cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2018): Public Corner" : 7 Documents clear
NEW PUBLIC SERVICE PADA PELAYANAN KESEHATAN (Kajian Pelayanan Kesehatan melalui BPJS Kesehatan) Rumsari Hadi Sumarto
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.652 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.656

Abstract

Salah satu jenis pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanandi bidang kesehatan. Namun demikian, pelayanan di bidang kesehatan tidakselalu dapat diakses dengan baik oleh masyarakat. Bahkan di bidang ini,masyarakat banyak mengalami kendala terutama untuk masyarakat kurangmampu karena untuk mengakses pelayanan ini harus melalui prosedur yangrumit, lambatnya penanganan pasien, membutuhkan waktu lama dan sikappenyedia layanan yang kurang ramah.Realita tersebut mengindikasikan bahwa pelayanan di bidang kesehatankhususnya di rumah sakit masih belum optimal. Masyarakat masih diposisikansebagai pihak yang tidak berdaya atas perilaku pemberi layanan dan masihbelum berpihak pada rakyat miskin. Oleh karena itu, pemerintah perlumereformasi pelayanan di bidang kesehatan agar masyarakat tidak bersikapskeptis pada saat mengakses pelayanan kesehatan.New Public Service sebagai paradigma dalam Administrasi Publik inginmemposisikan masyarakat bukan sebagai pelanggan seperti pada New PublicManagement (NPM). Dengan demikian, penyedia layanan harus merubah mindset dan culture setnya agar fokus pada kepentingan publik. Demikian juga padapelayanan di bidang kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Perubahan pelayanandapat dilakukan dengan menerapkan asas-asas dan prinsip pelayanan publiksecara real yaitu dengan tidak melakukan diskriminasi pelayanan, adanyakepastian waktu, kedisiplinan, keamanan dan kenyamanan. Agar pelayananpublik di bidang kesehatan juga dapat dilakukan lebih optimal, maka redesainpelayanan BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan penyederhanaan prosedurdan menyediakan ruang feedback melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).Dengan adanya asas dan prinsip serta redesain pelayanan publik melalui BPJSKesehatan, maka pada akhirnya kesejahteraan masyarakat secara umum dapattercapai.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH KECAMATAN KOTA SUMENEP Rillia Aisyah Haris; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.231 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.657

Abstract

Kartono (2014:5) menjelaskan bahwa pemimpin menjadi faktor penentu suksesgagalnya suatu organisasi/institusi yang dipimpinnya. Hal ini menandakan bahwakeberadaan pemimpin menjadi faktor yang vital dalam menjalankankelangsungan/kemajuan organisasi. Pemimpin yang berorientasi terhadapperubahan atau yang lebih dikenal dengan model kepemimpinan transformasionalmerupakan jawaban dari segala tuntutan organisasi untuk maju. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif untuk menganalisa pengaruh kepemimpinantransformasional terhadap peningkatan kinerja pegawai di kantor kecamatan kotaSumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji F diketahui nilaisig < α mempunyai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkanbahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya bahwa keempat variabel independensecara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap variabel dependen kinerjakaryawan(Y). Rekomendasi yang dapat ditawarkan antara lain; membangunkomunikasi efektif dengan para staf, menerapkan reward and punishment secarabaik, optimalisasi kegiatan Monday Motifation dan Apel dalam upaya penyampaiarahan/informasi dari Camat dan ide – ide / pendapat dari karyawan sebagai upayapeningkatan kinerja.
Efektifitas Fungsi Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dalam realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Sumenep Roos Yuliastina; Ach. Andiriyanto
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.169 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.658

Abstract

Pada tahun 2016 rata –rata desa di Kabupaten Sumenep mendapatkandana sebanyak 900 juta. Penggunaan DD dan ADD dibutuhkan peranan BadanPermusyawaratan Desa (BPD) sebagai pelaksanan pemerintahan yang memilikihak dan fungsi strategis dalam mendorong efektifitas penggunaan DD dan ADD.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggambarkan EfektifitasFungsi Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dalam realisasi Dana Desa (DD)dan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Sumenep. Lokus penelitian yaitu diKecamatan Batang – batang meliputi desa Banuaju barat dan Banuaju timur,dan di Kecamatan Gapura meliputi desa Gerujugan dan Kecamatan Dungkek didesa Jadung.Hasil penelitian ini menunjukkan jika fungsi BPD menjadi efektif jikadikaitkan dengan kegiatan mengayomi dan menampung aspirasi masyarakat ditingkat dusun dan desa dari segi pembangunan, selain itu fungsi BPD dalammeyalurkan usulan warga terkait penggunaan DD dan ADD telah menunjukkanarah perubahan kebijakan pemerintah desa yang pada periode sebelumnyabersifat topdown saat ini mulai bergeser ke arah bottom-up. Fungsi BPD jugamenjadi efektif jika dihubungkan dengan kegiatan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait berapa anggaran yang diterima desa, berapa ususlanyang akan disampaikan pada kepala desa dan apa yang menjadi alasan utamausulan daari warga ditolak. Dengan kata lain, peran BPD sampai saat ini dikabupaten Sumenep lemah atau tidak efektif pada sisi pengawasan dan evaluasipengalokasian DD dan ADD di desa masing - masing
ENTITAS BISNIS DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN SUMENEP Enza Resdiana; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.12 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.659

Abstract

Entitas bisnis dalampengembangan pariwisata memiliki peranyang signifikan, secara garis besarnyaadalah menyediakan jasa, memperluasberbagai fasilitas dan promosi.Pengembangan pariwisata jugamembutuhkan peran serta pemerintahdaerah dalam menjalin hubungan kerjasama yang baik sehingga dengan untuklebih kreatif, inovatif dan mandiri dalammengembangkan potensi pariwisata dimasing-masing daerah. Dalampengembangan pariwisata, pola kemitraanmaupun pemerintahan kolaboratifdiperlukaan untuk mendukung tercapainyavisi pemerintah serta efektifitaspengelolaan pariwisata.Tujuan dari penelitian ini yaituuntuk Mengetahui Entitas Bisnis DanPengembangan Pariwisata KabupatenSumenep. Aktor-aktor yang terlibat dalampenelitian ini adalah Disbudparpora,Pemilik Usaha Hotel, Biro Perjalanan,Pengelolaan tempat wisata dan Pelanggan.Metode penelitian yang digunakanadalah Deskriptif Kualitatif. Data yangdigunakan terdiri dari data primer dan datasekunder. Teknik pengumpulan data yangdigunakan melalui observasi, wawancaradan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa Entitas Bisnis memiliki perandalam mendukung pengembanganpariwisata Kabupaten Sumenep masihbelum optimal, meskipun pada dasarnyaEntitas Bisnis telah mendorongpeningkatan investasi denganmemperhatikan kearifan lokal, kerjasamapendampingan dan pembinaan dalammengembangkan ekonomi masyarakat,namun wisatawan masih kesulitan mencarigalery souvenir atau pusat oleh-oleh.Disamping itu pula masih kurangmaksimal melibatkan hotel-hotel dalampromosi wisata maupun kegiatan eveneven wisata.
Kebangkitan Ekonomi China yang Tidak Sejalan Dengan Kesejahteraan Buruh (Perbaikan Taraf hidup buruh pada masa pemerintahan Hu Jintao) Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.447 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.660

Abstract

Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari karenasetiap elemen kehidupan manusia mengalami perubahan baik sosial, ekonomi danbudaya akibat adanya globalisasi. Jarak tidak lagi menjadi halangan untuk sebuahnegara berinteraksi dengan negara lain, bahkan antar masyarakat atau individuyang berbeda negara. Selain itu globalisasi juga membawa sebuah kemajuan baikdalam bidang tekhnologi, infomasi dan komunikasi. Kemajuan yang dibawa olehglobalisasi memberikan dua efek yakni positif dan negatif. Sehingga dengandemikian untuk memanfaatkan kemajuan dan kamudahan yang ada dalamglobalisasi bergantung bagaimana tiap individu, masyarakat bahkan negaramenyikapi kemajuan dan kemudahan yang ditawarkan oleh globalisasi itu sendiri.
Evaluasi Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 88 Tahun 2011 (studi pada penutupan lokalisasi prostitusi Padang Bulan di Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi) Alissa Ernawati Adisiswanto
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.094 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.661

Abstract

Penulisan ini berfokus pada evaluasi kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalamPeraturan Bupati Banyuwangi Nomor 88 Tahun 2011. Kebijakan ini digunakan sebagai dasarimplementasi penutupan lokalisasi prostitusi pada dua belas lokalisasi prostitusi yang ada diwilayah Kabupaten Banyuwangi. Dari sisi output implementasi kebijakan dapat dinyatakanrelatif baik, karena mampu menutup dua belas lokalisasi prostitusi yang ada. Pada penutupanlokalisasi prostitusi Padang Bulan yang sudah dilakukan, nampaknya tidak berhasilmenghilangkan kegiatan prostitusi didalamnya, meskipun secara faktual mengalamipenurunan secara drastis dari sisi pengunjung, jumlah pekerja seks komersial danmucikarinya. Kegiatan prostitusi ini disebabkan oleh faktor sosial ekonomi. Mucikari yangmasih bertahan di lokalisasi prostitusi Padang Bulan adalah mucikari yang berstatus pemiliktanah beserta rumah/bangunan. Penutupan lokalisasi prostitusi memberikan dampak positifdan negatif dari sisi ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan hasil evaluasi kebijakan serta dampak penutupan lokalisasi prostitusiPadang Bulan dari tahun 2014 sampai tahun 2016. Tipe penelitian ini adalah penelitiankualitatif dengan jenis deskriptif. Sasaran penelitiannya adalah pada lokalisasi prostitusiPadang Bulan di Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh.
Implementasi Fingerprint Pada Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pamekasan Fajar Surahman
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.2150

Abstract

Tatakelola birokrasi modern yang ditandai dengan penggunaan sarana dan prasarana yangberbasis pada digitalisasi maka keberadaan sumber daya manusia mensyaratkan untuk selaluberadaptasi dengan arus perkembangan teknologi. Penegakan kedislpinan dalam instansisudah merupakan kebutuhan yang tidak terhindarkan. Penegakan disiplin salah satunyamenyangkut produktifitas kerja terkait penyelesain pekerjaan dengan jam masuk dan waktupulang yang semua itu telah ditetapkan dalam bentuk peraturan yang baku. Dalam rangkamencapai efektifitas penegakan disiplin tersebut implementasi teknologi Fingerprint akanmenjadi basis pengukuran dalam konteks efektifitas penegakan disiplin pengawai dimaksud.Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pengaruh implementasi Fingerprint terhadapdisiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan.Penelitian ini tergolong penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif.Sampel yang digunakan adalah 42 responden dengan teknik sampling jenuh. Jenis data yangdigunakan adalah data primer, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Analisis data yang digunakan adalah regresi linier dengan versi SPSS. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa penerapan fingerprint berpengaruh positif terhadap disiplin kerjapegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan.Kata Kunci: Fingerprint, Disiplin Kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 7