cover
Contact Name
ricky Irawan
Contact Email
rickyirawan@isi-dps.ac.id
Phone
+6285694109326
Journal Mail Official
jomsti@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Jalan Nusa Indah, Denpasar 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Music Science, Technology, and Industry (JOMSTI)
ISSN : -     EISSN : 26228211     DOI : https://doi.org/10.31091
Journal of Music Science, Technology, and Industry is a scientific media disseminating science, technology, aesthetic, and industry of music in relation to its uses in the society. JOMSTI is published with a focus on philosophy, aesthetic, concept, and theory of music; music analysis and genre; music education and learning; specific and/or common, traditional and/or modern, local and/or global music history and entity; music application, practice, show or performance, and technology; production, distribution, and consumption in music industrialization; anthropology, sociology, and psychology of music.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
Development of Music in Indonesia Sukotjo Sukotjo
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This article aims to discuss the problems that occur in the music industry in Indonesia, namely in the order of production, reproduction and marketing. Methods: This article uses a literature study method obtained from various sources. Results and discussion: production, reproduction and marketing arrangements must be handled professionally to establish harmony within the music industry network in Indonesia. Competition from several music industry players in the world does not prevent Indonesia from looking for formats to develop its music industry. The strengths that exist between government, academics, business and community are sectors that must be strengthened in developing the music industry in Indonesia. Implication: development of the music industry in Indonesia from upstream to downstream so that large areas of Indonesia can be reached in the music industry. Apart from that, we should also pay attention to some of the potential of music that exists in several regions in Indonesia which can be used as a mainstay in developing a music industry that is unique to the Indonesian nation.
Musik dalam Perspektif Islam: Memahami Dimensi Halal dan Haram dalam Musik Gradi Muhammad Ramdhani
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan memperluas pemahaman Islam tentang musik, terutama tentang hal-hal yang dianggap halal dan haram. Dalam Islam, musik menjadi topik yang kompleks dan kontroversial, dengan pendapat yang beragam di kalangan ulama dan umat Muslim. Metode: Untuk menggali perspektif Islam yang beragam terhadap musik, penelitian ini menggunakan metode analisis literatur. Hasil dan pembahasan: Penilaian musik menurut Islam sangat rumit dan masih menjadi dilema yang belum terselesaikan, mengakui perbedaan pendapat dari berbagai mazhab dan tokoh ulama. Lirik, instrumen, konteks penggunaan, dan dampak psikologis dari musik adalah elemen penting dalam penilaian halal dan haram musik dari sudut pandang Islam. Implikasi: Hasil penelitian ini dapat membantu masyarakat muslim membuat keputusan yang lebih cerdas tentang bagaimana mereka bermain musik yang sesuai dengan syariat islam, menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan ekspresi seni.
Musik Kristen Kontemporer di Gereja Bethel Indonesia Representative of Christ’s Kingdom (GBI ROCK) Lembah Pujian, Denpasar Debora Dyan Ayu Stevany; Ni Wayan Ardini; Desak Made Suarti Laksmi
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menjawab mengapa Musik Kristen Kontemporer dijadikan pedoman dalam beribadah di Gereja Bethel Indonesia Perwakilan Kerajaan Kristus (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpasar, lalu bagaimana bentuk Musik Kristen Kontemporer yang digunakan dalam prosesi ibadah di Gereja Bethel Indonesia Perwakilan Kerajaan Kristus (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpsasar dan bagaimana Kontekstual Musik Kristen Kontemporer dalam ibadah di Gereja Bethel Indonesia Representative of Christ’s Kingdom (GBI ROCK) Lembah Pujian Denpasar. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, bahkan studi pustaka. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian adalah musik kristiani kontemporer adalah musik yang berlandaskan filosofi dengan memahami tujuan musik yaitu fokus pada Tuhan dan membantu jemaat untuk lebih merasakan Tuhan, bukan sekedar genre. Berbagai genre yang digunakan adalah Pop, Rock, Disco, Jazz, Dangdut, Gospel, Mars dan sebagainya, namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan irama atau melodi Etnik dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan menggunakan sequencer dalam beribadah. Implikasi: Musik Kristen kontemporer di GBI ROCK Lembah Pujian, Denpasar dapat ditinjau berdasarkan beberapa konteks, yaitu konteks religiusitas, konteks estetika, dan konteks sosialnya.
MAPPADENDANG: Makna Upacara Panen Masyarakat Bugis Tolotang Alfin Syahrian
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Mappadendang khususnya mengenai bentuk musik dan makna upacara panen masyarakat Bugis Tolotang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan estetika melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: Upacara pesta panen di Tolotang, Bugis, mencakup Mappadendang sebuah bentuk musik perkusi yang menggunakan lesung sebagai salah satu instrumennya. Dalam acara ini, para pemuda dan pemudi dengan semangat menumbuk lesung menggunakan tongkat kayu, menciptakan irama sinkop yang menggambarkan kegembiraan dan kebersamaan atas hasil panen yang melimpah. Implikasi: Mappadendang bukan hanya sekedar sebuah pertunjukan musik, tetapi menjadi wadah penting untuk menjadlin silaturahmi di antara anggota masyarakat, serta sebagai ajang untuk mencari pasangan hidup dalam suasana yang penuh keceriaan dan semangat kebersamaan.
Rebab Darek Minangkabau: Kajian Historis dan Pertunjukanya Di Tengah Masyarakat Wardizal Wardizal; I Gede Mawan
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan rebab darek Minangkabau dalam persefektif sejarah dan pertunjukanya di tengah masyarakat. Melalui tulisan ini akan dideskripsikan tentang masuk dan berkembangnya instrument rebab ke Minangkabau yang di kemudian hari menjadi warisan budaya, tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sampai sekarang. Metode: Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan untuk mendapat informasi dari sumber tertulis atau literatur, observasi (penelitian lapangan) dan interview (wawancara) dengan narasumber terpilih. Hasil dan pembahasan: Secara historis, instrumen rebab yang berkembang di Minangkabau berasal dari Arab dengan negeri asalnya Parsi. Masuk dan berkembang bersamaan dengan penyebaran dan perkembangan agama Islam. Implikasi: Pertunjukan rebab darek erat kaitannya dengan pelaksanaan upacara adat seperti pengangkatan penghulu, alek marapulai (pesta perkawinan), keramaian anak nagari atau bagurau serta konten dalam video YouTube.
Rong 3 0: Sebuah Komposisi Kritik Organologi Gamelan Bali I Putu Widatama; I Nyoman Kariasa
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penciptaan karya ini merupakan sebagai tawaran media ungkap baru yang bermanfaat untuk merangsang kreativitas dari penciptaan karya baru. Metode: Karya ini menerapkan metode penciptaan Pande Made Sukerta dan I Wayan Berata sebagai sisipan, serta metode penelitiian kualitatif sebagai penunjang dari terbentuknya sebuah instrumen. Hasil dan diskusi: Rong 3 0 merupakan sebuah karya musik dengan bentuk eksperimental. Dilihat dari segi musikal, karya ini mengutarakan secara esensial dari karakteristik instrumen beserta warna suara dan kreatvitas dalam mengeksplor atau memperlakukan instrumen. Dengan kata lain, kreativitas intra musikal dari karya ini merupakan atas dasar rangsangan dari kesederhanaan instrumen dari segi visual maupun secara esensial. Implikasi: Karya ini merupakan sebuah kritik sosial pada salah satu organologi Gamelan Bali yaitu Resonator Tabung. Resonator yang mulanya difungsikan untuk menggemakan sumber bunyinya, kini pada karya ini diutarakan untuk menunjukan identitasnya. Identitas yang dimaksud yaitu menunjukan secara esensial dari apa yang dimiliki.
Kajian Organologis Instrumen Murbab pada Kebudayaan Musik Karo Erick Antonio Karo Sekali; Aton Rustandi Mulyana; Indraswari Kusumaningtyas
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini membahas tentang kasus rekonstruksi organologis alat murbab berdasarkan teknik pembuatan konvensional. Spesifikasi desain konstruksi instrumen dan proses pembuatan mulai dari pemilihan material hingga tahap fabrikasi akhir menjadi fokus permasalahan. Metode: Pendekatan etnomusikologi diuraikan secara kualitatif. Hasil dan pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa alat musik murbab termasuk dalam klasifikasi rebab chordophone-spike yang bentuknya menyerupai rebab dan mempunyai tiga struktur konstruksi utama yaitu resonator (batok kelapa dan kulit binatang), gagang penyangga senar (kayu), dan busur (bambu). Ketiga bagian utama ini dibuat secara manual oleh pengrajin sehingga menghasilkan produk alat musik yang berkualitas dan dirancang seakurat mungkin dengan menggunakan desain prototype. Implikasi: Dengan adanya hasil rekonstruksi produk alat musik murbab ini secara tidak langsung menjadi jembatan awal transmisi musik dan meningkatkan pemasaran kearifan lokal sehingga keberadaan alat musik gesek tersebut dapat bertahan dan dilestarikan dimasa yang akan datang oleh masyarakat Karo.
Filosofi Bunyi Polopalo Pentatonik sebagai Karakter Keseimbangan Masyarakat Gorontalo Rahmawati Ohi
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini menelaah makna filosofi bunyi Polopalo Pentatonis dalam aktivitas kebudayaan masyarakat. Pengungkapan makna dalam penelitian ini mempergunakan konsep semiotika Piercean dan Nattiez dengan mempergunakan struktur triadik dari proses semiosis sehingga mampu mengkontruksi makna filosofi bunyi Polopalo Pentatonis yang merupakan representasi generasi muda tanpa melupakan karakteristiknya sehingga dapat ditemukan refleksi fungsi Polopalo dalam bekerja pada aktivitas masyarakat. Metode: Metode penelitian menggunakan studi kasus karena adanya keunikan dalam permasalahan yang menjadi fokus penelitian maka teknik pengumpulan data mempergunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan analisis data adalah analisis domain, di mana menjadi sebuah peristiwa dalam suatu teks yang mempunyai prinsip kausalitas. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa bunyi Polopalo Pentatonik yang terdiri dari empat macam seperti Motoliyongo, Moduloduo, Moelenggengo dan Mobulongo mempunyai nilai-nilai filosofi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat sehingga reinterpretasinya dapat disimbolkan sebagai keseimbangan. Implikasi: Ketaksadaran dalam memahami filosofi bunyi Polopalo sebagai simbol kearifan lokal jenius memberikan dampak terhadap transmisi dan karakter masyarakat Gorontalo, khususnya bagi generasi muda, di mana sebagian besar tidak memahami nilai-nilai filosofi bunyi Polopalo Pentatonik.
Lagu Lullaby: Menekan Tindak Kekerasan pada Anak Dita Firdatia Razak
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dalam kasus kekerasan pada anak, penulis ingin memberikan salah satu solusi bagi orangtua di Indonesia saat menghadapi anak yang sedang tantrum yaitu mendengarkan atau menyanyikan lagu Lullaby untuk anak. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan sumber-sumber yang membantu peneliti, seperti pengumpulan informasi dari buku, jurnal, tesis, atau artikel penelitian tentang penelitian-penelitian terdahulu mengenai hubungan pernikahan di bawah umur dengan kekerasan orang tua terhadap anak. Hasil dan pembahasan: Pernikahan dini merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kekerasan terhadap anak. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), seorang perempuan harus berusia 18 tahun untuk menikah sesuai UU Perlindungan Anak. Proses penciptaan pada karya ini dibuat oleh penulis dengan versi yang sedikit berbeda. Pada umumnya musisi lagu anak hanya membuat notasi yang sama seperti lagu-lagu anak pada umumnya. Implikasi: Penulis menambahkan notasi lagu populer saat ini pada lagu Lullaby untuk anak.
The Portrayal of Contemporary Love in NIKI’s Dancing with the Devil Song Dea Hernawati Yuniar
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This research paper looks at how modern love is represented in NIKI’s “Dancing with the Devil” song. The perspective of changing ways of expressing love due to digital media is overlooked in the analysis of the song. It signifies that love no longer follows traditional norms, which makes it liberating albeit more intricate when it comes to relating. method: this study employs semiotic phenomenology approach by Peirce, the paper interprets this piece to reveal its deeper imtentions as well as cultural context, revealing the new understanding of youth on love. Result and discussion: the song narrates about an artist who had complicated experiences related to love and were ironic, desperate, thrilled in having a destructive relationship with oneself but addictive too. Implication: this article’s analysis contextualizes on these themes within a greater society where instant gratification often triumphs over meaningful relationships leading people into endless chasing without any end solution. The dynamic of society consequently creating new norms that is adaptable. However, the gratification of shallow love in dating society needs to be studied even further in the application of real society.

Page 1 of 1 | Total Record : 10