cover
Contact Name
Saeful Rokhman
Contact Email
jdakwahstidnatsir@gmail.com
Phone
+6281289422092
Journal Mail Official
jdakwahstidnatsir@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kp. Bulu Setiamekar. Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat Indonesia 17510
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
ISSN : 20854536     EISSN : 27217183     DOI : 10.38214/jurnaldawahstidnatsir
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Dakwah is focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Dakwah and communication. The main objective of Jurnal Dakwah is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Dakwah, communication, broadcasting, and journalism. Jurnal Dakwah publishes research papers in the all the fields of Dakwah, communication, broadcasting, and journalism such as, Histroy of Dakwah, Dakwahin middle ages, Tafsir and hadits Dakwah, Media Digital of Dakwah, Online Canal Of Dakwah, and other related studies of Islamic Study.
Articles 89 Documents
B STRATEGI KAMPANYE POLITIK CAPRES – CAWAPRES ANIES BASWEDAN – MUHAIMIN ISKANDAR : DI PEMILIHAN PRESIDEN 2024 Rahmat Banu Widodo; Ahmad Toha Almansur
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v6i2.211

Abstract

Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau disebut AMIN, yang diusung Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Ummat serta Partai Masyumi sudah mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lolos memenuhi syarat Presidential Threshold pada pilpres 2024. Strategi pasangan (AMIN) yang membranding diri sebagai kelompok atau simbol perubahan sudah sangat tepat. Karana bagaimanapun masyakarat baik berdasarkan konsep maupun survei menunjukkan ada perubahan. Baik perubahan secara simbolik maupun perubahan faktual. Pemilu 2024 yang akan diikuti 3 pasangan Capres menarik untuk dikaji dan diamati terutama dari sudut marketing politik bagaimana pasangan Capres memasarkan diri untuk memperoleh simpati publik. Pasangan AMIN merupakan salah satu paslon yang memiliki karakteristik jelas dan menggunakan metode marketing politik dalam merebut ceruk pasar mendapatkan simpati pemilih melalui personal branding dan penerapan strategi kampanye
INNOVATIVE STRATEGIES IN CONTEMPORARY DA'WAH: INITIATING A TECHNOLOGY-BASED APPROACH: INNOVATIVE STRATEGIES IN CONTEMPORARY DA'WAH: INITIATING A TECHNOLOGY-BASED APPROACH Hanif , Muhammad; Agusman
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v6i2.212

Abstract

Facing the changing dynamics of contemporary society, da'wah as a means of spreading religious values needs to adopt innovative strategies. In an effort to understand and face the changing times, this paper aims to analyze the potential use of technology in supporting the effectiveness of da'wah, as well as initiating a more adaptive approach to the demands of modern audiences. This research method is based on literature analysis by collecting data from various relevant sources. The results of this study identify changes in people's behavior in interacting with technology and their impact on the delivery of religious messages. In this context, innovative technology-based strategies are proposed as solutions to bridge the gap between the tradition of da'wah and the needs of the times. The research findings underscore the potential of technology in creating a more personalized interaction between the conveyor and receiver of da'wah messages. The technology-based approach allows the adaptation of religious messages into formats that are more interesting and relevant to the characteristics of modern audiences. This opens up opportunities to reach a wider and deeper audience. Keywords : Da'wah; Technology; Innovative.
MUHAMMAD SEBAGAI PEMIMPIN DA'WAH DAN NEGARA Imam, Imam Taufik Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.228

Abstract

Kepemimpinan sekularistik seringkali membedakan porsi keduniaan dan porsi Agama. Konsepsi tentang agama sebagai ajaran yang turun dari langit seringkali dipandang sebagai biang petaka dalam mengatur kehidupan manusia yang plural. Tapi dalam Islam justru kita melihat bahwa Nabi tidak memisahkan kepemipinan dalam agama atau da’wah, dengan kepemimpinan dalam Negara. Keduanya berjalan secara baik dan menjadi keteladanan. Penelitian kualitatif deskriptif analisis berbasis studi kepustakaan ini akan mengkaji dan membuktikan bahwa Nabi bukan hanya pemimpin spiritual dalam da’wah, melainkan pemimpin yang secara integral memimpin urusan negara. Beliau telah mampu membangun tipe kepemimpinan yang sangat ideal namun juga dapat menjadi rujukan dalam konteks kehidupan saat ini.
METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DAN TANYA JAWAB A. HASSAN PADA MURIDNYA MOHAMMAD NATSIR Kadir, Abdul
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.233

Abstract

Metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab ustad A. Hassan (1887 -1958) terhadap murid-muridnya, terutama Mohammad Natsir menarik untuk dikaji dan diteliti. Menariknya adalah karena ustad Ahmad Hassan berhasil mencetak murid-murid yang cemerlang dan mempunyai pengaruh yang cukup signifikan di masyarakat dan bangsa. Ada enam metode pendidikan yang dilakukan A. Hassan terhadap murid. Antara lain: Pertama: Diawali dengan mendengarkan kajian-kajian yang disampaikan tuan Hassan dalam kenduri keluarga besar Persis. Kedua: A. Hassan mengajari Natsir dalam menjawab dan memecahkan masalah dengan memberikan bahan-bahan bacaan untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi itu. Ketiga; Ketika datang pertanyaan dari murid, ia tidak memberikan jawaban hitam putih, namun, A. Hassan memberikan sejumlah bahan bacaan kepada muridnya untuk mencarinya. Keempat: A. Hassan dalam mendidik Natsir menanamkan kebiasaan percaya diri dan jangan takut salah. Kelima: Terkadang pula, ustad A. Hassan yang memberikan masalah/soal, kemudian murid-muridnya memecahkannya dan dilakukan dalam bentuk diskusi dan dialog, serta dilakukan dengan intens. Keenam: Memberikan kepada Natsir tanggung jawab, supaya Natsir,muridnya ini maju dan berkembang
STRATEGI KOMUNIKASI DA’WAH TGH. LALU MUCHSIN EFFENDI MUCHTAR MELALUI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN BERAGAMA DI LOMBOK UTARA Ujang Habibi; Lalu Burhan Lasende
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.235

Abstract

Research Objectives: Knowing Tgh. Lalu Muchsin Effendi Muchtar's Da'wah Communication Strategy Through FKUB in Creating Religious Harmony. Research Methods: Qualitative. Research Results: Tgh. Lalu. Muchsin Effendi Muchtar at FKUB in realizing religious harmony in North Lombok with various approaches and communication strategies to people who are not only Muslim. Conclusion: Tgh. Lalu Muchsin Muchtar himself uses a da'wah communication strategy, namely getting to know the audience: cross-religious discussions, cultural approaches, friendship between religious leaders, composing messages: conducting studies, seminars, providing exemplary and fiqhud da'wah approaches, establishing methods: deliberations and analysis These approaches were of course chosen after looking at the da'wah map of the North Lombok area, which is structurally very multi-cultural and multi-religious.
POLA KOMUNIKASI DA’WAH STEVEN INDRA WIBOWO DALAM MEMBINA KEISLAMAN MUALAF DI LEMBAGA MUALAF CENTER INDONESIA mashuro, suhaila; Fadlilah, Siti Nur
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.236

Abstract

Tujuan Penelitian: Mengetahui bagaimana pola komunikasi da’wah Steven Indra Wibowo dalam membina keislaman mualaf di lembaga Mualaf Center Indonesia. Metode Penelitian: Deskriptif Kualitatif Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian bahwa pola komunikasi da’wah Steven Indra Wibowo dalam membina keislaman mualaf di lembaga Mualaf Center Indonesia yang dianalisa dengan mengunakan 4 teori yang dikemukakan oleh Onong Uchana Effendy, Pertama, Steven Indra Wibowo menggunakan Pola Komunikasi Primer, yakni proses menyampaikan gagasan oleh komunikator terhadap komunikan secara verbal maupun non verbal. Hal ini termasuk ke dalam program street da’wah yang di dalamnya membahas pola komunikasi Steven secara verbal seperti berdiskusi dengan mualaf maupun nasrani yang ingin menjadi mualaf. sedangkan lambang non verbal yang disampaikan berupa da’wah di jalan dengan menda’wahkan kebersihan kepada masyarakat dan mencerminkan bagaimana adab seorang muslim seharusnya. Kedua, Steven Indra Wibowo menggunakan Pola Komunikasi Sekunder, yakni dengan mempermudah pembinaan melalui media atau sarana bagi komunikan yang terkendala jarak dan waktu, adapun media atau sarana tersebut meliputi website, WhatsApp dan coffee shop, yang dapat mempermudah jalannya pembinaan. Ketiga, Steven Indra Wibowo menggunakan Pola Komunikasi Linear, dengan program mengajar mualaf yaitu menyampaikan pesan da’wah secara langsung dengan baik dalam situasi komunikasi face to face atau tatap muka maupun dalam keadaan komunikasi bermedia. Program ini kemudian di lanjutkan oleh Tim MCI dalam proses pembinaannya, adapun materi yang disampaikan berkaitan dengan Tauhid, Fiqih, Tahsin Al-Qur’an dan Adab-adab Islam. Keempat, Steven Indra Wibowo menggunakan Pola Komunikasi Sirkular, dibuktikan dengan terjadinya respon atau tanggapan terhadap pembinaan yang disampaikan terhadap mualaf. dalam hal ini program advokasi mualaf termasuk ke dalam proses komunikasi sirkular, karena saat mualaf mempercayai penuh MCI dan meminta perlindungan secara hukum melalui lembaga tersebut, maka hal itu adalah bentuk dari respon atau tanggapan positif yang diberikan oleh mualaf kepada MCI Keywords : Pola Komunikasi, Dakwah , Muallaf
FEMINISM: THREATS TO FAMILY RESILIENCE IN INDONESIA Marsela, Anis
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.238

Abstract

This research looks at how AILA Indonesia resisted attacks from feminists who were thought to be attacking the core of the Indonesian family. To collect data, interviews, periodic observations, and documentation studies were carried out within seven months. In the meantime, the data was analyzed through a communication strategy and da'wah strategy approach. The general chairman, secretary general, head of the field of research, and two discussion participants were all interviewed in person. The findings from this research indicate that this alliance has struggled to take a bina’an (defensive) and difa'an (offensive) approach. Defensively, they approach the community through regular educational programs, in the form of Focus Group Discussions (FGD), Training for Trainers (TFT), and seminars which are supported by published writings in the form of articles and books. During this time, the offensive approach was carried out by submitting a Judicial Review (JR), criticizing several articles that were seen to be meaninglessly biased, and persistently speaking opinions by bringing specialists to the Rapar Dengar Pendapat (RDP) in the constitutional court. The information gathered also revealed that the tactic employed was a common-sense approach that involved inviting the audience to tafakkur, ta'ammul, and tadabbur to the principles put forth by the feminists. This study has significance for the government's or religious institutions' efforts to increase family resilience in Indonesia through new sustainable techniques and innovation.
STRATEGI KOMUNIKASI TUTOR DALAM MENGENTASKAN BUTA BACA AL-QUR’AN TERHADAP ANAK JALANAN DI SMP MASTER DEPOK Eva Yulia; Zamroji, Imam
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.244

Abstract

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui strategi komunikasi tutor dalam mengentaskan buta baca Al-Qur’an pada anak jalanan di SMP Master Depok. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Program yang dijadikan sebagai kegiatan wajib guna mengentaskan buta baca Al-Qur’an pada anak jalanan di SMP Master disebut dengan Bimbingan Baca Al-Qur’an (BBQ). Kegiatan tersebut berupa: Bimbingan Baca Iqra’ dan Al-Qur’an, Tahsin Tilawah, Tahfidz, Shalat, dan Al-Ma’tsurat. Kesimpulan: Strategi komunikasi yang digunakan tutor dalam mengentaskan buta baca Al-Qur’an pada anak jalanan yakni strategi komunikasi Anwar Arifin, Pertama: Mengenal khalayak dengan pendekatan persuasif. Kedua: Menentukan tujuan untuk mengenal dan membaca Al-Qur’an, hafal setengah juz ‘Amma. Ketiga: Menyusun pesan dengan memberikan motivasi, mempelajari metode Ummi dan Iqro’, serta materi. Keempat: Menentukan metode dan media yang digunakan yakni dengan metode Reududancy (repetition, metode Informative, Persuasive, Educative, dan Coursive, serta menggunakan media Iqra’, Al-Qur’an dan proyektor. Keywords : Strategi; Komunikasi; Tutor; Al-Qur’an; Anak Jalanan.
KREATIVITAS DAKWAH DIGITAL : STUDI KADERISASI KONTEN KREATOR DAKWAH KOMUNITAS AKHWAT CREATIVE PROJECT Lukman; Fadhila, Hielwa Hidayatul
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.253

Abstract

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kreativitas dakwah Komunitas Akhwat Creative Project (ACP) melalui desain grafis. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan kreativitas dakwah komunitas Akhwat Creative Project melalui desain grafis dalam empat dimensi. Dimensi person (kepribadian) menunjukkan bahwa komunitas ACP berusaha untuk membentuk kepribadian member yang sadar akan pentingnya dakwah, melalui program story of the day, kajian dan open donasi. Dimensi process (proses/kebebasan berekspresi) menunjukkan bahwa komunitas ACP memberikan peluang kepada member untuk melakukan berbagai latihan agar dapat mengekspresikan dan menuangkan ide-ide agar kreativitasnya terasah, melalui program tugas wajib, story of the day dan challenge time. Dimensi press (dorongan/dukungan dari lingkungan) menunjukkan bahwa komunitas ACP memberikan dukungan bagi para muslimah yang ingin belajar desain dengan diberikan support melalui materi desain yang diberikan setiap bulan. Dimensi product (produk) menunjukkan bahwa komunitas ACP memiliki peran bagi karya-karya yang dihasilkan member melalui program story of the day dan challenge time.
TEKNIK KOMUNIKASI GURU DALAM MENGAJAR AL-QUR’AN KEPADA ANAK-ANAK (Studi Kasus SD Qur’an An-Nur Cipayung Jakarta Timur) Tohir, Sya’roni; Nada Indah
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i1.255

Abstract

ABSTRAK Tujuan : Untuk mengetahui teknik komunikasi guru dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak (Studi Kasus SD Qur’an An-Nur Cipayung Jakarta Timur. Metodologi penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dan dampak penelitian. Beberapa teknik komunikasi guru SD Qur’an An-Nur Cipayung Jakarta Timur berlokasi di Jl. Masjid Nurul Hidayah No.37, Rt.08/RW.6 Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13840. Dalam mengajarkan al-qur’an yaitu teknik komunikasi instruktif/koersif. Teknik ini sangat efektif. Karena pada dasarnya, ketika seseorang mendapatkan sanksi atau hukuman akan meningkatkan kemampuan pada anak..Teknik komunikasi human relation. Memperbanyak interaksi anak dengan al-qur’an sehingga menjadikan anak cinta al-qur’an. Jika sudah cinta terhadap Al-Qur’an anak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar bahkan bisa meningkatkan hafalan mereka. Teknik Komunikasi persuasive. memberikan contoh dengan membaca Al-Qur’an sehingga memberikan kemudahan bagi anak untuk menghafalnya. Dan Teknik komunikasi informative. Hubungan antara guru dan anak-anak lalu memberikan informasi tentang hal baru (hafalan baru) dapat mempengaruhi peningkatan dalam hafalan Al-Quran. Kesimpulan: penerapan teknik komunikasi instruktif, informative, persuasive dan human relation ternyata dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca dan menghafal al-qur’an. Kata kunci : teknik 1; membaca 2; menghafal.