Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Representasi Pendidikan Kewarganegaraan pada Jenjang Pendidikan Tinggi Dilihat dari Perspektif Generasi Millenial I Putu Windu Mertha Sujana; Cecep Darmawan; Dasim Budimansyah; Sukadi Sukadi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.678 KB) | DOI: 10.21067/jip.v10i2.4550

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan tinggi yang memiliki posisi dan peran yang strategis dalam membangkitkan perasaan kebangsaan Indonesia dan cinta tanah air Indonesia (dalam konteks nilai dan moral Pancasila, nilai dan komitmen Bhineka Tunggal Ika, komitmen terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan memiliki komitmen ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada setiap mahasiswa (generasi millenial). Di lain pihak representasi Pendidikan Kewarganegaraan harus sesuai dengan karakteristik dari mahasiswa (generasi millenial). Sehingga tulisan ini akan merepresentasi Pendidikan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan tinggi dilihat dari perspektif generasi millenial. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa serta penilaian mahasiswa terhadap mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey jenis deskriptif, dimana informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner melalui google form. Metode survei jenis deskriptif akan mencari tahu terkait representasi Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Pendidikan Ganesha dengan menggunakan 75 responden mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkkan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan memiliki posisi dan peran yang sangat penting (70,7%) dan masih diminati (50,7%) oleh mahasiswa (generasi millenial). Namun media pembelajaran (66,7%) masih perlu disesuaikan dengan karakteristik generasi millenial yang cenderung menggunakan teknologi. Media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga perlu mengkombinasikan antara teknologi dengan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai benteng penyanggah dampak globalisasi. Nilai budaya sebagai benteng penyanggah dampak globalisasi dimaksudkan agar generasi millenial dapat menyaring nilai dan budaya luar terutama yang tidak sesuai dengan nilai dan budaya Indonesia.
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS CATUR NAYA SANDHI TERHADAP KINERJA GURU PADA SMA NEGERI 2 SINGARAJA Sukadi Sukadi
Maha Widya Bhuwana: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/bhuwana.v3i1.814

Abstract

This study was aimed at explaining the contribution of the headmaster leadership style on the basis of Catur Naya Sandhi toward the teachers’ work performance of SMA Negeri 2 Singaraja. To achieve the objective this study was conducted by expost facto survey with multiple correlation study between four independent variables of headmaster leadership style (sama, beda, dana, danda) and one dependent variable, namely teacher’s work performance. This research was conducted to all teachers of SMA Negeri 2 Singaraja. All 54 teachers were involved as samples in this study. Data in this survey were collected by distributing the questionnaires of headmaster leadership style (sama, beda, dana, danda) and teachers’ work performance. All data in this study were numerical data with interval scale and then were analyzed by multiple and partial regression. The result of this research showed that there were significant contributions of four headmaster leadership styles on the basis of Catur Naya Sandhi toward teachers’ work performance of SMA Negeri 2 Singaraja both simultaneously and partially. The implication of this study is that school headmasters need to more improve the quality of their four leadership styles implementation on the basis of Catur Naya Sandhi to enhance the quality of teachers’ work performance.
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK GENERASI DIGITAL NATIVE I Putu Windu Mertha Sujana; Sukadi Sukadi; I Made Riyan Cahyadi; Ni Made Widya Sari
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34229

Abstract

Generasi digital native yang kesehariannya selalu berdampingan dengan teknologi dan lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk berselancar di dunia maya, ternyata kerap kali generasi ini berperilaku yang menyimpang dari nilai karakter bangsa. Oleh sebab itu diperlukan media pembelajaran yang tepat dalam menanamkan nilai karakter bangsa kepada siswa yang tergolong generasi digital native. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa media pembelajaran yang dipandang tepat digunakan dalam penanaman nilai karakter pada siswa adalah media satua audiovisual. Media ini dinilai efektif karena telah digunakan oleh SMP TP 45 Sukasada dan 81% audiens dari kalangan guru dan siswa SMP TP 45 Sukasada merasa sangat puas dengan penggunaan media satua audiovisual ini. Media satua audiovisual merupakan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan penanaman karakter bangsa dengan karakteristik dari generasi digital native. Media satua audiovisual juga dinilai sebagai media yang bersifat lokal- modern yaitu media pembelajaran yang mengkombinasikan antara budaya masyarakat lokal dengan teknologi modern saat ini.
Kontribusi Konsep Diri, Motivasi Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP N 1 Mengwi Komang Budi Ariani; Sukadi Sukadi; I Wayan Kertih
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37537

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi konsep diri, motivasi belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP N 1 Mengwi tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini termasuk penelitian Survey Studi Korelasi. Populasi berjumlah 1.047 siswa, sedangkan sample digunakan 285 siswa. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi: konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar, sedangkan sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar IPS. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: terdapat kontribusi yang signifikan konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa baik secara terpisah maupun secara bersama-sama, dengan kontribusi sebesar 61,81%. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini memberikan pemahaman bagi guru, bahwa sangat penting memperhatikan konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar siswa dalam proses belajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Apakah Tri Hita Karana dan Pancasila Dua Ideologi yang Identik? (Satu Kajian Ontologis) Sukadi Sukadi
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v4i1.539

Abstract

Balinese Hindu people in general believes Tri Hita Karana (THK) as their ideology in social and religious life.  THK ideology teaches Hindus people in Bali to live in harmony in order to achieve happiness both physically and mentally.  The happiness of living in a society and religion originates from efforts to establish harmonious relationship between humans and The One Almighty God (Parahyangan).   between and among human beings (Pawongan),  and between humans and their natural environment (Palemahan).  In the life of the nation and state as part of Indonesian society, the Balinese Hindu community also implements the Pancasila ideology.  By the ideology of Pancasila, the Balinese Hindu society upholds and implements the values of Pancasila which consist of five sila. Why can Balinese Hindu society implement these two ideologies without experiencing conflict.  The answer is because these two ideologies are both open ideologies and have a relevant ontological basis. Keywords: Tri Hita Karana, Parahyangan, Pawongan, Palemahan, dan Pancasila
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BERPRESTASI DALAM PEMBELAJARAN PKn Di SMP NEGERI 2 KUTA UTARA Sri Prihatin; Sukadi Sukadi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v3i2.3335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pemahaman konsep dan motivasi berprestasi secara simultan dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep siswa dalam mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional.  Penelitian ini termasuk  peneltian eksperimen semu dengan rancangan analisis Post Test Only Control Group Desingn. Populasi penelitian sebanyak 533 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar, setelah uji kesetaraan kelas, dilakukan sampling dengan menggunakan teknik random sampling  diperoleh 152 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar yang akan digunakan sebagai sampel. Metode pengambilan data menggunakan tes pemahaman konsep dan kuesioner motivasi berprestasi. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan teknik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara simultan terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 153,039 dengan signifikansi ˂ 0,05); (2) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 64,977 dengan signifikansi ˂ 0,05); (3) terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran secara signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran PKn kelas VIII SMP Negeri 2 Kuta Utara (nilai F sebesar 225, 737 dengan signifikasi ˂ 0,05).Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah; Motivasi Berprestasi; Pemahaman Konsep
PBL BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL DAN TIPE KEPRIBADIAN DALAM PEMBELAJARAN IPS Ni Made Astiti; Sukadi Sukadi; I Gede Astra Wesnawa
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.048 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i2.2826

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari tipe kepribadian. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar, dengan menggunkan desain treatmen by level 2x2. Ada dua jenis instrument yang digunakan untuk menjaring data, yaitu: tes tipe kepribadian dan tes hasil belajar IPS. Data hasil penelitian dianalis dengan menggunakan ANAVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tipe kepribadian dalam pengaruhnya terhadap hasil belajar IPS dan  2) untuk siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert lebih cocok dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media audiovisual, sedangkan untuk siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert lebih cocok dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci:     PBL, media audiovisual, tipe kepribadian, hasil belajar
PENGARUH PENERAPAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII SMP GANESHA DENPASAR Ni Nyoman Damayanti; Sukadi Sukadi; I Wayan Kertih
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.106 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i2.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. 1. Menguraikan pengaruh penerapan mediaaudiovisual dalam pembelajaran IPS  terhadap tingkat pemahaman konsep IPS dan keterampilan sosial siswa secara simultan pada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar. 2. Menjelaskanpengaruh penerapan media audiovisual dalam pembelajaran IPS terhadap  tingkat pemahaman konsep IPS pada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar. 3. Menjelaskanpengaruh penerapan media audiovisual dalam pembelajaran IPS terhadapketerampilan sosialpada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar. Untuk mencapa tujuan ini, penelitian ini dilakukan dengan penelitian eksperimen semu menggunakan rancangan the randomized control group with posttest only design pada dua kelas VII di SMP Ganesha Denpasar: satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel penelitian ini adalah 79 orang siswa. Ubahan bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPS dengan bantuan media audiovisual dan pembelajaran konvensional, sedangkan ubahan terikatnya adalah pemahaman konsep IPS dan keterampilan sosial siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda dan form penilaian diri keterampilan sosial. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan dengan Manova satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. 1. Ada pengaruh penerapan mediaaudiovisual dalam pembelajaran IPS yang signifikan  terhadap tingkat pemahaman konsep IPS dan keterampilan sosial siswa secara simultan pada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar. 2. Ada pengaruh penerapan media audiovisual dalam pembelajaran IPS yang signifikan terhadap  tingkat pemahaman konsep IPS pada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar. 3. Ada pengaruh penerapan media audiovisual dalam pembelajaran IPS yang signifikan terhadapketerampilan sosialpada siswa  kelas VII SMP Ganesha Denpasar.Kata Kunci: Media Audiovisual, pemahaman konsep IPS, dan keterampilan sosial siswa
Kajian Nilai-Nilai Kerukunan Antarumat Beragama di Desa Buduk (Pemanfaatannya Dalam Pengayaan Pembelajaran IPS Di SMP N 3 Mengwi, Buduk, Kabupaten Badung) Saverinus Kalut; Sukadi Sukadi; I Wayan Kertih
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.676 KB) | DOI: 10.23887/pips.v2i2.2895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya upaya untuk mewujudkan pembelajaran IPS yang inovatif yang berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan: (1) memahami latarbelakang pengintegrasian pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan antarua beragama sebagai sumber belajar IPS, (2) mengidentifikasikan pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan yang ada di Desa Buduk, (3) menemukan model atau cara mengintegrasikan pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan studi etnografi pendidikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal, yaitu: (1) Pengetahuan dan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama sangat penting untuk dijadikan sebagai sumber belajar IPS karena pesan moral tentang hidup rukun dalam masyarakat majemuk. (2) pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan antarumat beragama yang berpotensi sebagai sumber belajar IPS meliptui: Menyama Braya, Subak, dan Banjar sedangkan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama yang dapat dijadikan materi pembelajaran IPS adalah nilai saling percaya, gotong royong, saling menghormati, kekeluargaan, dan solidaritas, (3) pengintegrasian pengetahuan dan nilai-nilai lokal kerukunan antarumat beragama berdasarkan potensi utama, dalam bentuk perangkat pembelajaran.Kata Kunci: Kerukunan, Kondisi Pembelajaran, Materi Pembelajaran IPS berbasis Pengetahuan dan Nilai-nilai Lokal Masyarakat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS KEBENCANAAN UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA TERHADAP BENCANA Surya Darma Yudistira; Sukadi Sukadi; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/pips.v4i2.3437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kondisi penggunaan sumber belajar, (2) pengembangan bahan ajar hand-out berbasis kebencanaan, (3) efektifitas penerapan bahan ajar hand-out berbasis kebencanaan terhadap kesiapsiagaan  siswa menghadapi bencana. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ASSURE (Analyze Leaner, State Objective, Select Methods, Utilize Media, Require learner’s participant, Evaluate and revise). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 5 kelas dengan total siswa yaitu 159. Sampel dipilih dengan menggunak teknik random sampling. Setelah dilakukan pengacakan terpilih siswa kelas VII A sebanya 32 orang sebagai kelas eksperimen dan 32 orang siswa kelas VII B sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Kebutuhan siswa terhadap pengembangan handout pada pokok bahasan kebencanaan pada siswa kelas VII yaitu handout kebencanaan yang mampu mengatasi masalah yang terjadi pada proses pembelajaran.  (2) Kualitas hasil pengembangan bahan ajar  menurut review ahli dan siswa yaitu: (a) ahli isi pembelajaran 74% berada pada kategori baik; (b) ahli desain pembelajaran 80% berada pada kategori baik; (c) ahli bahasa pembelajaran 70% berada pada kategori  baik; (3) Efektivitas hasil pengembangan bahan ajar kebencanaan terhadap siswa menunjukkan signifikansi yang diperoleh t-hitung sebesar 78,61> t-tabel sebesar 1,99 pada signifikansi. Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan handout kebencanaan terhadap kesigapan menghadapi bencana pada siswa.Kata kunci: Bahan Ajar Kebencanaan; Kesiapsiagaan Bencana; Model ASSURE