cover
Contact Name
Sakti Ritonga
Contact Email
ijis.uinsu@gmail.com
Phone
+6281362954860
Journal Mail Official
ijis.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Kampus II UIN Sumatera Utara Medan Gedung Prof. Drs. Harun Harahap, Lt. 1 Kantor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences
ISSN : -     EISSN : 27222128     DOI : 10.30821
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences (IJIS) is an international, scholarly open access, peer-reviewed and fully refereed journal focusing on theories, methods and applications in Islamic social sciences. As an international, online-only journal it is devoted to the publication of original, primary research (theoretical and empirical papers) as well as practical applications relating to Islamic social sciences with no cost.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
PERSPEKTIF SYIAH IMAMIYAH TENTANG DIMENSI TAUHID Muhammad Iqbal
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.926 KB) | DOI: 10.30821/islamijah.v1i2.7226

Abstract

Abstrak: Studi ini membahas perspektif Syiah Imamiyah tentang dimensi tauhid. Dengan pendekatan tafsir al-Qur’an, tulisan ini mengungkapkan temuan bahwa Al-Qur’an sebagai pedoman bagi umat manusia memuat ayat-ayat tauhid yang merupakan asas dan dasar kajian Islam. Ayat-ayat ini diklasifikasi oleh ulama Syiah ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama, ayat-ayat yang memuat tentang tauhid teoretis; pemikiran konsep serta pemahaman yang mentauhidkan Allah swt. baik dalam hal zat, sifat maupun perbuatan-Nya. Kelompok kedua adalah ayat-ayat yang mengulas tentang tauhid praktis atau yang disebut dengan tindakan atau amal yang berlandaskan tauhid teoretis. Pada gilirannya baik tauhid teoretis maupun tauhid praktis memiliki cabang dan variannya masing-masing.Kata Kunci: Syiah Imamiyah, tauhid, al-Qur’an Abstract: Shia Imamiyah Perspective on Theology. This study examines the Shiite Imamiyah school of thought on the dimension of monotheism in the Qur’an. This study is a literature study where the works of Shiite scholars are analyzed by content analysis methods. This study is hoped to become as sufficient information about monotheism according to the Shiah school as explained by scholars of Shi’ism. This study proposes that there are two dimensions of monotheism in the Shia school, namely theoretical monotheism and practical dimensions. The theoretical dimension of monotheism constitutes three categories which include first, substance monotheism, second monotheism of character, and third, monotheism of action. In addition, the practical dimension in monotheism is divided into three namely monotheism in worship (tawhîd ‘ibâdah), monotheism in obedience and observance, and monotheism in acquiring comfort and assistance. Keywords: Shia Imamiyah, theology, Qur’an
MERANTAU DEMI REPUBLIK: Kehidupan dan Perjuangan Ismail Banda (1909-1951) Ja'far Ja'far
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.584 KB) | DOI: 10.30821/islamijah.v1i2.7181

Abstract

Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan dan perjuangan Ismail Banda dalam rangka merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Studi ini dilatari oleh sedikitnya informasi tentang perjuangan Ismail Banda sehingga membuatnya kurang dikenal secara menyeluruh bahkan oleh penerusnya di lingkungan Al Washliyah sendiri. Studi ini merupakan studi biografis di mana data diperoleh melalui studi kepustakaan. Data berupa dokumen dianalisis dengan metode analisis isi. Studi ini mengajukan temuan bahwa Ismail Banda adalah ulama Mandailing yang terpelajar sekaligus pejuang dimana selama di luar negeri ia belajar di pusat intelektual tradisi Sunni di awal abad ke-20: Madrasah Shaulatiyah dan Universitas al-Azhar, kemudian memanfaatkan segala peluang untuk memimpin perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Mesir melalui Perhimpunan Pemuda Indonesia dan Malaya (Perpindom). Studi ini menyajikan elaborasi lebih luas terhadap biografi Ismail Banda berdasarkan sumber-sumber baru dan terpercaya.Kata Kunci: Ismail Banda, Al Washliyah, politik, kolonialisme, Timur Tengah, IndonesiaAbstract: Migration for the Sake of the Republic: The Life and Struggle of Ismail Banda (1909-1951). This study aims to examine the life and struggle of Ismail Banda in order to seize and defend the independence of the Republic of Indonesia. Amid the achievement of Ismail Banda, he was out of the attention of researchers that make him less well known overall even by his successors in Al Washliyah's own environment. This study is a bio-biographical study in which data is obtained through literature and library study. Data in the form of documents were analyzed by content analysis method. The study finds that Ismail Banda was a well-educated Mandailing scholar and fighter who during his overseas studies at the intellectual center of the Sunni tradition in the early 20th century: Madrasah Shaulatiyah and al-Azhar Universitytook advantage of all opportunities to lead the Republic's struggle for Indonesian independence in Egypt through the Indonesian Youth Association and Malaya (Perpindom). This study presents a broader elaboration of Ismail Banda's biography based on new and trusted sources.Keywords: Ismail Banda, Al Washliyah, politics, colonialism, Middle East, Indonesia
TRADISI ILMIAH ILMUWAN MUSLIM DI NUSANTARA Saidatul Khairiyah
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.503 KB) | DOI: 10.30821/islamijah.v1i2.7222

Abstract

Abstrak: Studi ini membahas tradisi menulis ilmuwan Muslim Nusantara sejak zaman kerajaan hingga masa kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan historis, peneliti mengajukan temuan bahwa aktor utama dalam penyebaran ajaran Islam dilakukan oleh ulama dengan menuangkan ide-ide mereka dalam karya-karya tulis. Karya-karya tersebut sebagian berbentuk naskah dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti tasawuf, fikih, tauhid, sejarah bahkan sains. Keberadaan naskah-naskah tersebut menggambarkan tingginya kualitas intelektual ilmuwan Muslim Nusantara. Fenomena menulis di kalangan ilmuwan Muslim (ulama) ternyata tidak berhenti di satu periode saja. Ilmuwan Muslim yang lahir belakangan juga secara sadar melanjutkan tradisi yang telah ditanamkan oleh para pendahulu. Kata Kunci: ilmiah, tulisan, manuskrip, ulama, Nusantara Abstract: Scientific Dimension of Muslim Scholars in Nusantara. This study discusses the writing inclination of Nusantara Muslim scholars from the imperial era to the contemporary period. Using a historical approach, the researcher proposes the finding that the main actors in the dissemination of Islamic teachings are carried out by scholars by expressing their ideas in written works. The works are partly in the form of manuscripts in various branches of science, such as Sufism, Jurisprudence, monotheism, history and even science. The existence of these texts illustrates the high quality of intellectual Muslim archipelago scientists. The author insists that the phenomenon of writing among Muslim scientists (scholars) has even gone beyond just one period. Muslim scholars who were born in the succeeding period also consciously continued the tradition that had been instilled by their predecessors. Keywords: scientific, works, manuscript, scholars, Nusantara
GERAKAN H. RIVAI ABDUL MANAP NASUTION DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM Laili Rahmaini Hasibuan
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v1i2.7385

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menampilkan latar belakang kehidupan, peranan historis dan pengaruh H. Rivai Abdul Manap Nasution (1922-1989) dalam bidang pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan memfokuskan pada tokoh tertentu. Penelitian ini memadukan data dokumen dan kepustakaan dengan data lapangan melalui wawancara dan observasi. Dengan analisis sejarah, penelitian ini menemukan bahwa wujud nyata peranan Rivai Abdul Manap dalam memajukan pendidikan Islam terlihat dari keberadaan Taman Pendidikan Islam (TPI). TPI telah menjadi jaringan lembaga pendidikan Islam yang sangat penting di Sumatera Utara sepanjang tahun 1950an hingga tahun 1980an. Setelah ia wafat, partisipasi TPI mengalami penurunan meskipun hingga sekarang masih ada sejumlah lembaga pendidikan yang tetap eksis. Partisipasi utama TPI adalah penyebarannya yang sangat banyak menyentuh wilayah pedesaan, khususnya di bawah naungan perkebunan. Dengan jaringan tersebut, TPI menyediakan pendidikan bagi penduduk yang benar-benar membutuhkan. Dengan TPI, kiprah dan kontribusi Rivai Abdul Manap dalam bidang pendidikan Islam akan terus berlangsung.Kata Kunci: Sumatera Utara, pendidikan Islam, Rivai Abdul Manap, Taman Pendidikan Islam Abstract: The Movement H. Rivai Abdul Manap Nasution’s Educational Thought. This article deals with the life, relevance and influence of H. Rivai Abdul Manap Nasution (1922-1989) in the field of education. This research is basically a historical study but with some measure of biographical approach. The data was obtained from relevant documents, interviews with heirs, as well as field observations to support necessary information. Rivai plays multiple important roles in education but the most significant of which is undoubtedly to be found in Taman Pendidikan Islam (TPI; literally, Garden of Islamic Education). TPI organized a very important chain of Islamic education institutions from the 1950s until the 1980s. The relevance of TPI is unique in that its education institutions spread over large number of villages, especially those included in the state plantation in North Sumatra. By not just focusing to serve big cities, TPI provides education to those really in need. Upon Rivai’s death, TPI’s contribution tends to lessen. Nevertheless, TPI continues to exist and manage some education activities to the present. Through this, his legacy is to be preserved.Keywords: North Sumatra, Islamic education, Rivai Abdul Manap Nasution, Taman Pendidikan Islam
PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA ABAD KE-19: Menelisik Serpihan Pemikiran Sayyid Usman Radinal Mukhtar Harahap
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v1i2.7364

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengungkap gerakan pembaruan pendidikan Sayyid Usman dalam bidang pendidikan Islam. Berdasarkan metode analisis isi terhadap sumber-sumber yang ada, artikel ini mengajukan temuan bahwa ide pembaruan Sayyid Usman terdapat dalam kitabnya yang berjudul Âdâb al-Insân. Kitab ini memuat refleksi yang kuat tentang dasar kemampuan sikap adaptasi penulisnya yang untuk konteks saat itu berhadapan dengan pemerintah Kolonial Belanda yang diskriminatif terhadap pendidikan Islam. Sikap adaptasi yang ditunjukkan Sayyid Usman sesuai dengan teori komunikasi antar budaya yang terangkai dalam lima faktor: komunikasi personal, komunikasi internal satu budaya, komunikasi internal berbeda budaya, penerimaan budaya dan kecenderungan perilaku. Studi ini memperlihatkan bahwa bahwa pembaruan tidak terlepas dari kecakapan adaptasi dengan basis keilmuan yang kokoh. Hal itu juga semakin menguatkan pandangan bahwa pembaruan sangat erat dengan kekayaan tradisi intelektual sebagaimana telah ditampilkan oleh Sayyid Usman. Kata Kunci: ulama, Nusantara, pendidikan, Âdâb al-Insân, Sayyid Usman  Abstract: The Renewal of Islamic Education in the 19th Century Indonesia: Exploring Sayyid Usman’s Thoughts. This article aims to uncover Sayyid Usman's educational reform movement in the field of Islamic education. Based on the method of content analysis of available sources, this article proposes that the idea of the renewal of Sayyid Usman is contained in his book entitled Âdâb al-Insân. This book contains a strong reflection on the basic ability of the adaptation attitude of the author who for the context at that time faced the Dutch Colonial government which was discriminatory against Islamic education. The attitude of adaptation shown by Sayyid Usman is in accordance with the theory of intercultural communication arranged in five factors: personal communication, internal communication of one culture, internal communication of different cultures, cultural acceptance and behavioral tendencies. This study shows that renewal is inseparable from adaptation skills with a solid scientific basis. It also reinforces the view that renewal is very closely linked to the wealth of intellectual traditions as shown by Sayyid Usman. Keywords: ulama, Nusantara, Islamic education, Âdâb al-Insân, Sayyid Usman

Page 1 of 1 | Total Record : 5