with the Paired t- test, post test  85.636 and p Value 0.000.Statistical test results showed that there are differences in confidence levels before and after exercise Hook Ups with a mean of 0.32 and showed no increase in confidence levels after exercise Hook Ups (p value 0.000).Keywords             : gymnastics Hook Ups, confidence level.
HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN CAKUPAN KUNJUNGAN PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU Soleh Bastaman; Mokh Firman Ismana; Sigit Seno
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.164

Abstract

Posyandu merupakan kegiatan oleh dan untuk masyarakat, akan menimbulkan komitmen masyarakat, terutama para ibu, dalam menjaga kelestarian hidup serta tumbuh kembang anak.Peran serta atau keikutsertaan kader Pos Pelayanan Terpadu melalui berbagai organisasi dalam upaya mewujudkan dan meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat desa harus dapat terorganisir dan terencana dengan tepat dan jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran serta kader dengan cakupan kunjungan penimbangan balita ke posyandu di UPT puskesmas plered kabupaten Cirebon tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan mengunakan metode pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini yaitu semua kader posyandu yang ada wilayah kerja UPT Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon, sedangkan sampel diambil dari kader yang ada di posyandu sebanyak 57 kader dari populasi sebanyak 133 kader, cara pengambilannya menggunakan tehnik secara Proposional Random Sampling serta di lakukan uji statistic chi square dengan batas kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran serta kader di posyandu yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas plered sebesar 77,2 % menyatakan baik dan terdapat hubungan yang bermakna antara peran serta kader dengan cakupan kunjungan penimbangan balita ke posyandu di UPT Puskesmas Plered.Kata Kunci  :  Peran Serta Kader, Cakupan Kunjungan Penimbangan Balita ABSTRACTIHC is an activity by and for the community, will lead to commitment to the community, especially the mothers, in preserving the life and growth and development or participation anak. Actor and Integrated Service Post cadre through various organizations in efforts to create and enhance rural health development should be organized and planned precisely and clearly. The purpose of this study was to determine the relationship and the role of cadres with infants weighing coverage of the visit to the UPT clinic posyandu Plered Cirebon district in 2012. This research is descriptive method by using the Analytic cross sectional.populasi approach in this research that all existing posyandu working area Plered Cirebon UPT Health Center, while samples taken from the existing cadre in posyandu as many as 57 cadres, how to use the technique of extraction is Proportional Random Sampling and testing done by chi square statistic with significance limit α = 0.05.  The results showed that the participation of cadres in existing posyandu UPT Health Center in the work area by 77.2% Plered good state and there is a significant association between the role of the cadre with the coverage of infants weighing visit to Posyandu Plered UPT Health Center.Keywords    : Participation Kader, Toddler Weighing Coverage Visits
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN DALAM MEMILIH PELAYANAN RAWAT INAP Heni Fa&#039;riatul Aeni; Yuniah Sunaryo
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.158

Abstract

Menurut Anderson R (1968) dalam behavioral model of families use of health services, perilaku orang sakit berobat ke pelayanan kesehatan secara bersama-sama dipengaruhi oleh faktor predisposisi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), faktor pemungkin (ekonomi keluarga, akses terhadap sarana pelayanan kesehatan yang ada dan penanggung biaya berobat) dan faktor kebutuhan (kondisi individu yang mencakup keluhan sakit).Penurunan utilisasi atau jumlah pasien rawat inap yang jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2013 (bulan Januari 2013 sampai dengan Juni 2013) dengan semester 1 tahun 2012 (bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012) menunjukan penurunan sebanyak 0,87%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan keputusan pasien rawat inap dalam memilih pelayanan rawat inap di RS Pertamina Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dalam satu bulan sebanyak 492, sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 dengan metode pengambilan non random sampling yang menggunakan teknik quota sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor karakteristik pasien yang memiliki hubungan dengan keputusan pasien untuk memilih pelayanan rawat inap hanya karakteristik sosial pengaruh kelompok acuan, sedangkan faktor karakteristik pasien (pendidikan, pekerjaan, keadaan ekonomi, dan cara pembayaran), faktor sosial keluarga, faktor budaya tidak ada hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap. Faktor psikologi pasien yang memiliki hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap hanya persepsi terhadap bauran pemasaran SDM dan proses, sedangkan faktor lainnya seperti  motivasi, pembelajaran, bauran produk, harga, tempat, promosi, dan bukti fisik tidak ada hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap di RS Pertamina Cirebon.Kata Kunci : karakteristik pasien, psikologi, keputusan pasien ABSTRACTAccording to Anderson R (1968) in behavioral models of families use of health services, the behavior of the sick medical treatment to the ministry of health jointly influenced by predisposing factor (age, gender, education, employment), enabling factor (economi families, access to the means of the existing health services and treatment costs of the insures), and the reinforcing factors (condition of the individual that includes complaints of pain). Utilization decline or in-patient number that when compared in semester of 1 years 2013 (January 2013 inclusive Juni 2013) with semsester of 1 years 2012 (January 2012 inclusive Juni 2012) shows declineas much 0,87%. This research aimed to know factors that related to in-patient decision in selecting service in-patient in Rumah Sakit Pertamina Cirebon years 2014. Research used inquantitative with cross sectional with a population was all patients hospitalized in one month as much as 492, while the number of samples taken as many as 100 by the method of making non-random sampling using quota sampling technique. The results showed that the factor characteristics of patients who have a relationship with the patient’s decision to choose inpatient services only social characteristics influence the reference group, while the factor of patient characteristics (education, employment, economic conditions, and method of payment), family social factors, cultural factors do not exist relationship with the decision to choose inpatient services. Psychological factors of patients who have a relationship with the decision to choose in patient only the perception of the marketing mix of human resources and processes, while other factors such as motivation, learning, product mix, price, place, promotion, and physical, evidence of no  association with the decision to choose a service pertamina hospital patient in Cirebon.Keywords : patient characteristics, psychology, patient decision.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS KERJA PETUGAS PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE Mohammad Sadli; Wawan Anwar K
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.165

Abstract

Dari data laporan yang dilaporkan oleh seluruh puskesmas angka kesakitan diare sebanyak 28648 penderita dengan golongan umur < 1 Tahun : 4316 penderita, 1 - 4 Tahun : 8703 Penderita , > 5 Tahun : 15196 penderita. Masih tingginya angka incident diare di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas kerja petugas pemberantasan penyakit diare. Penelitian ini adalah jenis penelitian Analitik deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional yaitu mempelajari semua individu yang berada taraf umurnya dan titik waktu yang sama atau pendekatan yang sifatnya sesaat pada satu waktu dan tidak diikuti dalam kurun waktu tertentu.yang menggambarkan tentang pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja petugas P2 Diare yang berhubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit diare. Dalam penelitian ini, populasi adalah semua petugas P2 Diare di 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. Besar sempel adalah sebesar 37 orang petugas P2 Diare di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yang diambil secara keseluruhan.Hasil Penelitian menujukan bahwa dari hasil uji statistik diketahui P Value pendidikan 0.928 dan 0.100 untuk pelatihan dengan a = 0.05 maka Pvalue >a menujukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak ada hubungan dengan kualitas kerja petugas diare Puskesmas, menujukan bahwa P Value Keterampilan 0.568, dan Monev 0.121, ternyata untuk keterampilan dan monev Pvalue >a (0.05) , maka tidak terdapat hubungan faktor keterampiian dan monev dengan kualitas kerja petugas Diare puskesmas.Sedangkan untuk keterampilan walaupun tidak terdapat hubungan yang erat namun ada kecendrungan dalam memberikan pengaruh terhadap kuaiitas kerja hal ini dapat dilihat dari adanya kenaikan rata-rata sebesar 0.31 poin, menunjukan bahwa P value sarana yang tersedia 0.019, Kepemimpinan 0.037 ternyata untuk Sarana dan kepemimpinan P value <a (0.05) maka terdapat hubungan antara faktor sarana dan kepemimpinan dengan kualitas kerja petugas Diare Puskesmas.Kata Kunci : Kualitas Kerja, Pemberantasan Penyakit Diare ABSTRACTFrom the report data reported by all health centers diarrhea morbidityas as 28 648 patients with go (Onganaged<1 Year: 4316 Patients, 1-4 years: 8703 patients, > 5 Years: 15196 patients. Stillhigh number ofincidents of diarrheain Cirebon. The purpose of this study was to determine the factors associated with quality work diarrheal desease control officer. Thisstudyis adescriptivetype of research Analytical using cross-sectional research designis to learnall the individuals who are ageleveland the same time point orapproach that character for a momentat a time and not followed within. describethe implementation of diarrheal disease eradication programand the factors that affect the quality of work P2 officer diarrhea associated with diarrheal disease control program implementation. In this study, the population is all Diarrhoea P2 officersin 37 health centers in Cirebon. Sampel large amount P2 Diarrhea 37 officersin The District Health Office Cirebon takenas a whole. Research address ingthat of the statistical test known Pvalue education 0928 and 0100 for training with a=0.05 then the PValue>a address that both factors had no connection withthe workquality of PHC diarrhea officer, directing that Pvalue Skills 0568, and M & E 0121, turned outto skills and M & E Pvalue>a(0.05), then there is no relationship keterampilan factors and monitoring and evaluation officer with quality work Diarrhea clinic.As for skills although there is noclose relationship, but there isa tendency to give effect to work quality this can be seen from the average increase of 0.31 points, showed that Pvalue meansavailable 0019, 0037 Leadership and leadership turns outto Suppor tthe Pvalue<a(0.05) then there is acorrelation between the means and leadership with quality work Diarrhea health center personnel.Keywords: Quality of Work, Diarrhea Disease Implementation
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN Sri Mulyati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.159

Abstract

Pangan penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang paling banyak adalah dari masakan rumah tangga. Masakan rumah tangga dapat dikategorikan pada pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Keracunan makanan biasanya erat kaitannya dengan sanitasi dan hygienitas pangan, untuk itu perlu dilakukan pengawasan kualitas mikrobiologis makanan melalui uji colliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tempat, peralatan, personal hygiene, pengetahuan serta hygiene dan sanitasi makanan dengan kualitas mikrobiologis makanan minuman produk IRTP di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 70 buah IRTP di Kabupaten Tegal. Pengambilan sampel melalui metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tempat (p=0,011), personal hygiene (p=0,004), pengetahuan (p=0,022), dan hygiene dan sanitasi makanan (p=0,019), dengan kualitas mikrobiologis makanan.Kata kunci           :   Kualitas    mikrobiologis   makanan ABSTRACT               Food causes Extraordinary Events (KLB) food poisoning is at most of the home cooking. Household cooking can also be categorized on the food production industry Household Food Security (IRTP). Food poisoning is usually closely related to sanitation and food hygienitas, for it is necessary to control the microbiological quality of food through colliform test. This study aimed to determine the relationship between the factor space, equipment, personal hygiene, hygiene and sanitation knowledge and food with microbiological quality food and beverage products IRTP in Tegal regency. The study was observational methods and a cross sectional survey. Its population is 70 pieces IRTP in Tegal regency. Sampling through with proportional random sampling. Collecting data using interviews and observasions. Data analysis using chi square. The results showed that there is a relationship between the place (p = 0.011), personal hygiene (p = 0.004), knowledge (p = 0.022), and hygiene and sanitation of food (p = 0.019) the microbiological quality of food.Keywords             : Quality of food microbiological
PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP METODE KONTRASEPSI Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.166

Abstract

Metode kontrasepsi adalah suatu cara yang ditempuh untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan.Masalah metode kontrasepsi merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan wanita subur.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi wanita usia subur terhadap metode kontrasepsi di rumah bersalin Rajawali Kota Cirebontahun 2011. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survey.Populasinya adalah wanita usia subur yang mengikuti program keluarga berencana di Rumah Bersalin Rajawali Kota Cirebon yaitu sebanyak 520 wanita usia subur. Jumlah sampel sebanyak 84 diambil  dengan teknik accidental sampling.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan teknik analisa data menggunakan analisa univariate.Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa 51 responden (60,7%) berpersepsi positif terhadap metode kontrasepsi, sedangkan yang berpersepsi negatif yaitu 33 responden (39,3%).Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat wanita usia subur yang belum memahami metode kontrasepsi efektif terpilih dan metode kontrasepsi mantap.Kata kunci : Metode kontrasepsi, persepsi dan wanita usia subur ABSTRACTContraception method  is a certain method that is used for avoiding or preventing pregnancy. This problem has strong correlation against fertile women.The purpose of this research is to know the perception of fertile women towards  contraception method on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, year 2011.Kind of method used on this research was descriptive survey.The objects of  population were fertile women, who followed “Keluarga Berencana” program on Rajawali Maternity Hospital of Cirebon city, as many as 520 fertile women, 84 women taken as samples by accidental sampling method.Data collection was taken by questioners while data analysis by univariate analysis.The overall result showed, that 51 respondents (60,7%) had positive perception towards contraception method, while the rest, 33 respondents (39,3%), had negative perception.Based on that, there were fertile women, who still didn’t understand the chosen effective contraception method and the good contraception method.Key words: contraception method, perception and fertile women
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DENGAN PRAKTEK PENGELOLAAN MAKANAN Lilis Banowati; Euis Siti Kurniasari
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.160

Abstract

Penyelenggaraan makanan bermutu di rumah sakit tidak terlepas dari tenaga penjamah, tenaga penjamah adalah seorang tenaga yang menjamah makanan dan terlibat langsung dalam menyiapkan, mengolah, mengangkut maupun menyajikan makanan. Berdasarkan wawancara terhadap 10 pegawai mengatakan bahwa 65% kurang memahami tentang penyelenggaraan makanan yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap petugas penjamah makanan dengan praktek pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 15 tenaga penjamah makanan dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh menggunakan wawancara dan angket. Analisis statistika menggunakan ujichi-square. Hasil penelitian karakteristik petugas penjamah makanan didapatkan usia ≥ 30 tahun sebanyak 86,7%. Pendidikan penjamah makanan sebanyak 73,3% SMU. Masa kerja penjamah makanan ≥ 10 tahun sebanyak  8 (53,3%). Pengetahuan penjamah makanan, 53,3% mempunyai pengetahuan baik, 66,7% mempunyai sikap positif, pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Cideres tahun 2014 yaitu 73,3% sesuai standar, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan p value 0,026 dan terdapat hubungan antara sikap dengan praktek pelaksanaan pengelolaan makanan di Instalasi Gizi  RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2014,  p value 0,004.Kata kunci :  Pengetahuan, Sikap, Pengelolaan makanan. ABSTRACTImplementation of quality food in the hospital can not be separated from the power handlers, handlers power is a power that touches food and directly involved in preparing, processing, transporting and serving food. Based on interviews with 10 employees say that 65 % lack of understanding about the operation of the food is good and right. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitude of personnel management practices of food handlers in food in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014.This type of research is descriptive correlative study using cross- sectional approach (cross-sectional). The total sample of 15 workers total food handlers by using sampling. Data obtained using interviews and questionnaires and then analyzed statistically using the chi-square test. The results of the study characteristics of the officer seen food handlers aged ≥ 30 years as much as 86.7 %. Education of food handlers as much as 73.3 % of high school. Food handlers working life ≥ 10 years as many as 8 (53.3 %). Knowledge of food handlers, 53.3 % had good knowledge, 66.7 % had a positive attitude, food management implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres 2014 is 73.3 % according to the standard, there is a relationship between knowledge management practice implementation of food p value 0.026 and there is a relationship between attitudes to food management practices implementation in hospitals Nutrition Installation Cideres Majalengka 2014, p value 0.004.Keywords    : Knowledge , Attitudes , Management of food.
PENATALAKSANAAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) Muslimin Muslimin
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.161

Abstract

Tingginya angka kesakitan penyakit ISPA di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon dan  mengalami kenaikan yaitu 32% pada tahun 2008 dan 36,5% pada tahun 2009, rendahnya cakupan penemuan kasus pneumonia dan terdapatnya 3 kematian balita akibat infeksi sistem pernafasan padahal Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon sudah menerapkan pendekatan  MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) sejak  tahun  2002. Penelitian ini bertujuan  mendapatkan gambaran tentang penatalaksanaan penyakit ISPA pada balita dengan pendekatan MTBS di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon tahun 2013. Metode penelitian deskripsi dengan menggunakan  instrumen penelitian lembar pengamatan  daftar tilik. Jumlah sampel adalah 65 kegiatan penatalaksanaan penyakit ISPA pada balita yang dilakukan oleh 5 orang petugas yang bertugas di ruang MTBS Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Teknik pengambilan sampel dengan  accidental sampling. Hasil penelitian  ini didapatkan bahwa penatalaksanaan  penyakit ISPA pada balita dengan pendekatan MTBS di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon  tahun 2014 kurang baik. Dimana masing-masing sub variabel didapatkan hasil sebagai berikut : menilai penyakit ISPA pada balita 69,2% baik dan 30,8% kurang baik; mengklasifikasikan penyakit ISPA pada balita 46,2% baik dan 53,8%  kurang baik; menentukan  tindakan 98,5% baik dan 1,5% kurang baik;memberikan pengobatan  56,9% baik dan 43,1% kurang baik; konseling  terhadap  ibu  96,7% baik dan 3,3% kurang baik; sedangkan untuk tindak lanjut kasus hanya 5 kasus dari 15 kasus yang seharusnya datang dengan hasil 40% baik dan 60% kurang baik.Kata Kunci : Menilai, Mengklasifikasi, Tindakan, Mengobati, KonselingABSTRACTThe high rates of respiratory disease in hospital morbidity and Bradford is increased 32 % in 2008 and 36.5 % in 2009, the low coverage of the discovery of three cases of pneumonia and the presence of infant mortality due to respiratory system infections when Bradford hospitals already implementing IMCI approach ( Integrated Management Childhood Illness ) since 2002 . This study aims to gain an overview of the management of respiratory disease in young children with IMCI approach in Kedawung Hospital District Cirebon  in 2013.This research method is the description by using research instruments observation checklist sheet . The number of samples is 65 ARI disease management activities undertaken by toddlers 5 officers who served in the Bradford Hospital IMCI .Sampling techniques with accidental sampling.The results of this study found that the management of respiratory disease in young children with IMCI approach in 2013 Kedawung  Hospital District Cirebon unfavorable . Wherein each subvariabel obtained the following results: assessing respiratory disease in young children both 69.2% and 30.8 % unfavorable ; classify respiratory disease in infants 46.2% good and 53.8% unfavorable ; decisive action 98 , both 5% and 1.5% unfavorable ; provide better treatment 56.9% and 43.1% unfavorable ; counseling for both mothers and 96.7%,  3.3% unfavorable, while to follow up the case only 5 cases of the 15 cases that were supposed to come with 40% good results and 60% poor.Keywords    : Assess , Classify , Action, Treat , Counseling
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KEJADIAN KATARAK NUKLEARIS Uun Kurniasih; Lien Herlina; Siti Ni&#039;mawati
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.167

Abstract

Pekerjaan  dengan paparan sinar matahari merupakan faktor risiko terjadinya katarak. Paparan sinar matahari yang lama cenderung menderita katarak khususnya nuklearis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan faktor pekerjaan terhadap kejadian katarak nuklearis.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional study.Jumlah sampel sebanyak 52 orang penentuan sampelnya dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data akan dilakukan oleh peneliti, dengan cara observasi dan wawancara dan dianalisa secara statistika menggunakan uji Chi Square (X2). Dari hasil uji statistika didapatkan bahwa dari hasil tabulasi silang ada kecenderungan faktor pekerjaan karena paparan sinar matahari dengan katarak nuklearis, sedangkan berdasarkan uji Chi Square tidak ada hubungan antara faktor pekerjaan karena paparan sinar matahari dengan katarak nuklearis dengan nilai    p = 0,795 (p > 0,1).Kata Kunci          : Faktor pekerjaan  katarak nuklearis ABSTRACTWork with exposure to sunlight is a risk factor for cataracts. Long exposure to the sun tend to suffer from cataracts, especially nuklearis.The purpose of this study is to prove the correlation between the incidence of cataracts nuklearis work.This research is a descriptive study with cross -sectional correlation study. Total sample of 52 people who were taken through the large sample formula in which the determination of the sample by using purposive sampling. The data obtained by observation and interviews, and analyzed statistically using Chi Square ( X2 ).while based on Chi Square test was no association between occupational factors as sun exposure with cataract nuklearis with p = 0.795 ( p > 0.1 ).Keywords             : Occupational factors, cataract nuklearis

Page 1 of 1 | Total Record : 10