cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017" : 5 Documents clear
Variabilitas Genetik Plasma Nutfah Kelapa Sawit Asal Angola dan Seleksi Genotipe Berbasis Famili dan Individu untuk Pembentukan Breeding Population Baru Ismail Maskromo; Azis Natawijaya; Syafaruddin Syafaruddin; Fadjry Djufri; M. Syakir
Buletin Palma Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.058 KB) | DOI: 10.21082/bp.v18n1.2017.43-51

Abstract

Development a new oil palm variety is determined by the availablity of oil palm genetic materials. The genetic variability could be resulted from both intra and inter family variation. Angola oil palm germplasm is a new oil palm material which were collected from natural habitat in Angola, Africa by Indonesian oil palm qonsortium. The objective of this research were to identify genotypes which carrying any specific characters as well as genotypes-based selection of families and individuals for the formation of a new breeding population. The research were conducted at Kebun Percobaan Sitiung, West Sumatra from January until Desember 2016. The result showed that the genetic variability within and among families are relatively high. There are some genotypes and families selected. The selected genotypes could be used for formation a new breeding population.ABSTRAKKeberhasilan pengembangan varietas unggul kelapa sawit untuk program intensifikasi ditentukan oleh ketersedian material genetik dan variabilitas genetiknya yang luas. Variasi genetik pada plasma nutfah dapat berasal dari variasi antar individu dalam famili dan variasi antar famili. Karakterisasi plasma nutfah kelapa sawit asal Angola bertujuan untuk mengkarakterisasi plasma nutfah kelapa sawit asal Angola, mengidentifikasi genotype-genotipe yang memiliki karakter spesifik, serta seleksi genotype berbasis family dan individu untuk pembentukan breeding populations baru. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sitiung, Sumatera Barat pada bulan Januari sampai Desember 2016. Semua individu pada semua famili di populasi dura dan tenera/pisifera digunakan sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plasma nutfah kelapa sawit asal Angola memiliki variabilitas genetik yang luas. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi genotipe-genotipe yang memiliki karakter spesifik dan famili-famili terseleksi. Genotipe-genotipe tersebut dapat digunakan untuk merakit populasi baru untuk pemuliaan kelapa sawit tipe baru.
Karakteristik Biodegradable Film Pati Sagu dengan Penambahan Gliserol, CMC, Kalium Sorbat dan Minyak Kelapa [Properties of Sago-Based Biodegradable Film Prepared by Addition of Glycerol, CMC, Potassium Sorbate and Coconut Oil] Steivie Karouw; Rindengan Barlina; Maria L. Kapu’Allo; Jerry Wungkana
Buletin Palma Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.645 KB) | DOI: 10.21082/bp.v18n1.2017.1-7

Abstract

The objectives of the research was to evaluate physical properties, color, water vapor transmission rate and antimicrobial activity of sago-based biodegradable film made by adding of glycerol, carboxymethyl cellulose (CMC), potassium sorbate and coconut oil. The research was conducted on two steps which did continuosly. During the first step the research was held on various of concentration of glycerol (1, 1.5, 2.0 and 2.5%) and concentration of carboxymethil cellulose (CMC) (0.75; 1.0; 1.25 and 1.5 %). The formula which produced the best characteristic of biodegardable film was then used in the second step. In the second step of study, the antimicrobial material (coconut oil and potassium sorbate) were utilized in processing of sago-based biodegradable film. The concentration of potassium sorbate and coconut oil were (1.0, 1.5 and 2.0%) and (0, 0.3 dan 0.6%), respectively. The research results showed that, the biodegradable film obtained on 1.0% of glycerol and 1.0% of CMC having lowest elongation around 109.90%. It was then used for the second step for preparation of biodegradable film. Biodegradable film which were resulted by additon of coconut oil having plasticity better than the ones using potassium sorbate. Addition of pottasium sorbate effected the yelllow color of the biodegradable film. The biodegradable film prepared by utilized of potassium sorbate and oil were found not effectively to inhibit Eschericchia coli dan Staphylococcus aureus.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, warna dan laju transmisi uap air serta sifat antimikroba biodegradable film pati sagu dengan penambahan gliserol, carboxymethyl cellulose (CMC), kalium sorbat dan minyak kelapa. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, pada tahap pertama gliserol dan CMC digunakan beberapa konsentrasi berturut-turut, yaitu (1%, 1,5%, 2,0% dan 2,5 %) dan (0,75%, 1,0%, 1,25% dan 1,5%). Kombinasi perlakuan terbaik tahap pertama digunakan untuk penelitian tahap kedua. Pada penelitian tahap kedua dilakukan penambahan bahan antimikroba kalium sorbat dan minyak kelapa pada beberapa konsentrasi, berturut-turut (1,0; 1,5 dan 2%) dan (0,3 dan 0,6%). Hasil penelitian menunjukkan bertambahnya konsentrasi gliserol menghasilkan biodegradable film dengan kuat tarik yang makin tinggi dan daya mulur makin turun. Pada konsentrasi gliserol yang tetap, nilai kuat tarik meningkat dan daya mulur menurun dengan bertambahnya konsentrasi CMC. Biodegradable film yang diproses menggunakan 1,0% gliserol dan 1,0% CMC memiliki daya mulur terendah hanya 109,90%. Kombinasi gliserol dan CMC ini selanjutnya digunakan untuk pembuatan biodegradable film yang ditambahkan minyak kelapa dan kalium sorbat. Biodegradable film yang diproses dengan penambahan minyak kelapa memiliki plastisitas yang lebih baik dibanding dengan penambahan kalium sorbat. Warna biodegradable film cenderung lebih kuning dibanding tanpa penambahan kalium sorbat. Biodegradable film yang dihasilkan dengan penambahan kalium sorbat dan minyak kelapa belum menunjukkan penghambatan terhadap Eschericchia coli dan Staphylococcus aureus. 
Keragaan Dan Keragaman Karakter Agronomi Pada Populasi Intra Dan Inter Famili Dura Elit Koleksi Taman Buah Mekarsari [Variability of Some Agronomic Traits Within and Between Family of Mekarsari Elite Dura Population] Azis Natawijaya; Sintho WA; Ismail maskromo; M. Syukur; Alex Hartana; Sudarsono Sudarsono
Buletin Palma Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n1.2017.23-32

Abstract

Genetic variability is a basis for plant genetic improvement. Evaluation of genetic variability in oil palm populations helps breeders in determining traits for selection, determining appropriate selection methods, and identifying promising families. The study was aimed to evaluate the genetic variability within and between family in elite dura population. The research was conducted from January 2014 until December 2016 at Mekarsari Research Station. A total of 287 individuals from 18 different genetic backgrounds were used as research materials. The results showed that the phenotypic variability within and between family are wide. No single family or genotype has any superior characters yet. So a breeding approach is needed to converge all good traits into one genotype or population.ABSTRAKVariabiltas genetik merupakan dasar untuk perbaikan genetik tanaman. Evaluasi variabilitas genetik pada populasi kelapa sawit membantu pemulia dalam menentukan karakter dan kriteria seleksi, menentukan metode seleksi yang tepat, dan mengidentifikasi famili-famili potensial yang memiliki karakter harapan. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi keragaman beberapa karakter agronomi pada populasi kelapa sawit dura elit. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2014 sampai dengan Desember 2016 di Kebun Percobaan PT. Sasaran Ehsan Mekarsari. Total 287 individu yang berasal dari 18 latar belakang genetik yang berbeda digunakan sebagai bahan tanaman untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agronomi pada populasi dura koleksi Mekarsari menunjukkan keragaman yang tinggi baik intra maupun inter famili. Karakter rasio mesocarp dan jumlah biji per tandan memiliki variasi fenotipe yang terluas dan famili atau genotipe yang memiliki semua karakter unggul belum ada. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemuliaan untuk menghimpun sifat-sifat baik ke dalam satu populasi atau memfiksasi gen-gen yang tersebar di antara famili atau genotipe ke dalam satu populasi
KOMUNITAS HYMENOPTERA PARASITOID PADA AREAL HUTAN SAGU (METROXYLON SPP.) DI MALUKU [COMMUNITY OF HYMENOPTEROUS PARASITOID ON SAGO FOREST AREA (METROXYLON SPP.) IN MALUKU] Senewe, Rein Estefanus; Triwidodo, Hermanu; Pudjianto, Pudjianto; Rauf, Aunu
Buletin Palma Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n1.2017.9-21

Abstract

Sago (Metroxylon sagu Rottb) in Maluku grow naturally to form sago forest ecosystem. Hymenoptera in the sago forest ecosystem has not been studied. This study aims to examine the diversity of Hymenopterous parasitoids in sago forests in Maluku. The research was conducted in Ariate, Eti, Waisamu, Rutong, Tawiri, and Tulehu in September 2015 - October 2016. Hymenopterous parasitoids were collected through swing nets, light traps, yellow pan traps, and pitfall traps. Results the abundance of hymenopterous parasitoids in six sago areas in Maluku was found to be 14 families and 32 species. The morphoses of morphospecies are 68 morphospecies of Sago Ariate forest 32 morphospecies, Eti 37 morphospecies, Waisamu 9 morphospecies, Rutong 11 morphospecies, Tawiri 19 morphospecies, and Tulehu 37 morphospecies. The high diversity index (2.18 - 3.55) per location, Morphospesies wealth of Tulehu is  higher than other location, while the individual abundance of Ariate is higher than other villages. The average relative abundance of Scelionidae, Scoliidae and Ichneumonidae families was higher by 26.46%, 15.95%, and 10.89%, respectively. There are three families with high morphospecies and individual abundance in each sago area ie Scoliidae in sago forest area of Ariate and Waesamu, Scelionidae on Rutang, Eti, and Tawiri sago wood area, while Eulophidae on sago Tulehu area. There are 12 unique species or species with only certain locations and none in other locations, each Ariate (2 species), Eti (2 species), and Tulehu (8 species).ABSTRAKSagu (Metroxylon spp.) merupakan tanaman sosial, budaya dan ekonomi di Maluku dengan potensi hutan sagu cukup tersedia. Teridentifikasi gejala kerusakan empulur pati dan tajuk tanaman sagu akibat serangga. Kebijakan pengendalian hayati melalui pelepasan parasitoid dalam sistem aplikasi Pengendalian Hama Terpadu merupakan salah satu alternatif. Hymenoptera parasitoid pada ekosistem hutan sagu penting untuk dipelajari morfospesiesnya sebagai data dan informasi ilmiah dalam menunjang program pengembangan agens hayati dalam pengelolaan serangga herbivor tanaman sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman Hymenoptera parasitoid pada hutan sagu di Maluku. Dalam penelitian ini dipilih tiga lokasi di Pulau Ambon dan tiga lokasi di Pulau Seram, kemudian masing-masing lokasi dipilih tiga rumpun sagu contoh secara acak. Setiap rumpun sagu dalam lingkaran radius 5m dari pohon sagu utama seluas 100m2 dilakukan pengambilan serangga melalui jaring serangga, perangkap lubang, dan perangkap nampan kuning, sedangkan perangkap lampu dilakukan pada satu titik disetiap lokasi. Pengambilan serangga dilakukan pada musim kemarau dan hujan dibulan September 2015 ? Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan Hymenoptera parasitoid pada enam lokasi hutan sagu diperoleh sebanyak 14 famili dan 30 morfospesies. Kekayaan morfospesies disetiap lokasi berkisar antara 5-21 morfospesies, dengan proporsi koleksi serangga melalui penggunaan jaring serangga lebih tinggi. Indeks keanekaragaman tinggi (2.18 ? 3.55) per lokasi, kelimpahan individu di Ariate dan kekayaan morfospesies di Tulehu masing-masing lebih tinggi dari lokasi lainnya. Rata-rata kelimpahan relatif famili Scelionidae, Scoliidae, dan Ichneumonidae masing-masing 26.46%, 15.95%, dan 10.89%. Terdapat 12 spesies unik masing-masing Ariate (dua spesies), Eti (dua spesies), dan Tulehu (delapan spesies). Scelionidae, Scoliidae, Ichneumonidae dan Eulophidae merupakan kelompok parasitoid telur-larva potensial yang terindikasi berasosiasi dengan serangga herbivor pada tanaman sagu dari ordo Coleoptera dan Orthoptera.  
Ulat Bulu Orgyia sp. (Lepidoptera: Erebidae), Hama Potensial pada Tanaman Kelapa Sawit [Hairy Caterpillar, Orgyia sp. (Lepidoptera: Erebidae), Potential Pest on Oil Palm] Hosang, Meldy L.A.; Alouw, Jelfina C.; Djufry, Fadjry
Buletin Palma Vol 18, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n1.2017.33-42

Abstract

The outbreaks of hairy caterpillar pests on oil palm plants that are quite severe in one of the estate oil palm plantations in West Papua occurred in 2016. Species of hairy caterpillar and the level of its damage are not known yet for certain. The purposes of this research were to identify the pest causing oil palm damage and to determine the level of palm damage, pest population and their natural enemies. Three locations were selected on the Marmare Sub District, Manokwari, West Papua. In each location, 30 plants were selected randomly in the area of the pest attack and the leaf damage was estimated. Identification result of the pest that attack young oil palm trees in PT Yongjing Investindo, West Papua was the hairy caterpillar called tusock moth, Orgyia sp. The pest caused low (5-20%) and moderate (30-40%) level of foliar damage found in 81.1% (73 plants) and 18.9% (17 plants) palm population respectively. Since palm damage potentially reduced oil palm production, regularly monitoring pest populations are needed to prevent pest outbreak.ABSTRAKLedakan serangan hama ulat bulu pada tanaman kelapa sawit, cukup parah di salah satu perkebunan sawit swasta di Papua Barat terjadi pada tahun 2016. Jenis ulat bulu dan tingkat kerusakannya belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama ulat bulu, tingkat kerusakan, populasi hama, dan musuh alaminya. Survei hama dilakukan di tiga lokasi di Distrik Marmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pada masing-masing lokasi dipilih 30 pohon contoh secara acak pada lokasi serangan hama kemudian diestimasi tingkat kerusakan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis ulat yang menyerang tanaman kelapa sawit muda di PT Yongjing Investindo, Papua Barat adalah ulat bulu Orgyia sp. Dari 90 tanaman contoh, kerusakan ringan (5-20%) akibat serangan Orgyia sp. dapat mencapai 81,1% (73 tanaman) dan sebanyak 18,9% (17 tanaman), termasuk tingkat serangan sedang (30-40%). Serangan ulat bulu Orgyia sp. pada perkebunan sawit masih terbatas di Distrik Marmare, tetapi berpotensi meluas ke areal pertanaman sawit lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan monitoring dan pengendalian di lapangan untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5