cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2020)" : 7 Documents clear
EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN JANE DAMMEN MCAULIFFE TENTANG HUBUNGAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR Mahfidhatul Khasanah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24059

Abstract

AbstrakMufasir dan kaum Muslim pada umumnya menempatkan tafsir sebagai rujukan untuk memahami al-Qur’an, namun bagi McAuliffe penafsiran yang ada justru mengontrol adanya makna al-Qur’an. McAuliffe berpandangan bahwa keduanya tidak bisa dipersamakan dan disejajarka sebagai jalan untuk memahami al-Qur’an. Sehingga, pandangan satu tidak bisa untuk digeneralisirkan dalam mewakili pandangan umum Tujuan dari artikel ini adalah berusaha untuk menggambarkan pandangan Jane Dammen McAuliffe terhadap hubungan al-Qur’an dan tafsir. Untuk mengkaji lebih jauh pemikiran Jane Dammen McAuliffe metode yang penulis gunakan adalah library research dengan pendekatan konten analisisi. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Kata Kunci: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Hubungan Al-Qur’an dan TafsirCommentatory and Muslims generally place tafsir as a reference to understanding the Qur'an, but for McAuliffe the existing interpretation actually controls the meaning of the Qur'an. McAuliffe was of the view that the two could not be equated and paralleled as a way to understand the Qur'an. Thus, one's view cannot be generalized in representing the general view. The purpose of this article is to attempt to illustrate Jane Dammen McAuliffe's views on the qur'an's relationship and exegesis. To further examine jane Dammen McAuliffe's thinking method the method that the author uses is library research with an analytical content approach. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Keywords: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Relation of Al-Qur’an and Commentary
POSTRUKTURALISME HIJAB: STUDI KEBERAGAMAAN MUSLIM KONTEMPORER DI INDONESIA Rizky Yazid; Tien Rohmatin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24256

Abstract

Penelitian ini merefleksikan fenomena keberagamaan mengenai ragam signifikansi para pengguna hijab yaitu antara kelompok yang mengutamakan fesyen dengan kelompok yang meminimalkan fesyen sebagai dimensi etis. Permasalahan pada penelitian ini yaitu kritik atas perilaku kedua kelompok tersebut sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan semata. Untuk merumuskan persoalan tersebut, penelitian menggunakan metode semiotika postrukturalisme Barthes untuk memotret dan memaknai penggunaan hijab sebagai tanda serta ekspresi beragama. Adapun temuan dari penelitian ini adalah ekspresi berhijab sebagai bagian dari ketaatan etisberagama yang multimakna yaitu makna etis formal estetis dan makna etis formal estetis minimalis. Kedua tipologi tersebut sama-sama mengimajikan ekspresi berhijab sebagai hal yang sama yaitu bentuk ketaatan. Dengan kata lain, kedua ragam dari ekspresi berhijab tersebut merupakan bagian dari religiusitas imajiner.
IMPLIKASI METODE SYEKH WALIYULLAH AL-DAHLAWI DALAM KAJIAN HADIS Ahmad Hudori
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.26816

Abstract

AbstractSyekh Waliyullah al-Dahlawi is a thinker who is an expert in various fields, such as aqidah, hadith, history, as well as the field of economics itself. He was an independent thinker. His nature of not thinking about himself is really very remarkable. He spent his whole life in Delhi close to the Mughal palace, but he never sought worldly fame and profit. Syekh Waliyullah al-Dahlawi has a very important implication in the study of hadith. It is interesting to study more deeply how the method of hadith study in the view of Syekh Waliyullah al-Dahlawi, As is known, Sheikh Waliyullah al-Dahlawi is a reformer of Islamic thought who originated from India argued that in understanding the hadith should pay attention to the position and function of the Prophet when delivering the hadith. And most importantly how the method conveyed by Syekh Waliyullah al-Dahlawi will provide a significant development to the understanding of hadith  
INTERPRETASI ETIKA BERBICARA PEREMPUAN DALAM QS.AL-AHZAB [33]:32 (PENDEKATAN TAFSIR MAQASHIDI) Miftahur Rohmah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.28699

Abstract

Penelitian ini membahas pada penafsiran QS.Al-Ahzab [33]:32 yang berfokus pada perintah larangan berupa melunakkan suara perempuan kepada laki-laki. hal ini jelas berkaitan dengan etika berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan berupa jenis kualitatif deskriptif-analisis dengan pendekatan tafsir maqashidi Abdul Mustaqim, metode pengembangan yang dikategorikan masih baru dalam menafsirkan al-Qur’an. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menelisik lebih jauh dan memperjelas penafsiran QS.Al-Ahzab [33]:32 yang menghasilkan maqashid dari melunakkan suara berupa : nada suara halus yang dibuat-buat dengan unsur kesengajaan untuk menggoda. Maka solusi atau etika berbicara perempuan kepada laki-laki berupa perkataan yang baik sesuai syari’at, dan kemaslahatan yang terdapat pada QS.Al-Ahzab [33]:32 adalah hifdz al-nasl supaya tidak terjerumus oleh zina. Hal tersebut juga memberikan arti bahwa al-Qur’an turun untuk menjunjung kehormatan perempuan.
RELASI ISLAM DAN KRISTEN (KATOLIK): PERAN PENTING PEMUKA AGAMA Wasil Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.29390

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang relasi Islam dan Kristen (Katolik) di tengah masyarakat Sumenep, Madura yang religius. Hubungan keduanya dalam landscape Indonesia seringkali up and down dan rentan konflik. Salah satu faktor utama relasi keduanya bisa rukun dan damai atau sarat konflik sangat ditentukan oleh peran penting pemuka agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi Islam dan Kristen (Katolik) di Sumenep berjalan harmonis yang termanifestasi dalam sejumlah interaksi dan kerjasama yang baik, bukan sekedar kerukunan yang pasif atau ‘semu’. Relasinya tampak dalam bidang sosial-keagamaan, pendidikan dan ekonomi di mana pemuka agama sangat memainkan peranannya dalam menciptakan dan merawat relasi baik atau kerukunan tersebut. Peran yang dilakukan pemuka agama adalah internalisasi teologi kerukunan dan penyebaran paham keagamaan moderat.  Kata Kunci: Relasi, Islam, Kristen, Pemuka Agama, Peran
MULTIKULTURALISME DALAM AL-QUR’AN (STUDI PENAFSIRAN QURAISH SHIHAB DAN MUHAMMAD ASAD) Ulfah Nur Azizah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.29987

Abstract

Multikulturalisme merupakan sebuah fenomena dunia modern yang ada pada tahun 1960-an kemudian mendapatkan pengakuan pada tahun 1970-an. Multikulturalisme termasuk mode alternatif dalam rangka membangun, mengelola dan mengatasi kemajemukan rakyat dalam bernegara. Multikulturalisme merupakan alat untuk membangun sebuah negara dalam mengelola keanekaragaman di tengah masyarakat, khususnya di Indonesia dengan masyarakat yang majemuk dengan berbagai perbedaannya.Hasil penelitian penafsiran ayat-ayat multikultural yang komprehensif  menunjukkan nilai-nilai dasar dari konsep multikulturalisme dijelaskan di dalam al-Qur’an tentang perbedaan bahwa Allah swt,. menciptakan manusia dengan berbangsa-bangsa dan bersuku- suku agar saling mengenal satu sama lain, termasuk keberagaman dari dialek, bahasa, warna kulit. Pada sisi lain, al- Qur’an menjelaskan bahwa Allah Swt tidak menghendaki umat manusia menjadi satu, sebenarnya umat manusia itu diciptakan dari asal yang sama yaitu Adam dan pasangannya, namun Allah menghendaki umat manusia tidak menjadi umat yang satu. Realitas multikulturalisme bahwa diciptakan manusia dari seorang ayah dan ibu, namun yang dimaksud adalah persamaan tentang hakikat kemanusiaan bagi setiap orang, tidak ada hak untuk menghina dan merendahkan satu sama lain.
AGAMA DAN SENSITIVITAS GENDER: STUDI PEMIKIRAN KHALED ABOU EL FADL TERHADAP POSISI PEREMPUAN Abd. Rasyid
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.30001

Abstract

Artikel ini hendak mempertegas tentang posisi perempuan yang termuat dalam ajaran suatu agama, terutama Islam, yang sampai saat ini perannya sering disubordinasikan oleh kelompok-kelompok yang berdalih bahwa perempuan memang ditakdirkan tersubordinasi. Untuk mempertegas hal itu, pembacaan “hermeneutika negosiatif” seperti yang ditawarkan Khaled Abou El Fadl dijadikan sebagai landasan utamanya. Pendekatan historis dan teologis berguna untuk memperjelas, menilai, dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan posisi perempuan seringkali dinomorduakan dibanding laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan terhadap perempuan, utamanya disebabkan oleh dalih bahwa terdapat konten hadis yang memuat ajaran-ajaran bahwa perempuan tidak lebih hanya sebatas makhluk yang bertugas melayani laki-laki, tidak layak menjadi pemimpin, dan cukup di rumah saja.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Vol. 11 No. 2 (2025) Vol. 11 No. 1 (2025) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Vol. 10 No. 2 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Vol. 10 No. 1 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 Vol. 9 No. 1 (2023) Vol. 8 No. 2 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 Vol. 8 No. 1 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 Vol. 7 No. 2 (2021) Vol. 7 No. 1 (2021) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 Vol. 6 No. 2 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Vol. 6 No. 1 (2020) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Vol. 5 No. 2 (2019) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Vol. 5 No. 1 (2019) Vol. 4 No. 2 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Vol. 4 No. 1 (2018) Vol. 3 No. 2 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Vol. 3 No. 1 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Vol. 2 No. 2 (2016) Vol. 2 No. 1 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Vol. 1 No. 2 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 Vol. 1 No. 1 (2015) More Issue