cover
Contact Name
Fenny Sumardiani
Contact Email
jurnallitbang@gmail.com
Phone
+6285712816604
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Jalan Salak No.22, Bogor 16151 E-mail : jurnallitbang@gmail.com Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : http://dx.doi.org/10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian pertanian pangan hortiikultura, perkebunan, peternakan, dan veteriner yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian dan atau ketentuan kebijakan, yang ditujukan kepada pengguna meliputi pengambil kebijakan, praktisi, akademisi, penyuluh, mahasiswa dan pengguna umum lainnya. Pembahasan dilakukan secara komprehensif serta bertujuan memberi informasi tentang perkembangan teknologi pertanian di Indonesia, pemanfaatan, permasalahan dan solusinya. Ruang lingkupnya bahasan meliputi bidang ilmu: pemuliaan, bioteknologi perbenihan, agronomi, ekofisiologi, hama dan penyakit, pascapanen, pengolahan hasil pertanian, alsitan, sosial ekonomi, sistem usaha tani, mikro biologi tanah, iklim, pengairan, kesuburan, pakan dan nutrisi ternak, integrasi tanaman-ternak, mikrobiologi hasil panen, konservasi lahan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 3 (2014): September 2014" : 5 Documents clear
DIVERSIFIKASI PANGAN HEWANI MELALUI PENINGKATAN PERAN DAGING KAMBING DAN DOMBA Rasali Hakim Matondang
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n3.2014.p123-130

Abstract

Indonesia terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Diversifikasi pangan hewani melalui peningkatan konsumsi daging kambing dan domba merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh. Makalah ini mengulas konsumsi daging (kambing dan domba) dan kinerja produksinya untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Daging kambing dan domba dapat mensubstitusi daging sapi karena kandungan lemak jenuhnya lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam dan sapi, kandungan kolesterolnya paling rendah, mengandung lebih banyak zat besi, kalium, tiamin, dan asam amino esensial, serta mengandung lebih sedikit kalori. Selain itu, kambing dan domba dapat dipelihara dengan nilai input terutama pakan yang rendah serta dapat merespons input produksi yang lebih tinggi melalui peningkatan produksi dan produktivitas per kelompok ternak. Dengan demikian, dari sisi kandungan gizi, keterjangkauan, penyebaran populasi, dan kecepatan reproduksinya, kambing dan domba dapat menjadi penyedia daging yang tidak kalah dibanding sapi potong.
TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI BERAS TIRUAN MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PANGAN Heny Herawati; Feri Kusnandar; Dede R. Adawiyah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.822 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v33n3.2014.p87-94

Abstract

Konsep diversifikasi pangan dapat dipercepat dengan meman-faatkan berbagai sumber pangan pokok untuk memproduksi beras  tiruan. Beras tiruan adalah granula atau butiran pati yang memiliki karakteristik seperti beras. Penggunaan bahan baku sumber karbohidrat dan bahan tambahan yang tepat menjadi parameter  penting dalam optimasi teknologi dan proses produksi beras tiruan. Metode proses beras tiruan meliputi metode granulasi dan ekstrusi. Beras tiruan sangat prospektif dikembangkan lebih lanjut menjadi beras tiruan instan ataupun beras tiruan fungsional untuk meningkatkan nilai tambah produk. Makalah ini membahas teknologi proses beras tiruan dan peluang pengembangannya di masa depan.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN TEBU Subiyakto, Subiyakto; Mulyaningsih, Sri
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n3.2014.p95-104

Abstract

Pada masa penjajahan Belanda (1929), industri gula Indonesia mencapai puncak kejayaan yang menempatkan Indonesia sebagai negara pengekspor gula kedua di dunia setelah Kuba. Dengan berjalannya waktu, kontribusi gula Indonesia di pasar dunia makin menurun dan saat ini Indonesia termasuk negara importir gula terbesar di dunia. Dalam upaya mencapai swasembada gula, kondisi on farm yang dihadapi dalam peningkatan produktivitas dan rendemen tebu antara lain potensi varietas belum optimal, varietas unggul belum diadopsi petani, teknik budi daya belum sesuai rekomendasi, pemupukan belum tepat dosis, serta kegiatan panen dan giling tebu belum optimal. Sementara itu, kondisi off farm yang dihadapi yaitu pabrik belum efisien, kelembagaan petani lemah, informasi rendemen belum transparan, jaminan rendemen belum diterapkan, keterkaitan antarlembaga belum sinergis, dan pendistribusian gula rafinasi masih longgar. Strategi untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu dapat ditempuh melalui optimalisasi sistem budi daya (benih, varietas, pemupukan, pengaturan sistem tanam), tebang dan giling secara tepat, peningkatan efisiensi pabrik, penguatan kelembagaan petani, transparansi rendemen, jaminan rendemen, pengetatan distribusi gula rafinasi, dan sinergisme antarlembaga terkait.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN SAWAH KERACUNAN BESI MELALUI TEKNIK IRIGASI, VARIETAS ADAPTIF, DAN PENGELOLAAN HARA TERPADU Syafruddin Syafruddin; Saidah Saidah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n3.2014.p115-122

Abstract

Lahan sawah keracunan besi merupakan sumber daya potensial untuk mendukung pencapaian swasembada beras karena lahan tersedia cukup luas dan produktivitasnya masih rendah. Peningkatan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi. Sifat fisik dan kimia tanah dapat diperbaiki dengan menerapkan pengelolaan hara terpadu (kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik) serta sistem irigasi untuk memperbaiki media dan volume perakaran, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan menekan ketersediaan hara mikro dan logam berat seperti besi. Penerapan teknik irigasi, varietas adaptif, dan pengelolaan hara secara terpadu pada lahan sawah keracunan besi dapat meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki efisiensi pemupukan dan penggunaan air, menciptakan sumber pertumbuhan baru produksi beras nasional, dan dapat menjadi model usaha tani ramah lingkungan dan berkelanjutan. Peningkatan hasil gabah pada lahan sawah keracunan besi melalui pengelolaan lahan secara terpadu berkisar antara 1,5-2,5 t/ha.
APLIKASI SHOOT TIP GRAFTING IN VITRO PADA PROGRAM PENYEDIAAN INDUK JERUK BEBAS PENYAKIT DI INDONESIA Nirmala Friyanti Devy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n3.2014.p105-114

Abstract

Metode standar untuk menghasilkan induk jeruk bebas penyakit ialah sambung pucuk atau shoot tip grafting (STG) in vitro. Pada metode tersebut, meristem tip tanaman induk terinfeksi oleh penyakit virus disambungkan pada semaian batang bawah bebas penyakit secara in vitro. Untuk mempercepat pertumbuhan, tanaman hasil STG disambung ulang pada batang bawah secara in vivo. Tanaman dapat menjadi pohon induk sumber entres apabila negatif dari infeksi citrus tristeza virus (CTV) dan citrus vein phloem degeneration (CVPD). Tanaman jeruk yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi STG secara genetik sama dengan induknya, bebas dari penyakit, dan turunannya memiliki keragaan morfologi yang memuaskan. Dengan mengaplikasi metode STG standar diikuti dengan indeksing, sampai tahun 2012 Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) telah membersihkan tanaman induk jeruk dari 221 varietas yang berasal dari berbagai sentra produksi di Indonesia. Dari keturunannya, pada tahun 2005-2011, Balitjestro telah mendistribusikan pohon induk jeruk kelas blok fondasi (BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) masing-masing 1.799 dan 13.046 pohon. Permasalahan yang dihadapi ialah rendahnya persentase sambungan jadi dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai pada tahap indeksing. Upaya perbaikan yang dilakukan antara lain memodifikasi media tumbuh in vitro maupun lingkungan tumbuh tanaman hasil sambung ulang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5