cover
Contact Name
Dian Ayuningtyas
Contact Email
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285359722480
Journal Mail Official
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Sisingamangaraja No: 99, Gampa, Johan Pahlawan, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23611 Telp/Fax (0655) 7551591 Email: jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20867174     EISSN : 26152355     DOI : -
Jurnal Bidayah merupakan jurnal institusi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima artikel yang berhubungan dengan pemikiran dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman. Bidayah: Studi Ilmu Ilmu Keislaman merupakan Jurnal Ilmiah yang berfokus pada usaha pengembangan pemahaman tentang ilmu-ilmu keislaman melalui publikasi artikel hasil penelitian, kajian analisis kritis dan ulasan buku. Jurnal Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman berisi: Pendidikan, Sosial Budaya, Hukum, Politik dan Ekonomi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)" : 10 Documents clear
KONTRIBUSI STUDI KAWASAN BAGI PARADIGMA KEILMUAN ACEHNOLOGI: KONTRIBUSI STUDI KAWASAN BAGI PARADIGMA KEILMUAN ACEHNOLOGI Ramli, Ramli
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.683

Abstract

Acehnologi sebagai salah satu paradigma pemikiran yang dikembangkan oleh Kamaruzzaman Bustamam Ahmad tidaklah bergerak dari ruang kosong. Acehnologi yang diperkenalkan memiliki pergumulan dan pengaruh yang kompleks dari semua sisi. Salah satu yang paling berpengaruh bagi paradigma berfikir Acehnologi adalah studi kawasan, khususnya Asia Tenggara. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad sebagai penggagas Acehnologi, yang sempat berkelana di kawasan Asia Tenggara menemukan signifikansi tersebut. Menurutnya, Acehnologi tidak dapat difahami sekedar memahami geografi Aceh dari Sabang ke Singkil. Acehnologi juga bukan berarti pengejawantahan hegemoni satu suku saja. Acehnologi adalah paradigma kosmopolitan yang paling sedikit mewarnai dan diwarnai oleh kawasan Asia Tenggara. Artikel ini kemudian mengulas hubungan saling mewarnai tersebut. Disini ditemukan pertama, bahwa peran Aceh tidak dapat dinafikan bagi sejarah Asia Tenggara, khususnya sejarah islamisasi di kawasan tersebut. Kedua, bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki andil bagi perkembangan dan pergolakan sosial-politik di Aceh. Bahkan eksistensi Gerakan Aceh Merdeka dalam sejarah Aceh kontemporer memiliki kaitan dengan jaringan perlawanan di Asia Tenggara.
Resolusi konflik dalam perspektif Islam Anwar
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.921

Abstract

Dalam tulisan ini membahas tentang resolusi konflik dalam perspektif Islam, melalui pandangan literasi Islam. Dalam pendekatan sejarah Islam, konflik mulai muncul sejak Allah SWT menciptakan nabi Adam Alaihi salam. Dalam catatan sejarah kehidupan manusia tidak terlepas dari konflik sosial yang diakibatkan oleh perselisihan pendapat baik dalam skala pemikiran, akhlak dan yang paling ekstrem adalah perang. Untuk mengetahui pandangan Islam terhadap resolusi konflik dapat dipelajari dan sumber dari Alquran dan Hadist dan penjelasan dari para pemikir Islam dalam menafsirkan ayat-ayat alquran yang menjelaskan tentang konflik sosila manusia. Penyelesaian konflik dalam Islam dapat dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu melalui klarifikasi (Tabayyun), mediasi (Tahkim), berdamai (Islah), berbuat baik (Ihsan), musyawarah, saling memaafkan dan berlaku adil jaminan kebebasan. Dengan demikian Islam merupakan agama rahmatan lil”alamin yang menhendaki tercptanya kehidupan damai bagi seluruh umat manusia.
KEBIJAKAN, PROSES, DAN KOMPLEKSITAS PEMBELAJARAN KOMBINASI ANTARA LURING DAN DARING DI SMAN 4 REJANG LEBONG Asha, Lukman
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.938

Abstract

Salah satu strategi pedagogis efisien di masa Pandemi Covid-19 adalah penerapan pembelajaran kombinasi. Strategi ini juga diterapkan oleh SMA Negeri 4 Rejang Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pembelajaran kombinasi selama pandemi Covid-19 di SMA Negeri 4 Rejang Lebong. Penelitian ini mengadopsi desain studi kasus. Partisipan penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan 10 orang guru. Mereka dipilih secara purposif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan model interaktif. Penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran kombinasi dilakukan secara selang-seling per dua minggu, yang mana ini dilatarbelakangi oleh peraturan pemerintah dan hasil kesepakatan dengan pihak siswa dan wali murid. Media utama pembelajaran daring adalah portal E-learning. Beberapa media alternatif yang guru gunakan meliputi Google classroom, Youtube, WhatsApp, dll. Beberapa media daring membuat pembelajaran menjadi lebih terorganisir. Namun, tetap ada kendala eksternal seperti faktor pedagogis teknologi guru, faktor digital literasi murid, dan kendala fasilitas daring.
I‘JĀZ AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF MANA’ KHALIL AL-QATTAN amir sahidin; Adib Fattah Suntoro
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.949

Abstract

The Qur'an as Kalāmullah is the greatest miracle that was revealed to the prophet Muhammad SAW to be used as a guide for all human life until the Day of Judgment. Therefore, Allah instituted a debilitating or i'jāz character by which he would reveal the incompetence of his opponents. However, from the time of the prophet until now, there have been opponents of the Qur'an or people who doubt its authenticity. For this reason, the scholars are very attentive in discussing the i'jāz al-Qur'an, among those who pay serious attention to this study is Mana' Khalil al-Qattan. Through research that is library research, it can be concluded that, according to Mana' Khalil al-Qattan, the miracles of the Qur'an lie in all its aspects, such as language, sharia, scientific values ​​and so on. While the level of miracles of the Qur'an is comprehensive, even if it is a single letter. In addition, al-Qattan highlights the three most important aspects of i'jāz al-Qur'an, namely i'jāz al-lughawy, al-i'jāz al-ilmy, and al-i'jāz al-tasyrī'i which will always exist forever.
PENGEMBANGAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR ISLAM KARAKTER NURUL QUR’AN Khatami, M
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.955

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fokus utama yang ingin dikembangkan di sekolah SDIK Nurul Qur’an, itu terlihat dari program-program yang mengutamakan pengembangan karakter siswa, adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang peneliti dapatkan dalam penelitian ini yaitu pengembangan karakter di SDIK Nurul Qur’an memiliki beberapa program khusus seperti yang namanya BIMTER (Bimbingan Karakter) dalam program ini siswa dibentuk karakternya dengan berbagai macam kegiatan baik itu seperti latihan pidato, menghafal Al Qur’an, menghafal Hadist, shalat dhuha dan lainnya, tujuannya agar dapat diaplikasikan oleh siswa-siswi dalam kehidupannya sehari-hari. Sekolah SDIK Nurul Qur’an juga mempunyai badan penggerak yang dibentuk dari siswa-siswi yang diberi nama LKPD (laskar penggerak karakter dahsyat) tugasnya mengamati dan mengawasi setiap siswa-siswi agar berjalannya program pengembangan karakter dengan baik. SDIK Nurul Qur’an memiliki slogan yang diberi nama Karakter DAHSYAT, ini merupakan singkatan dari Disiplin, Amanah, Harmonis, Santun, Yakin, Aktif, Terampil & berprestasi. Dalam hal ini, pengembangan karakter di SDIK Nurul Qur’an bisa menjadi sebuah acuan bagi sekolah lain untuk meningkatkan pendidikan karakter.
“BEUT DARÔH DAN KENDURI KHATAM” TRADISI PENDIDIKAN MASYARAKAT ACEH MEMAKNAI ALQURAN Hanif, Hanif; Al Fairusy, Muhajir; M. Ikhwan, M. Ikhwan
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.1000

Abstract

Studi ini bertujuan memahami salah satu tradisi lokal keagamaan di Aceh dalam konteks pendidikan Islam, khususnya mempelajari Alquran. Analisanya dibangun dari praktik tradisi beut darôh, dan ditutup dengan ritual kenduri khatam. Tradisi lokal Aceh ini telah dipraktikkan saban tahun oleh masyarakat Aceh, khususnya pada bulan Ramadhan. Di Aceh, ramadhan dimaknai penuh oleh masyarakat Aceh sebagai momen diturunkannya Alquran. Karena itu, selama ramadhan berlangsung, tradisi beut darôh akan mewarnai malam ramadhan dengan tradisi membaca Alquran secara kelompok di setiap Mesjid dan Meunasah (Surau). Menjelang akhir ramadhan, dan ditandai dengan selesainya pembacaan seluruh juz Alquran, maka akan dirayakan dengan kenduri khatam, kenduri menyelesaikan tradisi beut darôh yang melibatkan perangkat segenap masyarakat merayakannya sebagai bentuk syukur. Di Aceh Besar dan Banda Aceh, pesta kenduri khatam terkesan sangat meriah. Mulai dari memasak daging sapi dalam kuali besar (Aceh; kuah beulangoeng) hingga ditutup dengan buka puasa bersama seluruh masyarakat di Mesjid atau Meunasah. Tradisi kebudayaan yang melibatkan unsur keagamaan ini, tentu layak dikaji. Studi ini berangkat dari pertanyaan, mengapa beut darôh dan kenduri khatam masih bertahan hingga sekarang ?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan grounded research. Hasil penelitian menunjukkan, jika peristiwa beut darôh dan khanduri khatam bertahan karena pemaknaan identititas keagamaan yang melekat pada tradisi ini. Bagaimanapun, Islam menjadi identitas penting bagi masyarakat Aceh. Selain itu, masyarakat Aceh memaknai tradisi beut darôh sebagai arena penguatan simbol Alquran selama ramadhan berlangsung sebulan penuh, dan khanduri khatam dimaknai sebagai simbol syukur, warisan sejarah, sekaligus ruang sosial yang melibatkan relasi agama dan tradisi lokal oleh masyarakat.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN Bakhtiar, Bakhtiar
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.1003

Abstract

Leaders who carry out their leadership to make the institutions they lead more successful and advanced must master and develop various leadership skills, especially interpersonal skills, trust-building skills, and decision-making skills. The results of the research analysis show interpersonal skills as skills to be able to understand and communicate with others, see differences in expression, empathy, encouragement, concern, help, support, benevolence, sensitivity, skills, temperament, motivation and ability to form and maintain relationships and know various roles contained in an institution, both as a member and leader of the group. Meanwhile, skills build trust by increasing communication, commitment, information sharing, and loyalty among team members and within institutions/institutions. Then decision-making skills by identifying problems, filtering various information, identifying decision criteria, formulating weights on each decision criteria, developing decision alternatives, analyze decision alternatives, choose decision alternatives, implement decision alternatives, and evaluate decision alternatives.
AL-QUR’AN & HADITS SEBAGAI PEDOMAN PENDIDIKAN KARAKTER Yusuf Rendi Wibowo; Nur Hidayat
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.1006

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan Al-Qur’an dan Hadits adalah pedoman dalam memberikan pendidikan karakter. Melalui kajian pemahaman tekstual dan kontekstual. Masalah yang ada diselesaikan melalui penelitian kepustakaan. Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk sumber primer, sekunder, dan pelengkap. Analisis isi digunakan untuk menilai data yang tersedia dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Al-Qur'an dan Hadits memberikan petunjuk bagi keberadaan manusia dalam segala aspek, termasuk pendidikan karakter bagi generasi muda. Al-Quran dan Hadits mengungkapkan beberapa konsep pendidikan karakter. Adanya konsep pendidikan karakter dalam Islam, dasar pendidikan karakter, fase-fase pembentukan pendidikan karakter, serta menginternalisasi pendidikan karakter.
DINAMIKA HUKUM KELUARGA ISLAM: DARI PRA KENABIAN HINGGA KENABIAN Thoyib, Muhammad; Huda, Muhammad Chairul
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.1054

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dinamika perkembangan hukum keluarga Islam sejak pra kenabian hingga masa kenabian Muhammad SAW. Metode penelitian ini library research dengan berbagai sumber bacaan dari Tarikh tasyri’, fikih, dan sirah nabawiyah. Hasil temuan menyebutkan bahwa hukum keluarga Arab pra Islam berbasis pada kekuasaan mutlak laki-laki dewasa, dan menafikan keberadaan perempuan dan anak-anak. Bentuk hukum keluarga meliputi pernikahan, talak rujuk serta waris yang kesemuanya berbasis pada kuasa laki-laki dewasa saja. Hukum keluarga Islam berbasis pada Al Qur’an dan hadis Nabi yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hukum keluarga Islam tentang nikah, talak rujuk, dan waris disesuaikan dengan ajaran-ajaran kenabian untuk mengangkat harkat martabat manusia, dan pengakuan keberadaan perempuan dan anak-anak. Analisis pertumbuhan hukum keluarga Islam terhadap hukum keluarga masyarakat Arab pra Islam bersifat; (a) akomodatif; (b) rekonstruktif; dan (c) menghapus hukum masa Arab pra Islam.
REPRESENTASI NILAI BUDAYA ACEH PADA FILM HIKAYAT TERAKHIR Inayatillah, Inayatillah; Junaidi, Junaidi; Mariani, Mariani
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 13, No. 1, ( Juni 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v13i1.1076

Abstract

Film is one of the effective and popular media in presenting the cultural values ​​and life of a region or nation. The film that is used as the object of this research is the film "Hikayat Terakhir". This film is an interesting study material because it explains about the saga culture that exists in Aceh. The purpose of this research is to find out the representation of Acehnese cultural values ​​which is shown in the film Hikayat Terakhir. This study uses a descriptive qualitative approach. The data analysis technique used in this research is semiotic analysis using the Charles Sanders Pierce approach. The results of the study show that in this film there is a lot of data showing the cultural values ​​of Aceh which are depicted through the film's scenes and dialogues. Acehnese cultural values ​​which are shown through the signs depicted in the film include the use of language, attitude of responsibility, kinship, clothing, traditional houses, traditions, values ​​of manners, and religious values. These cultural values ​​can be seen in the data findings that have been described in this study

Page 1 of 1 | Total Record : 10