cover
Contact Name
Parea Rusan Rangan
Contact Email
pareausanrangan68@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journaldynamicsaint@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusantara No. 12 Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Dynamic SainT
ISSN : 23554169     EISSN : 27225364     DOI : https://doi.org/10.47178
Journal Dynamic SainT is a scientific journal in Engineering Fields consist of lectures, researchers and practitioners which is published by Engineering Faculty of Universitas Kristen Indonesia Toraja since 2014. This journal publishes including : Regional and Spatial Planning, Civil Engineering and Environment, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Information Technology, Industrial Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2" : 10 Documents clear
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP TINGKAT KEAUSAN PAHAT KARBIDA Chendri Johan; Frans R. Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.847 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.871

Abstract

Pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap tingkat keausan pahat karbida. Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa besar pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap keausan pahat karbida pada proses bubut stainless steel dengan setting variasi putaran yang digunakan adalah, 850 rpm, 1000 rpm, dan 1300 rpm sedangkan variasi gerak makan 0.18 mm/rev , 0.22 mm/rev, 0.28 mm/rev dan kedalaman potong tetap 1.5 mm . Proses pemesinan menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat karbida Al2O3 –TiO2+TiO2, material stainless steel grate 301, dan penggukuran keausan pahat ini menggunakan alat microscope dengan proses pemesinan menggunakan metode experimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keausan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya nilai dari masing-masing variasi parameter pemesinan. Nilai keausan terkecil teramati pada proses pemesinan pada parameter dengan kecepatan porong Vc 101.4 m/min, f = 0.18 mm/rev dengan nilai VB = 0.040 mm, dan nilai keausan terbesar teramati pada proses pemesinan dengan kecepatan potong Vc = 155.1m/min, f = 0.28 mm/rev dengan nilai VB = 0.065 mm. Hasil penelitian variasi parameter pemesinan kering stainless steel menggunakan pahat Al2O3 – TiO2 menunjukkan bahwa kecepatan potong, dan gerak makan berpengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kata kunci: Pemesinan, karbida,Stainless steel, Keausan, Parameter
EVALUASI KINERJA KAPASITAS SALURAN DRAINASE RAWAN BANJIR KOTA BALIKPAPAN (STUDI KASUS PERUMAHAN GRAHA POLTEKBA) E. H. Pongtuluran; M. Huda
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.584 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.873

Abstract

Perumahan Graha Poltekba Balikpapan merupakan kawasan yang tengah berkembang namun terkadang masih mengalami masalah banjir. Penyebab terjadinya banjir adalah dampak dari perubahan tata guna lahan dan kondisi eksisting dari saluran tersebut, apabila terjadi hujan dengan intensitas besar maka saluran drainase akan meluap memenuhi ruas jalan di beberapa bagian kawasan. Oleh sebab itu, penanganan efektif akibat padatnya pemukiman yang ada yaitu melalui evaluasi kinerja saluran drainase yang ada. Pada penelitian ini diawali survey dimensi dan kondisi drainase pada lokasi penelitian dalam penentuan kapasitas saluran eksisting. Kemudian dilakukan analisis intensitas curah hujan dan kapasitas penggunaan lahan menggunakan bantuan software Arcgis 2.0 dalam menghitung besar debit rencana yang akan masuk dalam saluran drainase. Hasil keduanya lalu dibandingkan, apabila kapasitas saluran lebih besar daripada debit rencana maka dapat dikatakan saluran tersebut masih dapat bekerja secara efektif, namun apabila sebaliknya maka perlu dilakukan perubahan dimensi pada saluran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran yang memiliki kapasitas yang kurang terhadap debit rencana yang akan masuk pada saluran, yakni pada saluran P3 dimana kapasitas hanya dapat menampung debit aliran sebesar 0,982 m3/s sedangkan debit rencana aliran adalah 1,160 m3/s dan pada saluran S8 dengan kapasitas 0,176 m3/s sedangkan debit rencana 0,778 m3/s sehingga perlu dilakukan koreksi dimensi pada saluran tersebut. Dalam analisis perubahan dimensi didapatkan ketinggian pada saluran P3 adalah 1,181 meter dari yang awalnya hanya 1,00 meter dan ketinggian pada saluran S8 adalah 1,765 meter dari tinggi awal hanya 0,40 meter.
HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN LALULINTAS DI JALAN DR. RATULANGI (DEPAN CITY MARKET PALOPO) MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELDS Abdias Tandi Arrang
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.604 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.882

Abstract

Terbangunnya City Market Palopo sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palopo memberikan dampak pada bertambahnya volume lalulintas di Jalan Dr. Ratulangi, di mana jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang menjadi penghubung antara Makassar sebagai ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan ke daerah seperti Luwu Utara, Luwu Timur bahkan ke Propinsi Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Adanya peningkatan volume lalu lintas akan menyebabkan berubahnya perilaku lalu lintas. Secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara volume (flow) dengan kecepatan (speed) serta kepadatan (density). Penelitian dilakukan dengan survey arus, kecepatan dan mengambil data geometrik pada lokasi penelitian. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan metode Greeshields. Dari analisis tersebut diperoleh persamaan hubungan antara volume dan kepadatan adalah Q = 30.766 D – 0.081 D2, sementara persamaan hubungan antara kecepatan dan kepadatan adalah S =3 0.766 – 0.081 D dan persamaan hubungan antara kecepatan dan volume adalah Q = 377.144 – 12.258 S2. Analisis menunjukkan bahwa grafik hubungan antara arus, kecepatan dan kepadatan sesuai dengan model Greenshields
ANALISIS SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK SATU PHASA (STUDI KELAYAKAN PADA BANGUNAN BERTINGKAT ) Ambabunga, Yusri
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.739 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam system pembumian dan faktor yang mempengaruhi pembumian serta mengetahui besarnya tahanan pembumian/impedansi pembumian pada bangunan bertingkat.. Sistem pembumian sangatlah penting untuk menyalurkan gangguan listrik satu phasa yang terjadi pada tegangan listrik nominal ke tanah, seperti hubung singkat satu phasa maupun hubung buka satu phasa yang mungkin terjadi dan berpengaruh pada peralatan – peralatan instalasi bangunan berlantai dua serta beban beban listrik satu phasa yang terpasang di dalam bangunan tersebut. Desain dan rancangan serta pemilihan bahan dan peralatan instalasi pembumian sangatlah penting, karena sangat mempengaruhi sistem keandalan, kecepatan kerja serta keamanan peralatan instalasi pembumian di dalam melindungi beban dalam daerah asuhannya (main protection) dari gangguan satu phasa yang disebabkan oleh gangguan eksternal dan internal. Sedangkan kecepatan kerja terkait dengan tingkat sensitivitas peralatan proteksi di dalam membaca dan mengukur besaran gangguan baik hubung buka (open circuit ) maupun hubung singkat (short circuit) pada instalasi listrik satu phasa pada bangunan bertingkat
ANALISIS POTENSI TEKNOLOGI PEMANEN KABUT (FOG HARVESTING) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER DAYA AIR TERBARUKAN DI KABUPATEN TORAJA UTARA (STUDI KASUS: DESA BENTENG MAMULLU, KECAMATAN KAPALAPITU) Dian Pranata Putra Ambali; Jumiarti Andi Lolo
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.711 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.884

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang vital bagi keberlangsungan hidup manusia bahkan semua makhluk hidup. Namun saat ini, masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air ada dua yaitu kuantitas dan kualitas air. Pada saat musim kemarau, kuantitas air yang tersedia tidak dapat mencukupi kebutuhan air sehingga diperlukan konservasi terhadap sumber daya air alternatif terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan air. Kabut memiliki potensi sebagai sumber alternatif air tawar jika dapat dipanen secara maksimal. Pemanen kabut adalah teknologi inovatif berdasarkan fakta bahwa air dapat dikumpulkan dari kabut di bawah kondisi iklim yang menguntungkan. Kabupaten Toraja Utara merupakan dataran tinggi yang memiliki potensi kabut yang dapat dipanen namun belum pernah dilakukan sehingga diperlukan penelitian awal untuk mengetahui seberapa besar potensi air yang dapat dipanen dari kabut. Penelitian ini menggunakan model Standard Fog Collector sebagai alat pemanen kabut. Pemilihan model didasarkan pada kemudahan perakitan alat dan biaya pembuatan serta biaya perawatan yang lebih ekonomis. Alat pemanen kabut yang digunakan berukuran 2m x 1m dibuat sebanyak dua buah yang dipasang saling tegak lurus (bentuk L) agar dapat menangkap kabut secara maksimal dari semua arah angin yang nantinya membawa kabut. Penelitian dilakukan dengan mengukur volume air yang dihasilkan setiap harinya dari alat pemanen kabut. Volume air yang diperhitungkan hanya pada hari dimana tidak terjadi hujan sehingga air yang terkumpul pada penampungan merupakan air yang berasal dari kabut saja. Volume air yang dikumpulkan dari alat pemanen kabut selama 3 bulan penelitian pada bulan pertama sebanyak 1.410 ml, bulan kedua sebanyak 2.560 ml, dan pada bulan ketiga sebanyak 3.750 ml. Rata-rata volume air harian yang diperoleh pada bulan pertama sebanyak 54,23 ml, bulan kedua sebanyak 86,45 ml dan pada bulan ketiga sebanyak 117,10 ml. Volume air pada bulan pertama lebih kecil dibandingkan dengan 2 bulan berikutnya. Hal ini dikarenakan pada bulan pertama sering terjadi hujan sehingga volume air yang masuk ke penampungan tidak diperhitungkan. Selain itu, pada bulan pertama intensitas kabut juga tidak sebanyak pada bulan kedua dan ketiga. Berdasarkan data yang diperoleh, volume air yang dikumpulkan relatif sangat sedikit sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Volume air yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mensubsidi kebutuhan air tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Faktor yang paling berpengaruh pada volume air yang dihasilkan adalah luas bidang tangkap kabut dan penempatan alat pemanen kabut.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ALUMINIUM KEMASAN MINUMAN TERHADAP KARAKTERISTIK LAPISAN ASPAL BETON Parea Rusan Rangan; Jakob Bokko; Marnet Lobo'
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.672 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.886

Abstract

Perkerasan jalan raya adalah merupakan bagian dari konstruksi jalan raya yang diperkeras dengan lapis konstruksi tertentu, yang memiliki ketebalan, kekuatan, dan kekakuan, serta kestabilan tertentu agar mampu menyalurkan beban lalulintas diatasnya ketanah dasar secara aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah aluminium terhadap karakteristik lapisan aspal beton. Penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Sipil UKI Toraja dengan menggunakan metode pengujian Marshall berdasarkan standar Bina Marga tahun 2010 revisi 3 mengenai Campuran Aspal Panas. Hasil yang diperoleh dari pengujian untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimun (KAO) yaitu nilai VIM 4,71%, nilai VMA 15,88%, nilai VFB 70,46%, nilai stabilitas 943,14 kg, nilai Flow 3,3 mm dan Marshall Quotient sebesar 283,49 kg/mm sedangkan pada penambahan limbah aluminium pada variasi KAO nilai VIM, VMA, VFB memenuhi standar spesifikasi tetapi pada pengujian stabilitas dan flow tidak memenuhi Standar
KARAKTERISASI SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP SIFAT FISIS-MEKANIS CAMPURAN BETON Jumiarti Andi Lolo; Dian Pranata Putra Ambali; M L Paembonan
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.563 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.887

Abstract

Sejalan dengan pesatnya pembangunan, kebutuhan masyarakat untuk bahan bangunan juga semakin meningkat, salah satunya adalah semen sebagai bahan utama konstruksi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan semen, maka harga semen pun akan semakin tinggi. Hal ini memicu para ahli untuk mengembangkan bahan alternatif pengganti semen yang relatif murah tanpa mengurangi kualitas hasil. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai substitusi parsial semen adalah dengan memanfaatkan limbah serbuk kaca karena memiliki potensi material pozzoland dengan kandungan siliki yang cukup besar sekitar 70%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen pada campuran beton dengan variasi komposisi serbuk kaca 0%, 10%, 15% dan 20%. Limbah kaca dari berbagai jenis botol minuman bekas dihancurkan untuk mendapatkan serbuk kaca yang ukuran butirannya halus. Benda uji dibuat berbentuk kubus. Pengujian sifat fisis-mekanis benda uji dilakukan setelah masa perawatan 7 hari, 14 hari dan 28 hari, dengan benda uji harus dalam keadaan kering. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah pengujian kuat tekan meggunakan alat uji tekan beton. Dari hasil penelitian diperoleh, kuat tekan pada umur 28 hari dengan penambahan serbuk kaca 0% sebesar 175.2 kg/cm2, 10 % sebesar 147.2 kg/cm2, 15% sebesar 116.3 kg/cm2, dan 20% sebesar 108.7 kg/cm2. Nilai slump terendah terdapat pada campuran beton normal, sehingga penambahan serbuk kaca dalam campuran beton dapat mempermudah pengerjaan beton.
KAJIAN KINERJA PELAYANAN TERMINAL ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS : TERMINAL MAKALE TANA TORAJA ) Ermitha Ambun RD; Monika Indriani
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.83 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.888

Abstract

Terminal Makale merupakan titik simpul jaringan transportasi yang berfungsi melayani kendaraan angkutan umum pedesaan, angkutan antar kota bahkan angkutan antar propinsi. Terkait dengan hal tersebut, efektifitas dan kinerjanya akan berpengaruh bagi pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat disekitarnya. Terminal dengan kinerja yang baik dipengaruhi oleh fasilitas dan penggunanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kinerja Terminal Makale berdasarkan persepsi pengguna terminal. Metode analisa yang digunakan untuk mengetahui karakteristik terminal Makale ini adalah metode pendekatan Importance Performance Analysis (IPA) dan Costumer Statisfaction Index (CSI) dengan survey lapangan pada 73 responden penumpang dan 68 responden pengemudi . Selanjutnya survey kendaraan dilakukan pada hari Senin hingga hari Minggu dimulai pada pukul 07.00 - 22.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terminal Makale merupakan Teminal tipe C berdasarkan fasilitas umum dan fasilitas penunjang, sedangkan dari segi pelayanan angkutan Terminal Makale melayani Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang seharusnya dilayani oleh terminal Tipe A. Berdasarkan tingkat pelayanan jumlah arus angkutan, di peroleh volume kendaraan tertinggi 180 kendaraan/jam yaitu pada hari sibuk (hari pasar). Bagi pengguna terminal beberapa indikator pelayanan Terminal Makale yang memiliki tingkat kepentingan tinggi, tetapi kinerjanya masih dinilai rendah oleh pengguna jasa, yaitu fasilitas keselamatan jalan, fasilitas keamanan, petugas keamanan kantor penyelenggara terminal, fasilitas dan petugas kebersihan, toilet/kamar mandi, kios/kantin, keterjangkauan letak jalur keberangkatan dan jalur kedatangan. Sedangkan penumpang dan pengemudi angkutan sebanyak 53% dan 54% merasa cukup puas atas kinerja terminal.
POTENSI PENGGUNAAN MOBILE AD-HOC NETWORK (MANET) SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DATA PADA TRANSPORTASI DI INDONESIA Esther Sanda Manapa; Eliyah Acantha M Sampetoding; Godfried Lewakabessy
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.857 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.889

Abstract

Ad Hoc Network adalah jaringan wireless yang terdiri dari kumpulan node bersifat dinamik yang dapat saling berkomunikasi. Node tidak hanya berfungsi sebagai pengirim dan penerima informasi data tetapi juga berfungsi sebagai jalur jaringan tempat informasi data yang terkirim. Mobile Ad Hoc Network (MANET) adalah kumpulan dari beberapa wireless node yang dapat diatur secara dinamis di lokasi manapun dan tidak terbatas waktu tanpa menggunakan infrastruktur jaringan yang ada. MANET tidak memerlukan pusat administrasi dan infrastruktur kabel. MANET pada mobile host yang terhubung dengan wireless dapat bergerak bebas dan juga berperan sebagai router. Makalah ini memberikan wawasan tentang karakteristik MANET, aplikasi potensi dalam memanfaatkan teknologi MANET sebagai Alat Komunikasi Data Transportasi di Indonesia.
PENGARUH PENGGUNAAN BATU LATERIT SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA KEKUATAN BETON Mohamad Isram M. Ain; Ali Arifin Soeparlan
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.132 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.890

Abstract

Pembangunan infrasrtuktur seperti perumahan, perkantoran, rumah sakit dan jembatan di Balikpapan tidak terlepas dari penggunaan beton. Ketersediaan bahan pembentuk beton di Balikpapan masih mengandalkan bahan baku yang berasal dari luar daerah, terutama agregat halus dan agregat kasar yang harus didatangkan dari daerah Palu. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dicari langkah-langkah penyelesaian untuk mengatasi kendala tersebut,salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan batu laterit yang diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti parsial agregat kasar. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian terhadap kuat tekan beton dengan variasi campuran batu laterit terhadap kerikil Palu dengan variasi campuran 10%, 20%, 30%, 40% dan 50 % yang diuji kekuatannya pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum diperoleh pada variasi campuran 10 % batu laterit yaitu sebesar 25,1 MPa nilai ini mendekati kuat tekan beton normal yang menggunakan 100% kerikil Palu yaitu sebesarv25,8 MPa dan kuat tekan terendah yaitu pada variasi campuran 50% batu laterit yaitu sebesar 8,9 MPa

Page 1 of 1 | Total Record : 10