cover
Contact Name
Vox Populi
Contact Email
vox.populi@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6281354974545
Journal Mail Official
vox.populi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik, UIN Alauddin Makassar Jl. H. M. Yasin Limpo, No. 36 Samata-Gowa Call. (0411)841879 Fax(0411) 8221400, Email: vox.populi@uin-alauddin.ac.id
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Vox Populi
ISSN : 20873360     EISSN : 27147657     DOI : -
Core Subject : Social,
Vox Populi (VP) merupakan jurnal berkala yang terbit dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN) Makassar, Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan penelitian akademis asli yang topik utamanya Politik dan Politik Islam. Subjek mencakup semua masalah terkait tentang Politik seperti Politik Islam, Demokratisasi, Gerakan Islam, Pemilu dan Partai Politik, Sosiologi Politik, Politik dan Pemerintahan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI" : 7 Documents clear
POLITIK PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA Urbanus Uma Leu
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3260.962 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8093

Abstract

Sebelum bergulirnya era reformasi 1997, sistem perekonomian Indonesia yang diacu dari Undang-Undang 1945 dijabarkan melalui GBHN yang dirumuskan melalui Wakil Rakyat di DPR. Setelah era reformasi, terutama setelah diberlakukannya pemilihan Presiden secara langsung, kebijakan ekonomi dirumuskan berdasarkan visi dan misi Presiden dalam masa pemerintahannya. Kondisi ini memberikan peluang yang sangat lebar bagi pengembangan sistem perekonomian Islam. Melalui pendekatan politik ekonomi, artikel ini membahas tentang bagaimana sistem perekonomian Islam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan rakyat. melalui analisis makro ekonomi, ditemukan bahwa sistem perekonomian Islam, seperti Bank Syariah atau Baitul Mal Wattamwil (BMT), terbukti telah memberikan peran yang tidak kecil, tidak saja dalam peningkatan kesejahteraan rakyat tetapi juga sebagai subsistem dalam mempersatukan potensi ekonomi kerakyatan.Keywords: Ekonomi, Politik, Islam, Indonesia 
ANALISIS POLITIK MINYAK DI TIMUR TENGAH Ismah Tita Ruslin
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4345.354 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8100

Abstract

Middle East is a region full of conflicts both regional and international area, one of continuously conflicts trigger is the oil factor, an available oil in the Middle East is a blessing and a disaster other side, since the discovery of oil resources, this region has always been the international spotlight, the several of political economy interests hold on there not only among region countries but also west countries involvement as foreign policy. Oil used as a tool ad a political goal for the realization of national interests.Keywords: Oil, Politics, Middle East
DAKWAH DAN NEGARA Taqwa Taqwa
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1594.953 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8095

Abstract

Dakwah dalam arti ajakan kepada kebaikan merupakan kewajiban. Tetapi dalam mewujudkan kewajiban tersebut, setiap orang memerlukan jaminan stabilitas dan undang-undang negara. berdasarkan hubungan tersebut, artikel ini ingin melihat bagaimana negara secara politis memberikan ruang bagi kegiatan dakwah dan bagaimana kegiatan dakwah mendukung cita-cita liuhur negara. Melalui pendekatan sosiologis dan politik, artikel ini menganalisis hubungan yang saling menguntungkan jika kegiatan dakwah dilindungi oleh negara dan pencapaian tujuan bernegara disuarakan melalui kegiatan dakwah. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa sikap inklusifisme merupakan titik temu yang harus dipertemukan dakwah dan negara dalam suatu misi yang amat mulia. Dakwah dilakukan harus berwawasan inklusif dan sebaliknya, negara harus juga menjunjung tinggi inklusifisme agar segala bentuk ajakan kepada kebaikan tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu atau melegiyimasi hanya faham tertentu saja.Keywords: Dakwah, Negara, Inklusifisme, Umat
PEREMPUAN DAN POLITIK MENURUT ISLAM Rahmi Damis
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2601.277 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8096

Abstract

Al-Quran sebagai landasan utama ajaran Islam menempatkan perempuan pada tempat yang mulia, tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal inilah yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw., sehingga perempuan pada masanya banyak yang terlibat dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan politik Nabi, ditandai dengan ikut sertanya perempuan membantu dalam setiap peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin. jadi, Islam datang mengubah nasib kaum perempuan dengan memberi hak, kehormatan, dan kewajiban sesuai dengan harkat dan martabat mereka, sebagai makhluk yang bertanggung jawab kepada Allah swt., baik terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat maupun negara.Keywords: Islam, Perempuan, Politik
ZIONISME DAN BERDIRINYA NEGARA ISRAEL Muhammad Sadik Sabry
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3515.27 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8098

Abstract

Setelah timbul pertentangan antara masyarakat Arab dan Yahudi, akhirnya lewat pertemuan tokoh-tokoh Yahudi yang dipimpin oleh Ben Gurion mendeklarasikan berdirinya negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948. Hasil ini adalah puncak dari perjuangan mereka yang sangat panjang, melewati berbagai fase, mengkristal dalam bentuk gerakan politik Zionisme sampai akhirnya tiba pada pendirian sebuah negara Yahudi di dunia. Tetapi seiring dengan itu polemik yang berkepanjangan semakin menemukan jati dirinya sejak diproklamirkan negara tersebut dan tidak pernah tuntas diselesaikan antara Israel dan Palestina. Bahkan konflik tersebut juga meluas ke negara-negara Arab lainnya.Keywords: Zionisme, Yahudi dan Negara-negara Arab-Israel
REKONSTRUKSI PERAN PESANTREN UNTUK KEMANDIRIAN DAN PENGUATAN CIVIL SOCIETY Wahyuddin Halim
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4383.242 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8092

Abstract

Pesantren merupakan Institusi Islam yang paling asli sebagai warisan tradisi pendidikan Islam di Nusantara. Secara internal, pesantren merupakan institusi di mana transmisi keilmuan Islam berlangsung, sementara secara eksternal, ia merupakan isntitusi yang memiliki hubungan sosial yang sangat kuat dengan dunia luar.Karena itu, perlu dilihat peran pesantren dalam mendorong kemandirian dan penguatan masyarakat sipil. Melalui pendekatan sosiologis, artikel ini lebih banyak melihat pesantren sebagai institusi sosial yang harus memiliki peran besar dalam membangun masyarakat sipil. Berdasarkan analisis terhadap peran-peran pesantren dalam masyarakat, ditemukan bahwa peran pesantren sebagai pembentuk watak keagamaan tidak dapat diabaikan. Akan tetapi posisi pesantren sebagai institusi pendidikan Islam di samping institusi pendidikan umum telah mengalami kemunduran yang cukup signifikan dilihat dari menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Karena itu, pesantren perlu mengembalikan peran-peran yang dalam sejarahnya sebagai pelopor kemandirian bangsa dan penguatan masyarakat sipil. Langkah-langkah menuju ke arah itu antara lain melalui revitalisasi pesantren sebagai agen kearifan lokal dan membuka jaringan dengan lembaga-lembaga sosial lainnya seperti NGO, lembaga pemerintah atau lembaga lainnya agar pesantren dapat mengesampingkan predikatnya yang selama ini disandangnya yaitu "ketinggalan zaman'.Keywords: Pesantren, Kyai, Panrita, Anregurutta, Tradisional, Modern
DERADIKALISASI IDEOLOGI GERAKAN ISLAM Muhsin Mahfudz
Vox Populi Vol 1 No 1 (2010): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2828.342 KB) | DOI: 10.24252/vp.v1i1.8099

Abstract

Radical Islam movement had been a parth of Islamic history since the emergence of Khawarij movement in about 37 AH. or 657/658 AD. This article tries to identify the genealogy of Islamic radicalism from Khawarij movement to Bali bombing by Imam Samudera abd his friends. By using the historical analysis method, this article focuses on their ideology that encouraged them to be martyr (syahid). As a result, I discovered that the radical movement they did was based on both political and textual understanding backgrounds. To minimize the power of those backgrounds, the article tries to formulate two approaches which is called 'moderate interpretation' and 'multiculturalism'. The first aproach is set to encounter scriptural and textual understanding in justifying a holy text, while the second is set to give an alternative view from political frame to cultural frame. Those aproaches are considered more significant to solve any scepticism among people about the ligitimacy of religion on culture of violence. Keywords: Radical, Radikalisasi, Ideologi, Islam, Teks, Multikulturalisme

Page 1 of 1 | Total Record : 7