cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
Implementasi Lean Manufacturing untuk Meminimasi Pemborosan (Waste) Menggunakan Metode Value Stream Mapping di PT. Pura Barutama Aan Khunaifi; Rangga Primadasa; Sugoro Bhakti Sutono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.560

Abstract

PT. Pura Barutama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan percetakan kertas berkualitas tinggi terbesar di Indonesia yang berada di Kudus, Jawa Tengah. PT. Pura Barutama memiliki 29 unit yang sudah terintegrasi, salah satunya adalah unit S. untuk dapat memenuhi permintaan konsumen PT. Pura Barutama unit S selalu berusaha melakukan penyederhanaan proses produksinya untuk memastikan ketepatan waktu dan tidak ada pemborosan (waste). Namun pada kenyataannya masih terdapat berbagai kegiatan atau aktivitas yang tidak diperlukan sehingga menyebabkan penurunan efisiensi dan efektifitas terutama pada proses produksi. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, diperlukan suatu metode yang relatif sederhana dan terstruktur yaitu dengan penggunaan metode “lean manufacturing”. Berdasarkan hasil dari analisa process activity mapping, terdapat 21 aktivitas dalam proses produksi selongsong rokok, dengan klasifikasi aktivitas operation 6, transportation 1, inspection 2, storage 11 dan delay 2, sedangkan pada tipe aktivitas terdapat 8 value adding activity (VA), 2 non value adding activity (NVA), dan 11 necessary non value adding activity (NNVA). Adapun rekomendasi perbaikan untuk meminimalkan pemborosan yang terjadi yaitu melakukan pengecekan mesin secara berkala, menerapkan manajemen perawatan mesin, meningkatkan skill operator, melakukan pengecekan mesin dan settingan mesin yang sudah sesuai dengan SOP serta melakukan perbaikan tata letak lokasi penyimpanan.
Penentuan Jalur Distribusi Gas LPG dengan Metode Savings Matrix dan Nearest Neighbor pada PT. XYZ Kevin Akbar Maulana; Andrean Emaputra
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.634

Abstract

Distribusi merupakan suatu cara perusahaan agar dapat melakukan proses pengiriman dengan tepat. Oleh karena ini pengembangan sistem distribusi sangat dibutuhkan untuk pengembangan bagi perusahaan. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pendistribusian Gas LPG dari gudang ke pelanggan yang berada di wilayah kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan PT. XYZ sendiri yaitu penentuan dalam rute distribusi yang belum berjalan baik, dikarenakan jarak pangkalan yang cukup jauh menyebabkan tingginya biaya distribusi. Untuk mengatasi masalah pada PT. XYZ, maka diperlukan penerapan metode Savings Matrix dan metode Nearest Neighbor yang digunakan untuk menentukan jalur dan jarak dari gudang ke pangkalan berdasarkan kapasitas alat angkut serta melakukan proses penghematan biaya distribusi untuk penekanan biaya. Tujuan dari penelitian kali ini untuk mendapatkan jalur atau rute distribusi yang tepat dan mendapatkan penghematan biaya distribusi dengan membandingkan setelah dilakukan perbaikan pada PT. XYZ. Dari hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh setelah dilakukan perbaikan menunjukan bahwa jarak  tempuh sejauh 4.945 kilometer dengan biaya distribusi Rp22.525.500. Penghematan jarak yang dihasilkan setelah dilakukan perbaikan adalah 24% atau 1.540 Kilometer, sedangkan penghematan biaya distribusi yang dihasilkan adalah 6% atau Rp1.315.950,-/bulan.  
Evaluasi Penjadwalan Proyek Kapal Penyeberangan RO-RO 500 GT Melalui Pendekatan Metode CPM Dan PERT Studi Kasus PT. XYZ Ahmad Padhil; Muhammad Shadiq Anwari; Abdul Mail; A. Dwi Wahyuni P; Muhammad Fachry Hafid
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.646

Abstract

PT. XYZ yang merupakan galangan yang memiliki peluang yang besar untuk menjadi galangan maju ini didukung oleh tenaga tenaga Engineering yang berkualitas dan professional dan ketersedian material yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi penjadwalan proyek kapal penyeberangan Ro-Ro 500 GT dan menentukan waktu optimal dalam menyelesaikan sebuah proyek kapal Penyeberangan Ro-Ro 500 GT. Penelitian ini menggunakan metode CPM (Critical Path Method), PERT (Program Evaluation and Review Technique). Hasil evaluasi penjadwalan di PT. XYZ dengan menggunakan metode CPM pada analisa dan pengolahan data dengan membandingkan waktu pada time schedule perusahaan selama 36 minggu, 252 hari dengan hasil analisis dengan menggunakan metode CPM didapatkan waktu pengerjaan selama 42 minggu, 292 hari. maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode CPM dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu sesuai waktu realisasinya dibandingkan dengan menggunakan metode time schedule perusahaan dengan selisih pengerjaan nya sebanyak 6 minggu. Sedangkan dengan menggunakan metode PERT didapatkan hasil pengerjaan dengan waktu optimal selama 43 minggu.  
Rancang Bangun Tangga Ergonomis Di Lokasi Wisata Puncak Punthu Ngepoh Kulonprogo Menggunakan Analisis Biomekanika Rifail Kasim; Jono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.695

Abstract

Penyedian tangga sebagai fasilitas menuju obyek pariwisata di perbukitan merupakan hal yang sangat penting, karena dapat mengurangi potensi terjadinya cidera bagi para pengunjung. Di tempat pariwisata  Puncak Punthu Ngepok untuk menuju ke beberapa lokasi belum ada tangga naik yang ergonomic, bahkan bebarapa tempat belum dibuatkan tangga untuk naik sehingga perlu dibuatkan rancangan tangga dari beberapa tempat menuju lokasi yang ergonomis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya energi expenditure yang dikeluarkan pengguna tangga ditiga tempat di pariwisata Puncak Punthu Ngepok Kulon Progo, agar dapat disimpulkan apakah tangga yang digunakan sudah ergonomis atau belum dan juga menentukan ukuran tangga dilihat dari hasil analisa biomekanika. Berdasarkan hasil dari perhitungan besar energy expenditure diketahui bahwa dari tangga pada ketiga tempat tersebut, termaksud katagori moderat sehingga perlu dilakukan analisis biomekanika untuk mencari besar gaya pada L5/S1. Besar gaya pada L5/S1 pada tangga pintu masuk paiwisata 229.92 N, tangga ke Puncak Puntuh Ngepok 333.57 N, sedangkan pada tangga bawah puncak Punthu Ngepok 326.14 N. Kemudian peneliti memilih tangga pintu masuk pariwisata sebagai objek penelitian selanjutnya, karena gaya yang terjadi pada L5/S1 paling kecil. Peneliti melakukan uji trial and error pada tinggi anak tangga dan besar sudut tiap segmen anggota badan, dan didapatkan hasil gaya yang terjadi pada L5/S1, pada penambahan ukuran tinggi anak tangga sebesar 2 cm 267. 40 N, pengurangan 2 cm  305.95 N. Maka dari hasil tersebut dipilih ukuran pada penambhan 2 cm, karena merupakan besaran gaya yang paling kecil pada L5/S1, jadi tinggi anak tangga yang di dapatkan adalah 18.6 cm. Kemudian perhitungan lamanya waktu keja yang didapatkan adalah sebesar 1.9 menit, sedangkan waktu istiahat yang didapatkan adalah 0.83 menit, maka dapat diasumsikan tinggi optrade  yang didapatkan adalah 183 cm.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Meja Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT XYZ Ari Zaqi Al Faritsy; Angga Suluh Wahyunoto
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.707

Abstract

PT XYZ merupakan industri manufaktur yang bergerak dibidang furniture. Permasalahan yang terjadi yaitu terdapat produk meja tidak sesuai spesifikasi konsumen sehingga mengakibatkan proses berlebihan dan menambah biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebabkan kecacatan dan usulan pengendalian kualitas produk menggunakan metode six sigma. Penelitian ini menggunakan metode six sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). Menggunakan alat statistic antara lain : Diagram SIPOC, Diagram pareto, p chart, Diagram fishbone, dan usulan perbaikan 5W+1H. Hasil dari penelitian ini diketahui faktor penyebab cacat produk yaitu faktor tenaga kerja, kurangnya pelatihan dan kelelahan karena kepanasan serta berdiri terlalu lama menyebabkan kurang fokus. Faktor metode, kesalahan saat assemblly, kesalahan proses pemotongan, jalur roll kurang baik, dan proses finishing kurang maksimal. Faktor mesin, kestabilan mesin press dan spray gun. Faktor bahan baku, kualitas bahan baku. Faktor lingkungan kerja, debu berterbangan. Berdasarkan analisis 5W+1H usulan perbaikan untuk faktor tenaga kerja, perbaikan waktu istirahat serta penambahan ventilasi, dan pelatihan penggunaan mesin press. Faktor metode, pelatihan penggunaan mesin press, pelatihan pemotongan kayu, perbaikan jalur roll, dan mengoptimalkan proses pengeringan. Faktor mesin, perawatan mesin press dan spray gun secara berkala. Faktor bahan baku, pengawasan kualitas bahan baku. Faktor lingkungan kerja mewajibkan karyawan menggunakan masker.
Perbaikan Kualitas Pelayanan Hotel Kartika Chandra dengan Metode Servqual Dan Importance Performance Analysis (IPA) Kelik Fajar Kusuma; Masrul Indrayana; Jono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.712

Abstract

Hotel Kartika Chandra merupakan hotel berbintang empat di Jakarta Selatan dengan tingkat penilaian kepuasan pelanggan berada pada posisi 4,3 dari 5. Untuk meningkatkan daya saing, penilaian dan evaluasi kepuasan pelanggan harus menjadi agenda rutin Hotel Kartika Chandra. Perbaikan kualitas pelayanan Hotel Kartika Chandra dapat dikaji menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Servqual akan menemukan kesenjangan tingkat kualitas layanan yang diberikan dengan yang diterima pelanggan. Metodologi IPA akan menunjukkan skala prioritas perbaikan layanan yang perlu dilakukan oleh pihak penyedia layanan. Berdasarkan metode Servqual dan IPA, atribut layanan utama yang harus diperbaiki oleh manajemen Hotel Katika Chandra adalah penataan desain interior kamar dan fasilitas kamar, kebersihan kamar dan fasilitas kamar, keterersediaan tempat parkir yang cukup untuk pelanggan, kemampuan karyawan hotel untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, dan jaminan keamanan kendaraan di tempat parkir.    

Page 1 of 1 | Total Record : 6