cover
Contact Name
I Wayan Kertih
Contact Email
jurnalpendidikanipsindonesia@undiksha.ac.id
Phone
+6281338042081
Journal Mail Official
iwayankertih@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal-pasca.undiksha.ac.id/index.php/PIPS/about/editorialTeam
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan IPS
ISSN : 26148366     EISSN : 26861925     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dibidang Pendidikan ilmu sosial. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan ilmu sosial bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 2 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 17 Documents clear
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISTEM SUBAK DALAM MEMBANGUN NILAI KARAKTER SISWA Mira Sriyanti, Ni Nyoman; Sriartha, I Putu
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.257 KB) | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3231

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala dalam mewujudkan pembelajaran IPS yang berorientasi global dengan masih tetap menjaga budaya lokal. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan Lokal sistem Subak; (2) efektivitas penerapan model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan sistem subak terhadap peningkatan hasil belajar siswa, (3) persepsi guru dan siswa tentang model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal sistem subak dalam membangun nilai karakter. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 2 Baturiti dan Subak Tuka Tempek Berteh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah research and development dengan tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen, tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem Subak yang berdasarkan Tri Hita Karana relevan dijadikan model sumber belajar IPS dalam bentuk handout pada pada tema interaksi sosial manusia dengan lingkungan. Sistem subak sebagai sumber belajar mengandung nilai-nilai karakter bangsa yaitu religious, keadilan, disiplin, bersahabat, komunikatif, gotong royong, peduli lingkungan dan peduli sosial (2) Penerapan model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal sistem subak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa baik pada ranah kognitif, afektif maupun afektif (3) penerapan model pengembangan sumber belajar berbasis kearifan lokal sistem subak tergolong positif. Guru dan siswa memiliki persepsi tentang model pengembangan sumber belajar berbasis system subak tergolong positif
MENGGALI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN I GUSTI NGURAH RAI SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS Ayu Kristianingrat, I Gusti; Kertih, I Wayan
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.147 KB) | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Memperoleh gambaran mengenai riwayat hidup singkat I Gusti Ngurah Rai; (2) Menganalisis nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kepahlawanan tokoh I Gusti Ngurah Rai dalam peristiwa Puputan Margarana; dan (3) Menganalisis pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan tokoh I Gusti Ngurah Rai dalam peristiwa Puputan Margarana di SMPK2 Harapan Dalung KutaUtara.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi/tempat penelitian, adalah: Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa, Puri Agung Carangsari, SMPK2 Harapan Dalung Kuta Utara, Kantor YKP Provinsi Bali dan LVRI Provinsi Bali. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, dan  metode pengumpulan data yang digunakan, adalah: observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah: pedoman wawancara sebagai panduan dakam melakukan wawancara yang dibantu dengan kamera, audio perekam suara dan pencatatan manual. Metode pengujian kesahihan data dalam penelitian ini menggunakan:  Trianguasi data atau sumber data, Triangulasi metode serta Triangulasi teori. Metode analisis data dalam penelitian ini, meliputi: Reduksi data, Penyajian data, dan Menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan: (1)  I Gusti Ngurah Rai atau lebih dikenal sebutan Pak Rai adalah  salah satu Pahlawan Nasional dari Bali yang berpangkat Letnan Kolonel  yang gugur dalam perang Puputan Margarana pada tahun 1956; (2) Nilai-nilai yang dapat dianalisis dari tokohI Gusti Ngurah Rai,  yakni: nilai religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, semangat kebangsaan, cinta tanah air,bersahabat, cinta damai, dan bertanggung jawab; dan (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan menambahkan penanaman nilai-nilai dalam indikator-indikator yang dikembangkan dalam silabus pembelajaran IPS dan diintegrasikan melalui RPP dan bahan ajar.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL HUTAN MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Taksu, I Ketut; Astra Wesnawa, I Gede
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.562 KB) | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi wujud/bentuk nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove yang berpotensi sebagai sumber belajar IPS di SMP Negeri 4 Nusa Penida, (2) merancang pengembangan sumber belajar IPS berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS, (3) mengetahui efektivitas penerapan nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Research and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa RPP dan Handout. Subjek uji coba produk sumber belajar IPS adalah siswa SMP Negeri 4 Nusa Penida kelas VIII D. Hasil penelitian menunjukan: (1) wujud/bentuk nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove yang teridentifikasi berpotensi sebagai sumber belajar IPS adalah adanya awig-awig yang mengatur kewajiban, hak dan sanksi dalam mengatur pengelolaan hutan, adanya tempat suci Pura Sakenan sebagai mekanisme kontrol religius bagi yang ingin merusak hutan, adanya upacara tumpek pengatag sebagai ungkapan rasa syukur dan bakti atas ciptaan tuhan sebagai bentuk konsep Tri Hita Karana,  sebagai nilai tambah ekonomis, sebagai hutan lindung bagi kepulauan Nusa Lembongan, (2) pengembangan sumber belajar IPS yang dihasilkan berupa RPP, Handout berisi  nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove Desa Lembongan yang secara holistic berkatagori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran IPS dan (3) penerapan niali-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS, efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan nilai t-tesnya (signifikasi 0,000  = 0,05). Dengan kata lain pembelajaran yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI BELAJAR IPS DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Ria Utami Agustin, Luh Gede; Lasmawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.189 KB) | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pencapaian kompetensi belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TGT pada siswa yang memiliki motivasi tinggi dan rendah.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner motivasi berprestasi dan pencapaian kompetensi belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian 2 jalan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran NHT dan TGT (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap pencapaian kompetensi belajar IPS, (3) model pembelajaran NHT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi tinggi (4) model pembelajaran TGT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi tinggi sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi rendah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BERPRESTASI DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 2 KUTA UTARA Prihatin, Sri; Sukadi, Sukadi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.209 KB) | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pemahaman konsep dan motivasi berprestasi secara simultan dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep siswa dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional.  Penelitian ini termasuk  peneltian eksperimen semu dengan rancangan analisis Post Test Only Control Group Desingn. Populasi penelitian sebanyak 533 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar, setelah uji kesetaraan kelas, dilakukan sampling dengan menggunakan teknik random sampling  diperoleh 152 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar yang akan digunakan sebagai sampel. Metode pengambilan data menggunakan tes pemahaman konsep dan kuesioner motivasi berprestasi. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan teknik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara simultan terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 153,039 dengan signifikansi ? 0,05); (2) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 64,977 dengan signifikansi ? 0,05); (3) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 225, 737 dengan signifikasi ? 0,05).
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISTEM SUBAK DALAM MEMBANGUN NILAI KARAKTER SISWA Ni Nyoman Mira Sriyanti; I Putu Sriartha
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3334

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala dalam mewujudkan pembelajaran IPS yang berorientasi global dengan masih tetap menjaga budaya lokal. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan Lokal sistem Subak; (2) efektivitas penerapan model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan sistem subak terhadap peningkatan hasil belajar siswa, (3) persepsi guru dan siswa tentang model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal sistem subak dalam membangun nilai karakter. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 2 Baturiti dan Subak Tuka Tempek Berteh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah research and development dengan tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen, tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem Subak yang berdasarkan Tri Hita Karana relevan dijadikan model sumber belajar IPS dalam bentuk handout pada pada tema interaksi sosial manusia dengan lingkungan. Sistem subak sebagai sumber belajar mengandung nilai-nilai karakter bangsa yaitu religious, keadilan, disiplin, bersahabat, komunikatif, gotong royong, peduli lingkungan dan peduli sosial (2) Penerapan model pengembangan sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal sistem subak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa baik pada ranah kognitif, afektif maupun afektif (3) penerapan model pengembangan sumber belajar berbasis kearifan lokal sistem subak tergolong positif. Guru dan siswa memiliki persepsi tentang model pengembangan sumber belajar berbasis system subak tergolong positifKata kunci: IPS; Nilai Karakter; Sistem Subak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BERPRESTASI DALAM PEMBELAJARAN PKn Di SMP NEGERI 2 KUTA UTARA Sri Prihatin; Sukadi Sukadi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pemahaman konsep dan motivasi berprestasi secara simultan dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep siswa dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional.  Penelitian ini termasuk  peneltian eksperimen semu dengan rancangan analisis Post Test Only Control Group Desingn. Populasi penelitian sebanyak 533 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar, setelah uji kesetaraan kelas, dilakukan sampling dengan menggunakan teknik random sampling  diperoleh 152 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar yang akan digunakan sebagai sampel. Metode pengambilan data menggunakan tes pemahaman konsep dan kuesioner motivasi berprestasi. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan teknik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara simultan terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 153,039 dengan signifikansi ˂ 0,05); (2) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 64,977 dengan signifikansi ˂ 0,05); (3) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 225, 737 dengan signifikasi ˂ 0,05).Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah; Motivasi Berprestasi; Pemahaman Konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI BELAJAR IPS DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Luh Gede Ria Utami Agustin; I Wayan Lasmawan
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pencapaian kompetensi belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TGT pada siswa yang memiliki motivasi tinggi dan rendah.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner motivasi berprestasi dan pencapaian kompetensi belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian 2 jalan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran NHT dan TGT (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap pencapaian kompetensi belajar IPS, (3) model pembelajaran NHT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi tinggi (4) model pembelajaran TGT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi tinggi sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik diterapkan pada siswa dengan motivasi berprestasi rendah. Kata kunci: Kompetensi Belajar; Motivasi Berprestasi; NHT; TGT 
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL HUTAN MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS I Ketut Taksu; I Gede Astra Wesnawa
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi wujud/bentuk nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove yang berpotensi sebagai sumber belajar IPS di SMP Negeri 4 Nusa Penida, (2) merancang pengembangan sumber belajar IPS berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS, (3) mengetahui efektivitas penerapan nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Research and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa RPP dan Handout. Subjek uji coba produk sumber belajar IPS adalah siswa SMP Negeri 4 Nusa Penida kelas VIII D. Hasil penelitian menunjukan: (1) wujud/bentuk nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove yang teridentifikasi berpotensi sebagai sumber belajar IPS adalah adanya awig-awig yang mengatur kewajiban, hak dan sanksi dalam mengatur pengelolaan hutan, adanya tempat suci Pura Sakenan sebagai mekanisme kontrol religius bagi yang ingin merusak hutan, adanya upacara tumpek pengatag sebagai ungkapan rasa syukur dan bakti atas ciptaan tuhan sebagai bentuk konsep Tri Hita Karana,  sebagai nilai tambah ekonomis, sebagai hutan lindung bagi kepulauan Nusa Lembongan, (2) pengembangan sumber belajar IPS yang dihasilkan berupa RPP, Handout berisi  nilai-nilai kearifan lokal hutan mangrove Desa Lembongan yang secara holistic berkatagori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran IPS dan (3) penerapan niali-nilai kearifan lokal hutan mangrove dalam pembelajaran IPS, efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan nilai t-tesnya (signifikasi 0,000  = 0,05). Dengan kata lain pembelajaran yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci:  Kearifan Lokal Hutan Mangrove; Sumber Belajar IPS 
MENGGALI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN I GUSTI NGURAH RAI SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS I Gusti Ayu Kristianingrat; I Wayan Kertih
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Memperoleh gambaran mengenai riwayat hidup singkat I Gusti Ngurah Rai; (2) Menganalisis nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kepahlawanan tokoh I Gusti Ngurah Rai dalam peristiwa Puputan Margarana; dan (3) Menganalisis pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan tokoh I Gusti Ngurah Rai dalam peristiwa Puputan Margarana di SMPK2 Harapan Dalung KutaUtara.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi/tempat penelitian, adalah: Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa, Puri Agung Carangsari, SMPK2 Harapan Dalung Kuta Utara, Kantor YKP Provinsi Bali dan LVRI Provinsi Bali. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, dan  metode pengumpulan data yang digunakan, adalah: observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah: pedoman wawancara sebagai panduan dakam melakukan wawancara yang dibantu dengan kamera, audio perekam suara dan pencatatan manual. Metode pengujian kesahihan data dalam penelitian ini menggunakan:  Trianguasi data atau sumber data, Triangulasi metode serta Triangulasi teori. Metode analisis data dalam penelitian ini, meliputi: Reduksi data, Penyajian data, dan Menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan: (1)  I Gusti Ngurah Rai atau lebih dikenal sebutan Pak Rai adalah  salah satu Pahlawan Nasional dari Bali yang berpangkat Letnan Kolonel  yang gugur dalam perang Puputan Margarana pada tahun 1956; (2) Nilai-nilai yang dapat dianalisis dari tokohI Gusti Ngurah Rai,  yakni: nilai religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, semangat kebangsaan, cinta tanah air,bersahabat, cinta damai, dan bertanggung jawab; dan (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan menambahkan penanaman nilai-nilai dalam indikator-indikator yang dikembangkan dalam silabus pembelajaran IPS dan diintegrasikan melalui RPP dan bahan ajar.Kata kunci: Kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai; Nilai Karakter; Pendidikan IPS

Page 1 of 2 | Total Record : 17