Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10 No 1 (2019)"
:
14 Documents
clear
MEMPERBAIKI AKHLAK SANTRI-SANTRIWATI MELALUI BACAAN AL-QUR’AN DI TPQ AL-KHAIRAT LINGKUNGAN RASABOU KELURAHAN JATIBARU KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
Abd. Salam, Abd. Salam
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.253 KB)
Bacaan al-Qur?an itu dengan indah, seni dan lagu akan terbentuknya akhlak, Nilai-nilai Islam, karena dengan baca al-Qur?an dengan khusyu akan tertanamnya akhlak, di dalamnya adalah nilai-nilai Islam, al-Qur?anpun sebagai obat bagi penyakit hati, pembersih hati, petunjuk, cahaya, ilmu, dan akan memberikan ketentraman dalam hati. Jadi diturunkanya al-Qur?an serta bacaanya dijadikan sebagai ibadah. Konsistensi membaca al-Qur?an pada diri santri-santriwati termasuk mengajarkan baca al-qur?an secara sungguh-sungguh dengan menggunakan teknik dan metode sesuai dengan perkembangan anak diharapkan dapat mengetahui, menghayati dan mengamalkan baca al-Qur?an dalam kehidupan sehari-hari. Serta dapat memperbaiki akhlaknya melalui baca al-Qur?an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji 1.) Bagaimana pembinaan akhlak Santri-Santriwati Melalui Bacaan al-Qur?an Seni dan Lagu di TPQ Al-Khairat Ling. Rasabou Kel. Jatibaru Kec. Asakota Kota Bima. 2.) Apa Makna dan Tujuan Baca al-Qur?an di TPQ Al-Khairat.
KEPEDULIAN ORANG TUA TERHADAP TUGAS ANAK DARI SEKOLAH
Tamjidillah Hm Amin, Tamjidillah Hm Amin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.973 KB)
Tujuan pendidikan lebih mudah tercapai bila selalu terjalin baik dengan pendidikan di rumah, di sekolah dan di masyarakat. Orang tua merupakan kelompok yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak mereka, karena orang tua merupakan pendidik pertama dan utama sebelum mereka mengenal lingkungan sekolah dimana mendidik berarti memelihara, melatih, membimbing sehingga anak menjadi manusia yang bermanfaat di dunia, lebih lebih diakhirat. Pemberian Tugas merupakan metode yang digunakan guru agar siswa dapat memahami pelajaran yang diajarkan agar siwa semakin giat untuk mendalami pelajaran yang sudah diajarkan. Dengan penugasan tersebut guru berharap siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan bahwa siswa telah memahami pelajaran yang telah diajarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki beragam cara kepedulian terhadap tugas anak adalah (a) Mendorong anak mengerjakan tugas sekolah dibantu dengan membuatkan jadwal waktu belajar; (b) Mengontrol, mendampingi, menanyakan anak tentang tugas sekolah.(c) Mengajak, mengingatkan dan membantu anak mengerjakan tugas sekolah. (d) Menyediakan dan menfasilitasi anak dengan sarana prasarana belajar yang lengkap. Sedangkan kendala yang dihadapi orang tua adalah (a). Kurangnya waktu yang dimiliki orng tua untuk membimbing anak belajar karena sibuk dengan pekerjaan; (b). Anak lebih senang bermain dari pada mengerjakan tugas sekolah; (c). Kurangnya kerjasama anak dengan orang tua; (d). Pengetahuan orang tua yang minim.
PENDIDIKAN ETIKA “MAJA LABO DAHU†DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Hermawansyah, Hermawansyah
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.755 KB)
Budaya Maja Labo Dahu (malu dan takut). Malu, ialah sifat atau perasaan yang menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yang rendah atau kurang sopan. Malu merupkan ciri khas perangai manusia yang menyingkap nilai iman seseorang dan berpengaruh bagi tinggi rendahnya akhlak seseorang. Orang yang memiliki rasa malu, apabila melakukan sesuatu yang tidak patut baginya, maka di wajahnya nampak berubah menjadi pucat sebagai perwujudan penyesalannya terlanjur berbuat yang tidak wajar. Itu menunjukkan hati kecilnya hidup, batinnya suci dan bersih. Tetapi sebaliknya bagi seseorang yang sudah tidak memiliki rasa malunya, dia enak saja apabila melakukan perbuatan yang tidak patut, sekalipun banyak orang yang mengetahuinya. Orang yang demikian menunjukkan kasar perasaannya, selalu bersikap acuh tak acuh, tidak perduli dengan apa saja yang dia lakukan. Sehingga orang yang semacam ini tidak baik, tidak mempunyai rasa malu untuk menjaga kehormatan dirinya dari perbuatan dosa, dan menurunkan derajatnya. Maka Islam telah mengingatkan kepada umatnya, agar memperhatikan rasa malu, karena rasa malu ini, dapat meningkatkan akhlaknya menjadi tinggi
TANTANGAN ZAMAN TERHADAP EKSISTENSI NILAI RASO (BERSUCI) DALAM PENDIDIKAN AKHLAK TASAWUF PADA MASYARAKAT NTORI BIMA
Junaidin, Junaidin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.994 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, bertujuan mendeskripsikan pemaknaan pendidikan akhlak tasawuf dalam kehidupan eksoteris masyarakat Ntori Bima tentang tata cara berwudhu. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Desa Ntori Kabupaten Bima. Adapun metode pengumpulan data ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yakni; 1) pengumpulan data, 2) kondensasi data, 3) mengorganisasi data, dan 4) verifikasi data. Instrumen yang digunakan ialah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Hasil penelitian ini kemudian menemukan bahwa pemaknaan dalam kehidupan eksoteris masyarakat Ntori Bima masih cukup kental pada tataran masyarakat klasik atau umur 90-an ke bawah. Sedangkan pada tataran masyarakat milenial sudah mulai berkurang. Nilai raso ini merupakan instrumen dalam aktivitas ibadah umat Islam yang menjadi tiang utama terbentuknya masyarakat yang Islami. Kata Kunci: Tantangan Zaman, Nilai Raso (Bersuci) , Akhlak Tasawuf
UPAYA PENINGKATAN KETAATAN SISWA TERHADAP PERATURAN KEDISIPLINAN DI SMA NEGERI 1 WAWO.
Mulyadin, Mulyadin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.739 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan upaya yang dilakukan oleh Guru di SMA Negeri 1 Wawo dalam meningkatkan ketaatan siswa terhadap peraturan kedisiplinan, Lokus Penelitianya adalah pada SMA Negeri 1 Wawo, dengan Menggunakan metode Kualitatif Deskriptif, dengan hasil menunjukkan bahwa faktof dari siswa itu sendiri, guru-guru yang mengajar, kondisi sekolah tempat para siswa menuntut ilmu, orang tua para siswa dan juga metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, Upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, dan juga guru-guru dalam meningkatkan ketaatan siswa terhadap peraturan kedisiplinan di SMA negeri 1 Wawo namun, masih saja belum maksimal karena siswa di SMA negeri 1 Wawo memiliki watak, perilaku, bahkan latar belakang keluarga yang berbeda dan juga dari sisi metode mengajar guru yang kurang di sukai oleh siswa.
PEMBINAAN AGAMA ISLAM DALAM UPAYA MENCEGAH KRIMINALITAS DI DESA PANDAI
Samsudin, Samsudin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.122 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana posisi pendidikan agama sangat penting dalam upaya mengontor krisis moral penyebab kriminalitas. maka agama harus dihadirkan atau diberikan sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran serta memberikan arti agama kepada masyarakat. Sehingga akan mampu menghadirkan perilaku-perilaku yang bercorak agama atau keislaman. Penentuannya didasarkan pada suatu asumsi bahwa nilai-nilai yang dikandung pada dimensi mahda sudah ada dan tidak akan ada perubahan apapun didalamnya, bahkan sudah menjadi fitrah utama dalam kehidupan manusia untuk menjalankannya sesuai apa yang disyariatkan didalam Al-qur?an. Intinya adalah berserah diri, tunduk, patuh dan taat dengan sepenuh hati. Kriminalitas yang dimaksud merupakan perubahan segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana,yang diatur dalam hukum pidana. sehingga pembinaan agama Islam dalam upaya mencegah kriminalitas merupakan sebuah langkah yang tepat atau alternatif yang baik dilakukan oleh pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal. hasil penelitian ini menunjukan kegiatan keagamaan sangat cocok diterapkan pada kalangan remaja. mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi terjadinya kriminal pelajar adalah krisis moral yang tengah melanda remaja. Kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mencegah terjadinya kriminalitas di Desa Pandai Kec. Woha Kabupaten Bima yaitu: persoalan partisipasi dan tanggung jawab, Persoalan kooperasi dan koordinasi antara para partisipasi dalam pencegahan kriminalitas, persoalan planning dan program yang berhubungan erat dengan kooperasi dan koordinasi pencegahan kriminalitas.
PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA
Suryani, Suryani
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.996 KB)
Penulisan ini dilatar belakangi kurangnya metode dan model pembelajaran yang efektif yang di gunakan oleh guru di era perkembangan yang pesat ini. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu unsur konkrit yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah prestasi belajar. Masalah umum yang sering dihadapi oleh peserta didik khususnya siswa masih cukup banyak yang belum dapat mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan prestasi belajar tersebut mengalami kegagalan dalam bidang akademik baik faktor-faktor yang berada dalam diri siswa maupun faktor-faktor yang berada diluar diri siswa seperti tingkat intelegensi yang rendah, kurangnya motivasi belajar, cara belajar yang kurang efektif, minimnya frekuensi dan jumlah waktu belajar, tingkat disiplin diri yang rendah, media belajar atau bahan ajar yang masih kurang disediakan pihak sekolah dan sebagainya. Demi mencapai prestasi belajar yang memuaskan tersebut dengan system pendidikan yang semakin maju dan didukung juga perkembangan teknologi. Teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya. Maka dengan pembelajaran yang berbasis media dapat mengukir prestasi yang tepat dalam menyongsong era globalisasi yang cepat, tepat, efektif dan efisien.
MEMPERBAIKI AKHLAK SANTRI-SANTRIWATI MELALUI BACAAN AL-QUR’AN DI TPQ AL-KHAIRAT LINGKUNGAN RASABOU KELURAHAN JATIBARU KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
Abd. Salam
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47625/fitrah.v10i1.170
Bacaan al-Qur’an itu dengan indah, seni dan lagu akan terbentuknya akhlak, Nilai-nilai Islam, karena dengan baca al-Qur’an dengan khusyu akan tertanamnya akhlak, di dalamnya adalah nilai-nilai Islam, al-Qur’anpun sebagai obat bagi penyakit hati, pembersih hati, petunjuk, cahaya, ilmu, dan akan memberikan ketentraman dalam hati. Jadi diturunkanya al-Qur’an serta bacaanya dijadikan sebagai ibadah. Konsistensi membaca al-Qur’an pada diri santri-santriwati termasuk mengajarkan baca al-qur’an secara sungguh-sungguh dengan menggunakan teknik dan metode sesuai dengan perkembangan anak diharapkan dapat mengetahui, menghayati dan mengamalkan baca al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Serta dapat memperbaiki akhlaknya melalui baca al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji 1.) Bagaimana pembinaan akhlak Santri-Santriwati Melalui Bacaan al-Qur’an Seni dan Lagu di TPQ Al-Khairat Ling. Rasabou Kel. Jatibaru Kec. Asakota Kota Bima. 2.) Apa Makna dan Tujuan Baca al-Qur’an di TPQ Al-Khairat.
KEPEDULIAN ORANG TUA TERHADAP TUGAS ANAK DARI SEKOLAH
Tamjidillah Hm Amin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47625/fitrah.v10i1.171
Tujuan pendidikan lebih mudah tercapai bila selalu terjalin baik dengan pendidikan di rumah, di sekolah dan di masyarakat. Orang tua merupakan kelompok yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak mereka, karena orang tua merupakan pendidik pertama dan utama sebelum mereka mengenal lingkungan sekolah dimana mendidik berarti memelihara, melatih, membimbing sehingga anak menjadi manusia yang bermanfaat di dunia, lebih lebih diakhirat. Pemberian Tugas merupakan metode yang digunakan guru agar siswa dapat memahami pelajaran yang diajarkan agar siwa semakin giat untuk mendalami pelajaran yang sudah diajarkan. Dengan penugasan tersebut guru berharap siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan bahwa siswa telah memahami pelajaran yang telah diajarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki beragam cara kepedulian terhadap tugas anak adalah (a) Mendorong anak mengerjakan tugas sekolah dibantu dengan membuatkan jadwal waktu belajar; (b) Mengontrol, mendampingi, menanyakan anak tentang tugas sekolah.(c) Mengajak, mengingatkan dan membantu anak mengerjakan tugas sekolah. (d) Menyediakan dan menfasilitasi anak dengan sarana prasarana belajar yang lengkap. Sedangkan kendala yang dihadapi orang tua adalah (a). Kurangnya waktu yang dimiliki orng tua untuk membimbing anak belajar karena sibuk dengan pekerjaan; (b). Anak lebih senang bermain dari pada mengerjakan tugas sekolah; (c). Kurangnya kerjasama anak dengan orang tua; (d). Pengetahuan orang tua yang minim.
PENDIDIKAN ETIKA “MAJA LABO DAHU” DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Hermawansyah Hermawansyah
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47625/fitrah.v10i1.172
Budaya Maja Labo Dahu (malu dan takut). Malu, ialah sifat atau perasaan yang menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yang rendah atau kurang sopan. Malu merupkan ciri khas perangai manusia yang menyingkap nilai iman seseorang dan berpengaruh bagi tinggi rendahnya akhlak seseorang. Orang yang memiliki rasa malu, apabila melakukan sesuatu yang tidak patut baginya, maka di wajahnya nampak berubah menjadi pucat sebagai perwujudan penyesalannya terlanjur berbuat yang tidak wajar. Itu menunjukkan hati kecilnya hidup, batinnya suci dan bersih. Tetapi sebaliknya bagi seseorang yang sudah tidak memiliki rasa malunya, dia enak saja apabila melakukan perbuatan yang tidak patut, sekalipun banyak orang yang mengetahuinya. Orang yang demikian menunjukkan kasar perasaannya, selalu bersikap acuh tak acuh, tidak perduli dengan apa saja yang dia lakukan. Sehingga orang yang semacam ini tidak baik, tidak mempunyai rasa malu untuk menjaga kehormatan dirinya dari perbuatan dosa, dan menurunkan derajatnya. Maka Islam telah mengingatkan kepada umatnya, agar memperhatikan rasa malu, karena rasa malu ini, dapat meningkatkan akhlaknya menjadi tinggi