cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2021)" : 8 Documents clear
Komunikasi Musikal Suling Dewa dan Memang dalam Ritual Bepelas pada Upacara Erau di Kutai Kartanegara Endovalentio Ginting; Eli Irawati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p1-22

Abstract

Suling dewa dan memang merupakan salah satu bagian dari rangkaian ritual bepelas pada upacara erau. Kehadiran serta kedudukan penyajian tersebut memiliki maksud dan arti tersendiri yang belum diketahui oleh banyak orang. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan teks pada penyajian suling dewa dan memang yang meliputi, pelaku, syair, instrumen, lagu, tempat, dan penikmat, serta hubungan pada penyajian suling dewa dan memang yang dapat dilihat secara horizontal dan vertikal. Menganilisis pemaparan tersebut, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara etnomusikologis. Hasil dari analisis yang telah dilakukan, didapat bahwa penyajian suling dewa dan memang tidak dapat dipisahkan dari upacara erau khususnya ritual bepelas. Saling berkaitannya suling dewa dan memang sehingga tercipta hubungan komunikasi secara vertikal dan horizontal.
PEWARISAN TARI TANGGAI MELALUI PENDIDIKAN: STUDI KASUS SANGGAR PUTRI BATANG HARI SEMBILAN Halimah Agustina; Treny Hera; Mukhsin Ilhaq
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p23-33

Abstract

Tari Tanggai merupakan tari tradisi khas kota Palembang yang ditarikan pada acara-acara pernikahan, tetapi dengan seiring berjalannya waktu tari Tanggai lambat laun mengalami suatu kemunduran dalam keberadaannya di masnyarakat setempat, sehingga perlu adanya upaya pewarisan, pelestarian di masyarakat setempat. Dalam konsep pewarisan Cavalli-Sforza and Feldman membagikan 3 konsep pewarisan yaitu pewarisan tegak, pewarisan datar dan pewarisan miring, dalam penelitian ini peneliti mengambil salah satu konsep dari pewarisan ini yaitu pewarisan miring melalui pendidikan nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan. Berdasarkan hal tersebut  masalah dalam penelitian adalah bagaimana proses pewarisan tari Tanggai melalui pendidikan di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan, sehingga dari proses pembelajaran dan nilainilai yang diberikan pelatih kepada siswa, adalah suatu upaya untuk mempertahankan dan meneruskan tari Tanggai sebagai suatu kekayaan budaya tradisi melalui pendidikan secara nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan sebagai bentuk wadah upaya dalam meneruskan kesenian tari tradisi terkhusus tari Tanggai di kota Palembang.
REPRESENTASI MADURA DALAM PERTUNJUKAN SENI TARI SILA KARYA HARI GHULUR Indra Tjahyadi; Ahmad Faishal
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p121-133

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajiannya pada indentitas masyarakat Madura yang direpresentasikan dalam pertunjukan tari Sila karya Hari Ghulur. Sila merupakan pertunjukan seni tari yang diciptakan dan dimainkan oleh Hari Ghulur. Tujuan dilakukannya kajian ini adalah mendeskripsikan identitas masyarakat Madura yang direpresentasikan dalam seni pertunjukan, khususnya pertunjukan seni tari Sila karya Hari Ghulur. Teori yang digunakan sebagai landasan analisis adalah teori semiotika Roland Barthes. Adapun metode yang digunakan sebagai landasan tahapan analisis adalah metode kualitatif interpretif. Adapun penggunaan metode tersebut karena adanya relevansi antara topik kajian dan teori yang digunakan. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa pertunjukan tari Sila karya Hari Ghulur masyarakat Madura merepresentasikan masyarakat sebagai masyarakat (1) egaliter, (2) santri, dan (3) tangguh. 
Revitalisasi Cangget Bakha Festival Di Kabupaten Lampung Utara Amelia Hani Saputri; Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari; Widyawati Retna Ningrum
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p47-57

Abstract

Cangget Bakha merupakan tradisi upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Lampung beradat Pepadun pada saat bulan purnama selepas panen. Cangget Bakha dahulu penyelenggaraannya terikat dalam rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun dan yang menarikan terbatas hanya dilakangan anak-anak Penyimbang, maka dalam konteks kekinian fungsi tersebut disesuaikan dengan perubahan zaman melalui proses revitalisasi. Revitalisasi Cangget Bara Festival merupakan upaya pembaharuan penampilan sebuah tarian tradisi yang biasanya ditarikan pada acara adat, menjadi tari yang dipentaskan dalam acara festival. Hasil penelitian menunjukan bahwa revitalisasi dilakukan melalui tahapan; 1) Tahap Reformulasi yaitu pengembangan gagasan awal pelaksanaan Cangget Bara Festival antara praktisi seni, tokoh adat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, hingga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; 2)  Tahap Komunikasi bergabungnya CBF dalam Festifal Indonesiana; 3) Tahap Organisasi dengan membagi tim kerja berdasarkan tugas dan fungsi; 4) Tahap Adaptasi dan Tahap Transformasi yaitu tahap koordinasi antara pemerintah, budayawan, tokoh adat, pemuda untuk saling bekerjasama mensukseskan acara; 5) Tahap Rutinitas melalui kegiatan latihan rutin di Sanggar Cangget Budayo.
EKSISTENSI TARI SANGKAN SIHEH DI KECAMATAN LAHAT KABUPATEN LAHAT Octine Octona Pratiwi; Nofroza Yelly; Deria Sepdwiko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p58-71

Abstract

Tari Sangkan Siheh merupakan tari tradisional Kabupaten Lahat ditarikan dalam acara penyambutan tamu agung, peresmian gedung dan penyambutan pengantin. Tari Sangkan Siheh di tarikan tiga sampai tujuh orang penari. Selain penari, ada dua orang laki-laki berdiri dibelakang penari bertugas memegang tombak. Keberadaan Tari Sangkan Siheh diakui dan diketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat eksis, keberadannya di ketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Dengan adanya pembuktian pementasan Tari Sangkan Siheh sampai sekarang. Bertahannya Tari Sangkan Siheh sampai sekarang dipengaruhi oleh pelaku seni, sanggar, PEMDA dan Dinas Kebudayaan. PEMDA dan Dinas Kebudayaan berupaya mempertahankan eksistensi Tari Sangkan Siheh dengan menampilkan Tari Sangkan Siheh dalam acara penting dan upacara penyambutan tamu. Hal inilah yang membuat Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat sampai sekarang masih tetap eksis.
ANALISA VARIASI MELODI DALAM KARYA MUSIK PRELUDE IN E MINOR (OP. 28 NO. 4) KARYA FREDERIC FRANCOIS CHOPIN ARANSEMEN TRIO ZINGARA Bima Atyaasin Annur; Joko Winarko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p72-90

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan variasi melodi pada karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Tindakan analisis dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahapan deskripsi, tahapan reduksi, dan tahapan seleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara merupakan lagu berbentuk 1 (satu) bagian. Terdiri dari 5 (lima) kalimat tanya dan 1 (satu) kalimat jawab. Komposisi Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan tangga nada E minor, yang disajikan dengan tempo Largo, kemudian menggunakan sukat 4/4, dan diolah dengan menggunakan dinamika piano, espressivo, crescendo, decrescendo, pianissimo, smorzando, diminuendo, dan fortesimo. Karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) yang disajikan oleh kelompok Trio Zingara berdurasi 2 menit 41 detik, dan terdiri dari 25 birama. Trio zingara dalam mengaransemen karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan format trio dengan instrumen Violin, Cello, dan Piano. Terdapat 7 (tujuh) variasi melodi dalam karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) aransemen Trio Zingara. Yang terdiri dari 3 (tiga) variasi melodi Counter Melody, 1 (satu) variasi melodi Obbligato, 1 (satu) variasi melodi Dead Spot Filler, 1 (satu) variasi melodi Melodic Variation and Fake, dan 1 (satu) variasi melodi Rhytmyc Variation and Fake.
PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG Christianita Dyah Prasastiningtyas; Abdul Rachman
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p91-104

Abstract

Semarang Ska Foundation adalah komunitas musik bergenre ska yang ada di kota Semarang. Sebagai upaya dalam mempertahankan eksistensi musik Ska di Kota Semarang, Semarang Ska Foundation melakukan beberapa aktifitas yang mengakomodasi perkembangan grup band Ska dan juga perkembangan musik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Semarang Ska Foundation dalam mengembangkan musik Ska di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, peran yang dilakukan Semarang Ska Foundation adalah dengan mengadakan event rutin berskala lokal, nasional, hingga international, mengadakan diskusi bersama seputar musik ska, coaching clinic atau pelatihan skill antar anggota, membuat official merchandise sebagai media promosi, memfasilitasi band ska kota Semarang dalam membuat konser peluncuran single maupun album, serta membentuk band Semarang Ska Allstar.
REINTERPRETASI TOKOH EMBAN DALAM KARYA TARI TOPENG MBANMBAN Setyo Yanuartuti; Joko Winarko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p105-120

Abstract

Tokoh emban merupakan tokoh abdi yang dimaknai sebagai pembantu atau pengasuh seorang pangeran dan atau putri. Dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur tokoh Emban dihadirkan dalam setiap adegan kerajaan atau keputren. Tokoh emban ini memiliki karakter gecul, dan endel (orang Jatidhuwur menyebutnya dengan jalang). Gerak-gerik dan penampilan tokoh emban ini menarik peneliti untuk dijadikan sebuah tari. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses reinterpretasi dan bentuk tari topeng Mbanmban sebagai wujud visual tokoh Emban dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur. Penelitian ini merupakan penelitian penciptaan seni, adapun metode penciptaan enggunakan konstruksi. Hasil penelitian berupa satu karya seni tari yang diberi judul Topeng Mbanmban. Proses konstruksi tari dilakukan dengan tahapan penggalian ide, eksplorasi, komposisi, dan perwujudan tari. Bentuk visual tari topeng Mbanmban dibangun melalui wujud topeng berwarna putih dengan bentuk wajah bulat, dengan ornamen rambut hitam disisir rapi di atas dahi, bentuk alis kecil yang bersambung antara alis kiri dan kanan. Bentuk hidung pesek bentuk mata kecil seperti kolikan, dan bentuk bibir senyum dengan mulut terkatup. Topeng ini dilengkapi dengan anting-anting kayu yang dibuat terpisah berbentuk seperti palu kecil. Disamping wujud topeng, pengembangan gerak tari juga diambil dari gaya gerak tokoh emban, seperti gaya jalan lembeyan, cara duduk, dan gerakan-gerakan ekspresi yang selalu muncul ketika dalang melakukan dialog. Elemen pendukung gaya gerak tari Topeng Mbanban ini adalah tata busana dengan pendekatan warna kuning kecoklatan dalam bentuk kebaya dan kain motif bledag. Penataan gending yang dinamis memperkuat wujud karakter tokoh emban yang endel.

Page 1 of 1 | Total Record : 8