cover
Contact Name
Anastasia Cinthya Gani
Contact Email
anastasiag@fsrd.untar.ac.id
Phone
+6221-5663125
Journal Mail Official
jurnalvisual@fsrd.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara Blok K Lt.4-5 Kampus I Jl. Letjen. S. Parman No.1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visual
Jurnal Visual berperan sebagai media yang menampilkan berbagai pemikiran sivitas akademika dan peneliti tentang hal-hal yang memiliki konteks dan relevansi dengan bidang seni rupa dan desain, sekaligus sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kebudayaan pada umumnya, sehingga diharapkan dapat menunjang pengembangan keilmuan seni rupa dan desain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
ANALISIS KOLEKSI DAN TATA PAMERAN RUANG INFORMASI DAN EDUKASI STUDI KASUS KANTOR BALAI BESAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER MEDAN SUMATERA UTARA Noeratri Andanwerti
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.11110

Abstract

Dalam menjalankan tugas pokok dalam penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan salah satu fungsinya adalah penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya; penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya; Dalam rangka optimalisasi pelayanan publik BBTNGL akan melakukan pengembangan melalui kolaborasi pengelolaan ruang informasi dan edukasi. Informasi yang dihasilkan dan dipublikasi oleh Balai Besar TNGL masih sangat terbatas, sementara kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNGL dan para mitra terus meningkat aktifitasnya dilapangan dan telah menghasilkan data dan informasi yang seharusnya segera dipublikasikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan menghasilkan pedoman detain untuk perancangan ruang edukasi dan informasi BBTNGL. Metode kualitatif dilakukan melalui kajian deskriptif untuk melihat karakteristik dan aktivitas pengguna yaitu pengelola dan pengunjung serta materi dan tata pameran dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan BBTNGL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa koleksi dan tata pameran Ruang Informasi dan Edukasi di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Medan saat ini belum dikelola dan dirancang dengan baik.Kata kunci: desain, interior, kolesi, pameran, informasi, edukasi, taman nasional, gunung leuser
KAWASAN KOTA RAMAH BAGI PEJALAN KAKI Studi Kasus Ubud, Gianyar, Bali Ferdinand Kendall
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.11159

Abstract

Kemajuan jaman telah mengubah banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada masa lalu, kota-kota merupakan sebuah lingkungan yang nyaman bagi pejalan kaki. Namun pada masa sekarang ini, dengan kemajuan teknologi manusia lebih cenderung bergantung pada mobil dan kendaraan bermotor lainnya dalam menggunakan ruang kota. Banyak elemen-elemen ruang kota yang sudah tidak diperuntukan lagi sesuai dengan fungsinya, salah satunya adalah trotoar jalan yang difungsikan untuk pejalan kaki. Maka dari itu penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen pendukung kawasan walkable guna menciptakan kawasan kota yang ramah bagi pejalan kaki dari berbagai golongan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan dan menganalisis antara objek penelitian yang berupa studi kasus dengan rencana dan strategi perencanaan kota walkable yang dikeluarkan oleh Australia Barat, Walk WA: A Walking Strategy for Western Australia 2007-2020 dengan maksud untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi serta meningkatkan infrastruktur termasuk sarana dan prasarana pendukung kawasan yang ramah pejalan kaki. Studi kasus yang dipilih pada penelitian ini adalah kawasan kota Ubud yang terletak di Gianyar, Bali dengan pembatasan wilayah Jalan Raya Ubud yang terletak tepat di pusat Ubud. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Jalan Raya Ubud memiliki potensi untuk menjadi sebuah kawasan walkable yang ramah bagi pejalan kaki dengan catatan perlu peningkatan dalam perencanaan sarana dan prasarana pendukung terciptanya kawasan ramah pejalan kaki seperti akses, estetika, keamanan dan keselamatan serta kenyamanan.Keywords: Kota, Walkable, Kawasan
PELATIHAN MEMBUAT WAYANG MILENIAL DENGAN MEDIA EVA FOAM UNTUK ANAK BERKESULITAN BELAJAR DI TALENTA JAKARTA Julius Andi Nugroho; Andreas Andreas
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.11160

Abstract

Seni merupakan suatu karya yang selalu di sukai oleh banyak orang, kadangkala seni dapat juga di jadikan suatu karya yang bisa di perjual belikan, oleh karena itu seni membutuhkan kreativitas dan juga imajinasi untuk menambah wawasan dan ide-ide baru. Wayang yang biasanya terbuat dari kulit sapi dan dari pahatan kayu, kita membuat ide baru sehingga wayang dapat dibuat oleh anak berkesulitan belajar menggunakan media yang tidak berbahaya dan mudah di lakukan. Media tersebut adalah Eva foam sejenis karet padat dan mudah di bentuk dengan menggunakan gunting. Tujuan Pelatihan Membuat Wayang Milenial dapat meningkatkan motorik, kreativitas dan juga imajinasi Anak Berkesulitan Belajar, karena wayang milenial tidak ada keharusan membuat wayang berupa adat jawa, tetapi dia bebas membuat wayang sesuai keinginannya, seperti super hero, maskot film animasi, foto teman sehingga anak tersebut dapat berimajinasi dengan bebas. Metode perancangan yang digunakan menggunakan kwalitatif. Hasil dari pelatihan ini adalah melatih motorik anak berkesulitan belajar dan menambah wawasan baru, juga meningkatkan kreativitas. Pelatihan ini memancing ide-ide melalui imajinasi anak tersebut. Pembahasan yang telah dilakukan mengoreksi pada saat pelatihan dan apa saja yang perlu diperbaiki untuk pelatihan mendatang, karena pelatihan untuk anak berkesulitan belajar berbeda dengan anak pada umumnya. Kata kunci: Wayang milenial, Eva foam, Kreativitas imajinasi, Anak Berkesulitan Belajar
Postural Changes in Relation with Mismatched School Furniture Nikki Indah Andraini
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.12075

Abstract

Majority pupils who entered the school are in the perfect posture, however, after them graduates from elementary school, their Postural changes caused by an inappropriate postural habit during the period of stay in school. In 2018, U.S. Department of Education, National Center for Education Statistic conducted a survey and statistic number of instructional days and hours in the school year found that pupils spend 1080 hours their time at school or about 180 days/40 weeks per year. Based on literature, this article seeks to investigate mismatched school furniture impacted to deformities posture.  Topics like Antropometric, Ergonomic, sitting posture and musculoskeletal disorder are investigated. The article concludes with insight important to have in mind when designing integrated school furniture.Keyword : Musculoskeletal disorder, School Furniture, School sitting posture, Anthropometric, Ergonomic
Motif pada Seni Keramik Mambong Siti Mariam Mat Noor
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.12076

Abstract

Perbandingan antara gerabah kuno yang ada di museum Kelantan dengan gerabah kontemporer saat ini perlu dilakukan untuk membedakan atau membedakan perkembangan pola ragam hias pada produk gerabah. Sebanyak 6 pembuat keramik tradisional, 5 dosen keramik, 2 kurator museum, dan seorang direktur kerajinan diwawancarai secara tidak terstruktur. Gerabah Mambong ada 7 jenis di masa lalu, yaitu periuk, periuk tanah, periuk kukus, kendi, guri, geluk, dan wadah pengasapan. Gerabah Mambong kini hanya memiliki 5 jenis yang masih aktif diproduksi. Guri dan geluk tidak diproduksi saat ini. Gerabah lama lebih rapi dan memiliki variasi desain serta lebih tahan lama dibandingkan dengan produk baru. Gerabah lama memiliki 39 jenis motif, sedangkan gerabah baru dikurangi 27 motif yang tidak dibuat sehingga hanya tersisa 15 jenis motif.  Ada juga motif yang masih dibuat sama antara gerabah lama dan gerabah baru yaitu 12 jenis motif dan hanya 3 jenis motif baru yang dibuat pada gerabah ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5